3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kupu-kupu Pertanda Datangnya Spirit Leluhur —Pentas ‘Bima Swarga’ UPMI Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 6, 2026
in Panggung
Kupu-kupu Pertanda Datangnya Spirit Leluhur  —Pentas ‘Bima Swarga’ UPMI Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Sendratari Bima Swarga dari UPMI Bali

Ketika cahaya panggung berbentuk presenium itu semakin terang, gamelan Semarandana pun di tabuh. Gending yang dimainkan begitu lembut, sejuk dan terkesan damai. Perlahan, penonton mulai mengisi tempat duduk. Walau tidak terlalu penuh, MC langsung menyapa pengunjung dan menyebut Bulan Bahasa Bali VIII hari ini, Kamis 5 Pebruari 2026 menghadirkan Sasolahan (Pergelaran) Sendratari Bima Swarga oleh Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali.

Gedung Kesirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali tempat pergelaran itu berdenyut. Penonton bertepuk tangan. Meski tak terlalu banyak, namun suara itu cukup membangkitkan semangat para seniman muda yang tengah berekpresi melalui gerak tari di atas panggung. Maksud dan pesan moral disampaikan oleh seorang dalang, tukang tandak memperkuat aspek dramatic, dan pengkisahan dikuatkan alunan gending atau tembang oleh tiga gerong wanita.

Gamelan Semarandana yang dipilih menjadi iringannya, mampu memformulasi permainan nada-nada yang garapan menjadi lebih hidup. Musik itu ditata, bukan hanya sebagai pengiring gerak, tetapi mampu pembangun suasana pada setiap adegan, mengatur ritme tari, juga mempertegas karakter tokoh. Iringannya memang ditata apik, sehingga mampu menyampaikan pesan cerita tanpa dialog kepada penonton, dan memperindah gerakan tari.

“Sendratari ini mengangkat karya sastra dari kearipan lokal Bali, yaitu Bima Swarga yang kemudian digarap menjadi karya seni sendratari yang mengacu pada tema Bulan Bahasa Bali VIII, yakni “Atma Kerthi – Udiāna Purnaning Jiwa” sebagai upaya pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali,” kata Art Direktor, Dr. I Gusti Darma Putra atau yang lebih dikenal sebagai Gung Ade Dalang disela-sela pergelaran itu.

Sendratari Bima Swarga dari UPMI Bali

Sendratari Bima Swarga ini secara konsep alur berjalan, seperti biasa. Namun, dalam pergelarannya dapat dibagi 4 bagian. Pertama flash back, dan opening yang menghadirkan kebimbangan Bima yang tiba-tiba ingat dengan orang tuanya, yaitu Pandu dan Dewi Madri. Bima juga kebingungan tentang kehadiran kupu-kupu di lingkungan istana. Bahkan, dua kupu-kupu sempat menjadi perhatian, tetapi tidak dijelaskan kenapa ada kupu-kupu.

Bagian kedua, menghadirkan suasana di istana, dimana Pandawa dengan prajurit dan dayang sedang melaksanakan pertemuan. Di situ, tidak menghadirkan Dewi Kunti, tetapi langsung menghadirkan kebingungan dari Pandawa untuk menyiapkan keinganan Ibu Kunti untuk mengutus salah satu anaknya menuju ke Yama Loka mencari sesuatu untuk “menyupat mala”.
Bima sempat marah karena tidajk ada yang bersedia. Bima kemudian menyadarkan saudaranya untuk bersama-sana pergi ke Swarga loka.

Bagian ketiga menghadirkan suasana di Yama Loka dengan tokoh Raksasa dan satu atma. Dalam adegan ini sarat dengan pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan kehidupan di dunia. Kemudian bagian keempat, menghadirkan perang di Yama Loka, dan ending. Dalam adegan ini, ada unsur dramatic, dimana Bima tidak mau mencakupkan tangan ketiga melakukan sembah bakti.

Sendratari Bima Swarga dari UPMI Bali

Gung Ade Dalang mengatakan, dalam garapan Bima Swarga ini pesan yang ingin disampaikan itu menukik pada tema besar. Namun, yang menjadi fokus dalam garapan itu juga mengekplor dari mascot yang dihadirkan dalam bulan Bahasa Bali VIII ini, yaitu Kupu-kupu. “Maka itu, perjalanan Bima Swarga ini kami fromulasikan dengan kepercayaan kearipan local Bali dengan keberagadaan kupu-kupu. Ada kebercayaan kalua ada kupu-kupu masuk ke pekarangan rumah itu artinya ada tanda bahwa leluhur yang dating,” ungkap pembuat Wayang Ental ini.

Kupu-kupu dihadirkan di awal garapan, bagian tengah dan bagian akhir pada bagian keempat, saat adegan peperangan Cikrabali dengan kupu-kupu. Iitu artinya spirit para leluhur bisa memberikan jalan kepada pretisentana atau keturanan untuk mencapai apa yang diinginkan melalui spirit tersebut. “Atma Kerthi pemuliaan dan pemurnian jiwa, dan kontek cerita Bima Swarga itu pada intinya menyupat dari Maharaja Pandu dan Dewi Madri untuk di linggihkan di Pemerajan Agung untuk diupacai,” jelasnya.

Intinya, Tim Kesenian UPMI Bali ini mengkorelasikan apa yang diilhami bersama tentang keberadaan kupu-kupu itu. Hanya menjadi kode yang tidak lumbrah, namun kini dihadirkan di dalam ajang Bulan Bahasa Bali. “Maka kita coba ramu dan munculkan kepercayaan yang kini mulai pudar, dimana ada kupu-kupu ke rumah itu petanda leluhur memantau dari alam sana untuk memberikan spiritnya. Leluhur itu hadir sebagai spirit, sehingga ada jiwa yang berjuang untuk melanjutkan kehidupan lebih baik,” paparnya.

Sendratari Bima Swarga dari UPMI Bali

Koordinator pergelaran I Gede Gusman Adi Gunawan mengatakan, sasolahan Bima Swarga ini didukung sebanyak 53 penari dan penabuh. Garapan ini tak hanya melibatkan mahasiswa khususnya Jurusan Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), tetapi juga melibatkan dosen. “Kendala yang kami hadapi adalah kurangnya waktu. Program baru mahasiswa di semester ganjil masih kuliah pratek, sehingga waktu latihan berbagai dengan jam kuliah,” ungkapnya.

Namun menariknya, lanjut Wawan Gumi Art – sapaan akrabnya, karya ini secara koseptual dikreatori oleh Gung De Dalang, dan dikoreografi oleh Dek Gung, serta fikomposeri I Ketut Lanus, namun tetap memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggarap. “Ini karya dari mahasiswa. Mereka mengekskusi atau mengerjakan koreografinya masing-masing, namun tetap dibimbing oleh dosennya,” pungkas Wawan. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026Dinas Kebudayaan Balikesenian baliseni pertunjukanUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penting Penegasan Penggunaan Aksara Bali di Baligrafi —Catatan Workshop Baligrafi di Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Dari Tubuh yang Bernapas Hingga Cerita yang Menggenang dalam Kesadaran —Catatan seorang seniman tentang tubuh, waktu, dan narasi hidup

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Dari Tubuh yang Bernapas Hingga Cerita yang Menggenang dalam Kesadaran —Catatan seorang seniman tentang tubuh, waktu, dan narasi hidup

Dari Tubuh yang Bernapas Hingga Cerita yang Menggenang dalam Kesadaran ---Catatan seorang seniman tentang tubuh, waktu, dan narasi hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co