25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Senja di Kawasan Catur Muka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Denpasar Buka ‘Kasanga Festival 2026’

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
March 8, 2026
in Panggung
Dari Senja di Kawasan Catur Muka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Denpasar Buka ‘Kasanga Festival 2026’

Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

KETIKA kulkul dipukul, Kasanga Festival 2026 pun resmi dibuka di jantung Kota Denpasar. Hari itu, Jumat, 6 Maret 2026, tepat pukul 17.00 WITA, ribuan warga telah memadati kawasan Patung Catur Muka untuk menyaksikan pawai 16 ogoh-ogoh terbaik se-Kota Denpasar.

Festival tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi itu dibuka oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Tahun ini, Kasanga Festival mengusung tema “Jala Sidhi Shuvita”, yang bermakna memuliakan sumber air.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan kulkul oleh Wali Kota Denpasar bersama Wakil Wali Kota Denpasar ─ I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Denpasar ─ I Gusti Ngurah Gede, serta jajaran Forkopimda Kota Denpasar.

Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Tak lama setelah seremoni usai, perhatian penonton langsung tertuju pada iring-iringan ogoh-ogoh yang mulai bergerak dari depan Jayasabha, rumah jabatan Gubernur Bali. Sebanyak 16 ogoh-ogoh tampil dalam pawai ini. Karya-karya tersebut bukan sembarang pilihan. Mereka merupakan hasil seleksi dari total 223 peserta yang sebelumnya mengikuti tahapan penilaian.

Rute parade kali ini dirancang dengan konsep karnaval. Dari depan Jayasabha, iring-iringan ogoh-ogoh bergerak melingkari kawasan Catur Muka satu putaran, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah selatan hingga berakhir di sisi selatan Lapangan Puputan Badung.

Sepanjang perjalanan itu, setiap seka teruna (kelompok) diwajibkan menampilkan atraksi. Artinya, pertunjukan tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi mengalir sepanjang rute pawai. Penonton yang berdiri di sepanjang jalan hingga di sudut-sudut persimpangan, mendapat kesempatan yang sama untuk menikmati penampilan para peserta.

Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Perwakilan dewan juri, I Gede Anom Ranuara, menegaskan bahwa penilaian memang dirancang berlangsung sepanjang rute tersebut.

“Juri akan menilai dari start sampai finish. Jika ada pelanggaran, termasuk orang di luar regu masuk barisan, bisa langsung dikenakan pengurangan nilai,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa aspek yang dinilai bukan hanya keindahan ogoh-ogoh. Disiplin peserta, kerapian barisan, hingga kesesuaian dengan revisi karya yang sebelumnya telah diberikan oleh tim kurator juga menjadi perhatian.

Satu per satu ogoh-ogoh pun kemudian tampil di hadapan publik Denpasar. Karya-karya tersebut berasal dari berbagai seka teruna (ST), di antaranya: ST. Cantika, Banjar Sedana Merta; ST. Yowana Sawitra, Banjar Abiantimbul; ST. Eka Dharma, Banjar Saih Peguyangan Kaja; ST. Sukarela, Banjar Kepisah Pedungan; ST. Satya Dharma, Banjar Pekandelan Sanur Kaja; ST. Yowana Kerta Yoga, Banjar Panti Gede; ST. Dharma Cita, Banjar Abiankapas Tengah; ST. Swastika, Banjar Pekambingan; ST. Dharma Santika, Banjar Tembawu Kelod; ST. Eka Cita, Banjar Abiankapas Kaja; ST. Taruna Dharma Castra, Banjar Tengah Sidakarya; ST. Swadharmita, Banjar Ceramcam, Kesiman; ST. Dwi Tunggal, Banjar Antap, Panjer; ST. Bineka, Banjar Binoh Kelod; ST. Semadhi Dharma Putra, Banjar Poh Gading; serta ST. Mekar Sari, Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu.

Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Di antara barisan ogoh-ogoh itu, tampak figur-figur raksasa, manusia, hingga dewa-dewi yang diangkat dari kisah-kisah mitologi dan cerita rakyat Bali, yang disesuaikan dengan tema Kasanga Fest 2026. Setiap kelompok juga menambahkan koreografi penari, tabuhan baleganjur yang menghentak, serta permainan properti yang membuat pertunjukan semakin semarak.

Bagi Pemerintah Kota Denpasar, festival ini bukan sekadar tontonan. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyebut Kasanga Festival menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat pelestarian budaya Bali.

Menurutnya, festival ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar, Pasikian Yowana Kota Denpasar, serta berbagai pihak lainnya yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan budaya.

“Kasanga Festival menjadi wahana kreativitas tanpa batas bagi yowana Kota Denpasar sekaligus mendukung pembangunan kota berbasis budaya menuju Denpasar yang maju,” ujar Jaya Negara.

Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Jaya Negara juga menekankan bahwa kreativitas tersebut tetap harus berpegang pada konsep Satyam, Siwam, Sundaram — sebuah prinsip yang menekankan keseimbangan antara etika, logika, dan estetika.

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana, menambahkan bahwa Kasanga Festival tahun ini tidak hanya menghadirkan parade ogoh-ogoh. Ia menuturkan, rangkaian kegiatan festival juga melibatkan berbagai kreativitas generasi muda dan masyarakat luas.

Selain pawai 16 ogoh-ogoh terbaik, festival turut diramaikan dengan penampilan 10 ogoh-ogoh dari TK/PAUD se-Kota Denpasar yang akan pentas pada 8 Maret 2026, lomba ogoh-ogoh mini, lomba sketsa, lomba tapel, lomba barong, lomba baleganjur ogoh-ogoh, serta diramaikan pula oleh 43 stan UMKM.

Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Angga menjelaskan bahwa tahun ini juga diperkenalkan format baru dalam sistem penilaian ogoh-ogoh, yakni melalui konsep pawai atau peed. Dengan cara ini, setiap peserta memiliki kesempatan menampilkan karya mereka secara maksimal sepanjang rute parade.

“Kasanga Festival diharapkan dapat menjadi ruang bertemunya berbagai kreativitas yang berkaitan dengan perayaan Nyepi, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai kearifan lokal Bali,” ujar Angga.

Dukungan terhadap kreativitas para yowana juga diberikan melalui bantuan dana pembinaan. Kepala Bidang Tradisi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Denpasar, Ni Made Suniastari, menjelaskan bahwa setiap finalis 16 besar memperoleh dana pembinaan sebesar Rp30 juta.

Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Selain itu, enam karya terbaik nantinya akan mendapatkan tambahan hadiah. Juara I akan memperoleh Rp50 juta, juara II Rp40 juta, dan juara III Rp30 juta. Sementara juara harapan I, II, dan III masing-masing menerima Rp20 juta, Rp15 juta, dan Rp10 juta.

Selepas pawai, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan bahwa pelaksanaan Kasanga Festival tahun ini dinilai berjalan lebih baik dibanding sebelumnya.

“Kasanga Fest tahun ini berjalan lebih baik, dan selanjutnya akan kami evaluasi juga yang mana yang masih bisa diperbaiki,” ujarnya.

Ia juga menyinggung komitmen pemerintah kota untuk menerapkan konsep pengelolaan sampah selama festival.

“Seperti konsep awal, kita memiliki konsep Zero Waste, jadi festival besar harus bisa mengelola sampah sendiri, langsung dari sumbernya,” kata Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dengan tegas. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA JUGA:

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Tags: denpasarKesanga Festivalogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manual Menghapus Manusia | Cerpen Aksara Caramellia

Next Post

Sugianto Membongkar Bali

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Sugianto Membongkar Bali

Sugianto Membongkar Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co