24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

Agung Bawantara by Agung Bawantara
February 19, 2026
in Ulas Rupa
Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

Pameran foto 'Magic in The Waves' karya Made Bagus Irawan di Warung Kubukopi Denpasar

Pameran Foto MAGIC IN THE WAVE
Fotografer : Made Bagus Irawan
Kurator : Ni Komang Erviani
Produser : Rofiqi Hasan
Pameran. : 18 – 28 Februari 2026.
Lokasi. : Warung Kubukopi, Swakarya baru 2X, Jl Sudirman (belakang masjid Al Furqon)

MADE Bagus Irawan, atau akrab dipanggil dengan nama Piping, memamerkan karya-karya fotonya di Warung Kubukopi, Denpasar, dengan tajuk Magic in The Waves. Ini jelas bukan sekadar pameran fotografi. Ini adalah peristiwa kultural: pertemuan kembali antara laut, memori, dan komunitas. Pameran ini seolah ingin menegaskan bahwa ia lahir dari komunitas, bukan dari institusi besar. Ia tumbuh dari kebersamaan, bukan dari protokol.

Pameran itu dibuka dalam suasana yang sangat intim dan akrab, Rabu, 18 Februari 2026 sore, dan akan berlangsung hingga 28 Februari 2026. Warung Kubukopi, sebagai tempat pameran, sejak awal sudah memberi kesan ramah, seakan siap menyambut siapa pun yang datang.

Pembukaan pameran foto ‘Magic in The Waves’ karya Made Bagus Irawan di Warung Kubukopi, Denpasar

Warung itu tetap terkesan sebagai warung sederhana dengan dinding semen mentah dan panel bambu putih. Ia tetap warung dengan atap seng dan lampu gantung yang menghadirkan kesan setengah industrial, setengah rumah. Namun lima belas foto yang dipajang rapi di sepanjang dinding membuat tempat itu terasa sebagai tempat untuk menampung sekaligus mengolah gagasan, ide, dan renungan bagi orang-orang yang datang pada Rabu sore itu.

Orang-orang datang tanpa protokol resmi. Mereka saling menyapa, tertawa, berpelukan. Ada yang berdiri lama membaca teks kuratorial, ada yang duduk santai berbincang di sudut ruangan. Di dekat pintu masuk, meja panjang menyajikan jagung rebus yang masih hangat, ubi rebus, edamame, nasi bungkus, serta termos besar berisi kopi dan teh. Para tamu menuang minuman mereka sendiri. Tidak ada kemewahan. Tidak ada jarak.

Ombak, Ruang Sunyi yang Semakin Langka

Salah satu foto paling sunyi dalam pameran ini memperlihatkan seorang surfer berjalan sendirian di tepi pantai saat senja. Siluet tubuhnya tampak kecil di antara garis laut dan langit biru keabu-abuan. Papan selancar dibawanya seperti teman lama. Tidak ada keramaian. Tidak ada musik. Tidak ada barisan kursi pantai. Foto itu sederhana, tetapi terasa seperti potongan waktu yang hampir hilang dari pantai Bali hari ini.

Kini banyak pantai di Bali identik dengan kepadatan wisatawan, beach club, lampu neon, dan dentuman musik elektronik. Garis pantai menjadi ruang komersial yang terus dipadatkan. Kesunyian menjadi barang mahal.

Dalam foto itu, ombak bukan tontonan. Ia adalah ruang pertemuan antara manusia dan alam. Sebuah percakapan yang hening. Barangkali itulah yang paling dirindukan.

Dalam karya berjudul Akrobatik, seorang surfer terbalik di udara. Tubuhnya melengkung mengikuti lengkung ombak. Di bawahnya, air pecah keras. Tidak ada jaring pengaman. Tidak ada struktur buatan manusia. Hanya tubuh, air, dan gravitasi. Keindahan dalam foto itu lahir dari ketegangan. Ia mengingatkan bahwa laut tidak pernah sepenuhnya jinak.

Hari ini, ketegangan lain hadir di pantai Bali: abrasi yang menggerus pasir, sampah kiriman yang menumpuk setiap musim barat, mikroplastik yang mengendap di laut, serta pembangunan yang kian mendekati garis air. Risiko bukan lagi hanya persoalan individu melawan ombak, tetapi persoalan kolektif melawan kerusakan.

Tubuh yang melayang di udara itu terasa seperti metafora: betapa tipis jarak antara keseimbangan dan jatuh. Pantai Bali pun berada dalam jarak tipis itu.

Momen yang Tak Terulang

Foto bertajuk One Moment juga menampilkan sosok yang melayang di udara dalam cahaya senja jingga-ungu. Di bawahnya, seorang fotografer bersiap menangkap detik tersebut.

Judulnya jujur: satu momen. Mengaskan bahwa ombak datang dan pergi. Tubuh melayang hanya sepersekian detik. Jika tidak direkam, ia hilang. Pantai pun demikian. Garis pasir yang hari ini kita kenal bisa berubah esok hari. Spot yang dulu sunyi bisa menjadi ramai. Ruang publik dapat menyempit tanpa terasa.

