24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [43]: Ruang Kuliah Anti Kebohongan

Chusmeru by Chusmeru
December 4, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

RUANGAN atau gedung yang angker hampir ada di setiap tempat. Cerita tentang tempat-tempat angker bukan hanya ada di bangunan tua. Rumah maupun perkantoran yang baru dan modern pun kadang diwarnai dengan cerita mistis. Bukan hanya di Indonesia, cerita menyeramkan tentang ruangan tertentu juga ada di beberapa negara.

Kampus  menjadi tempat yang sering dianggap angker. Apalagi kampus yang sudah berdiri sejak lama. Salah satu kampus di lereng Gunung Slamet ini juga banyak menyimpan cerita misteri. Ada saja kejadian aneh maupun peristiwa menyeramkan di kampus ini.

Ruang kuliah 13 pernah menimbulkan suasana mencekam. Ketika dosen Kusmedi memberikan kuliah, mendadak muncul makhluk gaib yang hadir dalam perkuliahan. Sosok hantu yang ikut kuliah sempat diabadikan dalam ponsel mahasiswa.

Dosen wanita Mita Setiani yang mengajar di ruang 7 menjumpai kejadian yang menakutkan. Muncul dosen tak kasat mata yang mengotak-atik materi kuliahnya di laptop. Mahasiswa sempat histeris dengan munculnya sosok hantu none Belanda di ruang kuliah.

Mahasiswa kesurupan terjadi di ruang 3 saat kuliah Ageng Semesta. Kuliah yang menghadirkan dukun kesenian Ebeg itu diwarnai dengan kesurupan seorang mahasiswa. Ruang kuliah 3 dianggap memiliki aura mistis.

Bukan hanya ruang kuliah, gudang tua di kampus juga menyimpan misteri. Kuliah Dewi Pangesti terhenti saat itu gara-gara terdengar tangisan dari gudang tua. Ternyata di dalam gudang terdapat boneka milik mahasiswa yang meninggal karena kecelakaan di jalanan dekat kampus.

Dosen muda dan cantik Dina Bestiari pernah dibuat gugup dan merinding ketika melintas di sungai kecil dekat ruang kuliah. Ia melihat anak-anak yang bermain di sungai. Wajahnya sangat menyeramkan. Belakangan diketahui, anak-anak itu adalah jelmaan siluman ular yang hidup di sungai kecil itu.

Taman di kampus memiliki cerita misterius bagi mahasiswa yang baru saja diwisuda. Taman itu sering digunakan oleh mahasiswa untuk berfoto selepas wisuda. Namun ternyata taman kampus juga merupakan taman hantu, yaitu hantu ganjil.

Bukan hanya dosen dan mahasiswa yang menjumpai kejadian misterius. Satpam kampus juga pernah melihat hantu perempuan di ruang penyimpanan generator listrik. Anehnya, hantu perempuan itu hanya muncul setiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon jika turun gerimis di sekitar kampus.

Dapur danpantry fakultas menjadi tempat yang angker pula. Beberapa pegawai sering mencium bau gosong dari arah dapur, padahal tidak ada seorang pun yang sedang memasak. Ketika didekati, tampak hantu perempuan yang menyeramkan sedang memasak di dapur.

                                                                        ***

Terpetik kabar, ruang kuliah 9 juga dianggap keramat oleh dosen dan pegawai. Namun belum pernah ada yang membuktikan kekeramatannya. Hanya saja, banyak dosen dan pegawai yang merasakan hawa kurang nyaman ketika berada di dalam ruangan itu.

Kristoper Heri sudah berada di kelas untuk mengajar Komunikasi Lingkungan. Minggu sebelumnya, ia sudah memberi tugas terstruktur kepada mahasiswa. Bentuk tugas berupa makalah tentang kampanye pelestarian lingkungan akibat ulah manusia yang tak lagi peduli pada lingkungan. Kerusakan lingkungan bukan hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga sudah merambah ke pedesaan.

Tugas makalah dikumpulkan di meja dosen. Satu per satu makalah mahasiswa diperiksa dan dibaca Kristoper Heri. Bagus-bagus makalahnya. Mahasiswa sangat kritis memandang kerusakan lingkungan yang masif terjadi. Kristoper Heri senang, itu berarti materi kuliah yang selama ini ia berikan dapat dipahami mahasiswa.

Satu makalah menarik perhatian Kristoper Heri. Makalah milik mahasiswa Riantono Hendarman. Ada yang meragukan dari makalah itu. Gaya bahasa Riantono Hendarman agak berbeda dari kebiasaannya menulis pada tugas yang lain. Kristoper Heri mencurigai Riantono Hendarman mengerjakan tugas makalah dengan bantuan AI atau ChatGPT.

“Ini makalah kamu buat sendiri?” tanya Kristoper Heri yang ragu.

“Iya pak,” jawab Riantono dengan yakin.

