26 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
April 1, 2026
in Esai
Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Sumber foto Wikipedia

Lebih dari Sekadar Matematikawan

Ketika nama Srinivasa Ramanujan disebut, dunia segera mengingatnya sebagai jenius matematika. Rumus-rumusnya melampaui zamannya, bahkan hingga kini masih ditemukan relevansinya dalam sains modern. Namun jika kita berhenti pada label “matematikawan”, kita mungkin kehilangan dimensi yang lebih dalam dari hidupnya.

Ramanujan bukan hanya seorang ilmuwan. Ia adalah seorang pencari. Dan dalam perspektif Sanatana Dharma, pencarian itu memiliki nama: jalan Brahmana.

Brahmana: Antara Kelahiran dan Kesadaran

Dalam kamus Sanskrit klasik karya Monier Monier-Williams, istilah brāhmaṇa tidak hanya merujuk pada varna, tetapi juga pada seseorang yang “berhubungan dengan Brahman”—realitas tertinggi. Ia bisa berarti:

  • penjaga pengetahuan suci,
  • pencari kebenaran,
  • atau orang yang hidup dalam kebijaksanaan.

Dalam Sanatana Dharma, pengertian ini menjadi lebih dalam. Brahmana tidak semata ditentukan oleh kelahiran, tetapi oleh guna (kualitas batin) dan karma (tindakan hidup). Seorang Brahmana sejati adalah mereka yang:

  • tenang,
  • jujur,
  • menguasai diri,
  • dan hidup dalam pengetahuan.

Pengetahuan dalam pemahaman ini bukan sekedar pengetahuan tentang agama semata, namun menyangkut seluruh aspek kehidupan, seperti seni, sains dan sebagainya.

Dengan demikian, Brahmana bukan sekadar identitas sosial, tetapi tingkat kesadaran.

Ramanujan: Brahmana secara Kelahiran

Secara historis, Ramanujan memang lahir dalam keluarga Brahmana Tamil. Ia dibesarkan dalam tradisi religius yang kuat. Ibunya sangat devosional, dan Ramanujan sendiri memiliki keyakinan mendalam kepada Dewi Namagiri.

Keyakinan ini bukan sekadar simbol budaya. Dalam banyak kesaksiannya, Ramanujan menyatakan bahwa inspirasi matematikanya datang melalui intuisi yang ia kaitkan dengan sumber ilahi. Bagi sebagian orang modern, ini mungkin terdengar tidak ilmiah. Namun dalam konteks tradisi India, ini adalah bentuk pengalaman batin yang sah.

Angka sebagai Jalan Pengetahuan

Yang membuat Ramanujan unik adalah cara ia menempuh jalan pengetahuan. Ia tidak mengikuti metode akademik formal. Ia tidak memulai dari teori, lalu membangun pembuktian. Ia justru sering “melihat” hasil terlebih dahulu.

Di sinilah letak paradoksnya:

  • matematika adalah bidang paling rasional,
  • tetapi Ramanujan mendekatinya secara intuitif.

Jika dalam tradisi spiritual dikenal jnana yoga—jalan pengetahuan menuju kebenaran—maka Ramanujan seolah menjalani jnana yoga melalui angka. Rumus-rumusnya bukan sekadar hasil berpikir, tetapi seperti hasil kontemplasi.

Ia menulis di mana saja:

  • di buku,
  • di kertas bekas,
  • bahkan di tanah.

Seolah-olah medium tidak penting. Yang penting adalah arus pengetahuan yang harus mengalir.

Brahmana sebagai Kualitas Batin

Dalam teks-teks seperti Bhagavad Gita, kualitas Brahmana dijelaskan secara jelas: ketenangan, pengendalian diri, kemurnian, kesabaran, dan kebijaksanaan. Jika kita melihat kehidupan Ramanujan, kita menemukan resonansi yang menarik.

Ia hidup sederhana.
Ia tidak mengejar kekayaan.
Ia setia pada pencariannya, meskipun hidupnya penuh kesulitan.

Ia bukan tipe intelektual yang sibuk berdebat atau membuktikan superioritas. Ia lebih seperti seseorang yang mendengarkan sesuatu dari dalam, lalu menuliskannya dengan jujur.

Dalam pengertian ini, Ramanujan mendekati gambaran Brahmana sebagai:

pencari kebenaran yang hidup dalam kesunyian.

Benturan dengan Dunia Modern

Ketika Ramanujan bertemu dengan dunia Barat—melalui G. H. Hardy—terjadi benturan dua cara mengetahui:

  • intuisi vs logika,
  • pengalaman batin vs metode ilmiah.

Hardy menuntut pembuktian. Ramanujan memberi hasil.

Namun yang menarik, Hardy tidak menolak Ramanujan. Ia justru mengakui keunikannya. Di sinilah dialog antara dua dunia terjadi. Ramanujan tidak sepenuhnya berubah, dan Hardy tidak sepenuhnya menyerah. Mereka bertemu di tengah: pada penghormatan terhadap kebenaran.

Kesunyian sebagai Laku

Salah satu aspek paling menyentuh dari hidup Ramanujan adalah kesunyian. Ia tidak hidup dalam sorotan sejak awal. Ia tidak memiliki fasilitas. Ia bahkan sering hidup dalam kekurangan.

Namun ia tidak berhenti.

Kesunyian itu bukan kekosongan. Ia adalah ruang di mana pencarian berlangsung. Dalam banyak tradisi spiritual, kesunyian justru menjadi kondisi ideal untuk menemukan kebenaran. Ramanujan tidak secara sadar mencari kesunyian, tetapi hidup membawanya ke sana.

Dan di sanalah ia bertumbuh.

Melampaui Label Brahmana

Apakah Ramanujan seorang Brahmana?
Secara kelahiran, ya.
Secara kualitas, ia mendekati.

Namun mungkin pertanyaan itu sendiri tidak terlalu penting. Yang lebih penting adalah apa yang bisa kita pelajari darinya.

Ramanujan menunjukkan bahwa:

  • pengetahuan tidak selalu datang dari sistem,
  • kebenaran tidak selalu mengikuti metode,
  • dan pencarian bisa terjadi dalam bentuk yang sangat sederhana.

Dalam pengertian ini, “Brahmana” bukanlah label, tetapi proses menjadi.

Jalan yang Sunyi, Makna yang Dalam

Ramanujan tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai tokoh spiritual. Ia tidak mengajar filsafat. Ia tidak mendirikan ajaran. Namun hidupnya sendiri menjadi refleksi yang kuat.

Ia menunjukkan bahwa:

  • seseorang bisa mendekati kebenaran tanpa banyak bicara,
  • seseorang bisa menjalani laku tanpa menyebutnya laku,
  • dan seseorang bisa menjadi “Brahmana” tanpa perlu mengklaimnya.

Dalam dunia yang sering menilai dari luar, kisah Ramanujan mengingatkan kita untuk melihat ke dalam.

Di balik kesederhanaan, di balik coretan-coretan yang tampak biasa,
terdapat pencarian yang sangat dalam—sunyi, jujur, dan setia.

Dan di situlah makna Brahmana yang sesungguhnya. [T]

Tags: indiamatematika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Next Post

Cybernotary, UUJN, dan UU ITE 2025:  Payung Hukum Ada, Notaris Masih di Persimpangan Digital

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

Read moreDetails

Ibu Memasak di Kota

by Angga Wijaya
August 25, 2026
0
Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

Read moreDetails

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

by Sugi Lanus
August 25, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

Read moreDetails

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Cybernotary, UUJN, dan UU ITE 2025:  Payung Hukum Ada, Notaris Masih di Persimpangan Digital

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co