25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Jane Goodall: Merayakan Warisan Kemanusiaan, Kehidupan, dan Kesadaran, Perspektif David Hawkins dan Guruji Anand Krishna

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 3, 2025
in Esai
Tribute to Jane Goodall: Merayakan Warisan Kemanusiaan, Kehidupan, dan Kesadaran, Perspektif David Hawkins dan Guruji Anand Krishna

Sumber Foto: FB Illustrated by Victoria

KABAR wafatnya Dr. Jane Goodall, seorang ilmuwan besar, pegiat lingkungan, sekaligus utusan perdamaian PBB, tentu meninggalkan duka mendalam bagi dunia. Pada usia 91 tahun, ia berpulang setelah mendedikasikan lebih dari enam dekade hidupnya untuk memahami, mencintai, dan melindungi alam beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya. Jane bukan hanya peneliti, ia adalah seorang guru kemanusiaan yang mengajarkan kita untuk melihat bahwa keberlangsungan hidup manusia tidak bisa dipisahkan dari keseimbangan dengan alam dan sesama makhluk.

Kontribusinya bermula dari Gombe, Tanzania, ketika ia menghabiskan puluhan tahun mempelajari simpanse liar. Dari penelitian inilah dunia tersentak menyadari bahwa hewan bukan sekadar objek, tetapi subjek yang memiliki kecerdasan, emosi, dan kehidupan sosial yang kaya. Penemuan Jane mengubah paradigma etologi modern: manusia bukan satu-satunya makhluk yang mampu menggunakan alat, memiliki rasa empati, atau bahkan membentuk ikatan sosial kompleks. Dari Afrika, suaranya menjalar ke seluruh penjuru dunia—bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dijaga.

Relevansi untuk Bali dan Tri Hita Karana

Jika warisan Jane Goodall dilihat dalam konteks Bali, kita bisa menemukan resonansi mendalam dengan falsafah Tri Hita Karana. Falsafah ini mengajarkan tiga harmoni: hubungan manusia dengan Tuhan (parhyangan), hubungan manusia dengan sesama (pawongan), dan hubungan manusia dengan alam (palemahan). Jane, dengan hidup dan karyanya, menegaskan pentingnya palemahan—bahwa keseimbangan dengan alam adalah fondasi kehidupan manusia. Namun, ia tidak berhenti di sana; perjuangannya untuk hak asasi manusia dan perdamaian global juga bersentuhan erat dengan pawongan. Bahkan semangat spiritualitas yang memayungi semua itu selaras dengan parhyangan.

Bali saat ini menghadapi tantangan besar: pariwisata massal, alih fungsi lahan, dan krisis ekologi. Suara Jane seakan menjadi pengingat bahwa pembangunan yang mengabaikan harmoni dengan alam hanya akan berujung pada bencana. Dalam spirit Tri Hita Karana, pesan Jane mengajarkan bahwa menjaga sungai, hutan, dan hewan bukanlah sekadar tindakan ekologis, melainkan sebuah laku spiritual, sebuah sembah kepada Sang Pencipta yang bersemayam dalam ciptaan-Nya.

Pesan Jane Goodall untuk Indonesia

Bagi Indonesia, negeri dengan kekayaan biodiversitas luar biasa, Jane adalah teladan abadi. Ia membuktikan bahwa seorang individu, dengan komitmen penuh, bisa mengubah cara pandang dunia. Indonesia yang memiliki orangutan, gajah Sumatra, badak Jawa, dan ribuan spesies unik lainnya, seringkali berada di persimpangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Jane menunjukkan jalan bahwa keberlanjutan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan jika kita ingin bertahan.

Gerakan Roots & Shoots yang digagas Jane juga sangat relevan dengan generasi muda Indonesia. Ia percaya anak-anak dan remaja adalah agen perubahan yang paling kuat. Semangat ini sejalan dengan gerakan pendidikan berbasis kesadaran lingkungan yang mulai tumbuh di berbagai daerah di Nusantara.

Resonansi dengan Guruji Anand Krishna

Dalam konteks spiritualitas Indonesia, khususnya di Bali, pesan Jane sangat selaras dengan ajaran Guruji Anand Krishna. Guruji menekankan pentingnya holistic health—kesehatan yang lahir dari harmoni tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan. Sama seperti Jane, Guruji mengingatkan bahwa kita tidak bisa sehat bila tidak selaras dengan alam semesta .

Anand Krishna sering berbicara tentang pentingnya “cinta kasih universal” (universal love), yang tidak hanya berlaku untuk sesama manusia tetapi juga seluruh ciptaan. Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Jane yang melihat simpanse dan hewan lain bukan sebagai objek penelitian belaka, melainkan saudara dalam perjalanan kosmis.

Visi Anand Ashram yang didirikan Guruji, “One Earth, One Sky, One Humankind”, memiliki gema yang sama dengan perjuangan Jane Goodall. Visi ini mengingatkan bahwa manusia, apa pun ras dan agamanya, hidup di bumi yang satu, di bawah langit yang sama, dan merupakan satu keluarga besar umat manusia.

