4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Jane Goodall: Merayakan Warisan Kemanusiaan, Kehidupan, dan Kesadaran, Perspektif David Hawkins dan Guruji Anand Krishna

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 3, 2025
in Esai
Tribute to Jane Goodall: Merayakan Warisan Kemanusiaan, Kehidupan, dan Kesadaran, Perspektif David Hawkins dan Guruji Anand Krishna

Sumber Foto: FB Illustrated by Victoria

KABAR wafatnya Dr. Jane Goodall, seorang ilmuwan besar, pegiat lingkungan, sekaligus utusan perdamaian PBB, tentu meninggalkan duka mendalam bagi dunia. Pada usia 91 tahun, ia berpulang setelah mendedikasikan lebih dari enam dekade hidupnya untuk memahami, mencintai, dan melindungi alam beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya. Jane bukan hanya peneliti, ia adalah seorang guru kemanusiaan yang mengajarkan kita untuk melihat bahwa keberlangsungan hidup manusia tidak bisa dipisahkan dari keseimbangan dengan alam dan sesama makhluk.

Kontribusinya bermula dari Gombe, Tanzania, ketika ia menghabiskan puluhan tahun mempelajari simpanse liar. Dari penelitian inilah dunia tersentak menyadari bahwa hewan bukan sekadar objek, tetapi subjek yang memiliki kecerdasan, emosi, dan kehidupan sosial yang kaya. Penemuan Jane mengubah paradigma etologi modern: manusia bukan satu-satunya makhluk yang mampu menggunakan alat, memiliki rasa empati, atau bahkan membentuk ikatan sosial kompleks. Dari Afrika, suaranya menjalar ke seluruh penjuru dunia—bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dijaga.

Relevansi untuk Bali dan Tri Hita Karana

Jika warisan Jane Goodall dilihat dalam konteks Bali, kita bisa menemukan resonansi mendalam dengan falsafah Tri Hita Karana. Falsafah ini mengajarkan tiga harmoni: hubungan manusia dengan Tuhan (parhyangan), hubungan manusia dengan sesama (pawongan), dan hubungan manusia dengan alam (palemahan). Jane, dengan hidup dan karyanya, menegaskan pentingnya palemahan—bahwa keseimbangan dengan alam adalah fondasi kehidupan manusia. Namun, ia tidak berhenti di sana; perjuangannya untuk hak asasi manusia dan perdamaian global juga bersentuhan erat dengan pawongan. Bahkan semangat spiritualitas yang memayungi semua itu selaras dengan parhyangan.

Bali saat ini menghadapi tantangan besar: pariwisata massal, alih fungsi lahan, dan krisis ekologi. Suara Jane seakan menjadi pengingat bahwa pembangunan yang mengabaikan harmoni dengan alam hanya akan berujung pada bencana. Dalam spirit Tri Hita Karana, pesan Jane mengajarkan bahwa menjaga sungai, hutan, dan hewan bukanlah sekadar tindakan ekologis, melainkan sebuah laku spiritual, sebuah sembah kepada Sang Pencipta yang bersemayam dalam ciptaan-Nya.

Pesan Jane Goodall untuk Indonesia

Bagi Indonesia, negeri dengan kekayaan biodiversitas luar biasa, Jane adalah teladan abadi. Ia membuktikan bahwa seorang individu, dengan komitmen penuh, bisa mengubah cara pandang dunia. Indonesia yang memiliki orangutan, gajah Sumatra, badak Jawa, dan ribuan spesies unik lainnya, seringkali berada di persimpangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Jane menunjukkan jalan bahwa keberlanjutan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan jika kita ingin bertahan.

Gerakan Roots & Shoots yang digagas Jane juga sangat relevan dengan generasi muda Indonesia. Ia percaya anak-anak dan remaja adalah agen perubahan yang paling kuat. Semangat ini sejalan dengan gerakan pendidikan berbasis kesadaran lingkungan yang mulai tumbuh di berbagai daerah di Nusantara.

Resonansi dengan Guruji Anand Krishna

Dalam konteks spiritualitas Indonesia, khususnya di Bali, pesan Jane sangat selaras dengan ajaran Guruji Anand Krishna. Guruji menekankan pentingnya holistic health—kesehatan yang lahir dari harmoni tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan. Sama seperti Jane, Guruji mengingatkan bahwa kita tidak bisa sehat bila tidak selaras dengan alam semesta .

Anand Krishna sering berbicara tentang pentingnya “cinta kasih universal” (universal love), yang tidak hanya berlaku untuk sesama manusia tetapi juga seluruh ciptaan. Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Jane yang melihat simpanse dan hewan lain bukan sebagai objek penelitian belaka, melainkan saudara dalam perjalanan kosmis.

Visi Anand Ashram yang didirikan Guruji, “One Earth, One Sky, One Humankind”, memiliki gema yang sama dengan perjuangan Jane Goodall. Visi ini mengingatkan bahwa manusia, apa pun ras dan agamanya, hidup di bumi yang satu, di bawah langit yang sama, dan merupakan satu keluarga besar umat manusia.