Jawaban Riantono Hendarman tidak membuat Kristoper Heri percaya begitu saja. Wajah Riantono tampak seperti menyembunyikan kebohongan. Kristoper Heri tahu persis itu, karena ia juga mengajar Komunikasi Interpersonal yang mempelajari ekspresi nonverbal seseorang. Ekspresi wajah Riantono tidak menunjukkan kesungguhan tentang apa yang dikatakannya.

“Kamu tidak minta bantuan AI ?” tanya Kristoper Heri lagi dengan memperhatikan raut muka Riantono Hendarman.

“Tidak pak..,” jawab Riantono Hendarman yang mulai sedikit grogi karena dicecar pertanyaan.

Kristoper Heri tidak bertanya lagi. Ia tetap ragu dengan makalah yang dibuat Riantono Hendarman. Masih banyak tugas makalah lain yang harus ia baca. Andai pun Riantono berbohong, biarlah dia sendiri yang akan menanggung risikonya.

Riantono Hendarman merasa lega lantaran dosennya tidak lagi mencecar pertanyaan terkait makalah yang dibuatnya. Padahal ia memang berbohong. Kemarin waktunya banyak digunakan untuk bermain game bersama teman kosnya. Malam hari ia baru mengerjakan tugas itu. Dengan terpaksa ia minta bantuan AI untuk menggarap tugas itu. Namun ia malu mengakuinya di hadapan Kristoper Heri. Jika ia mengaku, tentu akan diberikan nilai yang jelek.

Hingga malam hari Riantono Hendarman terus kepikiran tentang pertanyaan dari Kristoper Heri. Semestinya tadi ia tak perlu berbohong. Ia bisa minta maaf kepada dosennya. Mendadak perut Riantono melilit. Ia bergegas ke toilet. Riantono diare. Badannya tiba-tiba demam. Mungkin karena ia terlalu memikirkan kebohongannya.

Bukan hanya sekali Riantono Hendarman ke toilet. Ia mengalami diare hebat dan demam. Tubuhnya lemas. Ia mencoba mengingat apa saja yang ia konsumsi seharian. Riantono tidak mengkonsumsi makanan pedas maupun asam dari pagi hingga sore. Tapi ia diare terus-menerus.

Riantono Hendarman berbaring di tempat tidur. Saat ia memegangi perutnya yang melilit, tiba-tiba muncul sosok makhluk menyeramkan berdiri di sisi ranjang. Perutnya buncit. Matanya lebar. Tampak taring yang panjang dari makhluk itu. Riantono  terkejut bukan kepalang. Demam tubuhnya kini dibarengi dengan menggigil ketakutan.

“Kamu jangan suka bohong di kampus…!!!” bentak makhluk misterius itu.

Riantono Hendarman tidak punya kekuatan untuk menjawab. Ia hanya menganggukan kepala. Makhluk itu masih memandangi dengan sorot mata melotot. Riantono menutupi wajahnya dengan selimut. Makhluk itu sungguh menyeramkan.

                                                                        ***

Kuliah Komunikasi Gender di ruang 9 akan dimulai. Widya Novianti sudah membuka laptopnya. Dosen cantik ini dikenal ceria. Banyak mahasiswa yang menyukainya. Apalagi Widya Novianti juga kerap menceritakan pengalamannya traveling ke berbagai daerah di Indonesia.

Lima belas menit kuliah sudah berlangsung. Mahasiswa memperhatikan dengan serius materi kuliah. Tiba-tiba pintu kelas terbuka. Murtiwati, mahasiswa semester empat datang terlambat. Widya Novianti menghentikan paparan materi kuliah. Ia tidak marah ketika Murtiwati datang terlambat kuliah.

“Kenapa kamu terlambat?” tanya Widya Novianti kepada Murtiwati.

“Maaf, Bu. Tadi jalanan macet,” ujar Murtiwati berbohong.

Widya Novianti hanya tersenyum. Ia tahu Murtiwati berbohong. Kampus tempatnya mengajar berada di kota yang jarang sekali terjadi kemacetan lalu lintas. Kecuali pada pagi hari di jam anak-anak berangkat sekolah. Itu pun hanya terjadi pada perempatan jalan tertentu saja.

Murtiwati memang berbohong. Ia tidak terjebak dalam kemacetan. Apalagi ia mengendarai sepeda motor ke kampus. Murtiwati  memang terlambat bangun tidur. Semalaman ia menonton drama Korea di laptop hingga larut. Ia malu untuk mengakui hal itu. Meski demikian sebenarnya ia juga menyesal harus berbohong kepada dosen yang baik hati itu.

Sepulang kuliah Murtiwati mengalami kejadian aneh. Seluruh tubuhnya terasa gatal. Semakin ia garuk, gatalnya semakin terasa. Padahal selama ini ia tidak pernah menderita penyakit kulit. Bukan hanya gatal di sekujur tubuh, Murtiwati juga terserang demam tinggi. Ia menggigil sambil menahan rasa gatal.

Malam harinya, Murtiwati diserang batuk. Tenggorokannya terasa sakit. Ia minum obat batuk sirup yang dibeli di supermarket dekat tempat kosnya. Namun bukannya sembuh, batuk itu semakin menjadi. Tubuh Murtiwati tak keruan. Gatal, demam, dan batuk.

