4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Jane Goodall: Merayakan Warisan Kemanusiaan, Kehidupan, dan Kesadaran, Perspektif David Hawkins dan Guruji Anand Krishna

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 3, 2025
in Esai
Tribute to Jane Goodall: Merayakan Warisan Kemanusiaan, Kehidupan, dan Kesadaran, Perspektif David Hawkins dan Guruji Anand Krishna

Sumber Foto: FB Illustrated by Victoria

KABAR wafatnya Dr. Jane Goodall, seorang ilmuwan besar, pegiat lingkungan, sekaligus utusan perdamaian PBB, tentu meninggalkan duka mendalam bagi dunia. Pada usia 91 tahun, ia berpulang setelah mendedikasikan lebih dari enam dekade hidupnya untuk memahami, mencintai, dan melindungi alam beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya. Jane bukan hanya peneliti, ia adalah seorang guru kemanusiaan yang mengajarkan kita untuk melihat bahwa keberlangsungan hidup manusia tidak bisa dipisahkan dari keseimbangan dengan alam dan sesama makhluk.

Kontribusinya bermula dari Gombe, Tanzania, ketika ia menghabiskan puluhan tahun mempelajari simpanse liar. Dari penelitian inilah dunia tersentak menyadari bahwa hewan bukan sekadar objek, tetapi subjek yang memiliki kecerdasan, emosi, dan kehidupan sosial yang kaya. Penemuan Jane mengubah paradigma etologi modern: manusia bukan satu-satunya makhluk yang mampu menggunakan alat, memiliki rasa empati, atau bahkan membentuk ikatan sosial kompleks. Dari Afrika, suaranya menjalar ke seluruh penjuru dunia—bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dijaga.

Relevansi untuk Bali dan Tri Hita Karana

Jika warisan Jane Goodall dilihat dalam konteks Bali, kita bisa menemukan resonansi mendalam dengan falsafah Tri Hita Karana. Falsafah ini mengajarkan tiga harmoni: hubungan manusia dengan Tuhan (parhyangan), hubungan manusia dengan sesama (pawongan), dan hubungan manusia dengan alam (palemahan). Jane, dengan hidup dan karyanya, menegaskan pentingnya palemahan—bahwa keseimbangan dengan alam adalah fondasi kehidupan manusia. Namun, ia tidak berhenti di sana; perjuangannya untuk hak asasi manusia dan perdamaian global juga bersentuhan erat dengan pawongan. Bahkan semangat spiritualitas yang memayungi semua itu selaras dengan parhyangan.

Bali saat ini menghadapi tantangan besar: pariwisata massal, alih fungsi lahan, dan krisis ekologi. Suara Jane seakan menjadi pengingat bahwa pembangunan yang mengabaikan harmoni dengan alam hanya akan berujung pada bencana. Dalam spirit Tri Hita Karana, pesan Jane mengajarkan bahwa menjaga sungai, hutan, dan hewan bukanlah sekadar tindakan ekologis, melainkan sebuah laku spiritual, sebuah sembah kepada Sang Pencipta yang bersemayam dalam ciptaan-Nya.

Pesan Jane Goodall untuk Indonesia

Bagi Indonesia, negeri dengan kekayaan biodiversitas luar biasa, Jane adalah teladan abadi. Ia membuktikan bahwa seorang individu, dengan komitmen penuh, bisa mengubah cara pandang dunia. Indonesia yang memiliki orangutan, gajah Sumatra, badak Jawa, dan ribuan spesies unik lainnya, seringkali berada di persimpangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Jane menunjukkan jalan bahwa keberlanjutan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan jika kita ingin bertahan.

Gerakan Roots & Shoots yang digagas Jane juga sangat relevan dengan generasi muda Indonesia. Ia percaya anak-anak dan remaja adalah agen perubahan yang paling kuat. Semangat ini sejalan dengan gerakan pendidikan berbasis kesadaran lingkungan yang mulai tumbuh di berbagai daerah di Nusantara.

Resonansi dengan Guruji Anand Krishna

Dalam konteks spiritualitas Indonesia, khususnya di Bali, pesan Jane sangat selaras dengan ajaran Guruji Anand Krishna. Guruji menekankan pentingnya holistic health—kesehatan yang lahir dari harmoni tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan. Sama seperti Jane, Guruji mengingatkan bahwa kita tidak bisa sehat bila tidak selaras dengan alam semesta .

Anand Krishna sering berbicara tentang pentingnya “cinta kasih universal” (universal love), yang tidak hanya berlaku untuk sesama manusia tetapi juga seluruh ciptaan. Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Jane yang melihat simpanse dan hewan lain bukan sebagai objek penelitian belaka, melainkan saudara dalam perjalanan kosmis.

Visi Anand Ashram yang didirikan Guruji, “One Earth, One Sky, One Humankind”, memiliki gema yang sama dengan perjuangan Jane Goodall. Visi ini mengingatkan bahwa manusia, apa pun ras dan agamanya, hidup di bumi yang satu, di bawah langit yang sama, dan merupakan satu keluarga besar umat manusia.

