3 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Kepala Bocornya Budi Warsito Saat Membaca ‘Trocoh’

Son Lomri by Son Lomri
December 6, 2025
in Ulas Buku
Menikmati Kepala Bocornya Budi Warsito Saat Membaca ‘Trocoh’

Buku Trocoh

Seperti dikatakan Budi Warsito dalam bukunya Trocoh (2021) yang diterbitkan baNANA, trocoh (dalam istilah Jawa) artinya atap bocor. Dihubungkan dengan Budi; trocoh adalah tentang apa-apa yang berkelindan di kepalanya, menetes satu persatu menjadi 41 esai. Hal itu seperti sesuatu yang lain, seperti ingatan yang bocor dengan kecepatan 288 halaman.

Budi Warsito adalah warga Bandung, namun lahirnya di Sukoharjo tahun 1980. Di Bandung, ia mengurus Kineruku, sebuah toko buku dan perpustakaan. Pengalamannya soal menulis banyak.

Budi pernah mendekam—menulis naskah lawak untuk sebuah variety show di salah satu stasiun televisi, dan pernah tidak mendekam—alias pendek waktu menjadi pimred majalah hanya terbit empat edisi. Di peruntungan yang lain, Budi Warsito juga pernah menulis skenario film tapi gagal produksi. Yang lebih agak—membuat kesal Budi soal karir, ia juga pernah (hampir) memproduseri album musik indie dan ditawari menjadi aktor layar lebar, tapi dua-duanya gagal jadi.

Yang jadi hanyalah trocoh, sebuah buku kumpulan esai yang dihasilkannya dari apa-apa yang berkelindan di kepala, menetes sebagai ingatan dirinya tentang sesuatu, seperti; Lagu Nostalgia Gebrak-gebrak Meja, Gantungkan Cita-citamu Setinggi Atap, Di Studio, Aku Incar Topi Kesayanganmu, Kuis Bola di Radio, Gamelan untuk Ndoro Alien, Autogeddon Blues, Berlari ke Bukit, Menyelamatkan Siapa?, Satu Mangkok Saja Dua Ratus Perak, “you’are as useless as a soda truck”, Mengingat Kau Penuh Seluruh, dan Jeruk Kok Makan Orange?

Esai-esainya nyaris semua tentang memori penting seorang Budi Warsito yang agaknya tidak tahan lagi untuk ditampung sebagai ingatan yang berkesan. Dari pada banjir—ngomong-ngomong sendiri, lebih baik dibuat tulisan, barangkali begitu pikir Budi sebelum buku Trocoh ini ada.

Lantas satu persatu ia keluarkan dalam bentuk esai. Semua tulisannya menarik, bergizi sebagai pengetahuan—teruatama tentang musik lawas dan perjumpaannya dengan sesuatu—seperti teman yang mengenalkannya pada Anton Maiden meng-cover Iron Maiden dengan MIDI, berujung pada jatuh suka Budi pada Iron Maiden versi Anton Maiden.

Catatan-catatan Budi tentang ingatannya pada sesuatu itu, menarik saya untuk mengingat pernah punya teman yang menarik juga seperti Budi punya teman. Esai-esainya dalam Trocoh ini, akhirnya memantik saya—sebagai pembaca—untuk melacak tetangga saya yang suka Charlie Van Houtten (vokalis ST12) hanya karena rambut panjang belah dua sekitar tahun 2009-an, selain suka pada lagu-lagunya yang ketika itu sedang laku keras Putri Iklan pada Album P.U.S.P.A. di pasaran.

Esai-esai Trocoh adalah Arsip Penting Musik Lawas dan Ingatan Saya Pergi ke Tetangga Saya

Budi Warsito adalah pengarsip yang baik soal musik. Ia mengumpulkan terkait artefak pop culture seperti majalah bekas, buku dan koran tua, aneka musik dari kaset, CD, piringan hitam, reel-to-reel tape, film-film seluloid dan kaset VHS, Betamax, dan laserdisc. Dan yang paling penting, Trocoh memuat ingatan kecil seorang Budi Warsito sewaktu SD berhenti bercita-cita menjadi seorang profesor bahasa dengan anggapan terakhir; betapa ribetnya dunia cita-cita itu. Maka, ia menuliskannya lebih sederhana; Gantungkan Cita-citamu Setinggi Atap.

