25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Jane Goodall: Merayakan Warisan Kemanusiaan, Kehidupan, dan Kesadaran, Perspektif David Hawkins dan Guruji Anand Krishna

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 3, 2025
in Esai
Tribute to Jane Goodall: Merayakan Warisan Kemanusiaan, Kehidupan, dan Kesadaran, Perspektif David Hawkins dan Guruji Anand Krishna

Sumber Foto: FB Illustrated by Victoria

KABAR wafatnya Dr. Jane Goodall, seorang ilmuwan besar, pegiat lingkungan, sekaligus utusan perdamaian PBB, tentu meninggalkan duka mendalam bagi dunia. Pada usia 91 tahun, ia berpulang setelah mendedikasikan lebih dari enam dekade hidupnya untuk memahami, mencintai, dan melindungi alam beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya. Jane bukan hanya peneliti, ia adalah seorang guru kemanusiaan yang mengajarkan kita untuk melihat bahwa keberlangsungan hidup manusia tidak bisa dipisahkan dari keseimbangan dengan alam dan sesama makhluk.

Kontribusinya bermula dari Gombe, Tanzania, ketika ia menghabiskan puluhan tahun mempelajari simpanse liar. Dari penelitian inilah dunia tersentak menyadari bahwa hewan bukan sekadar objek, tetapi subjek yang memiliki kecerdasan, emosi, dan kehidupan sosial yang kaya. Penemuan Jane mengubah paradigma etologi modern: manusia bukan satu-satunya makhluk yang mampu menggunakan alat, memiliki rasa empati, atau bahkan membentuk ikatan sosial kompleks. Dari Afrika, suaranya menjalar ke seluruh penjuru dunia—bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dijaga.

Relevansi untuk Bali dan Tri Hita Karana

Jika warisan Jane Goodall dilihat dalam konteks Bali, kita bisa menemukan resonansi mendalam dengan falsafah Tri Hita Karana. Falsafah ini mengajarkan tiga harmoni: hubungan manusia dengan Tuhan (parhyangan), hubungan manusia dengan sesama (pawongan), dan hubungan manusia dengan alam (palemahan). Jane, dengan hidup dan karyanya, menegaskan pentingnya palemahan—bahwa keseimbangan dengan alam adalah fondasi kehidupan manusia. Namun, ia tidak berhenti di sana; perjuangannya untuk hak asasi manusia dan perdamaian global juga bersentuhan erat dengan pawongan. Bahkan semangat spiritualitas yang memayungi semua itu selaras dengan parhyangan.

Bali saat ini menghadapi tantangan besar: pariwisata massal, alih fungsi lahan, dan krisis ekologi. Suara Jane seakan menjadi pengingat bahwa pembangunan yang mengabaikan harmoni dengan alam hanya akan berujung pada bencana. Dalam spirit Tri Hita Karana, pesan Jane mengajarkan bahwa menjaga sungai, hutan, dan hewan bukanlah sekadar tindakan ekologis, melainkan sebuah laku spiritual, sebuah sembah kepada Sang Pencipta yang bersemayam dalam ciptaan-Nya.

Pesan Jane Goodall untuk Indonesia

Bagi Indonesia, negeri dengan kekayaan biodiversitas luar biasa, Jane adalah teladan abadi. Ia membuktikan bahwa seorang individu, dengan komitmen penuh, bisa mengubah cara pandang dunia. Indonesia yang memiliki orangutan, gajah Sumatra, badak Jawa, dan ribuan spesies unik lainnya, seringkali berada di persimpangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Jane menunjukkan jalan bahwa keberlanjutan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan jika kita ingin bertahan.

Gerakan Roots & Shoots yang digagas Jane juga sangat relevan dengan generasi muda Indonesia. Ia percaya anak-anak dan remaja adalah agen perubahan yang paling kuat. Semangat ini sejalan dengan gerakan pendidikan berbasis kesadaran lingkungan yang mulai tumbuh di berbagai daerah di Nusantara.

Resonansi dengan Guruji Anand Krishna

Dalam konteks spiritualitas Indonesia, khususnya di Bali, pesan Jane sangat selaras dengan ajaran Guruji Anand Krishna. Guruji menekankan pentingnya holistic health—kesehatan yang lahir dari harmoni tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan. Sama seperti Jane, Guruji mengingatkan bahwa kita tidak bisa sehat bila tidak selaras dengan alam semesta .

Anand Krishna sering berbicara tentang pentingnya “cinta kasih universal” (universal love), yang tidak hanya berlaku untuk sesama manusia tetapi juga seluruh ciptaan. Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Jane yang melihat simpanse dan hewan lain bukan sebagai objek penelitian belaka, melainkan saudara dalam perjalanan kosmis.

Visi Anand Ashram yang didirikan Guruji, “One Earth, One Sky, One Humankind”, memiliki gema yang sama dengan perjuangan Jane Goodall. Visi ini mengingatkan bahwa manusia, apa pun ras dan agamanya, hidup di bumi yang satu, di bawah langit yang sama, dan merupakan satu keluarga besar umat manusia.

