23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surat Terbuka kepada Presiden, dan Yang Mewakili Rakyat —Tentang Transmigrasi dan Lain-lain

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
December 3, 2025
in Esai
Surat Terbuka kepada Presiden, dan Yang Mewakili Rakyat —Tentang Transmigrasi dan Lain-lain

Ilustrasi tatkala.co | dibuat dengan Canva

Tentang Transmigrasi

Masifnya pembangunan di Bali, seiring bertambahnya penduduk Bali, menghadirkan wacana program transmigrasi (perpindahan penduduk antar pulau) oleh negara yang dipimpin Presiden yang diwacanakan oleh salah satu menterinya.

Presiden sebagai pimpinan tertinggi Republik Indonesia, yang dipilih langsung untuk mewakili rakyat Indonesia memang berkewajiban untuk mencari solusi atas segala permasalahan yang terjadi di Indonesia, yang menimpa warga negara Indonesia, dimanapun berada.

Bali, sebagai pulau bagian dari Indonesia, telah lama menjadi titik tumpuan, bagi orang-orang dari seluruh Indonesia, dan luar Indonesia untuk hidup, dan menjalani kehidupan. Hal ini juga terjadi pada kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan lain-lain.

Itu adalah kondisi alami bagi alam kehidupan di bumi, yang memerlukan tanah, air, api, udara dan ruang kosong untuk menjalani hidup dan kehidupannya.

Seperti halnya sebuah lampu yang terang, pastilah banyak orang ingin diterangi, seperti gula, pastilah banyak semut yang ingin mengecap manisnya.

Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terhormat, perwakilan tunggal tertinggi, disamping perwakilan tertinggi bersama (DPR,MPR DPD) yang sulit disatukan bentuk keterwakilannya bagi rakyat Indonesia, ijinkan saya sebagai rakyat biasa berpendapat bahwa:

1.Persoalan satu daerah, misalnya pulau Bali, Jakarta, Surabaya, Yogya dan yang lain, tidak semuanya sama dan seragam, tergantung kondisi alamnya (palemahan), manusia (pawongan), dan keyakinannya (pahyangan).

2. Segala persoalan yang ada, biasanya sangat tergantung dengan manusianya, yang terkait dengan keyakinannya, akan mempengaruhi alamnya.

3.⁠ ⁠Yang dipercaya untuk mewakili rakyat dari tingkatan terendah sampai tertinggi, baik tunggal maupun jamak, semestinya mengelola dan menata negara mulai dari manusianya, dengan keyakinannya yang akan berimplikasi pada keharmonisan hubungan dengan manusia lain, dengan keyakinan yang lain, pada akhirnya akan tervibrasi pada alam.

3.⁠ ⁠Yang dipercaya untuk mewakili rakyat dari tingkatan terendah sampai tertinggi, baik tunggal maupun jamak, semestinya mengelola dan menata negara mulai dari manusianya, dengan keyakinannya yang akan berimplikasi pada keharmonisan hubungan dengan manusia lain, dengan keyakinan yang lain, pada akhirnya akan tervibrasi pada alam.

Lima Keyakinan Dasar

Leluhur Bali, Indonesia, dan Bumi, pastilah telah meletakkan dasar-dasar pengetahuan bagi manusia lewat agama, dan keyakinan yang lain, untuk hidup secara harmonis, dengan alam dan sesamanya. Contohnya di Bali, leluhur kami mengajarkan dasar keyakinan yang disebut Panca Sradha(Lima Dasar Keyakinan): Brahman (keyakinan pada Tuhan sebagai pencipta dan pemilik alam semesta) Atman (keyakinan akan adanya percikan Tuhan, roh, Nur pada semua mahluk dan semua yang ada), Purnarbawa (keyakinan adanya kelahiran kembali roh dalam wadah/ badan), Karma Pala (keyakinan akan adanya hukum sebab dan akibat) dan Moksa (keyakinan akan adanya kebahagiaan tertinggi di alam material maupun spiritual).

