25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jembrana, Generasi Muda, dan Kebudayaan sebagai Kesadaran —Membaca Tahun dari Barat Bali

tatkala by tatkala
January 1, 2026
in Panggung
Jembrana, Generasi Muda, dan Kebudayaan sebagai Kesadaran —Membaca Tahun dari Barat Bali

Perayaan menyambut tahun baru 2026 di Jembrana | Foto-foto: Ist

Pergantian tahun kerap ditempatkan sebagai ritual kegembiraan kolektif. Namun di Kabupaten Jembrana, penutupan tahun justru dipilih dengan cara berbeda. Tidak ada euforia berlebihan. Yang dihadirkan adalah jeda: ruang untuk berhenti, menengok ke belakang, dan membaca ulang makna pergantian waktu.

Pilihan ini tidak lahir dalam ruang hampa. Sepanjang tahun terakhir, bencana hadir berulang di berbagai wilayah Indonesia: banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan kerusakan bentang alam yang semakin kasatmata. Di tengah lanskap nasional semacam itu, Malam Refleksi dan Doa Bersama yang digelar di Jembrana menjadi respon kultural terhadap kegamangan yang lebih luas, ketika pembangunan terus berjalan tetapi relasi manusia dengan alam kian rapuh.

Alih-alih menjadikan kebudayaan sebagai ornamen seremoni, panggung malam itu dirancang sebagai ruang dialog simbolik. Generasi muda diletakkan di pusat, bukan sebagai pelengkap hiburan, melainkan sebagai subjek kebudayaan yang diajak menafsirkan ulang Jembrana dalam bahasa zamannya sendiri. Tradisi dan musik populer dipertemukan bukan untuk saling menegaskan superioritas, tetapi untuk menunjukkan bahwa kebudayaan adalah proses hidup yang terus bergerak, berada dalam tarik-menarik antara kontinuitas dan perubahan.

Rangkaian acara menghadirkan spektrum ekspresi lintas generasi dan lintas genre. Di atas panggung tampil Trio Sengklek, Tari Bhakti Marga dan Tabuh Eksperimental dari Paguyuban Jegog Pring Agung, Efready, Senar Putus, Rudiawan, Bramasta, Made Gimbal, hingga Nanoe Biroe. Penayangan video profil Kabupaten Jembrana dan peluncuran anthem daerah Demi Jembrana, Pasti Bisa! yang digarap Negara Creative Lab berkolaborasi dengan Sanggar Gayatri ditempatkan sebagai simpul narasi. Keberagaman ini bukan sekadar variasi hiburan, melainkan cerminan lanskap sosial Jembrana itu sendiri: tempat generasi, selera, dan latar belakang bertemu dalam satu ruang kebersamaan.

Di titik ini, kebudayaan bekerja sebagai instrumen refleksi sosial. Ketika diskursus kebencanaan kerap terjebak pada angka kerugian dan respon darurat, seni, musik, dan ritual justru membuka ruang lain: ruang untuk merasakan, mengendapkan, dan memaknai krisis secara lebih manusiawi. Anak muda tidak hanya diajak menunjukkan kreativitasnya, tetapi juga menempatkan diri mereka dalam jejaring relasi yang lebih luas dengan sesama, dengan alam, dan dengan nilai-nilai yang melampaui kepentingan diri.

Salah satu momen paling simbolik malam itu hadir melalui parade lilin. Api kecil yang dibawa menjadi suluh, mengiringi langkah Forum Komunikasi Umat Beragama dan unsur Forkopimda sebagai penanda bahwa harmoni sosial dan arah kepemimpinan idealnya berjalan dalam terang kesadaran moral. Cahaya itu menjadi metafora relasi timbal balik: bahwa kehidupan bersama hanya mungkin terjaga ketika manusia mau saling melihat dirinya dalam diri yang lain, dan menempatkan kepentingan bersama di atas ego sektoral.

