4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Jane Goodall: Merayakan Warisan Kemanusiaan, Kehidupan, dan Kesadaran, Perspektif David Hawkins dan Guruji Anand Krishna

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 3, 2025
in Esai
Tribute to Jane Goodall: Merayakan Warisan Kemanusiaan, Kehidupan, dan Kesadaran, Perspektif David Hawkins dan Guruji Anand Krishna

Sumber Foto: FB Illustrated by Victoria

KABAR wafatnya Dr. Jane Goodall, seorang ilmuwan besar, pegiat lingkungan, sekaligus utusan perdamaian PBB, tentu meninggalkan duka mendalam bagi dunia. Pada usia 91 tahun, ia berpulang setelah mendedikasikan lebih dari enam dekade hidupnya untuk memahami, mencintai, dan melindungi alam beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya. Jane bukan hanya peneliti, ia adalah seorang guru kemanusiaan yang mengajarkan kita untuk melihat bahwa keberlangsungan hidup manusia tidak bisa dipisahkan dari keseimbangan dengan alam dan sesama makhluk.

Kontribusinya bermula dari Gombe, Tanzania, ketika ia menghabiskan puluhan tahun mempelajari simpanse liar. Dari penelitian inilah dunia tersentak menyadari bahwa hewan bukan sekadar objek, tetapi subjek yang memiliki kecerdasan, emosi, dan kehidupan sosial yang kaya. Penemuan Jane mengubah paradigma etologi modern: manusia bukan satu-satunya makhluk yang mampu menggunakan alat, memiliki rasa empati, atau bahkan membentuk ikatan sosial kompleks. Dari Afrika, suaranya menjalar ke seluruh penjuru dunia—bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dijaga.

Relevansi untuk Bali dan Tri Hita Karana

Jika warisan Jane Goodall dilihat dalam konteks Bali, kita bisa menemukan resonansi mendalam dengan falsafah Tri Hita Karana. Falsafah ini mengajarkan tiga harmoni: hubungan manusia dengan Tuhan (parhyangan), hubungan manusia dengan sesama (pawongan), dan hubungan manusia dengan alam (palemahan). Jane, dengan hidup dan karyanya, menegaskan pentingnya palemahan—bahwa keseimbangan dengan alam adalah fondasi kehidupan manusia. Namun, ia tidak berhenti di sana; perjuangannya untuk hak asasi manusia dan perdamaian global juga bersentuhan erat dengan pawongan. Bahkan semangat spiritualitas yang memayungi semua itu selaras dengan parhyangan.

Bali saat ini menghadapi tantangan besar: pariwisata massal, alih fungsi lahan, dan krisis ekologi. Suara Jane seakan menjadi pengingat bahwa pembangunan yang mengabaikan harmoni dengan alam hanya akan berujung pada bencana. Dalam spirit Tri Hita Karana, pesan Jane mengajarkan bahwa menjaga sungai, hutan, dan hewan bukanlah sekadar tindakan ekologis, melainkan sebuah laku spiritual, sebuah sembah kepada Sang Pencipta yang bersemayam dalam ciptaan-Nya.

Pesan Jane Goodall untuk Indonesia

Bagi Indonesia, negeri dengan kekayaan biodiversitas luar biasa, Jane adalah teladan abadi. Ia membuktikan bahwa seorang individu, dengan komitmen penuh, bisa mengubah cara pandang dunia. Indonesia yang memiliki orangutan, gajah Sumatra, badak Jawa, dan ribuan spesies unik lainnya, seringkali berada di persimpangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Jane menunjukkan jalan bahwa keberlanjutan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan jika kita ingin bertahan.

Gerakan Roots & Shoots yang digagas Jane juga sangat relevan dengan generasi muda Indonesia. Ia percaya anak-anak dan remaja adalah agen perubahan yang paling kuat. Semangat ini sejalan dengan gerakan pendidikan berbasis kesadaran lingkungan yang mulai tumbuh di berbagai daerah di Nusantara.

Resonansi dengan Guruji Anand Krishna

Dalam konteks spiritualitas Indonesia, khususnya di Bali, pesan Jane sangat selaras dengan ajaran Guruji Anand Krishna. Guruji menekankan pentingnya holistic health—kesehatan yang lahir dari harmoni tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan. Sama seperti Jane, Guruji mengingatkan bahwa kita tidak bisa sehat bila tidak selaras dengan alam semesta .

Anand Krishna sering berbicara tentang pentingnya “cinta kasih universal” (universal love), yang tidak hanya berlaku untuk sesama manusia tetapi juga seluruh ciptaan. Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Jane yang melihat simpanse dan hewan lain bukan sebagai objek penelitian belaka, melainkan saudara dalam perjalanan kosmis.

Visi Anand Ashram yang didirikan Guruji, “One Earth, One Sky, One Humankind”, memiliki gema yang sama dengan perjuangan Jane Goodall. Visi ini mengingatkan bahwa manusia, apa pun ras dan agamanya, hidup di bumi yang satu, di bawah langit yang sama, dan merupakan satu keluarga besar umat manusia.

