25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sensasi Bonsai di Lapangan Puputan Badung: Bonsai Menyapa Warga Kota

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
September 2, 2025
in Khas
Sensasi Bonsai di Lapangan Puputan Badung: Bonsai Menyapa Warga Kota

Bonsai yang dipamerkan di lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

SORE itu, Lapangan Puputan Badung di pusat Kota Denpasar, orang-orang ramai mengerumuni meja-meja yang melingkar dengan selimut kain putih. Meja itu tampak mewah dan elegan.

Di atas meja ada tanaman kerdil alias bonsai. Orang yang berkerumun tentu saja melihat bonsai, bukan melihat meja. Ratusan bonsai di pamerkan di atas meja itu dengan berbagai bentuk artistik. Ada yang mungil dengan batang berliku penuh filosofi, ada pula yang gagah seolah pohon tua yang disulap jadi kecil.

Pengunjung lalu-lalang, sebagian asik mengabadikan bonsai lewat kamera ponsel, sebagian lain berburu tanaman yang dijual di stand sekitar.

Warga Kota Denpasar melihat-lihat bonsai di Lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

Suasana makin riuh dengan hadirnya stand-stand lain di sekeliling lapangan. Ada kaktus mungil, sukulen, anggrek dengan kelopak mekar, pot keramik unik, bunga mawar, hingga tanaman buah yang tak kalah menarik.

Di bagian depan, aroma bakso dan makanan lainnya menyeruak dari stand makanan, berpadu dengan teriakan anak-anak yang riang bermain di istana balon. Semua orang bisa menemukan sesuatu untuk dinikmati, baik pecinta bonsai, penggemar tanaman hias, maupun keluarga yang sekadar jalan sore.

Pameran bonsai dengan tajuk Sensasi Bonsai ini digelar sejak 27 Agustus hingga 5 September 2025 oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Denpasar. Bagi yang belum akrab, PPBI adalah organisasi berbasis nasional yang mewadahi para pecinta bonsai di seluruh Indonesia. Tahun ini, Sensasi Bonsai di Puputan Badung jadi penyelenggaraan kedua, setelah sebelumnya terlaksana di Lapangan Niti Mandala Renon.

Bonsai yang dipamerkan di lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

Tak berhenti di tingkat nasional, PPBI juga berpengalaman di panggung dunia. Beberapa bulan lalu, tepatnya bulan Juli, cabang Gianyar sukses menjadi tuan rumah Konvensi Asia Pacific Bonsai and Suiseki (ASPAC) ke-17 yang berlangsung di Alun-alun Kota Gianyar. Ajang internasional ini mempertemukan ratusan bonsai dari berbagai negara, sekaligus menghadirkan pakar bonsai kelas dunia untuk workshop dan demonstrasi teknik. Dari ASPAC hingga pameran lokal, terlihat jelas bagaimana bonsai menjadi wadah yang menghubungkan seni, ketekunan, dan orang-orang dari berbagai kalangan

Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua di Denpasar, bedanya pameran kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan 119 tahun Puputan Badung.

 “Kali ini kami bergandengan dengan Puri Agung Satria untuk momentum Puputan Badung, dan juga dengan LPM sebagai wadah UMKM di Denpasar. Jadi acaranya saling mengisi,” jelas Kak Dhika, salah satu panitia Sensasi Bonsai.

Ia juga menjelaskan bahwa ajang ini merupakan ajang tingkat nasional yang memang rutin di adakan 2 tahun sekali, sebelumnya pada tahun 2023 susah diadakan di Renon. Menurutnya, ada sekitar 600–700an bonsai yang dipamerkan.

“Harapannya supaya peminat bonsai di Denpasar semakin banyak, karena menanam pohon juga kan jadi program yang positif,” tambahnya ketika ditanya mengenai harapan ke depannya melalui event Sensasi Bonsai.

