2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surat Terbuka kepada Presiden, dan Yang Mewakili Rakyat —Tentang Transmigrasi dan Lain-lain

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
December 3, 2025
in Esai
Surat Terbuka kepada Presiden, dan Yang Mewakili Rakyat —Tentang Transmigrasi dan Lain-lain

Ilustrasi tatkala.co | dibuat dengan Canva

Tentang Transmigrasi

Masifnya pembangunan di Bali, seiring bertambahnya penduduk Bali, menghadirkan wacana program transmigrasi (perpindahan penduduk antar pulau) oleh negara yang dipimpin Presiden yang diwacanakan oleh salah satu menterinya.

Presiden sebagai pimpinan tertinggi Republik Indonesia, yang dipilih langsung untuk mewakili rakyat Indonesia memang berkewajiban untuk mencari solusi atas segala permasalahan yang terjadi di Indonesia, yang menimpa warga negara Indonesia, dimanapun berada.

Bali, sebagai pulau bagian dari Indonesia, telah lama menjadi titik tumpuan, bagi orang-orang dari seluruh Indonesia, dan luar Indonesia untuk hidup, dan menjalani kehidupan. Hal ini juga terjadi pada kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan lain-lain.

Itu adalah kondisi alami bagi alam kehidupan di bumi, yang memerlukan tanah, air, api, udara dan ruang kosong untuk menjalani hidup dan kehidupannya.

Seperti halnya sebuah lampu yang terang, pastilah banyak orang ingin diterangi, seperti gula, pastilah banyak semut yang ingin mengecap manisnya.

Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terhormat, perwakilan tunggal tertinggi, disamping perwakilan tertinggi bersama (DPR,MPR DPD) yang sulit disatukan bentuk keterwakilannya bagi rakyat Indonesia, ijinkan saya sebagai rakyat biasa berpendapat bahwa:

1.Persoalan satu daerah, misalnya pulau Bali, Jakarta, Surabaya, Yogya dan yang lain, tidak semuanya sama dan seragam, tergantung kondisi alamnya (palemahan), manusia (pawongan), dan keyakinannya (pahyangan).

2. Segala persoalan yang ada, biasanya sangat tergantung dengan manusianya, yang terkait dengan keyakinannya, akan mempengaruhi alamnya.

3.⁠ ⁠Yang dipercaya untuk mewakili rakyat dari tingkatan terendah sampai tertinggi, baik tunggal maupun jamak, semestinya mengelola dan menata negara mulai dari manusianya, dengan keyakinannya yang akan berimplikasi pada keharmonisan hubungan dengan manusia lain, dengan keyakinan yang lain, pada akhirnya akan tervibrasi pada alam.

3.⁠ ⁠Yang dipercaya untuk mewakili rakyat dari tingkatan terendah sampai tertinggi, baik tunggal maupun jamak, semestinya mengelola dan menata negara mulai dari manusianya, dengan keyakinannya yang akan berimplikasi pada keharmonisan hubungan dengan manusia lain, dengan keyakinan yang lain, pada akhirnya akan tervibrasi pada alam.

Lima Keyakinan Dasar

Leluhur Bali, Indonesia, dan Bumi, pastilah telah meletakkan dasar-dasar pengetahuan bagi manusia lewat agama, dan keyakinan yang lain, untuk hidup secara harmonis, dengan alam dan sesamanya. Contohnya di Bali, leluhur kami mengajarkan dasar keyakinan yang disebut Panca Sradha(Lima Dasar Keyakinan): Brahman (keyakinan pada Tuhan sebagai pencipta dan pemilik alam semesta) Atman (keyakinan akan adanya percikan Tuhan, roh, Nur pada semua mahluk dan semua yang ada), Purnarbawa (keyakinan adanya kelahiran kembali roh dalam wadah/ badan), Karma Pala (keyakinan akan adanya hukum sebab dan akibat) dan Moksa (keyakinan akan adanya kebahagiaan tertinggi di alam material maupun spiritual).