Misi Anand Ashram, yakni “Inner Peace, Communal Love, Global Harmony”, juga berkelindan erat dengan warisan Jane. Ia menunjukkan bahwa kedamaian batin (inner peace) adalah sumber kekuatan untuk merawat bumi dengan penuh cinta. Kasih di tengah komunitas (communal love) adalah jalan membangun solidaritas sosial yang berkeadilan. Dan harmoni global (global harmony) adalah cita-cita tertinggi yang hanya bisa dicapai bila manusia hidup berdampingan dengan alam, bukan melawannya.

Menurut Guruji Anand Krishna, seluruh isi bumi ini—manusia, flora, fauna, gunung, lembah, sungai, lautan—adalah manifestasi nyata dari Sang Ilahi yang saling memengaruhi satu sama lain. Karena itu, semuanya harus dirawat bersama, bukan dieksploitasi; dilayani dengan kasih, bukan ditaklukkan. Perspektif ini membuat cinta kasih bukan lagi sekadar konsep moral, melainkan sikap spiritual yang mendasar. Inilah kesadaran yang juga dijalani oleh Jane Goodall sepanjang hidupnya.

Kesadaran Hawkins: Peta Evolusi Spiritual

Jika kita kaitkan dengan Map of Consciousness dari David R. Hawkins, maka kehidupan Jane Goodall dapat dilihat sebagai perjalanan menuju tingkat kesadaran tinggi. Dalam peta kesadaran Hawkins, level rendah seperti shame, guilt, anger, dan pride adalah energi destruktif. Jane memilih jalan compassion, love, bahkan peace—dimensi yang memancarkan energi konstruktif bagi dunia.

Keberaniannya meninggalkan zona nyaman demi hidup bersama simpanse, kepasrahan dan ketekunannya dalam riset, serta dedikasinya bagi lingkungan dan kemanusiaan mencerminkan kualitas cinta tanpa syarat (unconditional love). Pada tahap inilah, menurut Hawkins, seseorang tidak lagi hanya berkontribusi bagi lingkungannya secara lokal, melainkan memberi resonansi global. Jane adalah contoh nyata individu yang hidup di level kesadaran tinggi, dan oleh karenanya mampu menggerakkan jutaan hati di seluruh dunia.

Menghidupkan Warisan Jane Goodall di Bali dan Indonesia

Kini, setelah ia tiada, pertanyaan yang harus kita ajukan adalah: bagaimana kita melanjutkan warisan Jane Goodall? Untuk Bali, jawabannya jelas: menghidupkan kembali Tri Hita Karana secara otentik, bukan sekadar jargon pariwisata. Untuk Indonesia, jawabannya adalah memperlakukan hutan dan keanekaragaman hayati sebagai warisan leluhur, bukan komoditas dagang semata. Dan untuk dunia, jawabannya adalah membangun kesadaran global bahwa semua makhluk adalah bagian dari jaringan kehidupan yang saling terkait.

Guruji Anand Krishna menekankan bahwa “kesadaran tidak bisa diwariskan, hanya bisa ditumbuhkan dalam diri masing-masing.” Warisan Jane Goodall adalah inspirasi, tetapi tanggung jawab untuk menghidupkannya kembali ada di tangan kita. Dengan kesadaran, kita bisa mengubah cara berpikir, cara hidup, dan cara kita memperlakukan bumi.

Penutup

Jane Goodall telah berpulang, tetapi suaranya tidak pernah padam. Seperti simponi alam, ia terus bergema di hutan Gombe, di desa-desa Bali, di kampus-kampus Indonesia, hingga di ruang kesadaran manusia global. Ia adalah teladan bahwa sains, spiritualitas, dan kemanusiaan bisa bersatu dalam satu kehidupan.

Sebagaimana Tri Hita Karana mengajarkan harmoni, Guruji Anand Krishna mengajarkan cinta universal melalui visi One Earth, One Sky, One Humankind, misi Inner Peace, Communal Love, Global Harmony, serta pandangan bahwa seluruh isi bumi adalah manifestasi Sang Ilahi yang harus dirawat dengan kasih, dan Hawkins memetakan jalan kesadaran, Jane Goodall adalah bukti hidup bahwa semua itu mungkin dijalani. Warisannya kini menjadi panggilan bagi kita semua: untuk hidup selaras dengan bumi, penuh cinta kasih, dan dengan kesadaran yang lebih tinggi. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AGUNG SUDARSA
Suara Rakyat, Suara Tuhan: Belajar dari Robohnya Tembok GWK
Tags: Anand KrishnaHawkinsJane Goodallkemanusiaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Runtuhnya Marwah Penelitian Indonesia

Next Post

BHUTA KALA KATAKSINI — PENAMPAKAN PULAU KURA-KURA

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

BHUTA KALA KATAKSINI — PENAMPAKAN PULAU KURA-KURA

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co