26 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jembrana, Generasi Muda, dan Kebudayaan sebagai Kesadaran —Membaca Tahun dari Barat Bali

tatkala by tatkala
January 1, 2026
in Panggung
Jembrana, Generasi Muda, dan Kebudayaan sebagai Kesadaran —Membaca Tahun dari Barat Bali

Perayaan menyambut tahun baru 2026 di Jembrana | Foto-foto: Ist

Pergantian tahun kerap ditempatkan sebagai ritual kegembiraan kolektif. Namun di Kabupaten Jembrana, penutupan tahun justru dipilih dengan cara berbeda. Tidak ada euforia berlebihan. Yang dihadirkan adalah jeda: ruang untuk berhenti, menengok ke belakang, dan membaca ulang makna pergantian waktu.

Pilihan ini tidak lahir dalam ruang hampa. Sepanjang tahun terakhir, bencana hadir berulang di berbagai wilayah Indonesia: banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan kerusakan bentang alam yang semakin kasatmata. Di tengah lanskap nasional semacam itu, Malam Refleksi dan Doa Bersama yang digelar di Jembrana menjadi respon kultural terhadap kegamangan yang lebih luas, ketika pembangunan terus berjalan tetapi relasi manusia dengan alam kian rapuh.

Alih-alih menjadikan kebudayaan sebagai ornamen seremoni, panggung malam itu dirancang sebagai ruang dialog simbolik. Generasi muda diletakkan di pusat, bukan sebagai pelengkap hiburan, melainkan sebagai subjek kebudayaan yang diajak menafsirkan ulang Jembrana dalam bahasa zamannya sendiri. Tradisi dan musik populer dipertemukan bukan untuk saling menegaskan superioritas, tetapi untuk menunjukkan bahwa kebudayaan adalah proses hidup yang terus bergerak, berada dalam tarik-menarik antara kontinuitas dan perubahan.

Rangkaian acara menghadirkan spektrum ekspresi lintas generasi dan lintas genre. Di atas panggung tampil Trio Sengklek, Tari Bhakti Marga dan Tabuh Eksperimental dari Paguyuban Jegog Pring Agung, Efready, Senar Putus, Rudiawan, Bramasta, Made Gimbal, hingga Nanoe Biroe. Penayangan video profil Kabupaten Jembrana dan peluncuran anthem daerah Demi Jembrana, Pasti Bisa! yang digarap Negara Creative Lab berkolaborasi dengan Sanggar Gayatri ditempatkan sebagai simpul narasi. Keberagaman ini bukan sekadar variasi hiburan, melainkan cerminan lanskap sosial Jembrana itu sendiri: tempat generasi, selera, dan latar belakang bertemu dalam satu ruang kebersamaan.

Di titik ini, kebudayaan bekerja sebagai instrumen refleksi sosial. Ketika diskursus kebencanaan kerap terjebak pada angka kerugian dan respon darurat, seni, musik, dan ritual justru membuka ruang lain: ruang untuk merasakan, mengendapkan, dan memaknai krisis secara lebih manusiawi. Anak muda tidak hanya diajak menunjukkan kreativitasnya, tetapi juga menempatkan diri mereka dalam jejaring relasi yang lebih luas dengan sesama, dengan alam, dan dengan nilai-nilai yang melampaui kepentingan diri.

Salah satu momen paling simbolik malam itu hadir melalui parade lilin. Api kecil yang dibawa menjadi suluh, mengiringi langkah Forum Komunikasi Umat Beragama dan unsur Forkopimda sebagai penanda bahwa harmoni sosial dan arah kepemimpinan idealnya berjalan dalam terang kesadaran moral. Cahaya itu menjadi metafora relasi timbal balik: bahwa kehidupan bersama hanya mungkin terjaga ketika manusia mau saling melihat dirinya dalam diri yang lain, dan menempatkan kepentingan bersama di atas ego sektoral.

Kerangka berpikir inilah yang kemudian menjadi fondasi refleksi akhir tahun pemerintah daerah. Di tengah tekanan ekologis yang kian menguat, pembangunan tidak lagi dimaknai semata sebagai akumulasi proyek fisik. Ada kesadaran bahwa yang sama mendesaknya adalah membangun kesadaran kolektif, bagaimana manusia menjaga keseimbangan dengan lingkungannya, merawat kohesi sosial, sekaligus menguatkan hubungan batin dengan nilai-nilai spiritual yang memberi arah.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan bahwa pergantian tahun perlu dimaknai lebih dalam, tidak sekadar sebagai perayaan, tetapi sebagai momentum memperkuat tekad bersama.