Misi Anand Ashram, yakni “Inner Peace, Communal Love, Global Harmony”, juga berkelindan erat dengan warisan Jane. Ia menunjukkan bahwa kedamaian batin (inner peace) adalah sumber kekuatan untuk merawat bumi dengan penuh cinta. Kasih di tengah komunitas (communal love) adalah jalan membangun solidaritas sosial yang berkeadilan. Dan harmoni global (global harmony) adalah cita-cita tertinggi yang hanya bisa dicapai bila manusia hidup berdampingan dengan alam, bukan melawannya.

Menurut Guruji Anand Krishna, seluruh isi bumi ini—manusia, flora, fauna, gunung, lembah, sungai, lautan—adalah manifestasi nyata dari Sang Ilahi yang saling memengaruhi satu sama lain. Karena itu, semuanya harus dirawat bersama, bukan dieksploitasi; dilayani dengan kasih, bukan ditaklukkan. Perspektif ini membuat cinta kasih bukan lagi sekadar konsep moral, melainkan sikap spiritual yang mendasar. Inilah kesadaran yang juga dijalani oleh Jane Goodall sepanjang hidupnya.

Kesadaran Hawkins: Peta Evolusi Spiritual

Jika kita kaitkan dengan Map of Consciousness dari David R. Hawkins, maka kehidupan Jane Goodall dapat dilihat sebagai perjalanan menuju tingkat kesadaran tinggi. Dalam peta kesadaran Hawkins, level rendah seperti shame, guilt, anger, dan pride adalah energi destruktif. Jane memilih jalan compassion, love, bahkan peace—dimensi yang memancarkan energi konstruktif bagi dunia.

Keberaniannya meninggalkan zona nyaman demi hidup bersama simpanse, kepasrahan dan ketekunannya dalam riset, serta dedikasinya bagi lingkungan dan kemanusiaan mencerminkan kualitas cinta tanpa syarat (unconditional love). Pada tahap inilah, menurut Hawkins, seseorang tidak lagi hanya berkontribusi bagi lingkungannya secara lokal, melainkan memberi resonansi global. Jane adalah contoh nyata individu yang hidup di level kesadaran tinggi, dan oleh karenanya mampu menggerakkan jutaan hati di seluruh dunia.

Menghidupkan Warisan Jane Goodall di Bali dan Indonesia

Kini, setelah ia tiada, pertanyaan yang harus kita ajukan adalah: bagaimana kita melanjutkan warisan Jane Goodall? Untuk Bali, jawabannya jelas: menghidupkan kembali Tri Hita Karana secara otentik, bukan sekadar jargon pariwisata. Untuk Indonesia, jawabannya adalah memperlakukan hutan dan keanekaragaman hayati sebagai warisan leluhur, bukan komoditas dagang semata. Dan untuk dunia, jawabannya adalah membangun kesadaran global bahwa semua makhluk adalah bagian dari jaringan kehidupan yang saling terkait.

Guruji Anand Krishna menekankan bahwa “kesadaran tidak bisa diwariskan, hanya bisa ditumbuhkan dalam diri masing-masing.” Warisan Jane Goodall adalah inspirasi, tetapi tanggung jawab untuk menghidupkannya kembali ada di tangan kita. Dengan kesadaran, kita bisa mengubah cara berpikir, cara hidup, dan cara kita memperlakukan bumi.

Penutup

Jane Goodall telah berpulang, tetapi suaranya tidak pernah padam. Seperti simponi alam, ia terus bergema di hutan Gombe, di desa-desa Bali, di kampus-kampus Indonesia, hingga di ruang kesadaran manusia global. Ia adalah teladan bahwa sains, spiritualitas, dan kemanusiaan bisa bersatu dalam satu kehidupan.

Sebagaimana Tri Hita Karana mengajarkan harmoni, Guruji Anand Krishna mengajarkan cinta universal melalui visi One Earth, One Sky, One Humankind, misi Inner Peace, Communal Love, Global Harmony, serta pandangan bahwa seluruh isi bumi adalah manifestasi Sang Ilahi yang harus dirawat dengan kasih, dan Hawkins memetakan jalan kesadaran, Jane Goodall adalah bukti hidup bahwa semua itu mungkin dijalani. Warisannya kini menjadi panggilan bagi kita semua: untuk hidup selaras dengan bumi, penuh cinta kasih, dan dengan kesadaran yang lebih tinggi. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AGUNG SUDARSA
Suara Rakyat, Suara Tuhan: Belajar dari Robohnya Tembok GWK
Tags: Anand KrishnaHawkinsJane Goodallkemanusiaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Runtuhnya Marwah Penelitian Indonesia

Next Post

BHUTA KALA KATAKSINI — PENAMPAKAN PULAU KURA-KURA

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

BHUTA KALA KATAKSINI — PENAMPAKAN PULAU KURA-KURA

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co