5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lawan Korupsi, Bisa Mulai dari Ruang Kelas

Wayan Esa Bhaskara by Wayan Esa Bhaskara
February 2, 2018
in Esai
Lawan Korupsi, Bisa Mulai dari Ruang Kelas

Ilustrasi diolah dari Google

HARI anti korupsi selalu dirayakan dari berbagai kalangan, namun korupsi masih terjadi. Esai anti korupsi sudah banyak ditulis, apalagi jika diselenggarakan lomba. Kampanye anti korupsi juga telah dilakukan di dunia nyata dan dunia maya. Namun tetap saja tidak bisa membuat korupsi benar-benar disetop.

Hendaknya masyarakat Indonesia sadar bahwa korupsi sangat berbahaya. Upaya pemberantasan korupsi sering kita dengar gaungnya. Bahkan dilakukan oleh banyak kalangan, mulai dari ibu rumah tangga hingga musisi. Mereka melakukan berbagai gerakan serta memperlihatkan sikap anti korupsi kepada publik. Sayangnya, korupsi tetap saja ada dan semakin menggeliat.

Korupsi menurut KBBI edisi V dijelaskan sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Tidak membiasakan jujur, berani, dan bertanggungjawab misalnya adalah bibit tumbuh suburnya tindakan korupsi pada diri seseorang. Selanjutnya dari seseorang bisa meluas ke dalam kelompok, hingga ke instansi dan kerugiannya dinikmati oleh masyarakat luas.

Untungnya gerakan anti korupsi sudah mulai dipandang penting meskipun korupsi tetap saja eksis. Bukan berarti apa yang telah dilakukan oleh masyarakat hingga lembaga pemerintahan tersebut gagal. Ada baiknya kita selalu waspada, sebab korupsi mungkin muncul di mana saja tidak memandang musim. Perlu ada konsistensi dan kreativitas dalam melahirkan gagasan baru dalam gerakan sosial anti korupsi.

Menurut data ICW (Indonesia Curruption Watch) dalam kurun waktu 1 Januari hingga 30 Juni 2017 ada 226 kasus korupsi. Kasus dengan 587 tersangka tersebut merugikan negara 1,83 trillliun. Bayangkan jika hal seperti ini selalu terjadi bertahun-tahun ke depan. Makan Indonesia akan tetap menjadi negara yang terpuruk. Korupsi bisa disebut sebagai ujung terpuruknya beragam persoalan di Indonesia.

Tak perlu menjadi anggota ICW atau gabung dengan KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi. Guru tetaplah guru, musisi tetaplah musisi, semua bisa melakukan hal yang sama. Kita perlu gerakan yang terus menerus secara bersama-sama dari berbagai level untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari yang sudah-sudah.

Biarlah generasi terdahulu sudah terlanjur korup. Mengubahnya pun perlu waktu relatif lama. Sebaiknya generasi sekarang yang akan jadi calon-calon pemimpin masa depan yang disadarkan akan bahaya korupsi. Korupsi adalah kejahatan besar. Harapannya, generasi masa depan yang memulai kehidupan di bangku-bangku sekolah segera menyadarinya.

Gerakan anti korupsi hendaknya dilakukan setiap hari. Dimulai dari ruang-ruang kelas karena siswa cukup banyak menghabiskan hari di sekolah. Hendaknya siswa dilatih sejak dini dengan cara yang lebih mengasyikkan, tidak menggurui, dan bisa diterapkan.

Sebagai guru, apa yang bisa dilakukan untuk mendukung gerakan pemberantasan korupsi? Penanaman anti korupsi bisa dilakukan melalui hal-hal kecil dalam keseharian guru dan siswa di sekolah. Guru bisa menularkannya kepada siswa sehingga gerakan anti korupsi bisa semakin meluas.

Pemberian contoh adalah cara terbaik. Siswa perlu contoh nyata bukan hanya teori. Sikap jujur adalah satu contoh. Guru bisa menggunakan media dongeng, cerita, atau karya sastra lain dalam teorinya dan tentu saja harus dibarengi langkah nyata. Sebab dalam dongeng, cerita, atau karya sastra mengandung nilai-nilai kehidupan yang bisa diteladani.