Misi Anand Ashram, yakni “Inner Peace, Communal Love, Global Harmony”, juga berkelindan erat dengan warisan Jane. Ia menunjukkan bahwa kedamaian batin (inner peace) adalah sumber kekuatan untuk merawat bumi dengan penuh cinta. Kasih di tengah komunitas (communal love) adalah jalan membangun solidaritas sosial yang berkeadilan. Dan harmoni global (global harmony) adalah cita-cita tertinggi yang hanya bisa dicapai bila manusia hidup berdampingan dengan alam, bukan melawannya.

Menurut Guruji Anand Krishna, seluruh isi bumi ini—manusia, flora, fauna, gunung, lembah, sungai, lautan—adalah manifestasi nyata dari Sang Ilahi yang saling memengaruhi satu sama lain. Karena itu, semuanya harus dirawat bersama, bukan dieksploitasi; dilayani dengan kasih, bukan ditaklukkan. Perspektif ini membuat cinta kasih bukan lagi sekadar konsep moral, melainkan sikap spiritual yang mendasar. Inilah kesadaran yang juga dijalani oleh Jane Goodall sepanjang hidupnya.

Kesadaran Hawkins: Peta Evolusi Spiritual

Jika kita kaitkan dengan Map of Consciousness dari David R. Hawkins, maka kehidupan Jane Goodall dapat dilihat sebagai perjalanan menuju tingkat kesadaran tinggi. Dalam peta kesadaran Hawkins, level rendah seperti shame, guilt, anger, dan pride adalah energi destruktif. Jane memilih jalan compassion, love, bahkan peace—dimensi yang memancarkan energi konstruktif bagi dunia.

Keberaniannya meninggalkan zona nyaman demi hidup bersama simpanse, kepasrahan dan ketekunannya dalam riset, serta dedikasinya bagi lingkungan dan kemanusiaan mencerminkan kualitas cinta tanpa syarat (unconditional love). Pada tahap inilah, menurut Hawkins, seseorang tidak lagi hanya berkontribusi bagi lingkungannya secara lokal, melainkan memberi resonansi global. Jane adalah contoh nyata individu yang hidup di level kesadaran tinggi, dan oleh karenanya mampu menggerakkan jutaan hati di seluruh dunia.

Menghidupkan Warisan Jane Goodall di Bali dan Indonesia

Kini, setelah ia tiada, pertanyaan yang harus kita ajukan adalah: bagaimana kita melanjutkan warisan Jane Goodall? Untuk Bali, jawabannya jelas: menghidupkan kembali Tri Hita Karana secara otentik, bukan sekadar jargon pariwisata. Untuk Indonesia, jawabannya adalah memperlakukan hutan dan keanekaragaman hayati sebagai warisan leluhur, bukan komoditas dagang semata. Dan untuk dunia, jawabannya adalah membangun kesadaran global bahwa semua makhluk adalah bagian dari jaringan kehidupan yang saling terkait.

Guruji Anand Krishna menekankan bahwa “kesadaran tidak bisa diwariskan, hanya bisa ditumbuhkan dalam diri masing-masing.” Warisan Jane Goodall adalah inspirasi, tetapi tanggung jawab untuk menghidupkannya kembali ada di tangan kita. Dengan kesadaran, kita bisa mengubah cara berpikir, cara hidup, dan cara kita memperlakukan bumi.

Penutup

Jane Goodall telah berpulang, tetapi suaranya tidak pernah padam. Seperti simponi alam, ia terus bergema di hutan Gombe, di desa-desa Bali, di kampus-kampus Indonesia, hingga di ruang kesadaran manusia global. Ia adalah teladan bahwa sains, spiritualitas, dan kemanusiaan bisa bersatu dalam satu kehidupan.

Sebagaimana Tri Hita Karana mengajarkan harmoni, Guruji Anand Krishna mengajarkan cinta universal melalui visi One Earth, One Sky, One Humankind, misi Inner Peace, Communal Love, Global Harmony, serta pandangan bahwa seluruh isi bumi adalah manifestasi Sang Ilahi yang harus dirawat dengan kasih, dan Hawkins memetakan jalan kesadaran, Jane Goodall adalah bukti hidup bahwa semua itu mungkin dijalani. Warisannya kini menjadi panggilan bagi kita semua: untuk hidup selaras dengan bumi, penuh cinta kasih, dan dengan kesadaran yang lebih tinggi. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AGUNG SUDARSA
Suara Rakyat, Suara Tuhan: Belajar dari Robohnya Tembok GWK
Tags: Anand KrishnaHawkinsJane Goodallkemanusiaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Runtuhnya Marwah Penelitian Indonesia

Next Post

BHUTA KALA KATAKSINI — PENAMPAKAN PULAU KURA-KURA

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

BHUTA KALA KATAKSINI — PENAMPAKAN PULAU KURA-KURA

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co