Usai membaca Trocoh, dari kejauhan pula saya seperti dibelai halus tangan Budi melalui ingatannya tentang sesuatu yang begitu detail ditulisnya tentang dunia musik rock, ada cerita gelap di batas penggemar. Di sebuah toilet, bagaimana Budi merasa diri penting untuk membuka kembali buku tentang heavy metal—sebagai arsip,dan menemukan nama Iron Maiden lalu mengingat Anton Maiden. Siapa—dan dari mana ia tahu Anton Maiden dalam meng-cover lagu-lagunya Iron Maiden dan begitu cepat dirinya langsung suka?

Dari seorang temannya bernama Jo. Yang ketika itu Jo cerita pada Budi ketika sedang hunting lagu Iron Maiden untuk karaokean, di internet Jo justru menemukan Anton Maiden, atau bernama asli Anton Gustafsson—asal Sewedia itu, sangat unik dan segar hasil interpretasinya tentang rock.

Iron Maiden, sebuah grup musik heavy metal asal Inggris diera 70-an, berpengaruh besar terkait gaya bermusiknya kala itu sehingga menghasilkan fans yang fanatik. Dan beberapa band seperti Deep Purple, Rainbow, Judas Priest, Alice Cooper, Led Zeppelin, dan Jimi Hendrix, ikut terpengaruh oleh grup band yang diciptakan oleh Steve Harris itu. Dan ketika Anton Maiden membawakan lagu-lagunya Iron Maiden menggunakan MIDI (Musical Instrument Digital Interface), telah memberi nuansa yang lebih berbeda terkait musik rock seharusnya keras, justru dibawakannya dengan suara fals dan warna musik yang lebih cair dan medok.

“Iron Maiden dia [Anton Gustafsson] bawain pakai MIDI! Paraaahhh, lu pasti suka!” kata Jo, ditulis Budi dengan presisi—Jo mengatakannya sambil tersenyum tengil ketika sedang membeli bakso cuanki Mang Somad di bawah pohon papaya.

Cover-an Anton Maiden unik didengar menurut Jo karena warna musiknya seperti musik di sebuah game, dan Anton bernyanyi tidak peduli pada selera umum jika menyanyi harus bagus suaranya, boleh juga fals dengan iringan musik yang lain-lain.

Dan ketika Anton Maiden atau bernama asli Gustafsson itu ditemukan oleh label rekaman Lunacy Records, sekitar tahun 1999-an Anton kemudian merilis album (hasil coverannya sendiri) dengan nama Anton Gustafsson tolkar Iron Maiden. Yang membuat Anton terkenal di tahun itu dan melejit namanya di Swedia—bahkan dunia. Ia masuk di tivi-tivi diundang beberapa kali, dan dibicarakan di koran-koran terkait kreatifitasnya yang membuat guncang dunia musik rock di kalangan sesama para penggemar. Lagu-lagu covernya pun diunduh lebih dari 1800 kali dalam seminggu (termasuk Jo barangkali ada di dalamnya ikut mengunduh untuk karaokean).

Namun kreatifitasnya itu membuat fans fanatiknya Iron Maiden terusik, dan mengatakan tindakan Anton adalah aib bagi Iron Maiden itu sendiri. Dan selang satu tahun sebelum kematiannya, Anton pernah menyatakan sikap pada sebuah surat kabar di negaranya tentang penggemar Iron Maiden, “Berpikir bahwa interpretasi saya merupakan aib bagi Iron Maiden, tetapi itu tidak pernah menjadi niat saya.” aku Anton Maiden suatu hari, lalu ia mencabut nyawanya sendiri di tahun depannya, 2003.

Demikianlah titik mulanya bagaimana di toilet, Budi Warsito mengingat lagi tentang Iron Maiden, diabadikan Anton Maiden lebih melekat—nyeleneh. Tapi itu jadi satu pandangan yang lain versi Anton terkait musik adalah kebebasan; boleh juga kok fals, dan diiringi musik yang lain-lain di batas penggemar.