Keyakinan dasar inilah yang menjadikan orang-orang Bali mudah menerima kehadiran warga lain yang juga memiliki dasar keyakinan yang sama. Keterbukaan orang-orang Bali rupanya telah banyak dimanfaatkan orang-orang yang mewakili rakyat Bali dan Indonesia dan orang-orang yang mewakili dirinya sendiri, untuk menghancurkan keyakinan dasar rakyat Bali, sehingga menjadikan alam Bali rusak. Rusaknya alam Bali juga menjadi cerminan rusaknya manusia Bali dan keyakinan orang Bali dan yang tinggal di Bali.

Transmigrasi

Mentransmigrasikan/memindahkan orang Bali ke pulau lain bukanlah solusi yang bijak, karena berpotensi membenturkan orang Bali dengan keyakinannya, dengan orang pulau tersebut dengan keyakinannya.

Bali, sama seperti daerah lain di Indonesia, juga di belahan dunia lainnya. Tetapi mumpung Bali relatif kecil yang jumlah penduduknya sekitar 5 jutaan bisa dijadikan contoh dan percontohan untuk mengelola dan menata Indonesia kembali.

Bali Tradisional

Orang-orang Bali Tradisional sangat terikat dengan tanah sebagai tempat tinggal, keluarga, kekerabatannya, dan pada tempat sucinya, sebagai bentuk pengejawantahan 5 keyakinan dasar yang terdekat, terlihat, tercium, terdengar, tercecap, tersentuh, terasa dan terpikirkan.

Orang-orang Bali Modern tidak terlalu terikat dengan tempat sucinya (karena berkeyakinan tempat suci bukan saja bersifat material, tapi juga spiritual, bisa di mana-mana). Orang-orang Bali ini sudah hidup nyaman harmanonis tersebar di seluruh Nusantara dan Dunia.

Banyak juga orang Bali Antara (antara modern dan tradisional, antara orang Bali, nusantara dan asing)

Orang-orang Bali antara ini kehidupannya lebih fleksibel, karena suatu saat bisa menjadi orang dalam, bisa menjadi luar, tergantung kepentingannya.

Disinilah titik krusial rusaknya alam Bali, juga daerah lain. Adanya manusia-manusia siluman yang bisa menjadi orang dalam dan luar, dengan “keyakinan”‘ tak jelas mengikuti kepentingan yang keinginanannnya yang tanpa batas. Sialnya orang-orang seperti ini kebal hukum karena berlindung di balik negara, melalui jabatan sampai pensiunan dan kekuatan politik dan strategi.

Negara Harus Tegas

Banyak bencana alam yang terjadi di Indonesia, karena alam, karena kebijakan juga kejahatan yang berlindung di balik kebijaksanaan.

Jadi Bapak Presiden, dan semua yang mewakili rakyat, kelola dan tatalah rakyat yang diwakili dengan hati-hati, seksama dan bijaksana.

Jangan lukai hati rakyat dengan pikiran dan kata dan perbuatan yang merugikan rakyat dan diri sendiri sebagai wakil rakyat.

Sadarlah semua artha, tanah yang kalian miliki dan kuasai sesungguhnya juga milik dan hak rakyat, yang dititipi untuk ditata dan dikelola, untuk kepentingan dan kebaikan bersama.

Mari belajar pada kearifan suku Bali Kuna, Badui, Tengger, Minangkau, Sumba, Kalimantan, dan lain-lain, yang menjaga, memelihara menghormati dan menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan yang harus dikelola, dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai kewajiban untuk mendapat hak atasnya.

Tegaskan kepemilikan dan penguasaan atas alam, tanah dan air, terletak pada negara sebagai perwakilan rakyat Indonesia, dan bagian-bagian negara sampai yang terkecil. Siapapun, presiden, DPR, atau yang mewakili rakyat hanya berhak mengelola bukan pemilik yang bisa memperjual belikan.

Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru, salam Mas Ruscitadewi. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor:Adnyana Ole

Tags: baliorang balitransmigrasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wanprestasi Pihak dalam Akta Autentik dan Pilihan Hukum  Penyelesaian Sengketa

Next Post

Kampusku Sarang Hantu [43]: Ruang Kuliah Anti Kebohongan

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails
Next Post
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Kampusku Sarang Hantu [43]: Ruang Kuliah Anti Kebohongan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co