16 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
in Persona
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

Wahyu Ardi

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu, Bulan Bahasa Bali memberi pengaruh baik pada karir kesenimanannya, dan kini ia mulai menulis cerita pendek (cerpen) Bali modern.

Dan, betapa terkejut ia. Cerpen pertama berjudul “Medal Medil” yang ditulisnya berhasil meraih juara dua dalam lomba menulis cerpen Bali pada kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026. Tentu saja ia senang.

“Bagi saya pribadi, ini sebuah apresiasi yang benar-benar mengejutkan, mengingat berawal dari keisengan dan baru pertama kali menulis cerpen!” Begitu kata Wahyu Ardi menanggapi kemenangannya di ajang Bulan Bahasa Bali itu.

Wahyu Ardi bernama lengkap Kadek Wahyu Ardi Putra, S.Pd., M.Pd. Ia lahir di Cenigaan, Bangli, 28 Desember 1992, dan kini tinggal di Jalan Batuyang, Batubulan, Gianyar. Yang membuat orang juga kaget, ia bukan guru seni dan bukan guru sastra, melainkan guru pengajar Matematika di SMA Negeri 1 Sukawati

Meski jadi guru matematika, Wahyu Ardi yang diketahui punya pengalaman bermain drama sejak masa SMA dan kuliah, juga didapuk untuk menjadi guru pembina teater di sekolahnya. Namanya Teater Jungut Sari.

Wahyu Ardi (tengah) saat menerima piala sebagai pemenang kedua Lomba Cerpen Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Teater Jungut Sari yang dibinanya punya jam pentas yang tinggi dan beberapa kali memenangkan juara lomba drama modern. Teater Jungut Sari lumayan sering berpartisipasi di ajang Bulan Bahasa Bali dan selalu mendapat sambutan positif dari pengunjung atau penonton.

Wahyu Ardi bisa disebut berhasil melambungkan nama Teater Jungut Sari sebagai teater sekolah yang bisa bersaing dengan teater semi profesional di Bali. Sebaliknya, Teater Jungut Sari juga mengukuhkan namanya sebagai penulis naskah dan sutradara muda di Bali. Dan, sepertinya, kini Wahyu Ardi tak bisa dipisahkan dengan kehidupan teater, selaian kehidupan guru sekolah yang juga dilakoninya dengan serius.

Cerpen “Medal Medil” yang menjadi juara dua dalam lomba cerpen di Bulan Bahasa Bali ini juga punya riwayat unik yang juga bersumber dari penulisan naskah drama.

Awalnya ia menulis naskah drama, dan punya keinginan mencari jalan agar naskah yang juga berjudul Medal Medil itu bisa dikenal, bahkan mungkin suatu saat bisa dimuat atau menjadi bagian dari buku kumpulan naskah. Namun, secara kebetulan, pada ajang Bulan Bahasa Bali tahun 2026 ia mendengar ada lomba menulis cerpen, sehingga ia berpikir kenapa naskah drama itu tidak dibuat dalam bentuk cerpen saja agar bisa diikutkan dalam lomba.

“Mengetahui adanya lomba menulis cerpen pada Bulan Bahasa Bali tahun ini, menggugah saya untuk kenapa tidak dibuatkan cerpen terlebih dahulu, siapa tahu bisa membuka jalan yang saya impikan,” katanya.

Dan, benar saja. Jalan pun terbuka. Cerpen itu meraih juara, dan pencapaian itu membuatkan lebih bersemangat untuk menulis lagi, siapa tahu nanti bisa menerbitkan buku kumpulan cerpen Bali modern.

“Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu pemenang, bahkan bisa ikut berpartisipasi dan berkontribusi saja sudah membuat saya bangga,” ujar Wahyu Ardi.

***

Sebagai guru sekolah, Wahyu Ardi juga mencatat prestasi yang tak kalah dengan prestasinya di dunia seni teater. Ia pernah meraih juara 1 Lomba Implementasi Quizziz pada Pembelajaran antar Guru se-Bali Tahun 2021,  juara 2 Lomba Media Pembelajaran Guru tingkat Nasional tahun 2022 (karya: Math Virtual Exhibition) , dan juara 3 Lomba Media Pembelajaran Guru tingkat Nasional tahun 2024 (karya: Komik Matematika Interaktif).