“Di tahun 2026, kami akan berupaya sekuat tenaga memaksimalkan visi dan misi pembangunan Jembrana. Kita akan bekerja keras, bahu membahu, dan saling mendukung agar seluruh program menuju Jembrana yang maju, harmoni, dan bermartabat dapat segera terwujud,” ujarnya.

Pergantian tahun, dalam konteks ini, diposisikan bukan sebagai titik nol yang ilusif, melainkan sebagai momentum evaluatif. Orientasi pembangunan dibaca ulang: dari logika percepatan menuju kehati-hatian; dari pertumbuhan menuju keberlanjutan. Kebudayaan tidak ditempatkan di pinggir kebijakan, tetapi diusulkan sebagai medium strategis untuk menanamkan nilai, membentuk sikap, dan merawat daya kritis generasi muda.

Situasi di lapangan memperlihatkan resonansi gagasan tersebut. Meski hujan deras sempat mengguyur, animo masyarakat tidak surut. Gedung Kesenian Ir. Soekarno tetap dipadati warga dari berbagai latar, dari anak muda, keluarga, seniman, dan tokoh masyarakat, yang memilih bertahan hingga akhir. Hujan justru membentuk hening yang berbeda, mempertegas bahwa refleksi tidak selalu lahir dalam kondisi ideal.

Bagi tim kreatif Negara Creative Lab, malam refleksi ini sejak awal dirancang sebagai ruang bagi generasi muda. Seni dan doa diposisikan sebagai bahasa bersama untuk membaca krisis tanpa jatuh pada pesimisme, namun juga tanpa menutup mata terhadap realitas. Optimisme dirawat bukan dengan menafikan luka, melainkan dengan kesediaan untuk menatapnya bersama. “Kami tidak ingin menghadirkan ruang yang riuh tetapi memberi kesempatan untuk berhenti sejenak dan berpikir,” ujarnya.

Menjelang akhir acara, kulkul memecah udara yang masih basah oleh hujan, menandai akhir sekaligus awal. Bunyi itu tidak mengajak bersorak, melainkan memanggil seperti ingatan yang dikembalikan pada asalnya.

Waktu tidak sungguh-sungguh berganti hanya karena kalender berubah. Ia berubah ketika manusia memilih untuk mendengar. Di sanalah keseimbangan diuji: antara manusia dan alam, antara hasrat merayakan dan tanggung jawab menjaga. Di luar area utama, sebagian warga masih menyalakan kembang api, memperlihatkan bahwa perubahan selalu berlangsung bertahap, melalui dialog dan negosiasi budaya.

Di Jembrana, tahun baru tidak disambut dengan sorak-sorai, melainkan dengan kesunyian yang bermakna. Sebuah kesadaran bahwa masa depan tidak bisa lagi dibangun dengan tergesa, tetapi dengan menjaga hubungan dengan sesama, dengan alam, dan dengan nilai-nilai yang membuat hidup tetap seimbang.

Demi Jembrana, Pasti Bisa! bukan sebagai janji yang gegabah, melainkan sebagai tekad kultural yang berakar pada tanah, tumbuh dan dijaga dengan penuh kesadaran. [T]

Tags: generasi mudajembranakebudayaantahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Awas Bahaya Laten Ke(tidak)intiman Komunikasi dalam Perkawinan!

Next Post

Jeda di Secangkir Kopi

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

Read moreDetails

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
0
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

Read moreDetails

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
0
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

Read moreDetails

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

Read moreDetails

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

Read moreDetails

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
0
Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Ini pergelaran tari Bali biasa, tetapi orang-orang yang hadir justru membludak. Maklum, pentas seni itu dibawakan oleh anak-anak dari Sekolah...

Read moreDetails

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
0
Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

GEMERLAP cahaya panggung di Gedung Ksirarnawa mempertegas para penari tampil dengan karakter dan busana yang berbeda. Beragam busana itu tentu...

Read moreDetails

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

by Nyoman Budarsana
June 19, 2026
0
Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan...

Read moreDetails

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
0
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang...

Read moreDetails

Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
0
Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026:  Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah...

Read moreDetails
Next Post
Jeda di Secangkir Kopi

Jeda di Secangkir Kopi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co