27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Yudha, Made Jaya, dan Dewa Dwipayana Mengajak Pulang ke Alam lewat ‘Tetaman’ ─ Dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 30, 2026
in Panggung
Ketika Yudha, Made Jaya, dan Dewa Dwipayana Mengajak Pulang ke Alam lewat ‘Tetaman’ ─ Dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026

Garapan ‘Tetaman’ pada Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026│Foto: tatkala.co/Dede

ALUNAN suling mengalun lebih dulu, lirih dan mendayu, seperti embusan angin yang menyusup di sela dedaunan. Nada-nada itu kemudian disambut denting gong pulu yang tenang, membangun ruang dengar yang sejuk. Dalam beberapa tarikan napas, Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Sabtu malam, 24 Januari 2026 berubah menjadi taman imajiner ─ tempat bunyi tumbuh perlahan, menuntun penonton masuk ke suasana alam yang asri dan damai.

Itulah yang terjadi saat garapan karawitan berjudul ‘Tetaman’ dipentaskan. Karya ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali. Disajikan dalam format gong suling yang lembut dan digambarkan sebagai ruang hidup penuh keindahan ─ sebuah ajakan untuk merenung, menjaga, serta mencintai lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

‘Tetaman’ digarap oleh tiga mahasiswa semester lima: I Komang Agus Yudha Prawira, I Made Jaya Kusuma, dan Dewa Made Satria Dwipayana Putra. Yudha bercerita, ide karya ini lahir dari pengalaman paling dekat, yaitu desa masing-masing ─ lanskap alam asri yang tumbuh bersama keseharian mereka.

“Konsepnya alam. Kami berkaca dari keindahan alam di desa kami masing-masing, makanya kami memberi judul ‘Tetaman’ yang berarti ‘taman’. Inspirasi kami tidak rumit, kami hanya berusaha merangkai suasana alam itu agar terwujud dan terasa dalam garapan karawitan,” ujar Yudha.

Garapan ‘Tetaman’ pada Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Kesederhanaan konsep itu justru menjadi kekuatan. Alur musikal disusun mengalun, memberi ruang bagi suling untuk bercerita, sementara perangkat gamelan lainnya menghadirkan fondasi yang menenangkan.

Garapan ini juga menarik karena dibagi menjadi tiga bagian, sesuai dengan pembagian peran kreatif ketiganya. Dewa Dwipayana menata bagian pembuka, menekankan pengenalan karakter gending dan suasana awal. Made Jaya mengolah bagian tengah, memperkaya motif serta dinamika sebagai pengembangan rasa musikal. Yudha kemudian menutup keseluruhan rangkaian, menyatukan ide menjadi satu tubuh karya yang utuh. Pembagian ini bukan sekadar teknis, melainkan pernyataan sikap bahwa keberagaman gagasan bisa bertemu dalam satu komposisi yang saling menguatkan.

Pilihan gong suling sendiri bukan tanpa pertimbangan. Menurut mereka, instrumen ini memiliki karakter bunyi yang lembut dan halus, bernafaskan estetika klasik Bali, namun tetap memberi ruang luas untuk eksplorasi rasa. Mereka ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari garapan lain. Selain itu, juga lebih sederhana secara perangkat, namun kaya secara pengalaman dengar.

Garapan ‘Tetaman’ pada Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Di balik ketenangan yang sampai ke telinga penonton, proses menuju panggung ternyata penuh negosiasi waktu. Ketiganya melibatkan Sanggar Dhanan Jaya, Cemagi ─ tempat mereka magang selama tiga bulan, dengan para pendukung karya yang sebagian besar merupakan remaja SMA hingga yang sudah bekerja.

“Kendala paling berat itu mengatur waktu latihan. Seminggu kami hanya bisa bertemu dua kali, dan seluruh proses tidak sampai sebulan. Walaupun begitu, kemampuan para pendukung karya sangat bisa diandalkan. Keterbatasan waktu justru menempa kekompakan, memadatkan fokus, dan memurnikan tujuan kami,” kata Yudha.