“Musik metal jelas bukan selera terbesar saya, namun interpretasi Antonlah yang sontak memikat hati saya, bagaimana suara fals dia itu melaju kencang dan terjun bebas di antara beat-beat videogame yang lucu.” tulis Budi Warsito tentang Anton Maiden memiliki interpretasi lain tentang musik rock melalui esainya Berlari ke Bukit, Menyelamatkan Siapa?

Saya sempat mencari tahu Anton Maiden di YouTube karena rasa penasaran juga, seperti apa coveran-nya Anton Maiden yang disebut-sebut Jo dan dikenang Budi Warsito itu di toilet? Hasilnyamemang tidak terduga. Pada judul Can I Play With Madnees, betul-betul suara falsnya Anton terbang-bebas berlabuh pada warna musik yang lebih cair dan unyuk ketika menggunakan MIDI, dan ingatan saya tiba-tiba pergi kepada tetangga saya bernama Kang Zenal. Yang suka betul ia dengan ST12 ketika tahun 2009. Band yang digawangi Charlie Van Houtten ini, sedang banyak diminati oleh kebanyakan lelaki di kampung saya memang, dan salah satunya Kang Zenal itu.

Dengan gaya rambut Charlie yang dibelah dua, cukup gaul sebagai vokalis band—yang ketika itu Ariel Peterpan (sekarang Noah) juga rambutnya dibelah dua, dan Andika Kangen band tetap dengan rambut menutup kedua matanya, namun lagu-lagunya sama lakunya di pasar Padarincang, atau 15 menit dari rumah saya.

Tapi saya tidak suka ST12 dan Kangen Band, saya sukanya Peterpan hanya karena lagu Bintang di Surga, vidio klipnya ada adegan tembak-tembakan. Beberapa lagu dari Peterpan yang lainnya saya suka, adalah Tak Ada Yang Abadi dan Semua Tentang Kita—hanya karena intro gitarnya yang menurut saya seperti mengoleskan slai rasa coklat pada roti tawar menjelang buka puasa di bulan Ramadhan, memberi kesan yang mewah dari pada gorengan sebagai hidangan pembuka.

Dan bagaimana Kang Zenal mengikuti ST12—tidak saja membeli kaset-kasetnya di pasar, tapi ia juga mengunduh versi MP3-nya di warnet dan yang lain-lain diikutinya juga. Seperti gaya bicara serak basah karakter Charlie Van Houtten dan cara berpakaiannya, termasuk itu gaya rambutnya dibelah dua menirukan Charlie.

Dulu itu di kampung saya ada buku (seperti majalah tapi bukan majalah) isinya hanya cord gitar (dari Dewa-19, Wali Band, Ungu, Hijau Daun, Peterpan, Kangen Band, dan ST12, ada di dalamnya). Dan yang jualan itu adalah Mamang Grandong (sebutan untuk Mang Sam’un; jual-beli rongsok keliling yang difitnah tetangga saya suka menculik anak-anak hanya karena anaknya si tetangga saya agar tidak ikutan beli majalah dewasa dan buku-buku isinya hanya cord gitar sebab anaknya masih kecil).

Yang sekarang saya tidak bisa melacak ke mana Mang Sam’un pergi dan bernasib apa sekarang. Tapi setelah diselidiki, ternyata Kang Zenal tidak mengidolakan sampe mati band ST12, ia justru memilih menjadi fans hidup-hidupnya Charlie Van Houtten, walaupun sebenarnya sudah mengumpulkan banyak buku-buku berisikan cord gitar nyaris di semua album ST12 yang dibelinya di Mang Sam’un.

Karena ketika ST12 yang digawangi Charlie itu pecah menjadi dua; yaitu Setia Band yang kita kenal sekarang dengan vokalisnya masih tetap Charlie, sementara ST12 bertahan dengan format baru; Ilham Febry (Pepep), Muh. Indra Gunawan (Indra), dan Firman Siagian menggantikan posisi Charlie.

