25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
in Tualang
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile terbesar di Asia Tenggara, yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Pameran tersebut selalu menjadi ajang pamer kualitas—produk premium—masing-masing perajin dan pengusaha craft dan textile dari seluruh Nusantara—bahkan dari negara-negara tetangga.

Pagi Motley—yang bergerak di bidang pewarnaan alam yang meliputi pewarnaan jasa (kulit, kain, serat agel, kayu), tenun, desain interior, natural dye workshop, dan desain pakaian—di gandeng Yayasan Dharma Bakti Astra menjadi salah satu peserta INACRAFT 2026. Saya dipercaya menjadi penjaga booth-nya.

Sembelum menjaga booth Pagi Motley, saya sempat singgah di Yogyakarta. Di sana saya mendapat banyak pengalaman menyenangkan.

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Ya, perjalanan saat itu memang saya niatkan estafet menggunakan jalur darat, naik bus dan kereta api. Di samping memang ingin mendapatkan lebih banyak ruang pengalaaman selama perjalanan, rasa-rasanya bisa lebih berhemat daripada naik pesawat. Hitung-hitung juga belajar membuat jadwal perjalanan sendiri sebelum merancang jadwal perjalanan bagi orang lain atau tamu.

Tepat tanggal 3 Februari saya berangkat dari Denpasar ke Yogjakarta dengan bus M-Trans. Berangkat sekitar jam 2 siang dan sampai Jogja pukul 4.30 pagi. Harga tiket bus Rp. 450.000. Nyaman sekali, dapat makan dan snack plus makan malam satu kali di area Banyuwangi.

Di Jogja saya menghabiskan setengah hari untuk berwisata sekaligus belajar di Desa Wisata Krebet yang terletak di Dusun Krebet, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah ini berada kurang lebih 18 km dari pusat Kota Yogyakarta dan kurang lebih 7 km dari pusat Kota Bantul. Desa Wisata Krebet berada di perbukitan kapur Pajangan.

Kerajinan di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Batik kayu, maksudnya membatik di media kayu, adalah salah satu pengalaman yang ditawarkan desa wisata yang menyabet Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 untuk kategori kelembagaan dan sumber daya manusia. Kebetulan sekali, pihak Desa Wisata Krebet juga akan ikut pameran INACRAFT saat itu. Di Krebet saya bertemu Mas Agus Jati, Ketua Pengelola Desa wisata Krebet sekaligus kawan saya. Hampir 6 Jam saya habiskan di Desa Wisata Krebet. Tentu banyak hal yang dapat saya pelajari.

Seperti umumnya di Jogjakarta, selain angkringan, obrolan dan gudeg, tidak lupa saya juga menikmati tengkleng, kuliner khas berbahan dasar tulang kambing (iga, kaki, kepala, dan jeroan) yang dimasak dengan kuah encer kaya rempah, menyerupai gulai namun lebih ringan. Kuliner legendaris ini berakar dari masa penjajahan dan kini menjadi hidangan favorit dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah kuat.

Kuliner kambing di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Tempat makan tengkleng itu bersebelahan dengan Dusun Krebet. Sate Kambing Pajangan namanya. Ini kali kedua saya makan di tempat itu, tapi baru pertama kali ke Krebet. Selain olahan kambingnya yang terkenal, untuk menuju ke sana saya juga mendapat pengalaman menarik. Pasalnya, saya naik ATV (All-Terrain Vehicle) ditemani kawan dari Bali yang sedang menempuh studi lanjutan di UGM—Rama Prasetya, mengambil S-2 antropologi di kampus yang dikenal hari ini dengan ketua BEM-nya yang mengkritik Program MBG itu.

Di Krebet saya melihat banyak siswa dari Jawa bahkan Bali, beberapa juga pelancong dari mancanegara. Grup study tour memang menjadi pangsa pasar utama. Bahkan saat saya di sana, ada sekolah internasional dari Jakarta yang melakukan kunjungan ke Desa Wisata Krebet. Mereka di perkanalkan dengan membatik kayu, membuat wayang sampai bermain gamelan.

Di luar itu, warga Krebet kebanyakan bertani musiman, menjadi pekerja harian, dan juga membuat kerajinan batik kayu. Bisa dibilang, pariwisata dan ladang perekonomian lainnya saling melengkapi satu sama lain—dan pariwisata bahkan sekadar menjadi alternatif.

Market Desa Wisata Krebet kebanyakan memang menyasar wisatawan lokal. Sebuah perbedaan dengan Bali. Di Bali masih berkiblat kepada wisatawan mancanegara. Perbedaan mendasar ini juga turut berpengaruh pada mindset pelaku wisata. Baik secara standar harga dan juga pelayanan.

Tetapi ada satu perbedaan yang sangat fundamental bagi saya antara pariwisata di Krebet dan Bali. Yaitu konsistensi antara wacana dan kenyataannya di lapangan. Kegiatan pariwisata di Bali sedari dulu selalu dinarasikan untuk pelestarian seni-budaya, menunjang ekonomi masyarakat, bahkan menjaga lingkungan. Namun kenyatannya jauh panggang dari api. Pembangunan hotel berbintang, villa, dan akomodasi lainnya begitu masif sampai mengabaikan pelestarian lingkungan hidup. Lain di Krebet. Itu sangat dipertimbangkan.

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Pengalaman destinasi kehidupan masyarakat, kreativitas, dan budaya adalah suatu keharusan untuk menjaga eksistensi pariwisata di Bali. Tapi apa yang diharapkan dan dibicarakan seperti biasa selalu tidak pernah bisa diwujudkan. Karena pada kenyataannya, jika tidak ada hitung-hitungan yang adil dan jelas, regulasi yang dijalankan semestinya, maka petani yang menanam padi—yang menjadi cerita manis dalam berwisata Bali—tidak akan mendapatkan bagian yang layak; maka jangan kaget jika cerita beton mengantikan sawah atau bahkan pemasangan seng di sawah akan terus terjadi.

Pada akhirnya, setelah belajar dari Jogjakarta dalam setengah hari, saya melanjutkan perjalanan dengan kereta dari Stasiun Tugu menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Sebelumnya, saya menunggu jam keberangkatan dengan menikmati ronde di dekat stasiun.

Ah, ingatan kembali ke Bali. Langkanya transportasi umum, riuh di jalan sepi alternatif. Bali adalah Bali, pun Jogja adalah Jogja.

Berfoto di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Cara menikmati kota dan desa, bahkan menikmati pagi, siang, dan malam, menurut saya, bisa dari mana saja, termasuk Jogjakarta. Setidaknya, setiap orang yang berkunjung ke Jogja bisa meng-upload semua foto ata video dengan lirik “pulang ke kotamu”—kutipan ikonik dari lagu legendaris “Yogyakarta” karya KLa Project—yang menggambarkan perasaan rindu mendalam, nostalgia, dan kehangatan suasana Kota Yogyakarta.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: Bantuldesa wisataDesa Wisata KrebetPariwisataYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Instiki 2026: Regenerasi Teladan, Siap Berdampak dan Menginspirasi

Next Post

Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails
Next Post
Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co