Ada pula dimensi janji yang mengikat proses ini. Jauh sebelum magang dimulai, mereka sudah merencanakan konsep ‘Tetaman’, bahkan berkomitmen kepada ketua Sanggar Dhanan Jaya untuk mempersembahkan sebuah karya gong suling yang melibatkan teman-teman serta anak-anak sanggar. Janji itu akhirnya terbayar di Ksirarnawa.

Ketika pementasan usai dan tepuk tangan mengalir, kebanggaan tak bisa disembunyikan. Bagi mereka, bisa menampilkan karya di gedung semegah Ksirarnawa adalah pengalaman yang menggetarkan. Terlebih, mereka merasa membawa warna berbeda. Dari segi instrumen dan kelengkapan yang relatif sederhana, tanpa membebani penyaji maupun pendukung karya, tetapi tetap mampu menyampaikan pesan secara apik.

Garapan ‘Tetaman’ pada Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Jika ditarik ke dalam kearifan lokal Bali, garapan ‘Tetaman’ juga selaras dengan konsep Tri Hita Karana, terutama aspek Palemahan ─ hubungan harmonis manusia dengan alam. Melalui alunan gong suling yang tenang dan komposisi yang mengalir alami, karya ini menghadirkan refleksi tentang pentingnya menjaga keseimbangan ruang hidup. Alam tidak ditempatkan sebagai latar semata, melainkan sebagai subjek yang diajak berdialog lewat bunyi. Dalam konteks ini, ‘Tetaman’ seolah menerjemahkan prinsip Palemahan ke dalam bahasa karawitan. Menjadi pengingat bahwa manusia tumbuh bersama alam, dan karenanya manusia memiliki tanggung jawab untuk merawat, bukan hanya menikmati.

Secara tematik, ‘Tetaman’ sejalan dengan tema utama gelar karya, ‘Citta Nirbhana’ ─ ruang pembebasan batin, tempat pikiran yang merdeka melahirkan ekspresi yang jujur, reflektif, dan transformatif. Dalam konteks itu, ‘Tetaman’ hadir sebagai jeda kontemplatif. Ia tidak berteriak tentang krisis ekologis, melainkan mengajak pulang secara perlahan ke ingatan tentang sejuknya alam, tentang relasi manusia dengan alam yang semestinya dirawat.

Ketua Program Studi Pendidikan Sendratasik, I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa gelar karya ini merupakan hasil kolaborasi lintas mata kuliah: Teknik Tata Pentas di semester tiga, magang di semester lima, dan Tari Nusantara di semester tujuh. Sebanyak 136 mahasiswa terlibat, didukung Himpunan Mahasiswa Program Studi serta mahasiswa semester satu sebagai wujud solidaritas. Gusman menambahkan, mata kuliah magang merupakan implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di UPMI Bali, dengan muara berbasis produk. Proses kreatif mahasiswa selama magang bersama berbagai mitra, termasuk Sanggar Dhanan Jaya, dipresentasikan kepada publik dalam format gelar karya.

Di titik inilah ‘Tetaman’ menemukan konteksnya. Bukan sekadar tugas akademik, melainkan pertemuan antara pembelajaran, pengabdian pada komunitas, dan keberanian mengekspresikan gagasan. Gong suling yang mengalun malam itu menjadi jembatan penghubung kampus dengan sanggar, teori dengan praktik, serta manusia dengan alam. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: karawitan balimahasiswaUniversitas PGRI Mahadewa IndonesiaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Print-Mapping: Decolonial Axis — a Solo exhibition by Agung Pramana

Next Post

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Budaya Ikut-Ikutan

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails
Next Post
Menjadi Diri Sendiri di Tengah Budaya Ikut-Ikutan

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Budaya Ikut-Ikutan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co