2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bumi yang Tersedak Plastik

M. Fajarli Iqbal by M. Fajarli Iqbal
February 2, 2018
in Opini

Ilustrasi: Komang Astiari

FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan hewan mati ‘tersedak plastik’. Tidak sedikit biota laut yang mengira plastik adalah makanan sehingga harus mati dan menjadi bangkai akibat tersedak plastik. Bahkan sampah ini diperkirakan berkali lipat lebih besar daripada benua Amerika. Sungguh luar biasa.

Frasa ‘tersedak plastik’ mungkin berlebihan namun jika ditelaah cocok untuk mengambarkan bagaimana keadaan bumi sekarang ini. Penggunaan  plastik yang tidak terkontrol membuat berbagai sektor kehidupan menghasilkan limbah yang sangat sulit terurai ini. Mulai dari bayi sampai dengan orang dewasa pernah memakai plastik dan membuang limbahnyai. Pemakaian plastik yang tidak terhingga ini membuat bumi kian ‘tersedak’ dengan plastik dan kini, planet hijau ini sudah sangat sekarat.

Hasil riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan (publikasi di www.sciecemag.org 12 Februari 2015) yang diunduh dari www.iswa.org menyebutkan bahwa Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietman, dan Sri Langka. Prestasi yang sangat unik.

Hasil yang sangat mencengangkan juga diungkap oleh Greeneretaion, organisasi non pemerintah ini menyebutkan bahwa satu orang Indonesia rata-rata bisa menghabiskan 700 kantong plastik pertahun. Dengan kata lain, untuk satu orang Indonesia saja, ratusan lembar plastik terpakai yang pada akhirnya menjadi limbah yang membahayakan kehidupan.

Pada tataran ini kita yang katanya makhluk paling cerdas telah melakukan pembunuhan. Pada tahap ini pula kita mulai membinasakan kehidupan. Pada level ini pula kita telah menrusak tatanan kehidupan. Tudingan ini tentu tidaklah keterlaluan mengingat limbah plastik sangat sulit terurai. Tak heran jika fenomena ini dibiarkan, umur bumi dan umur kehidupan tidak akan lama lagi bertahan.

Tentu tak perlu dipikirkan lagi ini ulah siapa, karena secara akal sehat hanya manusialah yang mampu menciptakan plastik dan memakainya. Dan, hanya kita juga yang menjadi produsen tunggal limbah platik. Dengan kata lain, manusialah yang telah membunuh jutaan biota laut dan makhluk tak berdosa lain dengan merusak ekosistem akibat tak hentinya menghasilkan limbah plastik.

MULAI Minggu 21 Februari 2016 pemerintah menerapkan peraturan untuk tidak lagi mengratiskan kantong plastik di pusat perbelanjaan. Setiap pengguna kantong plastik harus membayar minimal Rp 200 untuk setiap satu kantongnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap meledaknya limbah plastik yang kian menumpuk. Namun, apakah langkah ini mampu menghentikan ribuan ton limbah setiap harinya?

Tentu saja kita mengapresiasi setiap langkah untuk mengurangi limbah plastik namun secara ekonomi membayar Rp 200 untuk setiap kantong plastik hanya akan membebani ekonomi rakyat dan menambah aset beberapa perusahaan besar. Karena kenyataannya konsumen tidak mempedulikan 200 rupiah itu dan tetap saja limbah plastik semakin banyak dengan tambahan catatan pengusaha makin kaya.

Mungkin ada pernyataan yang mengatakan bahwa hasil penjualan tersebut akan dipakai untuk pengolahan limbah plastik. Tapi, berapa persen? Kita tahu, banyak yang tidak jujur di negeri ini. Bisa saja 200 rupiah itu berpindah kantong dan memperkaya beberapa pihak dan bukan digunakan sebagamana mestinya. Ironis sekali.

Birokrasi pemerintahan kita selalu bertele-tele pada persoalan sampingan dan tidak langsung ke inti persoalan. Logika berpikirnya begini, jika ingin mengurangi limbah plastik maka penggunaan plastik harus dikurangi. Nah, menggurangi penggunaan plastik bukan dengan menjual plastik ke masyarakat dengan harapan tak ada pembeli akan tetapi penurunan konsumsi plastik dapat dilakukan dengan cara menciptakan pengganti plastik yang murah dan tentu saja ramah lingkungan sehingga tidak menjadi limbah.

Ketika pengganti platik muncul dengan teknologi ramah lingkungan maka sektor penghasil plastik harus dikurangi secara berkala agar tidak muncul gelombang PHK. Tarik para pekerja ke sektor prokdusi pengganti plastik yang ramah lingkungan tersebut. Terdengar mudah tapi pada dasarnya sangat sulit namun, untuk kepentingan yang lebih penting hal ini bukanlah hal yang mustahil. Demi menyelamatkan bumi demi menyelamatkan kehidupan.

Persoalan plastik bukan masalah sepele. Ini merupakan fenomena kehancuran alam yang harus segera ditangani. Fenomena ini dipercaya atau tidak dapat memusnahkan kehidupan di bumi. Semakin lama sampah semakin menumpuk dan pada akhirnya bumi tertimbun plastik. Dan pada skenario terburuk, bumi juga akan tersedak plastik.

Selain daripada penangana oleh pemerintah kita selaku manusia dan produsen limbah plastik juga harus paham dengan fenomena ini. Sedini mungkin kita harus menjaga agar sampah plastik tak lagi terapung di laut. Kita juga harus mulai memberikan energi terhadap sampah di sekitar kita yang kiat menggunug. Membuang sampah ke kali atau ke sungai sudah harus kita tinggalkan. Jangan sampai mencari praktis malah menimbulkan dampak yang besar.

Kita harus konsen terhadap persoalan sampah ini. jika tidak maka fenomena ini akan terus membesar. Plastik akan membawa bencana besar bagi kehidupan. Jika plastik terus dikonsumsi dan limbah plastik terus diproduksi dan limbah itu dibuang ke laut. Maka, laut biru yang bersih akan jadi catatan indah dalam cerita sejarah manusia. Karena dalam hitungan tahun laut akan menjadi tumpukan sampah dan sampah akan menutupi laut. Dan pada akhirnya laut biru yang jernih hanya akan jadi cerita sejarah atau cerita fiksi masa lalu. (T)

Tags: bumiplastikSampah
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Kemiskinan dan Upacara, Mendapat dan Memberi

Next Post

Dari Singaraja ke Kaohsiung: Menembus Batas Menembus Nalar

M. Fajarli Iqbal

M. Fajarli Iqbal

Mahasiswa PBSI FKIP Unsyiah, Aceh, dan pecinta lingkungan. Email: fajarliiqbal@gmail.com

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post

Dari Singaraja ke Kaohsiung: Menembus Batas Menembus Nalar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co