24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nusantara International Folklore Festival 2025, Ruang Bertemunya Tradisi dan Inovasi

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 26, 2025
in Panggung
Nusantara International Folklore Festival 2025, Ruang Bertemunya Tradisi dan Inovasi

Nusantara International Folklore Festival 2025

NUSANTARA International Folklore Festival (NIFF) 2025 tak hanya menyajikan pertunjukan seni yang penuh ekpresif, tetapi juga mengajak penonton bernostalgia ke masa lalu. Kisah dan ceritera-ceritera rakyat yang dulu sangat akrad dengan kehidupan di jaman lampau, disajikan kembali dengan garapan baru penuh inspiaratif. Termasuk pula kekayaan budaya daerah yang diangkat dan disajikan dengan olahan baru yang mernarik.

NIFF digelar oleh Yayasan Ardhanari Dharma Citta berlangsung di Arma Museum & Resort, Ubud selama dua hari 25 – 26 September 2025. Opening Ceremony pada 25 September 2025 berlangsung meriah, dibuka oleh Wakil Menteri Kebudayaan Indonesia Giring Ganesha. Prosesi pembukaan dilakukan bersama Sita Tyasutami (Festival Director), Agung Rai (Pendiri ARMA), Jasmine Okubo (Festival Curator), dan Budhi Suryanata (Festival Producer).

Pembukaan Nusantara International Folklore Festival 2025

Mereka membunyikan alat musik bambu Marakas, yang kemudian diikuti oleh seluruh penonton yang juga memegang Marakas. Momen ini menjadi simbol keterhubungan dan kebersamaan, sejalan dengan tema festival Global Rhythms, Shared Stories.

“NIFF bukan sekadar panggung pertunjukan, tetapi ruang perjumpaan di mana tradisi dan inovasi bertemu, dan kisah-kisah budaya dari berbagai bangsa dapat dipahami serta dirayakan bersama,” ujar Festival Director Sita Tyasutami.

Penampil Hari Pertama

Hari pertama NIFF 2025 membuka panggung dengan komposisi lintas tradisi yang menggugah. Angklung Orkestra Indonesia dari Jakarta menyalakan suasana dengan harmoni bambu yang riuh, disusul Tarki Nari, kelompok tari asal Jakarta yang menampilkan koreografi energik berakar folklor urban. Nuansa internasional hadir lewat kolaborasi SVCC x Sangamam Global Academy yang memadukan India dan Bali, menghadirkan dialog lintas benua di atas panggung.

Penampil Nusantara International Folklore Festival 2025

Dari Jawa Timur, Sanggar Tari Sakratrinata asal Malang membawa warna khas tari daerah, sementara Kerta Art dari Bali memperlihatkan kekuatan seni lokal yang ditafsir ulang secara kontemporer. Kolaborasi unik juga hadir dari NIFF Committee & ARMA, menandai sinergi antara penyelenggara festival dan rumah seni yang menjadi tuan rumah.

Nama-nama besar turut mewarnai malam itu. Maestro Didik Nini Thowok dan Maria Darmaningsih tampil dalam duet berkelas, sementara Ni Nyoman Sudewi berpentas bersama musisi Noizekilla, memperlihatkan jembatan antara tari klasik Bali dan ritme kontemporer. Energi kolektif juga terasa lewat Komunitas Perempuan Menari dari Jakarta dan Mitra Tari Hadiprana, yang sama-sama mengusung semangat pemberdayaan dan estetika kerakyatan.

Penampil Nusantara International Folklore Festival 2025

Dari Nusa Tenggara, Sanggar Mada Ntana asal Dompu mempersembahkan tarian khas Sumbawa, dilanjutkan dengan Missmala Dance Crew dari Cirebon yang menghadirkan gaya urban dengan akar tradisi. Festival juga membuka ruang bagi jejak global: Billy Chang dari Taiwan menampilkan inovasi artistik bercorak Asia Timur, dan Kōkō Tangiwai dari New Zealand menutup malam dengan performa yang kental dengan spirit Pasifik.

Hari pertama NIFF 2025 pun terasa seperti mosaik budaya, di mana setiap penampil bukan hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menyulam kisah, identitas, dan semangat perjumpaan lintas bangsa di panggung Ubud.

Tokoh-tokoh lain yang turut mendukung festival ini antara lain Prof. I Wayan Dibia, Dr. Ni Nyoman Sudewi, serta kurator Bhisma Wrhaspati dan Eriza Trihapsari, yang bersama-sama membentuk jantung kreatif NIFF 2025.

Sita Tyasutami mengatakan, dengan tema Global Rhythms, Shared Stories, NIFF diharapkan tumbuh menjadi festival tahunan berskala internasional yang merayakan kekayaan seni tradisi Nusantara dalam dialog dengan dunia.

Penampil Nusantara International Folklore Festival 2025

Festival ini menjadi ruang pertemuan lintas budaya, merayakan keberagaman seni tradisi dunia, dan memperkuat jembatan antarbangsa melalui seni pertunjukan. Tahun ini, NIFF menargetkan 1.000 penonton langsung, dengan keterlibatan 100 partisipan internasional, 200 partisipan nasional, 20 pelaku UKM, dan 30 relawan budaya.

Sejak suksesnya Jakarta International Folklore Festival (JIFF) 2019 dengan partisipasi 28 grup dari 8 negara, para penggagas kini melanjutkan semangat itu secara independen lewat NIFF. “Tahun ini, NIFF menghadirkan pertunjukan tari dan musik, pawai budaya, pameran, serta workshop seni tradisi bersama maestro internasional,” ujarnya.

Artistic Director Maria Darmaningsih, co-founder Indonesian Dance Festival, menegaskan pentingnya merayakan folklor sebagai warisan budaya. “Folklor itu bukan hanya kerakyatan tapi juga keraton. Bahkan ungkapan sehari-hari adalah bagian dari folklor. Itulah yang ingin kami hadirkan,” ujarnya.

Penampil Nusantara International Folklore Festival 2025

Maestro tari Didik Nini Thowok, yang dikenal dengan tari topeng lintas tradisi, menyampaikan keterlibatannya lahir dari ikatan persahabatan sekaligus kedekatan spiritual dengan Bali. “Sejak saya belajar topeng dari Bali, Cirebon, dan Malang, saya selalu merasa punya rumah di sini,” katanya.

Dukungan juga datang dari pihak tuan rumah, Agung Yudi (ARMA), yang menyebut festival ini sebagai semangat baru bagi Bali. “ARMA adalah museum yang hidup, ruang publik untuk bertemu dan berkarya. Festival ini membuat Bali tetap menjadi sentra seni-budaya yang terhubung dengan dunia,” sebut Agung Yudi. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: budaya nusantaraFolkloreMuseum Arma UbudNusantara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika “Pundukan” pun Dicaplok

Next Post

Nasionalisme dalam Pusaran Globalisasi dan Post-Truth

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Nasionalisme dalam Pusaran Globalisasi dan Post-Truth

Nasionalisme dalam Pusaran Globalisasi dan Post-Truth

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co