Misi Anand Ashram, yakni “Inner Peace, Communal Love, Global Harmony”, juga berkelindan erat dengan warisan Jane. Ia menunjukkan bahwa kedamaian batin (inner peace) adalah sumber kekuatan untuk merawat bumi dengan penuh cinta. Kasih di tengah komunitas (communal love) adalah jalan membangun solidaritas sosial yang berkeadilan. Dan harmoni global (global harmony) adalah cita-cita tertinggi yang hanya bisa dicapai bila manusia hidup berdampingan dengan alam, bukan melawannya.

Menurut Guruji Anand Krishna, seluruh isi bumi ini—manusia, flora, fauna, gunung, lembah, sungai, lautan—adalah manifestasi nyata dari Sang Ilahi yang saling memengaruhi satu sama lain. Karena itu, semuanya harus dirawat bersama, bukan dieksploitasi; dilayani dengan kasih, bukan ditaklukkan. Perspektif ini membuat cinta kasih bukan lagi sekadar konsep moral, melainkan sikap spiritual yang mendasar. Inilah kesadaran yang juga dijalani oleh Jane Goodall sepanjang hidupnya.

Kesadaran Hawkins: Peta Evolusi Spiritual

Jika kita kaitkan dengan Map of Consciousness dari David R. Hawkins, maka kehidupan Jane Goodall dapat dilihat sebagai perjalanan menuju tingkat kesadaran tinggi. Dalam peta kesadaran Hawkins, level rendah seperti shame, guilt, anger, dan pride adalah energi destruktif. Jane memilih jalan compassion, love, bahkan peace—dimensi yang memancarkan energi konstruktif bagi dunia.

Keberaniannya meninggalkan zona nyaman demi hidup bersama simpanse, kepasrahan dan ketekunannya dalam riset, serta dedikasinya bagi lingkungan dan kemanusiaan mencerminkan kualitas cinta tanpa syarat (unconditional love). Pada tahap inilah, menurut Hawkins, seseorang tidak lagi hanya berkontribusi bagi lingkungannya secara lokal, melainkan memberi resonansi global. Jane adalah contoh nyata individu yang hidup di level kesadaran tinggi, dan oleh karenanya mampu menggerakkan jutaan hati di seluruh dunia.

Menghidupkan Warisan Jane Goodall di Bali dan Indonesia

Kini, setelah ia tiada, pertanyaan yang harus kita ajukan adalah: bagaimana kita melanjutkan warisan Jane Goodall? Untuk Bali, jawabannya jelas: menghidupkan kembali Tri Hita Karana secara otentik, bukan sekadar jargon pariwisata. Untuk Indonesia, jawabannya adalah memperlakukan hutan dan keanekaragaman hayati sebagai warisan leluhur, bukan komoditas dagang semata. Dan untuk dunia, jawabannya adalah membangun kesadaran global bahwa semua makhluk adalah bagian dari jaringan kehidupan yang saling terkait.

Guruji Anand Krishna menekankan bahwa “kesadaran tidak bisa diwariskan, hanya bisa ditumbuhkan dalam diri masing-masing.” Warisan Jane Goodall adalah inspirasi, tetapi tanggung jawab untuk menghidupkannya kembali ada di tangan kita. Dengan kesadaran, kita bisa mengubah cara berpikir, cara hidup, dan cara kita memperlakukan bumi.

Penutup

Jane Goodall telah berpulang, tetapi suaranya tidak pernah padam. Seperti simponi alam, ia terus bergema di hutan Gombe, di desa-desa Bali, di kampus-kampus Indonesia, hingga di ruang kesadaran manusia global. Ia adalah teladan bahwa sains, spiritualitas, dan kemanusiaan bisa bersatu dalam satu kehidupan.

Sebagaimana Tri Hita Karana mengajarkan harmoni, Guruji Anand Krishna mengajarkan cinta universal melalui visi One Earth, One Sky, One Humankind, misi Inner Peace, Communal Love, Global Harmony, serta pandangan bahwa seluruh isi bumi adalah manifestasi Sang Ilahi yang harus dirawat dengan kasih, dan Hawkins memetakan jalan kesadaran, Jane Goodall adalah bukti hidup bahwa semua itu mungkin dijalani. Warisannya kini menjadi panggilan bagi kita semua: untuk hidup selaras dengan bumi, penuh cinta kasih, dan dengan kesadaran yang lebih tinggi. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AGUNG SUDARSA
Suara Rakyat, Suara Tuhan: Belajar dari Robohnya Tembok GWK
Tags: Anand KrishnaHawkinsJane Goodallkemanusiaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Runtuhnya Marwah Penelitian Indonesia

Next Post

BHUTA KALA KATAKSINI — PENAMPAKAN PULAU KURA-KURA

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

BHUTA KALA KATAKSINI — PENAMPAKAN PULAU KURA-KURA

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co