Lemas dirasakan Murtiwati. Ia mencoba berbaring di ranjang sambil menggaruk-garuk tangan, leher, punggung, perut, dan kakinya yang gatal. Ia tak menyadari saat di sisi ranjang muncul beberapa anak kecil bertelanjang dada. Murtiwati terkejut. Ia bangun dari ranjang.

“Dari mana anak-anak ini muncul?” tanya Murtiwati dalam hati.

Anak-anak kecil itu mengerubuti Murtiwati. Wajah mereka aneh dan menyeramkan. Kulit anak-anak itu merah seperti mengelupas. Murtiwati merasa ngeri dan seram melihat mereka.  Bukan manusia, pasti hantu; pikir Murtiwati. Di tengah rasa sakit dan ketakutannya, salah satu anak kecil itu mendekati Murtiwati.

“Kamu jangan berbohong di ruang kuliah..!!!” bentak makhluk kecil menyeramkan itu.

Murtiwati hanya mampu mengangguk. Tubuhnya tak berdaya menghadapi rasa gatal, batuk, dan hantu anak-anak kecil yang mengerubutinya. Ia merasa heran, mengapa hantu anak kecil itu marah karena ia berbohong kepada dosen saat terlambat datang kuliah. Apakah hantu anak-anak itu penghuni ruang kuliah 9 itu?

Teman-teman kuliah Murtiwati terkejut mendengar cerita tentang penyakit yang diderita dan hantu anak kecil yang mengerubutinya. Mereka menganggap ruang kuliah 9 memang keramat. Orang tidak boleh berbohong di ruangan itu. Kejadian serupa juga menimpa Riantono Hendarman yang menderita diare dan demam tinggi setelah berbohong kepada dosen di ruang 9.

“Makhluk halus penghuni ruang 9 marah karena kamu berbohong kepada dosen. Ruang itu keramat,” ujar Agatha teman kuliah Murtiwati.

Agatha lantas menyarankan Murtiwati agar ia meminta maaf kepada dosen dan teman-teman mahasiswa di depan kelas. Bukan hanya meminta maaf, ia juga diminta untuk tidak berbohong lagi. Jika tidak mau, dikhawatirkan sakit gatal dan batuknya tidak akan cepat sembuh.

Kuliah minggu berikutnya, Murtiwati meminta izin kepada dosen untuk menyampaikan permohonan maaf. Sakit gatal dan batuknya belum sembuh betul. Ia berdiri di depan kelas. Sambil menengadah ke atas ia mengucapkan maaf karena telah berbohong. Seketika ruang kuliah 9 bergetar. Pintu dan jendela ruang kuliah mengeluarkan bunyi keras, seolah penghuni ruangan itu merespons permintaan maaf Murtiwati. Semua merinding. Kuliah dosen Widya Novianti menjadi mencekam.

Hal yang sama dilakukan oleh Riantono Hendarman di ruang 9. Ia memohon izin saat kuliah dosen Kristoper Heri untuk meminta maaf di depan kelas. Riantono memandangi sekeliling kelas dan menengadah ke atas. Ia mengucapkan permintaan maaf dan berjanji tidak akan berbohong lagi. Keanehan yang menyeramkan terjadi.

Terdengar suara gemuruh di atas plafon ruang kuliah. Kristoper Heri dan semua mahasiswa terkejut. Mereka takut plafon ruang kuliah akan runtuh. Namun ketika Riantono selesai mengucapkan permintaan maaf, suara gemuruh itu berhenti. Semua merasa lega. Kristoper Heri selaku dosen mengingatkan kepada mahasiswa untuk selalu berkata jujur. Jangan sekali-kali berbohong kepada dosen dan kepada siapa pun.

Sejak peristiwa aneh dan menyeramkan yang dialami Riantono Hendarman dan Murtiwati, semua dosen, pegawai, dan mahasiswa sepakat memberi nama baru ruang kuliah 9 menjadi “Ruang Anti Kebohongan”. Diharapkan siapa saja tidak berbohong di ruang itu; dan tentunya juga di ruang kuliah lain, dan di seluruh ruangan yang ada di kampus. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita bersambungcerita misterimisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Surat Terbuka kepada Presiden, dan Yang Mewakili Rakyat —Tentang Transmigrasi dan Lain-lain

Next Post

Rakyat, Negara, dan Cermin Kekuasaan

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Tanda Merah di Paha

by Chusmeru
April 16, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

TERLAHIR dengan paras yang cantik sangat disyukuri Paramita Laksmi. Tubuhnya yang ramping dengan rambut hitam lebat membuat penampilannya selalu memikat...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
April 10, 2026
0
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

- Katakan dia akan hidup lagi! - Dia sudah mati! - Dia akan hidup! Bangunkan dia. - Jangan, jangan, dia...

Read moreDetails
Next Post
Rakyat, Negara, dan Cermin Kekuasaan

Rakyat, Negara, dan Cermin Kekuasaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co