23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Open House, Acara Pertemuan Hangat antar Anak Muda dalam INSPIRATION 2025 FBS Undiksha

Son Lomri by Son Lomri
October 18, 2025
in Panggung
Open House, Acara Pertemuan Hangat antar Anak Muda dalam INSPIRATION 2025 FBS Undiksha

MALAM raya di acara Open House serangkaian kegiatan “INSPIRATION 2025” Himpunan Jurusan Bahasa Asing Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha, didatangi banyak pengunjung, yang reratanya adalah anak muda.

Sebagian dari mereka adalah mahasiswa, sebagian lagi adalah siswa-siswi masih SMA. Mereka datang ke Wantilan Teruna Jaya, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Jum’at, 17 Oktober.

“Open House ini, salah satu cara kami untuk bergembira bersama di sela merayakan ulang tahun bahasa asing yang ke-6. Di sini, mereka yang datang agar juga lebih dekat dengan FBS serta prodi-prodinya,” kata I Gusti Agung Raditya Maheswara, Ketua Panitia.

Acara itu digelar selama tiga hari dari tanggal 17, 18 dan 19 Oktober, dan 171 mahasiswa  ikut terlibat sebagai panitia untuk mensukseskannya.

Beragam kegiatan dilakukan di acara itu, seperti lomba dan pentas seni. Dan malam itu, para pengunjung datang secara acak untuk menikmati kudapan yang dihidangkan oleh para panitia.

Ada photo booth dan pertunjukan kostum berjalan oleh para cosplayer anime atau juga biasa disebut Jejepangan, dan jasa tato temporary.

Kemudian ada juga stand-stand kuliner khas Jepang, dan pameran buku dan barong Bali di areal lapangan utama.

Sofi dan Sugi berfoto usai coshwalk | Foto: Son

Penampilan band pada acara Open House INSPIRATION 2025 FBS Undiksha | Foto: Panitia

Di wantilan, tampak seperti festival malam dengan kegiatan yang ringan, yang lebih menekankan pada suasana yang asik dengan menabur banyak hiburan selain stand-stand berjejer untuk dikunjungi di areal lapangan

Seorang penyanyi solo Rista Kirana membuka acara itu dengan suara emasnya menghibur siapa saja yang datang, yang bergandengan atau yang datang sendiri. Kemudian menyusul Chesia juga penyanyi solo, dan JOKI duet vokal, Teen Monster dan SYNCO.

Selain penampilan tarik suara, ada juga modern dance dan coswalk (oleh para cosplayer dari kegiatan Jejepangan). Sedang pertunjukan tari tradisional Jepang, Bon Odori, dipertunjukan oleh mahasiswa prodi Bahasa Jepang, ya, selain mereka juga menampilkan satu stand Nigokasei yang memamerkan banyak busana khas negara bunga sakura itu pada acara Open House.

Bon Odori itu ditarikan Sekar, Alya, Tiwi, Gung Dyah, Kenanga, Anggita, dan Nadya, dengan ceria di atas panggung.

Penampilan band dan tarian pada acara Open House INSPIRATION 2025 FBS Undiksha | Foto: Panitia

“Bon odori itu tarian khas Musim panas di Jepang, yang dipersembahkan buat menyambut para leluhur. Nah, tarian nya ada dua, yaitu Tokyo Ondo dan Tanko Bushi,” kata Fieldy, koordinator pertunjukan Bon Odori dan stand Nigokasei.

Lebih lanjut, Fieldy, mahasiswa prodi Bahasa Jepang, menjelaskan tarian Tokyo Ondo biasanya dilakukan oleh perempuan yang sedang memandang bulan.

“Berbeda dengan Tanko Bushi. Yang melambangkan seorang pekerja tambang seperti batu bara, sehingga dalam tarian itu, lebih banyak gerakan meniru gerakan penambang yang sedang menambang, dan membawa peralatan tambang,” lanjutnya.

Kedua tarian ini sering dilakukan pada acara festival musim panas di Jepang. Dan malam itu, di bawah lampu-lampu yang menggantung dengan bendera pesta juga digantung-berderet di tali memanjang, mengkhiasi lapangan utama. Para pengunjung menikmatinya sambil ditaburi cahaya krem—sambil makan jajak takoyaki.

“Biasanya di tengahnya itu ada api unggun, itu di Jepang. Kalo kami hanya menirukannya saja,” kata Fieldy.

Pengunjung berfoto unyuk di acara Open House INSPIRATION 2025 | Foto Panitia

Setelah itu, para cosplayer melakukan coswalk di atas panggung, mengenalkan baju yang dikenakannya kepada para penonton diambil dari karakter apa. Para peserta menjelaskannya kemudian.

Salah satu peserta coswalk Dewa Nyoman Sugi Indrawan atau nama panggungnya Sugi, membawa tongkat sihir Cyro elemen ice milik Abyss Mage, dari sebuah game ganshin impact.

“Abyss Mage adalah monster yang ngeselin, yang suka membekuk player. Saya suka karena karakternya tuh pendiam, tapi suka nyerang tiba-tiba,” kata Sugi mengapa dirinya memilih Abyss Mage dengan warna biru lebih dominan pada kostum, dengan topeng berwajah gelap dan seram.

Ketika di atas panggung itulah Sugi mencoba menirukan gaya Abyss Mage sebagai monster yang menakutkan—ceritanya. Tongkat ditodongkan pada para penonton seakan tongkat itu bakal mengeluarkan sihir yang berbahaya.

Tentu, para penonton terkejut, apalagi Sugi melakukannya sembari jingkrak-jingkrak, menandakan dirinya sebagai monster yang aktif dan berdarah dingin.

Sugi memang suka cosplay menjadi berbagai macam karakter yang jahat, baik dalam sebuah game yang ia suka maupun dari serial anime yang ia tonton dan suka.

“Saya suka cosplay berawal dari nonton anime judulnya High school DXD,” kata Sugi.

Yaitu sebuah serial anime dari Jepang yang menceritakan seorang pemuda, nama karakternya Hyodou Issei, yang ingin menciptakan harm atau poligami, namun dibunuh oleh iblis.

Pertunjukan Bon Odori oleh mahasiswa prodi Bahasa Jepang Undiksha di acara Open House INSPIRATION 2025 | Foto: Panitia

Tapi untuk pertama kali Sugi cosplay, ia memilih untuk menjadi karakter Aizen sousuke, yaitu sesosok karakter jahat pada serial film anime Bleach dengan kadar kejahatan sangat hebat, terutama dalam memanipulasi lawan.

Kemudian usai Sugi chaswalk di atas panggung tadi, penampilannya ternyata menarik salah satu pengunjung bernama Sofi.

Sofi asalnya dari Bandung, ia kuliah di Undiksha baru semester satu di Prodi Bahasa Inggris. Ia mengajak Sugi untuk berfoto bersama, karena karakternya yang serem dan unik, juga peniruan atas gaya Abyss Mage-nya Sugi, dianggap cukup lincah.

Tapi syukur, tongkat yang ditodongkan oleh Sugi ketika cashwolk tidak membuat Sofi tersihir jadi es, juga ketika Sofi memegang tongkat itu di sela berfoto. Astungkare. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: Fakultas Bahasa dan Seni UndikshaSeniUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pohon Semesta dan Pelajaran Menerima Perbedaan

Next Post

Puisi-puisi Yuditeha | Tirai Kawat, Upacara Dalam Amplop

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Yuditeha | Tirai Kawat, Upacara Dalam Amplop

Puisi-puisi Yuditeha | Tirai Kawat, Upacara Dalam Amplop

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co