Keyakinan dasar inilah yang menjadikan orang-orang Bali mudah menerima kehadiran warga lain yang juga memiliki dasar keyakinan yang sama. Keterbukaan orang-orang Bali rupanya telah banyak dimanfaatkan orang-orang yang mewakili rakyat Bali dan Indonesia dan orang-orang yang mewakili dirinya sendiri, untuk menghancurkan keyakinan dasar rakyat Bali, sehingga menjadikan alam Bali rusak. Rusaknya alam Bali juga menjadi cerminan rusaknya manusia Bali dan keyakinan orang Bali dan yang tinggal di Bali.

Transmigrasi

Mentransmigrasikan/memindahkan orang Bali ke pulau lain bukanlah solusi yang bijak, karena berpotensi membenturkan orang Bali dengan keyakinannya, dengan orang pulau tersebut dengan keyakinannya.

Bali, sama seperti daerah lain di Indonesia, juga di belahan dunia lainnya. Tetapi mumpung Bali relatif kecil yang jumlah penduduknya sekitar 5 jutaan bisa dijadikan contoh dan percontohan untuk mengelola dan menata Indonesia kembali.

Bali Tradisional

Orang-orang Bali Tradisional sangat terikat dengan tanah sebagai tempat tinggal, keluarga, kekerabatannya, dan pada tempat sucinya, sebagai bentuk pengejawantahan 5 keyakinan dasar yang terdekat, terlihat, tercium, terdengar, tercecap, tersentuh, terasa dan terpikirkan.

Orang-orang Bali Modern tidak terlalu terikat dengan tempat sucinya (karena berkeyakinan tempat suci bukan saja bersifat material, tapi juga spiritual, bisa di mana-mana). Orang-orang Bali ini sudah hidup nyaman harmanonis tersebar di seluruh Nusantara dan Dunia.

Banyak juga orang Bali Antara (antara modern dan tradisional, antara orang Bali, nusantara dan asing)

Orang-orang Bali antara ini kehidupannya lebih fleksibel, karena suatu saat bisa menjadi orang dalam, bisa menjadi luar, tergantung kepentingannya.

Disinilah titik krusial rusaknya alam Bali, juga daerah lain. Adanya manusia-manusia siluman yang bisa menjadi orang dalam dan luar, dengan “keyakinan”‘ tak jelas mengikuti kepentingan yang keinginanannnya yang tanpa batas. Sialnya orang-orang seperti ini kebal hukum karena berlindung di balik negara, melalui jabatan sampai pensiunan dan kekuatan politik dan strategi.

Negara Harus Tegas

Banyak bencana alam yang terjadi di Indonesia, karena alam, karena kebijakan juga kejahatan yang berlindung di balik kebijaksanaan.

Jadi Bapak Presiden, dan semua yang mewakili rakyat, kelola dan tatalah rakyat yang diwakili dengan hati-hati, seksama dan bijaksana.

Jangan lukai hati rakyat dengan pikiran dan kata dan perbuatan yang merugikan rakyat dan diri sendiri sebagai wakil rakyat.

Sadarlah semua artha, tanah yang kalian miliki dan kuasai sesungguhnya juga milik dan hak rakyat, yang dititipi untuk ditata dan dikelola, untuk kepentingan dan kebaikan bersama.

Mari belajar pada kearifan suku Bali Kuna, Badui, Tengger, Minangkau, Sumba, Kalimantan, dan lain-lain, yang menjaga, memelihara menghormati dan menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan yang harus dikelola, dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai kewajiban untuk mendapat hak atasnya.

Tegaskan kepemilikan dan penguasaan atas alam, tanah dan air, terletak pada negara sebagai perwakilan rakyat Indonesia, dan bagian-bagian negara sampai yang terkecil. Siapapun, presiden, DPR, atau yang mewakili rakyat hanya berhak mengelola bukan pemilik yang bisa memperjual belikan.

Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru, salam Mas Ruscitadewi. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor:Adnyana Ole

Tags: baliorang balitransmigrasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wanprestasi Pihak dalam Akta Autentik dan Pilihan Hukum  Penyelesaian Sengketa

Next Post

Kampusku Sarang Hantu [43]: Ruang Kuliah Anti Kebohongan

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Kampusku Sarang Hantu [43]: Ruang Kuliah Anti Kebohongan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co