Kerangka berpikir inilah yang kemudian menjadi fondasi refleksi akhir tahun pemerintah daerah. Di tengah tekanan ekologis yang kian menguat, pembangunan tidak lagi dimaknai semata sebagai akumulasi proyek fisik. Ada kesadaran bahwa yang sama mendesaknya adalah membangun kesadaran kolektif, bagaimana manusia menjaga keseimbangan dengan lingkungannya, merawat kohesi sosial, sekaligus menguatkan hubungan batin dengan nilai-nilai spiritual yang memberi arah.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan bahwa pergantian tahun perlu dimaknai lebih dalam, tidak sekadar sebagai perayaan, tetapi sebagai momentum memperkuat tekad bersama.

“Di tahun 2026, kami akan berupaya sekuat tenaga memaksimalkan visi dan misi pembangunan Jembrana. Kita akan bekerja keras, bahu membahu, dan saling mendukung agar seluruh program menuju Jembrana yang maju, harmoni, dan bermartabat dapat segera terwujud,” ujarnya.

Pergantian tahun, dalam konteks ini, diposisikan bukan sebagai titik nol yang ilusif, melainkan sebagai momentum evaluatif. Orientasi pembangunan dibaca ulang: dari logika percepatan menuju kehati-hatian; dari pertumbuhan menuju keberlanjutan. Kebudayaan tidak ditempatkan di pinggir kebijakan, tetapi diusulkan sebagai medium strategis untuk menanamkan nilai, membentuk sikap, dan merawat daya kritis generasi muda.

Situasi di lapangan memperlihatkan resonansi gagasan tersebut. Meski hujan deras sempat mengguyur, animo masyarakat tidak surut. Gedung Kesenian Ir. Soekarno tetap dipadati warga dari berbagai latar, dari anak muda, keluarga, seniman, dan tokoh masyarakat, yang memilih bertahan hingga akhir. Hujan justru membentuk hening yang berbeda, mempertegas bahwa refleksi tidak selalu lahir dalam kondisi ideal.

Bagi tim kreatif Negara Creative Lab, malam refleksi ini sejak awal dirancang sebagai ruang bagi generasi muda. Seni dan doa diposisikan sebagai bahasa bersama untuk membaca krisis tanpa jatuh pada pesimisme, namun juga tanpa menutup mata terhadap realitas. Optimisme dirawat bukan dengan menafikan luka, melainkan dengan kesediaan untuk menatapnya bersama. “Kami tidak ingin menghadirkan ruang yang riuh tetapi memberi kesempatan untuk berhenti sejenak dan berpikir,” ujarnya.

Menjelang akhir acara, kulkul memecah udara yang masih basah oleh hujan, menandai akhir sekaligus awal. Bunyi itu tidak mengajak bersorak, melainkan memanggil seperti ingatan yang dikembalikan pada asalnya.

Waktu tidak sungguh-sungguh berganti hanya karena kalender berubah. Ia berubah ketika manusia memilih untuk mendengar. Di sanalah keseimbangan diuji: antara manusia dan alam, antara hasrat merayakan dan tanggung jawab menjaga. Di luar area utama, sebagian warga masih menyalakan kembang api, memperlihatkan bahwa perubahan selalu berlangsung bertahap, melalui dialog dan negosiasi budaya.

Di Jembrana, tahun baru tidak disambut dengan sorak-sorai, melainkan dengan kesunyian yang bermakna. Sebuah kesadaran bahwa masa depan tidak bisa lagi dibangun dengan tergesa, tetapi dengan menjaga hubungan dengan sesama, dengan alam, dan dengan nilai-nilai yang membuat hidup tetap seimbang.

Demi Jembrana, Pasti Bisa! bukan sebagai janji yang gegabah, melainkan sebagai tekad kultural yang berakar pada tanah, tumbuh dan dijaga dengan penuh kesadaran. [T]

Tags: generasi mudajembranakebudayaantahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Awas Bahaya Laten Ke(tidak)intiman Komunikasi dalam Perkawinan!

Next Post

Jeda di Secangkir Kopi

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Jeda di Secangkir Kopi

Jeda di Secangkir Kopi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co