2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Secangkir Kopi Guru Jurnalistik 

Angga Wijaya by Angga Wijaya
December 9, 2025
in Ulas Buku
Secangkir Kopi Guru Jurnalistik 

Buku Jeda; Catatan Renungan Seorang Jurnalis Tentang Kopi, Hidup, dan Makna karya Menot Sukadana

TERAS belakang kantor media di Denpasar Utara. Sudah lewat tengah malam tapi kami masih duduk, menyeduh kopi, dan berbincang tentang banyak hal: kerja jurnalistik, nasib media, hidup yang tak selalu ramah, dan sesekali tentang keluarga, tentang masa lalu yang diam-diam membentuk kami menjadi seperti sekarang.

Menot Sukadana, atasan saya waktu itu, adalah orang yang tidak suka bicara panjang, tapi kalimatnya selalu melekat. Ia bukan bos yang suka memerintah. Ia lebih seperti kakak yang mendampingi—menyunting naskah bersama, menimbang judul berita, lalu mengajar kami berpikir sebelum mengetik.

Saya menulis pengantar ini bukan sebagai orang yang tahu banyak, tapi sebagai seseorang yang pernah belajar langsung dari penulis buku ini. Saya tidak tahu apakah Bli Menot masih ingat perbincangan kami malam-malam di pojok kantor yang diterangi lampu 10 watt. Tapi saya ingat betul kalimat-kalimatnya. Ia mengajari saya bahwa jurnalisme bukan hanya soal menyampaikan informasi, tapi juga soal keberpihakan—pada nurani, pada yang lemah, pada yang tak bersuara.

Dan buku ini, Jeda, persis seperti dirinya: tenang, pelan, tapi mengendap.

Buku ini bukan memoar. Ia bukan kumpulan artikel biasa. Ia adalah renungan yang lahir dari jeda—sela di antara kerja dan kesadaran. Terdiri dari tiga bagian utama: Jeda Pers & Wacana Publik, Jeda Sosial & Ruang Bersama, serta Jeda Diri & Pencarian Makna, buku ini mengajak kita menyelami ulang hidup sebagai jurnalis, warga, dan manusia yang sedang belajar menerima kenyataan.

Di bagian pertama, Bli Menot menuliskan dengan jujur pergulatan media lokal di Bali—yang mandeg di skala mikro, yang kerap bergantung pada anggaran Pemda, dan yang gamang menghadapi logika klik dan algoritma. Tapi dari sana juga ia menanam benih optimisme: tentang kolaborasi, tentang membangun “ekosistem kecil”, tentang menjadikan media sebagai ruang hidup yang lebih manusiawi.

Di tengah badai pemutusan hubungan kerja di industri media, ia justru melahirkan kanal gaya hidup UrbanBali, bermimpi tenang kedai kopi Redaksi, dan merancang pindahan kantor ke tempat yang lebih sepi di pinggir kota.

Bagian kedua membawa kita ke ranah yang lebih sosial dan kebudayaan. Mulai dari konvoi liar pelajar, kopi Bali yang tak tersedia di coffee shop kota, hingga kerinduan pada adab dan etika di jalan raya. Di sini, penulis menunjukkan kepekaan khas jurnalis yang punya akar: peka terhadap yang tak terdengar, dan berani menyuarakan yang pelan. Ia menulis soal pulangnya jenazah Melly dari Amerika dengan empati, lalu berpindah ke soal politisi konten dengan ketenangan. Semuanya ditulis dengan gaya naratif yang menyentuh—tidak menghakimi, tapi juga tidak pura-pura netral.

Namun bagi saya, bagian ketiga adalah yang paling dalam. Jeda Diri & Pencarian Makna bukan cuma kumpulan refleksi, tapi juga semacam pengakuan. Tentang kelelahan, tentang menua dengan pelan, tentang ayah yang menggendong anak, tentang kopi yang diseduh sendiri sebagai bentuk menjaga kewarasan. Di sana, kita menemukan Bli Menot bukan sebagai redaktur atau pendiri media, tapi sebagai manusia biasa yang berusaha tetap jujur pada hidup yang terus berubah.

Saya pribadi paling menyukai tulisan berjudul “Pengusaha Kata-Kata” dan “Selembar yang Tertunda”—dua esai yang secara tidak langsung juga menyinggung kehadiran saya sebagai bagian kecil dalam perjalanan bukunya. Saat membaca ulang, saya merasa seperti sedang mendengar kembali percakapan kami di pagi hari yang sunyi: tentang niat yang tertunda, tentang buku yang ingin disusun, tentang rencana membuat kedai kopi yang rindang lima tahun lagi.

Di balik semua tulisan ini, saya menemukan satu benang merah: keberanian untuk pelan. Di zaman yang serba cepat, menulis pelan adalah pilihan yang tidak populer. Tapi penulis buku ini menunjukkan bahwa justru dari pelan, kita bisa merasa. Dari merasa, kita bisa mengerti. Dan dari mengerti, kita bisa memberi makna—bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sebagian tulisan di buku ini pernah tayang di kolom “Jeda” di PodiumNews.com, sebagian lagi baru dibuka sekarang. Tapi semuanya ditulis dengan cara yang sama: tanpa tergesa. Sebagaimana kopi Bali yang diseduh tanpa mesin, kata-kata dalam buku ini lahir dari ruang sunyi, dari pengalaman yang dibiarkan mengendap. Ia tidak berniat menggurui. Tapi jika dibaca dengan pelan, ia bisa menjadi teman dalam kesunyian.

Bagi para pembaca, saya percaya buku ini bukan hanya akan memberi wawasan tentang dunia jurnalistik dan kehidupan sosial kita hari ini. Tapi juga bisa menjadi cermin. Bahwa jeda itu penting. Bahwa tidak apa-apa untuk berhenti sejenak, menyeruput hidup, dan menimbang ulang arah.

Dan bagi saya pribadi, buku ini adalah hadiah dari seorang guru. Bli Menot bukan hanya membimbing saya di redaksi, tapi juga—tanpa ia sadari—mengajarkan saya bahwa menulis adalah kerja kejujuran, dan jurnalisme adalah soal keberanian untuk tidak ikut ramai jika ramai itu kehilangan nurani.

Selamat menikmati buku ini. Seruput perlahan. Rasakan jedanya. [T]

Catatan: Tulisan ini adalah kata pengantar buku Jeda; Catatan Renungan Seorang Jurnalis Tentang Kopi, Hidup, dan Makna, karya Menot Sukadana yang akan segera terbit

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bukujurnalistik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Arsitektur Ancaman dalam Sapatha

Next Post

Pohon Berbalut Kain ‘Poleng’ dan Pesan yang Terlupakan

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026
0
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

Read moreDetails
Next Post
Pohon Berbalut Kain ‘Poleng’ dan Pesan yang Terlupakan

Pohon Berbalut Kain 'Poleng' dan Pesan yang Terlupakan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co