23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surat Terbuka kepada Presiden, dan Yang Mewakili Rakyat —Tentang Transmigrasi dan Lain-lain

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
December 3, 2025
in Esai
Surat Terbuka kepada Presiden, dan Yang Mewakili Rakyat —Tentang Transmigrasi dan Lain-lain

Ilustrasi tatkala.co | dibuat dengan Canva

Tentang Transmigrasi

Masifnya pembangunan di Bali, seiring bertambahnya penduduk Bali, menghadirkan wacana program transmigrasi (perpindahan penduduk antar pulau) oleh negara yang dipimpin Presiden yang diwacanakan oleh salah satu menterinya.

Presiden sebagai pimpinan tertinggi Republik Indonesia, yang dipilih langsung untuk mewakili rakyat Indonesia memang berkewajiban untuk mencari solusi atas segala permasalahan yang terjadi di Indonesia, yang menimpa warga negara Indonesia, dimanapun berada.

Bali, sebagai pulau bagian dari Indonesia, telah lama menjadi titik tumpuan, bagi orang-orang dari seluruh Indonesia, dan luar Indonesia untuk hidup, dan menjalani kehidupan. Hal ini juga terjadi pada kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan lain-lain.

Itu adalah kondisi alami bagi alam kehidupan di bumi, yang memerlukan tanah, air, api, udara dan ruang kosong untuk menjalani hidup dan kehidupannya.

Seperti halnya sebuah lampu yang terang, pastilah banyak orang ingin diterangi, seperti gula, pastilah banyak semut yang ingin mengecap manisnya.

Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terhormat, perwakilan tunggal tertinggi, disamping perwakilan tertinggi bersama (DPR,MPR DPD) yang sulit disatukan bentuk keterwakilannya bagi rakyat Indonesia, ijinkan saya sebagai rakyat biasa berpendapat bahwa:

1.Persoalan satu daerah, misalnya pulau Bali, Jakarta, Surabaya, Yogya dan yang lain, tidak semuanya sama dan seragam, tergantung kondisi alamnya (palemahan), manusia (pawongan), dan keyakinannya (pahyangan).

2. Segala persoalan yang ada, biasanya sangat tergantung dengan manusianya, yang terkait dengan keyakinannya, akan mempengaruhi alamnya.

3.⁠ ⁠Yang dipercaya untuk mewakili rakyat dari tingkatan terendah sampai tertinggi, baik tunggal maupun jamak, semestinya mengelola dan menata negara mulai dari manusianya, dengan keyakinannya yang akan berimplikasi pada keharmonisan hubungan dengan manusia lain, dengan keyakinan yang lain, pada akhirnya akan tervibrasi pada alam.

3.⁠ ⁠Yang dipercaya untuk mewakili rakyat dari tingkatan terendah sampai tertinggi, baik tunggal maupun jamak, semestinya mengelola dan menata negara mulai dari manusianya, dengan keyakinannya yang akan berimplikasi pada keharmonisan hubungan dengan manusia lain, dengan keyakinan yang lain, pada akhirnya akan tervibrasi pada alam.

Lima Keyakinan Dasar

Leluhur Bali, Indonesia, dan Bumi, pastilah telah meletakkan dasar-dasar pengetahuan bagi manusia lewat agama, dan keyakinan yang lain, untuk hidup secara harmonis, dengan alam dan sesamanya. Contohnya di Bali, leluhur kami mengajarkan dasar keyakinan yang disebut Panca Sradha(Lima Dasar Keyakinan): Brahman (keyakinan pada Tuhan sebagai pencipta dan pemilik alam semesta) Atman (keyakinan akan adanya percikan Tuhan, roh, Nur pada semua mahluk dan semua yang ada), Purnarbawa (keyakinan adanya kelahiran kembali roh dalam wadah/ badan), Karma Pala (keyakinan akan adanya hukum sebab dan akibat) dan Moksa (keyakinan akan adanya kebahagiaan tertinggi di alam material maupun spiritual).

