25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lawan Korupsi, Bisa Mulai dari Ruang Kelas

Wayan Esa Bhaskara by Wayan Esa Bhaskara
February 2, 2018
in Esai
Lawan Korupsi, Bisa Mulai dari Ruang Kelas

Ilustrasi diolah dari Google

HARI anti korupsi selalu dirayakan dari berbagai kalangan, namun korupsi masih terjadi. Esai anti korupsi sudah banyak ditulis, apalagi jika diselenggarakan lomba. Kampanye anti korupsi juga telah dilakukan di dunia nyata dan dunia maya. Namun tetap saja tidak bisa membuat korupsi benar-benar disetop.

Hendaknya masyarakat Indonesia sadar bahwa korupsi sangat berbahaya. Upaya pemberantasan korupsi sering kita dengar gaungnya. Bahkan dilakukan oleh banyak kalangan, mulai dari ibu rumah tangga hingga musisi. Mereka melakukan berbagai gerakan serta memperlihatkan sikap anti korupsi kepada publik. Sayangnya, korupsi tetap saja ada dan semakin menggeliat.

Korupsi menurut KBBI edisi V dijelaskan sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Tidak membiasakan jujur, berani, dan bertanggungjawab misalnya adalah bibit tumbuh suburnya tindakan korupsi pada diri seseorang. Selanjutnya dari seseorang bisa meluas ke dalam kelompok, hingga ke instansi dan kerugiannya dinikmati oleh masyarakat luas.

Untungnya gerakan anti korupsi sudah mulai dipandang penting meskipun korupsi tetap saja eksis. Bukan berarti apa yang telah dilakukan oleh masyarakat hingga lembaga pemerintahan tersebut gagal. Ada baiknya kita selalu waspada, sebab korupsi mungkin muncul di mana saja tidak memandang musim. Perlu ada konsistensi dan kreativitas dalam melahirkan gagasan baru dalam gerakan sosial anti korupsi.

Menurut data ICW (Indonesia Curruption Watch) dalam kurun waktu 1 Januari hingga 30 Juni 2017 ada 226 kasus korupsi. Kasus dengan 587 tersangka tersebut merugikan negara 1,83 trillliun. Bayangkan jika hal seperti ini selalu terjadi bertahun-tahun ke depan. Makan Indonesia akan tetap menjadi negara yang terpuruk. Korupsi bisa disebut sebagai ujung terpuruknya beragam persoalan di Indonesia.

Tak perlu menjadi anggota ICW atau gabung dengan KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi. Guru tetaplah guru, musisi tetaplah musisi, semua bisa melakukan hal yang sama. Kita perlu gerakan yang terus menerus secara bersama-sama dari berbagai level untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari yang sudah-sudah.

Biarlah generasi terdahulu sudah terlanjur korup. Mengubahnya pun perlu waktu relatif lama. Sebaiknya generasi sekarang yang akan jadi calon-calon pemimpin masa depan yang disadarkan akan bahaya korupsi. Korupsi adalah kejahatan besar. Harapannya, generasi masa depan yang memulai kehidupan di bangku-bangku sekolah segera menyadarinya.

Gerakan anti korupsi hendaknya dilakukan setiap hari. Dimulai dari ruang-ruang kelas karena siswa cukup banyak menghabiskan hari di sekolah. Hendaknya siswa dilatih sejak dini dengan cara yang lebih mengasyikkan, tidak menggurui, dan bisa diterapkan.

Sebagai guru, apa yang bisa dilakukan untuk mendukung gerakan pemberantasan korupsi? Penanaman anti korupsi bisa dilakukan melalui hal-hal kecil dalam keseharian guru dan siswa di sekolah. Guru bisa menularkannya kepada siswa sehingga gerakan anti korupsi bisa semakin meluas.

Pemberian contoh adalah cara terbaik. Siswa perlu contoh nyata bukan hanya teori. Sikap jujur adalah satu contoh. Guru bisa menggunakan media dongeng, cerita, atau karya sastra lain dalam teorinya dan tentu saja harus dibarengi langkah nyata. Sebab dalam dongeng, cerita, atau karya sastra mengandung nilai-nilai kehidupan yang bisa diteladani.

