2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bumi yang Tersedak Plastik

M. Fajarli Iqbal by M. Fajarli Iqbal
February 2, 2018
in Opini

Ilustrasi: Komang Astiari

FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan hewan mati ‘tersedak plastik’. Tidak sedikit biota laut yang mengira plastik adalah makanan sehingga harus mati dan menjadi bangkai akibat tersedak plastik. Bahkan sampah ini diperkirakan berkali lipat lebih besar daripada benua Amerika. Sungguh luar biasa.

Frasa ‘tersedak plastik’ mungkin berlebihan namun jika ditelaah cocok untuk mengambarkan bagaimana keadaan bumi sekarang ini. Penggunaan  plastik yang tidak terkontrol membuat berbagai sektor kehidupan menghasilkan limbah yang sangat sulit terurai ini. Mulai dari bayi sampai dengan orang dewasa pernah memakai plastik dan membuang limbahnyai. Pemakaian plastik yang tidak terhingga ini membuat bumi kian ‘tersedak’ dengan plastik dan kini, planet hijau ini sudah sangat sekarat.

Hasil riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan (publikasi di www.sciecemag.org 12 Februari 2015) yang diunduh dari www.iswa.org menyebutkan bahwa Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietman, dan Sri Langka. Prestasi yang sangat unik.

Hasil yang sangat mencengangkan juga diungkap oleh Greeneretaion, organisasi non pemerintah ini menyebutkan bahwa satu orang Indonesia rata-rata bisa menghabiskan 700 kantong plastik pertahun. Dengan kata lain, untuk satu orang Indonesia saja, ratusan lembar plastik terpakai yang pada akhirnya menjadi limbah yang membahayakan kehidupan.

Pada tataran ini kita yang katanya makhluk paling cerdas telah melakukan pembunuhan. Pada tahap ini pula kita mulai membinasakan kehidupan. Pada level ini pula kita telah menrusak tatanan kehidupan. Tudingan ini tentu tidaklah keterlaluan mengingat limbah plastik sangat sulit terurai. Tak heran jika fenomena ini dibiarkan, umur bumi dan umur kehidupan tidak akan lama lagi bertahan.

Tentu tak perlu dipikirkan lagi ini ulah siapa, karena secara akal sehat hanya manusialah yang mampu menciptakan plastik dan memakainya. Dan, hanya kita juga yang menjadi produsen tunggal limbah platik. Dengan kata lain, manusialah yang telah membunuh jutaan biota laut dan makhluk tak berdosa lain dengan merusak ekosistem akibat tak hentinya menghasilkan limbah plastik.

MULAI Minggu 21 Februari 2016 pemerintah menerapkan peraturan untuk tidak lagi mengratiskan kantong plastik di pusat perbelanjaan. Setiap pengguna kantong plastik harus membayar minimal Rp 200 untuk setiap satu kantongnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap meledaknya limbah plastik yang kian menumpuk. Namun, apakah langkah ini mampu menghentikan ribuan ton limbah setiap harinya?

Tentu saja kita mengapresiasi setiap langkah untuk mengurangi limbah plastik namun secara ekonomi membayar Rp 200 untuk setiap kantong plastik hanya akan membebani ekonomi rakyat dan menambah aset beberapa perusahaan besar. Karena kenyataannya konsumen tidak mempedulikan 200 rupiah itu dan tetap saja limbah plastik semakin banyak dengan tambahan catatan pengusaha makin kaya.

Mungkin ada pernyataan yang mengatakan bahwa hasil penjualan tersebut akan dipakai untuk pengolahan limbah plastik. Tapi, berapa persen? Kita tahu, banyak yang tidak jujur di negeri ini. Bisa saja 200 rupiah itu berpindah kantong dan memperkaya beberapa pihak dan bukan digunakan sebagamana mestinya. Ironis sekali.

Birokrasi pemerintahan kita selalu bertele-tele pada persoalan sampingan dan tidak langsung ke inti persoalan. Logika berpikirnya begini, jika ingin mengurangi limbah plastik maka penggunaan plastik harus dikurangi. Nah, menggurangi penggunaan plastik bukan dengan menjual plastik ke masyarakat dengan harapan tak ada pembeli akan tetapi penurunan konsumsi plastik dapat dilakukan dengan cara menciptakan pengganti plastik yang murah dan tentu saja ramah lingkungan sehingga tidak menjadi limbah.

Ketika pengganti platik muncul dengan teknologi ramah lingkungan maka sektor penghasil plastik harus dikurangi secara berkala agar tidak muncul gelombang PHK. Tarik para pekerja ke sektor prokdusi pengganti plastik yang ramah lingkungan tersebut. Terdengar mudah tapi pada dasarnya sangat sulit namun, untuk kepentingan yang lebih penting hal ini bukanlah hal yang mustahil. Demi menyelamatkan bumi demi menyelamatkan kehidupan.

Persoalan plastik bukan masalah sepele. Ini merupakan fenomena kehancuran alam yang harus segera ditangani. Fenomena ini dipercaya atau tidak dapat memusnahkan kehidupan di bumi. Semakin lama sampah semakin menumpuk dan pada akhirnya bumi tertimbun plastik. Dan pada skenario terburuk, bumi juga akan tersedak plastik.

Selain daripada penangana oleh pemerintah kita selaku manusia dan produsen limbah plastik juga harus paham dengan fenomena ini. Sedini mungkin kita harus menjaga agar sampah plastik tak lagi terapung di laut. Kita juga harus mulai memberikan energi terhadap sampah di sekitar kita yang kiat menggunug. Membuang sampah ke kali atau ke sungai sudah harus kita tinggalkan. Jangan sampai mencari praktis malah menimbulkan dampak yang besar.

Kita harus konsen terhadap persoalan sampah ini. jika tidak maka fenomena ini akan terus membesar. Plastik akan membawa bencana besar bagi kehidupan. Jika plastik terus dikonsumsi dan limbah plastik terus diproduksi dan limbah itu dibuang ke laut. Maka, laut biru yang bersih akan jadi catatan indah dalam cerita sejarah manusia. Karena dalam hitungan tahun laut akan menjadi tumpukan sampah dan sampah akan menutupi laut. Dan pada akhirnya laut biru yang jernih hanya akan jadi cerita sejarah atau cerita fiksi masa lalu. (T)

Tags: bumiplastikSampah
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Kemiskinan dan Upacara, Mendapat dan Memberi

Next Post

Dari Singaraja ke Kaohsiung: Menembus Batas Menembus Nalar

M. Fajarli Iqbal

M. Fajarli Iqbal

Mahasiswa PBSI FKIP Unsyiah, Aceh, dan pecinta lingkungan. Email: fajarliiqbal@gmail.com

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Dari Singaraja ke Kaohsiung: Menembus Batas Menembus Nalar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co