Beralih dari ajang memamerkan bonsai, di sebelah meja-meja melingkar sebagai tumpuan ratusan bonsai terdapat beberapa stand dengan berbagai jenis tanaman. Salah satunya di stand “Klein Moo.Plant” milik Kak Febi (30), peserta stand asal Buleleng yang menjaga stand tanaman, bercerita bahwa ia ikut serta karena ajakan teman.

“Diajakin sekalian buka stand di sini. Kalau di stand kita sih ada kaktus dan sukulen, jadi beda dari yang lain. Kalau teman-teman yang lain kan mayoritas bonsai,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pameran ini memang memberi ruang bagi berbagai jenis tanaman hias. “Di sini semua tanaman sih. Ada anggrek, bonsai, mawar, bahkan tanaman buah juga ada. Oh, ada juga kerajinan kramik, kayak pot-pot gitu,” ucapnya sambil mengingat-ingat ketika ditanya mengenai jenis-jenis stand yang ada.

Bonsai dan tanaman lain yang dijual di ajang pameran bonsai di Lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

Keterlibatan berbagai jenis tanaman inilah yang membuat suasana lebih semarak. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti di stand-stand tanaman untuk sekadar melihat-lihat atau membeli tanaman yang bisa dirawat di rumah. Dengan begitu, pameran ini tidak hanya jadi arena bagi para pecinta bonsai, tetapi juga ruang pertemuan bagi komunitas pecinta tanaman secara umum.

Selain pengunjung yang memang sudah sejak awal menjadi pecinta bonsai maupun tanaman, ada pula pengunjung awam yang menjadikan pameran ini sebagai pengalaman pertama bersentuhan langsung dengan dunia bonsai.

Ary Trisna (20), salah satu pengunjung yang sempat memberikan kesannya terhadap event kali ini, ia awalnya mengaku tidak tahu ada acara seperti ini. “Aku ke Lapangan Puputan mau jalan-jalan biasa aja, eh ternyata ada event ini, yaa aku coba mampir deh,” ujarnya.

Meski datang tanpa rencana, ia merasa cukup terkesan. “Menurutku seru, apalagi event kayak gini jarang diadakan di Puputan. Kita bisa dapat wawasan tentang bonsai dan tanaman-tanaman lainnya juga,” katanya sambil melihat ke segala sudut di pameran.

Baginya, bonsai punya daya tarik tersendiri. “Karena bonsai itu tumbuhan yang dimodifikasi dengan unik. Pembuatannya juga memakan waktu cukup lama. Dari segi bentuk dan proporsinya, bonsai bisa jadi tanaman hias yang memanjakan mata,” tambahnya.

Tak hanya bonsai, Ary juga tertarik dengan stand makanan di area pameran. “Setelah keliling lihat bonsai, enak bisa langsung isi energi di sana,” ujarnya sambil tersenyum.

Lebih dari sekadar pameran, acara ini juga menjadi ruang interaksi sosial. Bonsai yang dipamerkan bukan hanya memperlihatkan keterampilan teknik, tapi juga menyampaikan pesan tentang ketekunan, kesabaran, dan hubungan manusia dengan alam.

Setiap batang yang dililit, setiap ranting yang diarahkan atau dibentuk dengan begitu elok adalah simbol kerja keras bertahun-tahun. Di tengah riuh suasana kota, bonsai hadir sebagai pengingat bahwa ada keindahan dalam hal-hal kecil, ada kesabaran, dan ada kebersamaan yang lahir dari cinta terhadap tanaman.

Bonsai, dengan segala bentuk unik dan filosofinya, mampu menarik perhatian berbagai kalangan, dari pecinta tanaman berpengalaman hingga anak muda yang baru mengenal dunia ini.[T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: bonsaidenpasarfloraLapangan Puputanpameran bonsai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

RASIS BERTENTANGAN DENGAN AJARAN LELUHUR BALI

Next Post

Ibu Pertiwi Menangis (Lagi dan Lagi)

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Ibu Pertiwi Menangis (Lagi dan Lagi)

Ibu Pertiwi Menangis (Lagi dan Lagi)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co