2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
in Panggung
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

Sesi Food for Thought bertajuk ‘The Art of Taste: Lessons from Japan and Thailand’ pada UFF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang bukan hanya untuk berkuliner ria, tapi juga mendengarkan cerita di balik lahirnya sebuah rasa. Di tengah festival yang selama empat hari merayakan keberagaman kuliner, sesi Food for Thought bertajuk ‘The Art of Taste: Lessons from Japan and Thailand’ menghadirkan percakapan yang membawa audiens memahami lebih dalam hikayat rasa.

Diskusi tersebut mempertemukan dua sosok yang datang dari tradisi kuliner berbeda namun memiliki kegelisahan yang sama: bagaimana menjaga identitas kuliner tetap hidup di tengah dunia yang terus berubah. Mereka adalah Hiro Imamura, chef asal Jepang dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di berbagai negara, dan Mint Jarukittikun, pendiri Samrub Samrub Thai yang dikenal sebagai pegiat budaya sekaligus penggerak pelestarian kuliner tradisional Thailand.

Percakapan dipandu oleh Adam McAsey, Founder dan Director 8 Degree Projects, perusahaan di balik sejumlah brand hospitality seperti Sisterfields, Bossman Burger, Fu House, dan Estia. Dengan gaya santai namun terarah, Adam membawa diskusi mengalir dari persoalan teknik memasak hingga makna yang lebih dalam tentang tradisi, warisan budaya, dan rasa.

Mint Jarukittikun│Foto: tatkala.co/Dede

Meski berasal dari dua negara dengan karakter kuliner yang berbeda, Jepang dan Thailand ternyata memiliki fondasi serupa. Keduanya dibangun di atas prinsip kejelasan, keseimbangan, dan penghormatan terhadap identitas. Dari titik itulah diskusi berkembang.

Mint Jarukittikun berbicara dari perspektif seseorang yang selama bertahun-tahun berupaya menghidupkan kembali resep-resep tradisional Thailand. Latar belakangnya memang tidak berangkat dari dapur profesional. Ia menempuh pendidikan desain grafis dan meraih gelar Master di bidang Innovation Management dari Central Saint Martins, London. Ia juga pernah bekerja di Thailand Creative and Design Center (TCDC), United Nations Development Programme (UNDP), hingga ikut mengembangkan Thailand Social Innovation Platform.

Namun sejak 2017, fokusnya bergeser ke dunia kuliner. Bersama suaminya, Chef Prin Polsuk, ia mendirikan Samrub Samrub Thai, sebuah inisiatif yang tidak hanya berfungsi sebagai restoran, tetapi juga ruang belajar hidup (living school) yang terus menggali dan mengembangkan warisan kuliner Thailand melalui resep tradisional dan penggunaan bahan-bahan musiman.

Sesi Food for Thought bertajuk ‘The Art of Taste: Lessons from Japan and Thailand’ pada UFF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Dalam diskusi itu, Mint menjelaskan bahwa memahami kuliner tidak cukup hanya melalui resep. Ada konteks budaya, sejarah, lingkungan, hingga kebiasaan masyarakat yang membentuk setiap hidangan.

Karena itulah, menurutnya, seseorang tidak bisa memahami makanan hanya dengan melihat hasil akhirnya di atas piring. Yang jauh lebih penting adalah kesediaan untuk terus belajar dan menerima perbedaan.

“Pada akhirnya, yang harus diperhatikan dalam kuliner adalah mempunyai pikiran terbuka (open mind) dan bisa menghargai setiap perbedaan ꟷ rasa, bumbu, teknik, resep, tradisi, budaya, dan lain sebagainya,” ujar Mint Jarukittikun.

Pernyataan itu menjadi salah satu benang merah diskusi siang tersebut. Ketika dunia semakin terhubung dan batas-batas geografis semakin kabur, keterbukaan menjadi syarat penting untuk memahami kekayaan kuliner yang lahir dari latar budaya yang berbeda-beda.

Audiens menyimak diskusi dengan khusyuk│Foto: tatkala.co/Dede

Sementara itu, Hiro Imamura membawa perspektif berbeda namun juga melengkapi. Berbekal pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia kuliner, Hiro telah bekerja di Jepang, New York, Las Vegas, Hong Kong, Singapura, hingga berbagai negara di Asia Tenggara. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai chef yang mampu memadukan teknik memasak Jepang dengan pendekatan modern dan internasional.

Ia juga pernah memimpin sejumlah dapur yang mendapatkan pengakuan dari Michelin Guide serta berbagai penghargaan bergengsi di kawasan Asia. Meski demikian, di balik berbagai pencapaian tersebut, filosofi memasaknya justru berangkat dari sesuatu yang sederhana, yakni kualitas bahan.

Hiro menjelaskan bagaimana selama bertahun-tahun ia membangun hubungan yang dekat dengan nelayan, petani, dan produsen lokal. Baginya, tugas seorang chef bukan hanya memasak, tetapi juga memahami asal-usul bahan yang digunakan dan menghormati karakter yang dimiliki setiap daerah.

Diskusi kemudian bergerak pada pertanyaan utama yang menjadi tema sesi tersebut: apa arti sebenarnya memahami tradisi kuliner?

Bagi kedua pembicara, memahami tradisi kuliner bukan berarti sekadar mampu mengulang resep yang sama dari generasi ke generasi. Pemahaman maupun penguasaan justru lahir dari proses panjang yang melibatkan disiplin teknik, ketelitian, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.

Keduanya sepakat bahwa menemukan rasa yang tepat tidak pernah terjadi secara instan. Tidak ada jalan pintas dalam proses tersebut. Yang ada hanyalah keberanian untuk terus mencoba, gagal, memperbaiki, lalu mencoba lagi.

Dari kiri ke kanan: Mint Jarukittikun, Hiro Imamura, dan Adam McAsey│Foto: tatkala.co/Dede

Di tengah percakapan mengenai teknik, filosofi, dan perjalanan panjang dalam dunia kuliner, Hiro kemudian merangkum semuanya dalam satu kalimat yang sederhana namun kuat.

“Inti dari kuliner adalah cinta, semua harus didasari dengan cinta, entah itu memasak, makan, semuanya perlu diiringi dengan cinta yang tulus.”

Kalimat itu seolah menjadi penutup yang menjelaskan seluruh diskusi siang itu.

Di balik teknik yang rumit, penghargaan internasional, atau reputasi restoran yang mendunia, pada akhirnya kuliner tetap berangkat dari hubungan manusia dengan makanan. Hubungan yang dibangun melalui perhatian terhadap bahan, penghormatan pada tradisi, keterbukaan terhadap perbedaan, dan keinginan untuk terus belajar.

Melalui The Art of Taste: Lessons from Japan and Thailand, Ubud Food Festival 2026 menghadirkan lebih dari sekadar diskusi tentang makanan. Sesi tersebut menjadi refleksi tentang bagaimana tradisi kuliner diwariskan, dipelajari, dan dijaga agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Di hadapan puluhan peserta yang memenuhi Rumah Kayu pada hari terakhir festival, Mint Jarukittikun dan Hiro Imamura menunjukkan bahwa rasa tidak hanya lahir dari resep. Rasa lahir dari perjalanan panjang, ketekunan, penghormatan terhadap budaya, dan seperti yang dikatakan Hiro, dari cinta yang tulus kepada makanan dan segala hal yang menghidupkannya.[T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA JUGA:

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia
Tags: kulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

(Tidak Ada) Literasi Digital

Next Post

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co