23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kupu-kupu Pertanda Datangnya Spirit Leluhur —Pentas ‘Bima Swarga’ UPMI Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 6, 2026
in Panggung
Kupu-kupu Pertanda Datangnya Spirit Leluhur  —Pentas ‘Bima Swarga’ UPMI Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Sendratari Bima Swarga dari UPMI Bali

Ketika cahaya panggung berbentuk presenium itu semakin terang, gamelan Semarandana pun di tabuh. Gending yang dimainkan begitu lembut, sejuk dan terkesan damai. Perlahan, penonton mulai mengisi tempat duduk. Walau tidak terlalu penuh, MC langsung menyapa pengunjung dan menyebut Bulan Bahasa Bali VIII hari ini, Kamis 5 Pebruari 2026 menghadirkan Sasolahan (Pergelaran) Sendratari Bima Swarga oleh Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali.

Gedung Kesirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali tempat pergelaran itu berdenyut. Penonton bertepuk tangan. Meski tak terlalu banyak, namun suara itu cukup membangkitkan semangat para seniman muda yang tengah berekpresi melalui gerak tari di atas panggung. Maksud dan pesan moral disampaikan oleh seorang dalang, tukang tandak memperkuat aspek dramatic, dan pengkisahan dikuatkan alunan gending atau tembang oleh tiga gerong wanita.

Gamelan Semarandana yang dipilih menjadi iringannya, mampu memformulasi permainan nada-nada yang garapan menjadi lebih hidup. Musik itu ditata, bukan hanya sebagai pengiring gerak, tetapi mampu pembangun suasana pada setiap adegan, mengatur ritme tari, juga mempertegas karakter tokoh. Iringannya memang ditata apik, sehingga mampu menyampaikan pesan cerita tanpa dialog kepada penonton, dan memperindah gerakan tari.

“Sendratari ini mengangkat karya sastra dari kearipan lokal Bali, yaitu Bima Swarga yang kemudian digarap menjadi karya seni sendratari yang mengacu pada tema Bulan Bahasa Bali VIII, yakni “Atma Kerthi – Udiāna Purnaning Jiwa” sebagai upaya pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali,” kata Art Direktor, Dr. I Gusti Darma Putra atau yang lebih dikenal sebagai Gung Ade Dalang disela-sela pergelaran itu.

Sendratari Bima Swarga dari UPMI Bali

Sendratari Bima Swarga ini secara konsep alur berjalan, seperti biasa. Namun, dalam pergelarannya dapat dibagi 4 bagian. Pertama flash back, dan opening yang menghadirkan kebimbangan Bima yang tiba-tiba ingat dengan orang tuanya, yaitu Pandu dan Dewi Madri. Bima juga kebingungan tentang kehadiran kupu-kupu di lingkungan istana. Bahkan, dua kupu-kupu sempat menjadi perhatian, tetapi tidak dijelaskan kenapa ada kupu-kupu.

Bagian kedua, menghadirkan suasana di istana, dimana Pandawa dengan prajurit dan dayang sedang melaksanakan pertemuan. Di situ, tidak menghadirkan Dewi Kunti, tetapi langsung menghadirkan kebingungan dari Pandawa untuk menyiapkan keinganan Ibu Kunti untuk mengutus salah satu anaknya menuju ke Yama Loka mencari sesuatu untuk “menyupat mala”.
Bima sempat marah karena tidajk ada yang bersedia. Bima kemudian menyadarkan saudaranya untuk bersama-sana pergi ke Swarga loka.

Bagian ketiga menghadirkan suasana di Yama Loka dengan tokoh Raksasa dan satu atma. Dalam adegan ini sarat dengan pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan kehidupan di dunia. Kemudian bagian keempat, menghadirkan perang di Yama Loka, dan ending. Dalam adegan ini, ada unsur dramatic, dimana Bima tidak mau mencakupkan tangan ketiga melakukan sembah bakti.

Sendratari Bima Swarga dari UPMI Bali

Gung Ade Dalang mengatakan, dalam garapan Bima Swarga ini pesan yang ingin disampaikan itu menukik pada tema besar. Namun, yang menjadi fokus dalam garapan itu juga mengekplor dari mascot yang dihadirkan dalam bulan Bahasa Bali VIII ini, yaitu Kupu-kupu. “Maka itu, perjalanan Bima Swarga ini kami fromulasikan dengan kepercayaan kearipan local Bali dengan keberagadaan kupu-kupu. Ada kebercayaan kalua ada kupu-kupu masuk ke pekarangan rumah itu artinya ada tanda bahwa leluhur yang dating,” ungkap pembuat Wayang Ental ini.

Kupu-kupu dihadirkan di awal garapan, bagian tengah dan bagian akhir pada bagian keempat, saat adegan peperangan Cikrabali dengan kupu-kupu. Iitu artinya spirit para leluhur bisa memberikan jalan kepada pretisentana atau keturanan untuk mencapai apa yang diinginkan melalui spirit tersebut. “Atma Kerthi pemuliaan dan pemurnian jiwa, dan kontek cerita Bima Swarga itu pada intinya menyupat dari Maharaja Pandu dan Dewi Madri untuk di linggihkan di Pemerajan Agung untuk diupacai,” jelasnya.

Intinya, Tim Kesenian UPMI Bali ini mengkorelasikan apa yang diilhami bersama tentang keberadaan kupu-kupu itu. Hanya menjadi kode yang tidak lumbrah, namun kini dihadirkan di dalam ajang Bulan Bahasa Bali. “Maka kita coba ramu dan munculkan kepercayaan yang kini mulai pudar, dimana ada kupu-kupu ke rumah itu petanda leluhur memantau dari alam sana untuk memberikan spiritnya. Leluhur itu hadir sebagai spirit, sehingga ada jiwa yang berjuang untuk melanjutkan kehidupan lebih baik,” paparnya.

Sendratari Bima Swarga dari UPMI Bali

Koordinator pergelaran I Gede Gusman Adi Gunawan mengatakan, sasolahan Bima Swarga ini didukung sebanyak 53 penari dan penabuh. Garapan ini tak hanya melibatkan mahasiswa khususnya Jurusan Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), tetapi juga melibatkan dosen. “Kendala yang kami hadapi adalah kurangnya waktu. Program baru mahasiswa di semester ganjil masih kuliah pratek, sehingga waktu latihan berbagai dengan jam kuliah,” ungkapnya.

Namun menariknya, lanjut Wawan Gumi Art – sapaan akrabnya, karya ini secara koseptual dikreatori oleh Gung De Dalang, dan dikoreografi oleh Dek Gung, serta fikomposeri I Ketut Lanus, namun tetap memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggarap. “Ini karya dari mahasiswa. Mereka mengekskusi atau mengerjakan koreografinya masing-masing, namun tetap dibimbing oleh dosennya,” pungkas Wawan. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026Dinas Kebudayaan Balikesenian baliseni pertunjukanUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penting Penegasan Penggunaan Aksara Bali di Baligrafi —Catatan Workshop Baligrafi di Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Dari Tubuh yang Bernapas Hingga Cerita yang Menggenang dalam Kesadaran —Catatan seorang seniman tentang tubuh, waktu, dan narasi hidup

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
Dari Tubuh yang Bernapas Hingga Cerita yang Menggenang dalam Kesadaran —Catatan seorang seniman tentang tubuh, waktu, dan narasi hidup

Dari Tubuh yang Bernapas Hingga Cerita yang Menggenang dalam Kesadaran ---Catatan seorang seniman tentang tubuh, waktu, dan narasi hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co