Kang Zenal ketahuan berada di barisan Charlie Van Houtten dengan Setia Bandnya, dari pada di belakang Pepep dengan ST12-nya. Dan ia ada dibarisan Setiaku yang lainnya (sebutan fans Setia Band) berfoto bersama di satu konser. Jadi, bisa ditebak bagi Kang Zenal, Charlie adalah nyawa tidak saja di ST12, tetapi juga di setiap lagu-lagunya, termasuk lagu-lagu terbarunya dari Setia Band yang sekarang. Yang kemudian di tahun 2022, Kang Zenal, membuka usaha kecil-kecilan dengan nama “Zenal Setiaku Cell”—sembari pasang foto dirinya bersama Charlie lagi berduaan.

Sungguh setia. Seperti yang ditangkap dari esai-esainya Budi Warsito dalam Trocoh itu, musik membawa seseorang pada interpretasi yang tak mesti sama. Dan Kang Zenal, menyanyikan Putri Iklan dengan suara fals nyambi jualan pulsa, sungguh tidak apa-apa. Ia menghiraukan bulian orang-orang kampung terkait dirinya si paling Charlie.

Padahal, seharusnya, memang setiap fans pada musik jenis apapun itu, sekadar mencintai sosok si penyanyi atau lagu-lagunya dari sebuah grup band, cinta membawa seseorang untuk bergerak; seperti Anton Maiden yang terbang bebas suara falsnya di antara bite-bite musik game. Tapi sayang dibuli hanya karena dianggap aneh; mestikah dunia musik itu menyeramkan? [T]

Penulis: Son Lomri
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bukuesai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Malam Ketika Persib Mengajari Kita tentang Kegigihan

Next Post

Empat Hari yang Mengikat Kebersamaan ─ Cerita Jeda Semester Ganjil di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails

Sugianto Membongkar Bali

by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
0
Sugianto Membongkar Bali

Judul Buku    : Aib Penulis          : I Made Sugianto Penerbit        : Pustaka Ekspresi Cetakan         : Pertama, Januari 2026 Tebal              :...

Read moreDetails

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails
Next Post
Empat Hari yang Mengikat Kebersamaan ─ Cerita Jeda Semester Ganjil di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Empat Hari yang Mengikat Kebersamaan ─ Cerita Jeda Semester Ganjil di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja
Khas

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

by Gading Ganesha
May 2, 2026
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?
Opini

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi
Esai

Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) semestinya tidak terjebak pada rutinitas seremonial yang berulang dan kehilangan makna. Ia perlu dimaknai sebagai...

by Ahmad Fatoni
May 2, 2026
Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Torehkan Prestasi di Ajang Confident 2026
Pendidikan

Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Torehkan Prestasi di Ajang Confident 2026

SUASANA semarak terasa di ajang Confident 2026 yang digelar Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar (STAID) pada 26 April 2026. Kegiatan...

by Dede Putra Wiguna
May 2, 2026
Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi
Esai

Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

Kejadian sekelompok siswi SMA di Purwakarta, Jawa Barat yang merundung gurunya sendiri itu benar-benar tidak manusiawi. Maksudnya, hati siapa yang...

by Dodik Suprayogi
May 2, 2026
Guru Profesional Bekerja Proporsional
Esai

Guru Profesional Bekerja Proporsional

TEMA Hardiknas2026 adalah Menguatkan Partisipasi  Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Frase “partisipasi semesta” pertama muncul melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan...

by I Nyoman Tingkat
May 2, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Mengeja Ulang Arah Pendidikan Kita

TANGGAL 2 Mei adalah hari yang keramat bagi dunia pendidikan Indonesia. Ada suasana yang khas menyelimuti hati para pendidik dan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 2, 2026
‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam
Esai

‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

Di Bali, saya jarang benar-benar melihat orang menganggur. Bahkan ketika tidak ada pekerjaan tetap, selalu saja ada yang dikerjakan. Menyapu...

by Angga Wijaya
May 2, 2026
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini
Budaya

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

by tatkala
May 1, 2026
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’
Khas

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya
Gaya

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

by tatkala
May 1, 2026
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya
Esai

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

by Arief Rahzen
May 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co