Fotografi dalam pameran ini bekerja sebagai pengingat: ada masa ketika pantai masih terasa intim, ketika relasi manusia dan laut belum sepenuhnya ditengahi industri. Arsip menjadi penting bukan untuk nostalgia, melainkan untuk mengukur jarak perubahan.

Hari ini pantai Bali berada di persimpangan. Di satu sisi, ia menjadi mesin ekonomi. Pariwisata pesisir menyerap tenaga kerja, menggerakkan bisnis, dan menopang banyak keluarga. Di sisi lain, tekanan terhadap ekologi semakin nyata. Abrasi, overdevelopment, intrusi air laut, hingga konflik akses publik menjadi isu yang tak bisa diabaikan. Ombak yang dalam foto-foto itu tampak agung dan murni kini sering berbagi ruang dengan limbah dan kepadatan.

Pameran ini tidak menawarkan solusi teknis. Namun ia mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah kita masih melihat pantai sebagai ruang hidup, atau hanya sebagai komoditas?

Foto siluet di senja, tubuh yang melayang, dan momen yang ditangkap dalam sepersekian detik mengajak kita kembali pada relasi awal: manusia dan laut sebagai mitra, bukan sebagai objek eksploitasi.

Suasana pembukaan pameran memperlihatkan bahwa nilai itu tidak berhenti di dinding. Jagung rebus, ubi, kopi yang dituangkan sendiri, dan percakapan yang cair mencerminkan etos kebersahajaan.

Di tengah citra glamor pantai Bali hari ini, pameran ini justru menegaskan sisi lain: bahwa kultur pesisir dibangun oleh komunitas kecil yang saling mengenal, saling menjaga, dan berbagi ruang. Keberlanjutan pantai tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh komunitas yang merasa memiliki.

Bagus Made Irawan sendiri adalah seorang surfer yang telah hidup bersama ombak lebih dari tiga dekade. Ia bukan fotografer yang datang sebagai turis visual. Ia bagian dari kultur yang ia dokumentasikan.

Melalui majalah Magic Wave, yang terbit sejak 2001 hingga 2013 dengan 132 edisi, ia merekam sejarah surfing Bali dari dalam komunitasnya sendiri. Ia mendokumentasikan wajah-wajah, kompetisi, perjalanan, serta perubahan lanskap pesisir sebelum era media sosial membanjiri visual dengan kecepatan instan.

Belakangan, melalui Magic Ink, ia juga menjadi penggerak komunitas tato di Bali. Garis besarnya tetap sama: mengarsipkan kultur alternatif, memberi ruang bagi komunitas, dan menjaga identitas.

Para pengunjung ngobrol tanpa sekat Pembukaan pameran foto ‘Magic in The Waves’ karya Made Bagus Irawan di Warung Kubukopi, Denpasar

Foto-foto karyanya dalam Magic in The Waves lahir dari keterlibatan panjang itu. Ia tidak memotret dari kejauhan. Ia memotret dari pengalaman. Barangkali karena itulah foto-foto tersebut terasa bukan hanya indah, tetapi jujur.

Laut di luar sana akan terus bergerak. Ombak akan tetap datang. Namun garis pantai, makna pantai, dan relasi manusia dengannya tidak selalu tetap. Dan, kini, ketika pantai menjadi ruang yang dipertaruhkan, pertanyaan yang menyuat: apakah kita masih mampu menjaga magic itu? [T]

Penulis: Agung Bawantara
Editor: Adnyana Ole

Tags: balifotografilautpameran fotoPameran Seni RupaWarung Kubukopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Next Post

Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

Agung Bawantara

Agung Bawantara

Penulis DONGENG yang juga gemar menulis esai, prosa, dan puisi. Juga aktif dalam gerakan film dokumenter di Bali. Agung adalah inisiator Denpasar Film Festival.

Related Posts

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails

Gerabah dan Manusia yang Berubah

by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
0
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ' Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak...

Read moreDetails

SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

by Hartanto
February 24, 2026
0
SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

BENCANA banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan beberapa daerah di Indonesia – menurut saya, bukanlah sekedar bencana...

Read moreDetails

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

by Agung Bawantara
February 22, 2026
0
Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

OGOH-OGOH Kalabendu karya Sekaa Teruna (ST) Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu, Kuta Selatan, menempatkan figur bhutakala bertangan enam sebagai pusat komposisi....

Read moreDetails

Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

by I Wayan Westa
February 22, 2026
0
Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

INI mobil kayu, mirip Ferrari, kendaraan tercepat di lintas darat. Dipajang di Labyrinth Art  Galleri Nuanu, Tabanan. Di ruang pameran...

Read moreDetails

Grafis yang Melentur: Menerka Praktik Berkesenian Seorang Kadek Dwi

by Made Chandra
February 9, 2026
0
Grafis yang Melentur: Menerka Praktik Berkesenian Seorang Kadek Dwi

APA yang tebersit ketika kita membayangkan kata grafis dalam kacamata kesenian hari ini? Bagaimana posisinya, atau bahkan eksistensinya, di era...

Read moreDetails
Next Post
Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

Dialektika Dua Wajah 'Baper': Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas ---Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co