26 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
in Persona
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

Wahyu Ardi

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu, Bulan Bahasa Bali memberi pengaruh baik pada karir kesenimanannya, dan kini ia mulai menulis cerita pendek (cerpen) Bali modern.

Dan, betapa terkejut ia. Cerpen pertama berjudul “Medal Medil” yang ditulisnya berhasil meraih juara dua dalam lomba menulis cerpen Bali pada kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026. Tentu saja ia senang.

“Bagi saya pribadi, ini sebuah apresiasi yang benar-benar mengejutkan, mengingat berawal dari keisengan dan baru pertama kali menulis cerpen!” Begitu kata Wahyu Ardi menanggapi kemenangannya di ajang Bulan Bahasa Bali itu.

Wahyu Ardi bernama lengkap Kadek Wahyu Ardi Putra, S.Pd., M.Pd. Ia lahir di Cenigaan, Bangli, 28 Desember 1992, dan kini tinggal di Jalan Batuyang, Batubulan, Gianyar. Yang membuat orang juga kaget, ia bukan guru seni dan bukan guru sastra, melainkan guru pengajar Matematika di SMA Negeri 1 Sukawati

Meski jadi guru matematika, Wahyu Ardi yang diketahui punya pengalaman bermain drama sejak masa SMA dan kuliah, juga didapuk untuk menjadi guru pembina teater di sekolahnya. Namanya Teater Jungut Sari.

Wahyu Ardi (tengah) saat menerima piala sebagai pemenang kedua Lomba Cerpen Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Teater Jungut Sari yang dibinanya punya jam pentas yang tinggi dan beberapa kali memenangkan juara lomba drama modern. Teater Jungut Sari lumayan sering berpartisipasi di ajang Bulan Bahasa Bali dan selalu mendapat sambutan positif dari pengunjung atau penonton.

Wahyu Ardi bisa disebut berhasil melambungkan nama Teater Jungut Sari sebagai teater sekolah yang bisa bersaing dengan teater semi profesional di Bali. Sebaliknya, Teater Jungut Sari juga mengukuhkan namanya sebagai penulis naskah dan sutradara muda di Bali. Dan, sepertinya, kini Wahyu Ardi tak bisa dipisahkan dengan kehidupan teater, selaian kehidupan guru sekolah yang juga dilakoninya dengan serius.

Cerpen “Medal Medil” yang menjadi juara dua dalam lomba cerpen di Bulan Bahasa Bali ini juga punya riwayat unik yang juga bersumber dari penulisan naskah drama.

Awalnya ia menulis naskah drama, dan punya keinginan mencari jalan agar naskah yang juga berjudul Medal Medil itu bisa dikenal, bahkan mungkin suatu saat bisa dimuat atau menjadi bagian dari buku kumpulan naskah. Namun, secara kebetulan, pada ajang Bulan Bahasa Bali tahun 2026 ia mendengar ada lomba menulis cerpen, sehingga ia berpikir kenapa naskah drama itu tidak dibuat dalam bentuk cerpen saja agar bisa diikutkan dalam lomba.

“Mengetahui adanya lomba menulis cerpen pada Bulan Bahasa Bali tahun ini, menggugah saya untuk kenapa tidak dibuatkan cerpen terlebih dahulu, siapa tahu bisa membuka jalan yang saya impikan,” katanya.

Dan, benar saja. Jalan pun terbuka. Cerpen itu meraih juara, dan pencapaian itu membuatkan lebih bersemangat untuk menulis lagi, siapa tahu nanti bisa menerbitkan buku kumpulan cerpen Bali modern.

“Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu pemenang, bahkan bisa ikut berpartisipasi dan berkontribusi saja sudah membuat saya bangga,” ujar Wahyu Ardi.

***

Sebagai guru sekolah, Wahyu Ardi juga mencatat prestasi yang tak kalah dengan prestasinya di dunia seni teater. Ia pernah meraih juara 1 Lomba Implementasi Quizziz pada Pembelajaran antar Guru se-Bali Tahun 2021,  juara 2 Lomba Media Pembelajaran Guru tingkat Nasional tahun 2022 (karya: Math Virtual Exhibition) , dan juara 3 Lomba Media Pembelajaran Guru tingkat Nasional tahun 2024 (karya: Komik Matematika Interaktif).

