2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rakyat, Negara, dan Cermin Kekuasaan

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 4, 2025
in Esai
Rakyat, Negara, dan Cermin Kekuasaan

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

Dalam perjalanan sejarah manusia, negara selalu lahir dari satu sumber yang sama: manusia itu sendiri. Rakyat. Mereka yang berbagi ruang hidup, yang menempati wilayah, yang membangun rumah, menabur benih, dan menciptakan budaya. Negara bukanlah entitas gaib yang turun dari langit, ia tumbuh dari perjumpaan manusia yang kemudian menyepakati cara hidup bersama. Karena itu, rakyat adalah pemilik pertama dan terakhir dari apa yang kita sebut kedaulatan. Kita lupa, atau sengaja dilupakan.

Di banyak tempat, kekuasaan sering mengambil rupa yang berbeda dari amanah awalnya. Ia menjelma menjadi dominasi, bukan pelayanan; menjadi kepentingan pribadi, bukan kepentingan publik. Di titik inilah refleksi menjadi penting—baik bagi para pemimpin yang culas, maupun bagi rakyat yang sering lupa bahwa mereka bukan bawahan, melainkan pemilik perusahaan bernama negara.

Kewenangan yang Terbalik Arah

Seorang pemimpin, menurut teori politik modern, adalah public servant. Pelayan publik. Ia bekerja menggunakan uang rakyat, fasilitas rakyat, dan mandat rakyat. Gajinya bukan hadiah, tapi upah untuk melayani. Kekuasaan bukan hak milik, tetapi pinjaman yang harus dikembalikan dalam keadaan baik.

Namun realitas politik menunjukkan sesuatu yang sering kali terbalik. Pemimpin yang seharusnya melayani, justru minta dilayani. Yang seharusnya mewakili bangsa, malah mewakili kelompoknya. Yang seharusnya menjaga amanah, malah memperkaya diri. Di sinilah culas itu tumbuh: ketika kekuasaan tidak lagi tampak sebagai tugas, melainkan sebagai hak istimewa.

Para penguasa culas lupa satu hal: kursi kekuasaan hanyalah singgasana sementara. Setiap pemimpin, betapapun kuatnya, akan tumbang oleh waktu, oleh pemilu, atau oleh sejarah. Sejarah manusia selalu mencatat pemimpin culas dengan tinta gelap—mulai dari tirani kecil yang memanipulasi anggaran sampai para diktator besar yang menindas bangsanya sendiri. Tak seorang pun berkahir baik ketika kekuasaan dipeluk sebagai milik pribadi.

Rakyat: Pemilik Negara yang Sering Terlupa

Sebaliknya, rakyat sering terjebak dalam dua kutub ekstrem: terlalu tunduk atau terlalu arogan. Terlalu tunduk menyebabkan mereka pasrah; terlalu arogan menjadikan mereka ingin menggantikan tirani dengan tirani baru.

Kedaulatan rakyat bukan tentang berteriak “kami yang berkuasa”. Kedaulatan rakyat adalah kesadaran tenang bahwa negara ini berjalan dengan mandat kita. Kita bukan penguasa, bukan pejabat, tapi pemilik yang menata arah. Dengan kesadaran itu, kita tidak perlu arogan. Tidak perlu menjadi kasar, tidak perlu merasa superior. Kita cukup sadar bahwa suara kita menentukan arah bangsa.

Menjadi pemilik negara bukan berarti merasa lebih hebat dari aparat atau pemimpin. Bukan pula memandang pemerintah sebagai musuh. Justru sebaliknya: rakyat adalah komisaris utama, dan pemerintah adalah direksi. Hubungan yang sehat terjadi ketika keduanya saling menghormati, menjalankan fungsi, dan mengingat tanggung jawabnya masing-masing.

