24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ridwan Malik dan ‘Ajengan Anjing’: Ketika Anjing Menjadi Cermin Kemanusiaan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 5, 2025
in Khas
Ridwan Malik dan ‘Ajengan Anjing’: Ketika Anjing Menjadi Cermin Kemanusiaan

Peluncuran buku ‘Ajengan Anjing’ di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

“Habis nulis novel ini, saya langsung tipes dua minggu.”

Begitulah celetuk Ridwan Malik di tengah-tengah diskusi, disambut tawa hangat audiens yang memenuhi Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, Sabtu pagi, 1 November 2025. Kalimat yang ringan namun jujur itu mencairkan suasana peluncuran novel Ajengan Anjing dalam rangkaian Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025. Acara yang dimoderatori oleh Dewi Setiawan itu menghadirkan suasana akrab dan reflektif ─ seperti buku Ridwan sendiri.

Ridwan Malik adalah penulis muda asal Garut, Jawa Barat. Lulusan Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini kini aktif sebagai editor di media daring Hanya Wacana, sekaligus mengelola penerbit kecil Maliré. Ia merupakan salah satu dari sepuluh emerging writers terpilih UWRF 2025. Ajengan Anjing, novel perdananya, telah masuk dalam daftar panjang penerima Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 dan baru saja meraih penghargaan sastra dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kategori novel.

Sebelum sesi peluncuran dimulai, audiens diajak menonton sebuah video dokumenter pendek tentang Hesti Sutrisno ─ seorang perempuan Muslimah bercadar yang membuka tempat penampungan anjing di belakang rumahnya. Aksi Hesti sempat menuai kontroversi dan penggerebekan oleh ormas serta aparat, karena dianggap melanggar norma agama.

Suasana ketika pemutaran video tentang Hesti Sutrisno │Foto: tatkala.co/Dede

“Salah satunya, karena kejadian itu saya menulis novel ini,” ungkap Ridwan.

“Selain itu, saya memang suka anjing. Saya juga melihara anjing. Suatu waktu saya pulang kuliah, anjing saya nggak ada dua hari. Tiba-tiba ada orang bilang melihat anjing saya di kebun cengkeh, dan sudah mati karena diracun. Jadi, rasanya pengen marah-marah, dan akhirnya tersampaikan lewat buku ini,” jelasnya.

Novel Ajengan Anjing sendiri mengisahkan tentang Harak, seekor anjing kampung milik buruh tani yang di detik-detik terakhir hidupnya menyaksikan kembali perjalanan hidupnya. Melalui ingatan Harak, pembaca diajak menelusuri kehidupan di pesantren Bahrul Ulum, sosok Mama Aleh yang disegani, hari-hari di kebun milik Haji Adung bersama Madsahdi, hingga sore-sore tenang di pematang sawah. Dari kehidupan seekor anjing, Ridwan menyingkap gagasan besar tentang kasih, kemanusiaan, dan keberkahan hidup yang sederhana.

“Ajengan itu kata dalam Bahasa Sunda, artinya sepadan dengan ‘kyai’,” terang Ridwan.

“Dalam buku ini, saya mau memposisikan anjing sebagai pembanding realitas kehidupan. Dikisahkan ada seorang kyai yang memelihara anjing, di saat banyak orang menganggap anjing kotor dan najis. ‘Masak ahli ibadah melihara anjing?’ Dari situ saya ingin menguji cara kita memandang kesucian dan kasih,” tambahnya.

Ridwan Malik (kiri) & Dewi Setiawan (kanan) │Foto: tatkala.co/Dede

Sebelum menulis, Ridwan sempat meminta izin kepada tokoh agama di daerahnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Kyai saya mendukung. Katanya, orang Muslim itu harus progresif, seperti Gus Dur, Gus Mus, dan yang lainnya. Nggak ada batasan,” ujarnya.

Novel ini juga menarik karena menggunakan sudut pandang Harak, si anjing. Dewi Setiawan, sang moderator, mengaku terkesan dengan pilihan tersebut. “Waktu baca buku ini, saya sedikit merasa seperti Nabi Sulaiman. Jadi bisa mengerti bahasa hewan. Seolah-olah cerita ini memang disampaikan langsung oleh Harak,” katanya.

“Bagi saya, anjing itu nggak pernah berkhianat,” ujar Ridwan singkat, menegaskan simpati mendalam yang menjadi inti novelnya.

Ridwan sendiri mengakui, proses penulisan novel Ajengan Anjing cukup panjang dan melelahkan.

“Kejadian Hesti Sutrisno itu Maret 2021, sementara anjing saya mati sekitar Januari atau Februari 2021. Setelah itu, saya menulis selama enam bulan sampai akhir tahun. Lalu saya biarkan saja selama 2022, nggak saya sentuh sama sekali. Suatu waktu, ada sayembara novel DKJ 2023, akhirnya saya buka lagi naskahnya, saya edit ulang, dan banyak yang dibenerin. Tapi waktu itu belum berhasil,” kenang Ridwan.

Kesempatan baru datang pada November 2024. Seorang teman di penerbit Maliré mengusulkan agar naskah tersebut diterbitkan. “Akhirnya kami putuskan untuk terbitkan buku ini. Waktu itu juga kebetulan sedang banyak acara penghargaan, jadi sekalian kami ikutkan. Dan, nggak nyangka bisa sampai sejauh ini,” jelasnya.

“Habis nulis novel ini, saya langsung tipes, dirawat di rumah sakit selama dua minggu. Karena saya tidur hanya setelah salat subuh, zuhur bangun terus nulis. Gitu aja terus selama enam bulan,” kata Ridwan, disambut tawa penonton.

Salah satu audiens bertanya pada sesi diskusi │Foto: tatkala.co/Dede

Di penghujung acara, Ridwan turut menyampaikan harapannya untuk Ajengan Anjing. “Harapan saya, semoga Harak bisa bercerita ke lebih banyak orang lagi. Mungkin melintasi pulau dulu, berkeliling membawa kisahnya.”

Tak hanya itu, ia juga mengabarkan bahwa kini tengah menyusun draf novel keduanya. “Ditunggu saja kelanjutannya, belum boleh di-spill-spill, haha” ujarnya sembari tertawa ringan.

Acara peluncuran pun ditutup dengan sesi diskusi dan penandatanganan buku. Banyak anak muda tampak antusias membeli Ajengan Anjing dan mengantre untuk mendapatkan tanda tangan Ridwan, barangkali tertarik oleh topik yang berani dan tak biasa ─ tentang seekor anjing yang mengajarkan manusia arti kasih, keyakinan, dan keberanian untuk berpikir melampaui batas-batas yang diwariskan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukunovelRidwan MaliksastraUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Luh Sukastri dan Wayan Bintaning Tentang Hidup-Mati Tenun Songket Jinengdalem, Buleleng

Next Post

Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co