24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Secangkir Kopi Guru Jurnalistik 

Angga Wijaya by Angga Wijaya
December 9, 2025
in Ulas Buku
Secangkir Kopi Guru Jurnalistik 

Buku Jeda; Catatan Renungan Seorang Jurnalis Tentang Kopi, Hidup, dan Makna karya Menot Sukadana

TERAS belakang kantor media di Denpasar Utara. Sudah lewat tengah malam tapi kami masih duduk, menyeduh kopi, dan berbincang tentang banyak hal: kerja jurnalistik, nasib media, hidup yang tak selalu ramah, dan sesekali tentang keluarga, tentang masa lalu yang diam-diam membentuk kami menjadi seperti sekarang.

Menot Sukadana, atasan saya waktu itu, adalah orang yang tidak suka bicara panjang, tapi kalimatnya selalu melekat. Ia bukan bos yang suka memerintah. Ia lebih seperti kakak yang mendampingi—menyunting naskah bersama, menimbang judul berita, lalu mengajar kami berpikir sebelum mengetik.

Saya menulis pengantar ini bukan sebagai orang yang tahu banyak, tapi sebagai seseorang yang pernah belajar langsung dari penulis buku ini. Saya tidak tahu apakah Bli Menot masih ingat perbincangan kami malam-malam di pojok kantor yang diterangi lampu 10 watt. Tapi saya ingat betul kalimat-kalimatnya. Ia mengajari saya bahwa jurnalisme bukan hanya soal menyampaikan informasi, tapi juga soal keberpihakan—pada nurani, pada yang lemah, pada yang tak bersuara.

Dan buku ini, Jeda, persis seperti dirinya: tenang, pelan, tapi mengendap.

Buku ini bukan memoar. Ia bukan kumpulan artikel biasa. Ia adalah renungan yang lahir dari jeda—sela di antara kerja dan kesadaran. Terdiri dari tiga bagian utama: Jeda Pers & Wacana Publik, Jeda Sosial & Ruang Bersama, serta Jeda Diri & Pencarian Makna, buku ini mengajak kita menyelami ulang hidup sebagai jurnalis, warga, dan manusia yang sedang belajar menerima kenyataan.

Di bagian pertama, Bli Menot menuliskan dengan jujur pergulatan media lokal di Bali—yang mandeg di skala mikro, yang kerap bergantung pada anggaran Pemda, dan yang gamang menghadapi logika klik dan algoritma. Tapi dari sana juga ia menanam benih optimisme: tentang kolaborasi, tentang membangun “ekosistem kecil”, tentang menjadikan media sebagai ruang hidup yang lebih manusiawi.

Di tengah badai pemutusan hubungan kerja di industri media, ia justru melahirkan kanal gaya hidup UrbanBali, bermimpi tenang kedai kopi Redaksi, dan merancang pindahan kantor ke tempat yang lebih sepi di pinggir kota.

Bagian kedua membawa kita ke ranah yang lebih sosial dan kebudayaan. Mulai dari konvoi liar pelajar, kopi Bali yang tak tersedia di coffee shop kota, hingga kerinduan pada adab dan etika di jalan raya. Di sini, penulis menunjukkan kepekaan khas jurnalis yang punya akar: peka terhadap yang tak terdengar, dan berani menyuarakan yang pelan. Ia menulis soal pulangnya jenazah Melly dari Amerika dengan empati, lalu berpindah ke soal politisi konten dengan ketenangan. Semuanya ditulis dengan gaya naratif yang menyentuh—tidak menghakimi, tapi juga tidak pura-pura netral.

Namun bagi saya, bagian ketiga adalah yang paling dalam. Jeda Diri & Pencarian Makna bukan cuma kumpulan refleksi, tapi juga semacam pengakuan. Tentang kelelahan, tentang menua dengan pelan, tentang ayah yang menggendong anak, tentang kopi yang diseduh sendiri sebagai bentuk menjaga kewarasan. Di sana, kita menemukan Bli Menot bukan sebagai redaktur atau pendiri media, tapi sebagai manusia biasa yang berusaha tetap jujur pada hidup yang terus berubah.

Saya pribadi paling menyukai tulisan berjudul “Pengusaha Kata-Kata” dan “Selembar yang Tertunda”—dua esai yang secara tidak langsung juga menyinggung kehadiran saya sebagai bagian kecil dalam perjalanan bukunya. Saat membaca ulang, saya merasa seperti sedang mendengar kembali percakapan kami di pagi hari yang sunyi: tentang niat yang tertunda, tentang buku yang ingin disusun, tentang rencana membuat kedai kopi yang rindang lima tahun lagi.

Di balik semua tulisan ini, saya menemukan satu benang merah: keberanian untuk pelan. Di zaman yang serba cepat, menulis pelan adalah pilihan yang tidak populer. Tapi penulis buku ini menunjukkan bahwa justru dari pelan, kita bisa merasa. Dari merasa, kita bisa mengerti. Dan dari mengerti, kita bisa memberi makna—bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sebagian tulisan di buku ini pernah tayang di kolom “Jeda” di PodiumNews.com, sebagian lagi baru dibuka sekarang. Tapi semuanya ditulis dengan cara yang sama: tanpa tergesa. Sebagaimana kopi Bali yang diseduh tanpa mesin, kata-kata dalam buku ini lahir dari ruang sunyi, dari pengalaman yang dibiarkan mengendap. Ia tidak berniat menggurui. Tapi jika dibaca dengan pelan, ia bisa menjadi teman dalam kesunyian.

Bagi para pembaca, saya percaya buku ini bukan hanya akan memberi wawasan tentang dunia jurnalistik dan kehidupan sosial kita hari ini. Tapi juga bisa menjadi cermin. Bahwa jeda itu penting. Bahwa tidak apa-apa untuk berhenti sejenak, menyeruput hidup, dan menimbang ulang arah.

Dan bagi saya pribadi, buku ini adalah hadiah dari seorang guru. Bli Menot bukan hanya membimbing saya di redaksi, tapi juga—tanpa ia sadari—mengajarkan saya bahwa menulis adalah kerja kejujuran, dan jurnalisme adalah soal keberanian untuk tidak ikut ramai jika ramai itu kehilangan nurani.

Selamat menikmati buku ini. Seruput perlahan. Rasakan jedanya. [T]

Catatan: Tulisan ini adalah kata pengantar buku Jeda; Catatan Renungan Seorang Jurnalis Tentang Kopi, Hidup, dan Makna, karya Menot Sukadana yang akan segera terbit

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bukujurnalistik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Arsitektur Ancaman dalam Sapatha

Next Post

Pohon Berbalut Kain ‘Poleng’ dan Pesan yang Terlupakan

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails

Sugianto Membongkar Bali

by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
0
Sugianto Membongkar Bali

Judul Buku    : Aib Penulis          : I Made Sugianto Penerbit        : Pustaka Ekspresi Cetakan         : Pertama, Januari 2026 Tebal              :...

Read moreDetails

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails
Next Post
Pohon Berbalut Kain ‘Poleng’ dan Pesan yang Terlupakan

Pohon Berbalut Kain 'Poleng' dan Pesan yang Terlupakan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co