Cermin bagi Para Pemimpin Culas

Untuk para pemimpin yang lupa diri, ada beberapa cermin yang perlu dilihat:

1. Kekuasaan adalah mandat, bukan warisan

Tak ada satu pun pemimpin di negeri ini yang duduk di kursi tanpa dipilih, ditunjuk, atau diangkat oleh proses yang lahir dari rakyat. Sebesar apa pun kekuasaan itu, ia tidak berasal dari diri sendiri.

2. Rakyat tidak bodoh

Sejarah membuktikan bahwa rakyat selalu menemukan caranya sendiri. Pemimpin culas mungkin menang pada satu atau dua pemilu, mungkin memperdaya publik dalam beberapa tahun, tetapi pada akhirnya, rakyat selalu menemukan momentum untuk menegakkan etika politik.

3. Keberhasilan seorang pemimpin terletak pada kesejahteraan rakyat

Bukan pada panjangnya masa jabatan. Bukan pada kemegahan proyek. Bukan pada pencitraan di media sosial. Tetapi pada kemampuan membuat hidup orang banyak menjadi lebih mudah, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat.

4. Namamu akan dikenang, baik atau buruk

Pemimpin mesti mengingat satu hal sederhana: bangunan, jalan, tugu, dapat roboh; tetapi ingatan rakyat tidak. Dan sejarah tidak pernah tidur.

Cermin bagi Rakyat yang Memegang Kedaulatan

Kita pun sebagai rakyat perlu berkaca:

1. Kedaulatan tidak berarti kesombongan

Menjadi pemilik negara bukan berarti bebas menghina aparat, mencaci pemimpin, atau memecah masyarakat. Kedaulatan berarti tanggung jawab moral untuk tetap beradab.

2. Demokrasi membutuhkan literasi

Jika rakyat tidak memahami politik, maka suara mereka mudah dimanipulasi. Literasi politik atau lebih tepatnya political amareness adalah dasar kedaulatan yang sesungguhnya.

3. Jangan hanya menuntut, tetapi juga terlibat

Negara tidak bisa berjalan hanya dengan kritikan. Keterlibatan diperlukan—mulai dari menjaga fasilitas umum, membayar pajak dengan benar, hingga aktif dalam organisasi masyarakat yang kritis, tanpa alunan lagu maju tak gentar membela yang bayar.

4. Rakyat yang kuat melahirkan pemimpin yang baik

Pemimpin culas tumbuh subur dalam masyarakat yang mudah dibohongi, mudah dipecah, atau mudah disogok. Membangun masyarakat yang kuat adalah cara paling efektif mencegah tumbuhnya tirani.

Negara Adalah Cermin Kita

Pada akhirnya, negara adalah cermin besar. Ia memantulkan wajah rakyat maupun pemimpin. Jika cermin itu keruh, kita semua ikut kusam. Jika cermin itu jernih, kita semua tampak lebih baik.

Pemimpin culas harus sadar bahwa kekuasaan adalah amanah yang menuntut pertanggungjawaban, bukan panggung untuk memamerkan kekuasaan dan timbunan harta. Rakyat pun harus sadar bahwa kedaulatan bukan alasan untuk arogan. Kedaulatan justru menuntut kedewasaan.

Negara yang sehat lahir dari pemimpin yang melayani dan rakyat yang sadar diri. Keduanya berjalan berdampingan, bukan saling merendahkan. Di tengah kebisingan politik hari ini, mungkin inilah waktu terbaik untuk kembali melihat cermin itu. Merenung sejenak. Menata ulang. Mengingat kembali siapa kita, dari mana negara ini lahir, dan untuk apa ia kita bangun bersama. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: kekuasaankepemimpinannegararakyat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [43]: Ruang Kuliah Anti Kebohongan

Next Post

Pameran ‘BUMI’ di Surabaya: Ajak Publik Menyentuh Ulang Hubungan Manusia dan Tanah

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Pameran ‘BUMI’ di Surabaya: Ajak Publik Menyentuh Ulang Hubungan Manusia dan Tanah

Pameran 'BUMI' di Surabaya: Ajak Publik Menyentuh Ulang Hubungan Manusia dan Tanah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co