Wahyu Ardi

Prestasi di bidang teater, ia pernah dinobatkan sebagai   Sutradara Terbaik pada Lomba Teater Berbahasa Daerah oleh Balai Bahasa Provinsi Bali tahun 2024. Saat itu ia menyutradarai Teater Jungut Sari dengan judul karya Sang Bang Manik Angkeran.

⁠ ⁠Naskah drama Bali modern yang dibuatnya adalah “Segara Saksi”, “Sang Bang Manik Angkeran” dan “Medal Medil”. Ia juga membuat naskah drama berbahasa Indonesia berjudul ” Penangkapan”.

***

Wahyu Ardi memang dikenal sebagai pemain teater sejak ia bersekolah dan kulaih di Singaraja. Ia pernah menjadi pemain di sejumlah kelompok teater di Singaraja, seperti teater sekolahnya dan Teater Komunitas Mahima.  Prosesnya sebagai seniman teater dan sastra memang dilalui lewat proses yang panjang.

“Benar bahwa belajar tentang sesuatu hal itu bisa dari mana saja, kapan saja, dalam kondisi apa saja, sekalipun kita tidak mempunyai skill  di bidang itu, asalkan mau mencoba dan niat tulus untuk berkontribusi dan berbagi kepada sekitar,” kata Wahyu Ardi menyampaikan pesan kreatifnya.

Karya cerpen Medal Medil yang menjadi juara itu juga tak luput dari proses panjang. Cerpen itu tidak serta merta jadi cerpen begitu saja. Cerpen itu berawal dari sebuah sketsa gambar, lalu naskah drama, kemudian garapan pertunjukan teater, hingga terakhir menjadi sebuah cerpen.

“Dan semua proses ini bisa dikatakan sebuah eksperimen bagi saya yang pada dasarnya seorang guru matematika yang hanya mungkin bermodalkan pengalaman berkesenian dan berteater sejak muda,” ujar Wahyu Ardi.

Wahyu Ardi bersama istri dan anak usai menerima penghargaan sebagai juara dua Lomba Cerpen Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Wahyu Ardi kemudian bercerita karya “Medal Medil” ini berawal dari sketsa gambar, lalu menjadi naskah drama yang kemudian sempat dipentaskan di lomba drama Bali modern oleh Teater Jungut Sari SMA Negeri 1 Sukawati.

Menulis cerpen ini, kata Wahyu Ardi, adalah pengalaman pertama baginya. Dalam penulisannya, lebih banyak bermodalkan nekat dan eksperimen saja, sebab saya menyadari bukanlah seseorang yang terbiasa untuk menulis.

Untuk menjadikannya sebuah cerpen ia banyak mengambil refrensi dan terinspirasi dari cerpen-cerpen berbahasa Bali yang sudah ada. Ini dilakukan karena menyadari bahwa ia merasa benar-benar miskin akan teknik penulisan, kosa kata atau bahasa yang sering digunakan dalam pembuatan cerpen.

“Dari sanalah saya kemudian mengkaitkan dengan cerita pada naskah drama yang saya miliki,” ujarnya.

Kesulitan yang dihadapi antara lain, bagaimana naskah yang  cukup panjang, penuh dengan percakapan atau dialog-dialog dapat diubah ke dalam bentuk cerita pendek, apalagi menggunakan bahasa Bali. Ia sempat tidak percaya diri dan bertanya dalam hati apakah benar struktur cerpen yang ia buat. Apakah benar penggunaan bahasa Bali dalam cerpen itu?

“Namun karena saya ingat kembali tujuan awal saya untuk ingin ikut berkontribusi, khususnya dalam pelestarian sastra, saya menjadi tidak beban, dan justru besar harapan saya bisa belajar dan ada kritik serta saran membangun yang bisa saya perloleh melalui kompetisi ini,” kata Wahyu Ardi.

Dan, kontribusi itu membuahkan hasil. Selamat, Wahyu Ardi! [T]

Reporter/Penulis: Adnyana Ole
Editor: Jaswanto

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026cerpen bahasa baliTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails
Next Post
Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

Pertunjukan Mini Esai Performatif 'Desa Kami': Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 15, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co