Melalui tokoh-tokoh dalam dongeng, cerita, atau karya sastra siswa bisa belajar banyak hal. Berupa tingkah laku yang bisa mereka lakukan. Tentu saja harus dibarengi dengan contoh-contoh oleh guru secara terus menerus. Sebab mengubah kebiasaan perlu waktu yang relatif panjang. Guru sebagai orang tua siswa di sekolah perlu mendampingi.

Nilai-nilai anti korupsi bisa ditanamkan melalui pokok atau sub pokok bahasan yang berkaitan dengan nilai-nilai hidup. Seperti misal pelajaran sastra pada mata belajaran bahasa Indonesia. Dengan cara ini semua guru dan siswa adalah pengajar pembelajaran anti korupsi tanpa terkecuali.

Ajak siswa untuk jujur. Jujur mengakui kesalahan misalnya. Ketika siswa tidak mengerjakan pekerjaan rumah, jangan buru-buru dimarahi bahkan dihukum. Tanyakan dulu alasan mengapa tidak mengerjakan pekerjaan rumah, berikan kesempatan untuk siswa menjawab dan mengemukakan alasan. Biarkan mereka mengajukan argumen dan selalu tekankan kejujuran.

Melalui alasan-alasan tersebut barulah guru mengambil tindakan. Bisa dengan membuat perjanjian, bisa juga dengan pembinaan terpadu dengan wali kelas dan orang tua. Guru perlu menyadari siswa adalah individu unik yang pendekatannya tidak bisa disamaratakan. Maka perlu gerakan kolektif dan optimisme bahwa siswa akan bisa berubah menjadi lebih baik.

Penanaman nilai-nilai anti korupsi bisa melalui pembiasaan dalam aktivitas sekolah. Pembiasaan sangat penting bagi siswa dan juga guru. Jangan hanya menuntut siswa, guru harus menyontohkan. Siswa perlu contoh penerapan melalui penerapan pengalaman kongkrit. Sebab pengalaman akan lebih tertanam pada diri siswa daripada hanya berupa informasi dari guru.

Guru memang perlu menyiapkan sanksi untuk memberikan efek jera, namun yang jauh lebih penting adalah mengajak siswa untuk jujur. Guru dan siswa hendaknya berkomitmen, sama-sama berjanji untuk selalu jujur. Salah satu contoh ketika guru terlambat masuk kelas, sampaikan alasan dengan jujur. Bukankah guru selalu menginginkan jawaban jujur saat siswa terlambat masuk kelas?

Ruang kelas adalah tempat pengembangan nilai-nilai anti korupsi yang bagus untuk generasi muda. Penumbuhan jangan menekankan pada aspek hafalan saja atau indoktrinasi, namun harus memberi kesempatan untuk membuat keputusan dan pilihan untuk dirinya sendiri (siswa). Maka model pengajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir para siswa serta dapat membangun komunikasi yang dialogis haruslah diutamakan.

Cara-cara yang sederhana namun sering dilupakan. Cara-cara tersebut cukup efektif namun terlalu diremehkan, padahal efeknya sangat besar. Melalui cara-cara remeh inilah sesungguhnya langkah nyata mendukung gerakan anti korupsi. Semoga gerakan anti korupsi selanjutnya tidak hanya seremonial belaka karena yang diperlukan adalah tindakan nyata. (T)

 

Tags: Anti KorupsiPendidikansekolah
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Sekar Sumawur : Dialog Kosong tentang Debur Ombak Guruh Langit

Next Post

Selamat Ulang Tahun ke-40 Gianluigi Buffon, Kau Superman yang Loyal

Wayan Esa Bhaskara

Wayan Esa Bhaskara

Menulis esai, puisi, dan cerpen disela-sela pekerjaannya sebagai guru

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Selamat Ulang Tahun ke-40 Gianluigi Buffon, Kau Superman yang Loyal

Selamat Ulang Tahun ke-40 Gianluigi Buffon, Kau Superman yang Loyal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co