Melalui tokoh-tokoh dalam dongeng, cerita, atau karya sastra siswa bisa belajar banyak hal. Berupa tingkah laku yang bisa mereka lakukan. Tentu saja harus dibarengi dengan contoh-contoh oleh guru secara terus menerus. Sebab mengubah kebiasaan perlu waktu yang relatif panjang. Guru sebagai orang tua siswa di sekolah perlu mendampingi.

Nilai-nilai anti korupsi bisa ditanamkan melalui pokok atau sub pokok bahasan yang berkaitan dengan nilai-nilai hidup. Seperti misal pelajaran sastra pada mata belajaran bahasa Indonesia. Dengan cara ini semua guru dan siswa adalah pengajar pembelajaran anti korupsi tanpa terkecuali.

Ajak siswa untuk jujur. Jujur mengakui kesalahan misalnya. Ketika siswa tidak mengerjakan pekerjaan rumah, jangan buru-buru dimarahi bahkan dihukum. Tanyakan dulu alasan mengapa tidak mengerjakan pekerjaan rumah, berikan kesempatan untuk siswa menjawab dan mengemukakan alasan. Biarkan mereka mengajukan argumen dan selalu tekankan kejujuran.

Melalui alasan-alasan tersebut barulah guru mengambil tindakan. Bisa dengan membuat perjanjian, bisa juga dengan pembinaan terpadu dengan wali kelas dan orang tua. Guru perlu menyadari siswa adalah individu unik yang pendekatannya tidak bisa disamaratakan. Maka perlu gerakan kolektif dan optimisme bahwa siswa akan bisa berubah menjadi lebih baik.

Penanaman nilai-nilai anti korupsi bisa melalui pembiasaan dalam aktivitas sekolah. Pembiasaan sangat penting bagi siswa dan juga guru. Jangan hanya menuntut siswa, guru harus menyontohkan. Siswa perlu contoh penerapan melalui penerapan pengalaman kongkrit. Sebab pengalaman akan lebih tertanam pada diri siswa daripada hanya berupa informasi dari guru.

Guru memang perlu menyiapkan sanksi untuk memberikan efek jera, namun yang jauh lebih penting adalah mengajak siswa untuk jujur. Guru dan siswa hendaknya berkomitmen, sama-sama berjanji untuk selalu jujur. Salah satu contoh ketika guru terlambat masuk kelas, sampaikan alasan dengan jujur. Bukankah guru selalu menginginkan jawaban jujur saat siswa terlambat masuk kelas?

Ruang kelas adalah tempat pengembangan nilai-nilai anti korupsi yang bagus untuk generasi muda. Penumbuhan jangan menekankan pada aspek hafalan saja atau indoktrinasi, namun harus memberi kesempatan untuk membuat keputusan dan pilihan untuk dirinya sendiri (siswa). Maka model pengajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir para siswa serta dapat membangun komunikasi yang dialogis haruslah diutamakan.

Cara-cara yang sederhana namun sering dilupakan. Cara-cara tersebut cukup efektif namun terlalu diremehkan, padahal efeknya sangat besar. Melalui cara-cara remeh inilah sesungguhnya langkah nyata mendukung gerakan anti korupsi. Semoga gerakan anti korupsi selanjutnya tidak hanya seremonial belaka karena yang diperlukan adalah tindakan nyata. (T)

 

Tags: Anti KorupsiPendidikansekolah
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Sekar Sumawur : Dialog Kosong tentang Debur Ombak Guruh Langit

Next Post

Selamat Ulang Tahun ke-40 Gianluigi Buffon, Kau Superman yang Loyal

Wayan Esa Bhaskara

Wayan Esa Bhaskara

Menulis esai, puisi, dan cerpen disela-sela pekerjaannya sebagai guru

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Selamat Ulang Tahun ke-40 Gianluigi Buffon, Kau Superman yang Loyal

Selamat Ulang Tahun ke-40 Gianluigi Buffon, Kau Superman yang Loyal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co