Wahyu Ardi

Prestasi di bidang teater, ia pernah dinobatkan sebagai   Sutradara Terbaik pada Lomba Teater Berbahasa Daerah oleh Balai Bahasa Provinsi Bali tahun 2024. Saat itu ia menyutradarai Teater Jungut Sari dengan judul karya Sang Bang Manik Angkeran.

⁠ ⁠Naskah drama Bali modern yang dibuatnya adalah “Segara Saksi”, “Sang Bang Manik Angkeran” dan “Medal Medil”. Ia juga membuat naskah drama berbahasa Indonesia berjudul ” Penangkapan”.

***

Wahyu Ardi memang dikenal sebagai pemain teater sejak ia bersekolah dan kulaih di Singaraja. Ia pernah menjadi pemain di sejumlah kelompok teater di Singaraja, seperti teater sekolahnya dan Teater Komunitas Mahima.  Prosesnya sebagai seniman teater dan sastra memang dilalui lewat proses yang panjang.

“Benar bahwa belajar tentang sesuatu hal itu bisa dari mana saja, kapan saja, dalam kondisi apa saja, sekalipun kita tidak mempunyai skill  di bidang itu, asalkan mau mencoba dan niat tulus untuk berkontribusi dan berbagi kepada sekitar,” kata Wahyu Ardi menyampaikan pesan kreatifnya.

Karya cerpen Medal Medil yang menjadi juara itu juga tak luput dari proses panjang. Cerpen itu tidak serta merta jadi cerpen begitu saja. Cerpen itu berawal dari sebuah sketsa gambar, lalu naskah drama, kemudian garapan pertunjukan teater, hingga terakhir menjadi sebuah cerpen.

“Dan semua proses ini bisa dikatakan sebuah eksperimen bagi saya yang pada dasarnya seorang guru matematika yang hanya mungkin bermodalkan pengalaman berkesenian dan berteater sejak muda,” ujar Wahyu Ardi.

Wahyu Ardi bersama istri dan anak usai menerima penghargaan sebagai juara dua Lomba Cerpen Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Wahyu Ardi kemudian bercerita karya “Medal Medil” ini berawal dari sketsa gambar, lalu menjadi naskah drama yang kemudian sempat dipentaskan di lomba drama Bali modern oleh Teater Jungut Sari SMA Negeri 1 Sukawati.

Menulis cerpen ini, kata Wahyu Ardi, adalah pengalaman pertama baginya. Dalam penulisannya, lebih banyak bermodalkan nekat dan eksperimen saja, sebab saya menyadari bukanlah seseorang yang terbiasa untuk menulis.

Untuk menjadikannya sebuah cerpen ia banyak mengambil refrensi dan terinspirasi dari cerpen-cerpen berbahasa Bali yang sudah ada. Ini dilakukan karena menyadari bahwa ia merasa benar-benar miskin akan teknik penulisan, kosa kata atau bahasa yang sering digunakan dalam pembuatan cerpen.

“Dari sanalah saya kemudian mengkaitkan dengan cerita pada naskah drama yang saya miliki,” ujarnya.

Kesulitan yang dihadapi antara lain, bagaimana naskah yang  cukup panjang, penuh dengan percakapan atau dialog-dialog dapat diubah ke dalam bentuk cerita pendek, apalagi menggunakan bahasa Bali. Ia sempat tidak percaya diri dan bertanya dalam hati apakah benar struktur cerpen yang ia buat. Apakah benar penggunaan bahasa Bali dalam cerpen itu?

“Namun karena saya ingat kembali tujuan awal saya untuk ingin ikut berkontribusi, khususnya dalam pelestarian sastra, saya menjadi tidak beban, dan justru besar harapan saya bisa belajar dan ada kritik serta saran membangun yang bisa saya perloleh melalui kompetisi ini,” kata Wahyu Ardi.

Dan, kontribusi itu membuahkan hasil. Selamat, Wahyu Ardi! [T]

Reporter/Penulis: Adnyana Ole
Editor: Jaswanto

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026cerpen bahasa baliTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails
Next Post
Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

Pertunjukan Mini Esai Performatif 'Desa Kami': Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co