Misi Anand Ashram, yakni “Inner Peace, Communal Love, Global Harmony”, juga berkelindan erat dengan warisan Jane. Ia menunjukkan bahwa kedamaian batin (inner peace) adalah sumber kekuatan untuk merawat bumi dengan penuh cinta. Kasih di tengah komunitas (communal love) adalah jalan membangun solidaritas sosial yang berkeadilan. Dan harmoni global (global harmony) adalah cita-cita tertinggi yang hanya bisa dicapai bila manusia hidup berdampingan dengan alam, bukan melawannya.

Menurut Guruji Anand Krishna, seluruh isi bumi ini—manusia, flora, fauna, gunung, lembah, sungai, lautan—adalah manifestasi nyata dari Sang Ilahi yang saling memengaruhi satu sama lain. Karena itu, semuanya harus dirawat bersama, bukan dieksploitasi; dilayani dengan kasih, bukan ditaklukkan. Perspektif ini membuat cinta kasih bukan lagi sekadar konsep moral, melainkan sikap spiritual yang mendasar. Inilah kesadaran yang juga dijalani oleh Jane Goodall sepanjang hidupnya.

Kesadaran Hawkins: Peta Evolusi Spiritual

Jika kita kaitkan dengan Map of Consciousness dari David R. Hawkins, maka kehidupan Jane Goodall dapat dilihat sebagai perjalanan menuju tingkat kesadaran tinggi. Dalam peta kesadaran Hawkins, level rendah seperti shame, guilt, anger, dan pride adalah energi destruktif. Jane memilih jalan compassion, love, bahkan peace—dimensi yang memancarkan energi konstruktif bagi dunia.

Keberaniannya meninggalkan zona nyaman demi hidup bersama simpanse, kepasrahan dan ketekunannya dalam riset, serta dedikasinya bagi lingkungan dan kemanusiaan mencerminkan kualitas cinta tanpa syarat (unconditional love). Pada tahap inilah, menurut Hawkins, seseorang tidak lagi hanya berkontribusi bagi lingkungannya secara lokal, melainkan memberi resonansi global. Jane adalah contoh nyata individu yang hidup di level kesadaran tinggi, dan oleh karenanya mampu menggerakkan jutaan hati di seluruh dunia.

Menghidupkan Warisan Jane Goodall di Bali dan Indonesia

Kini, setelah ia tiada, pertanyaan yang harus kita ajukan adalah: bagaimana kita melanjutkan warisan Jane Goodall? Untuk Bali, jawabannya jelas: menghidupkan kembali Tri Hita Karana secara otentik, bukan sekadar jargon pariwisata. Untuk Indonesia, jawabannya adalah memperlakukan hutan dan keanekaragaman hayati sebagai warisan leluhur, bukan komoditas dagang semata. Dan untuk dunia, jawabannya adalah membangun kesadaran global bahwa semua makhluk adalah bagian dari jaringan kehidupan yang saling terkait.

Guruji Anand Krishna menekankan bahwa “kesadaran tidak bisa diwariskan, hanya bisa ditumbuhkan dalam diri masing-masing.” Warisan Jane Goodall adalah inspirasi, tetapi tanggung jawab untuk menghidupkannya kembali ada di tangan kita. Dengan kesadaran, kita bisa mengubah cara berpikir, cara hidup, dan cara kita memperlakukan bumi.

Penutup

Jane Goodall telah berpulang, tetapi suaranya tidak pernah padam. Seperti simponi alam, ia terus bergema di hutan Gombe, di desa-desa Bali, di kampus-kampus Indonesia, hingga di ruang kesadaran manusia global. Ia adalah teladan bahwa sains, spiritualitas, dan kemanusiaan bisa bersatu dalam satu kehidupan.

Sebagaimana Tri Hita Karana mengajarkan harmoni, Guruji Anand Krishna mengajarkan cinta universal melalui visi One Earth, One Sky, One Humankind, misi Inner Peace, Communal Love, Global Harmony, serta pandangan bahwa seluruh isi bumi adalah manifestasi Sang Ilahi yang harus dirawat dengan kasih, dan Hawkins memetakan jalan kesadaran, Jane Goodall adalah bukti hidup bahwa semua itu mungkin dijalani. Warisannya kini menjadi panggilan bagi kita semua: untuk hidup selaras dengan bumi, penuh cinta kasih, dan dengan kesadaran yang lebih tinggi. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AGUNG SUDARSA
Suara Rakyat, Suara Tuhan: Belajar dari Robohnya Tembok GWK
Tags: Anand KrishnaHawkinsJane Goodallkemanusiaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Runtuhnya Marwah Penelitian Indonesia

Next Post

BHUTA KALA KATAKSINI — PENAMPAKAN PULAU KURA-KURA

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

BHUTA KALA KATAKSINI — PENAMPAKAN PULAU KURA-KURA

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co