Keyakinan dasar inilah yang menjadikan orang-orang Bali mudah menerima kehadiran warga lain yang juga memiliki dasar keyakinan yang sama. Keterbukaan orang-orang Bali rupanya telah banyak dimanfaatkan orang-orang yang mewakili rakyat Bali dan Indonesia dan orang-orang yang mewakili dirinya sendiri, untuk menghancurkan keyakinan dasar rakyat Bali, sehingga menjadikan alam Bali rusak. Rusaknya alam Bali juga menjadi cerminan rusaknya manusia Bali dan keyakinan orang Bali dan yang tinggal di Bali.

Transmigrasi

Mentransmigrasikan/memindahkan orang Bali ke pulau lain bukanlah solusi yang bijak, karena berpotensi membenturkan orang Bali dengan keyakinannya, dengan orang pulau tersebut dengan keyakinannya.

Bali, sama seperti daerah lain di Indonesia, juga di belahan dunia lainnya. Tetapi mumpung Bali relatif kecil yang jumlah penduduknya sekitar 5 jutaan bisa dijadikan contoh dan percontohan untuk mengelola dan menata Indonesia kembali.

Bali Tradisional

Orang-orang Bali Tradisional sangat terikat dengan tanah sebagai tempat tinggal, keluarga, kekerabatannya, dan pada tempat sucinya, sebagai bentuk pengejawantahan 5 keyakinan dasar yang terdekat, terlihat, tercium, terdengar, tercecap, tersentuh, terasa dan terpikirkan.

Orang-orang Bali Modern tidak terlalu terikat dengan tempat sucinya (karena berkeyakinan tempat suci bukan saja bersifat material, tapi juga spiritual, bisa di mana-mana). Orang-orang Bali ini sudah hidup nyaman harmanonis tersebar di seluruh Nusantara dan Dunia.

Banyak juga orang Bali Antara (antara modern dan tradisional, antara orang Bali, nusantara dan asing)

Orang-orang Bali antara ini kehidupannya lebih fleksibel, karena suatu saat bisa menjadi orang dalam, bisa menjadi luar, tergantung kepentingannya.

Disinilah titik krusial rusaknya alam Bali, juga daerah lain. Adanya manusia-manusia siluman yang bisa menjadi orang dalam dan luar, dengan “keyakinan”‘ tak jelas mengikuti kepentingan yang keinginanannnya yang tanpa batas. Sialnya orang-orang seperti ini kebal hukum karena berlindung di balik negara, melalui jabatan sampai pensiunan dan kekuatan politik dan strategi.

Negara Harus Tegas

Banyak bencana alam yang terjadi di Indonesia, karena alam, karena kebijakan juga kejahatan yang berlindung di balik kebijaksanaan.

Jadi Bapak Presiden, dan semua yang mewakili rakyat, kelola dan tatalah rakyat yang diwakili dengan hati-hati, seksama dan bijaksana.

Jangan lukai hati rakyat dengan pikiran dan kata dan perbuatan yang merugikan rakyat dan diri sendiri sebagai wakil rakyat.

Sadarlah semua artha, tanah yang kalian miliki dan kuasai sesungguhnya juga milik dan hak rakyat, yang dititipi untuk ditata dan dikelola, untuk kepentingan dan kebaikan bersama.

Mari belajar pada kearifan suku Bali Kuna, Badui, Tengger, Minangkau, Sumba, Kalimantan, dan lain-lain, yang menjaga, memelihara menghormati dan menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan yang harus dikelola, dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai kewajiban untuk mendapat hak atasnya.

Tegaskan kepemilikan dan penguasaan atas alam, tanah dan air, terletak pada negara sebagai perwakilan rakyat Indonesia, dan bagian-bagian negara sampai yang terkecil. Siapapun, presiden, DPR, atau yang mewakili rakyat hanya berhak mengelola bukan pemilik yang bisa memperjual belikan.

Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru, salam Mas Ruscitadewi. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor:Adnyana Ole

Tags: baliorang balitransmigrasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wanprestasi Pihak dalam Akta Autentik dan Pilihan Hukum  Penyelesaian Sengketa

Next Post

Kampusku Sarang Hantu [43]: Ruang Kuliah Anti Kebohongan

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Kampusku Sarang Hantu [43]: Ruang Kuliah Anti Kebohongan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co