15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sensasi Bonsai di Lapangan Puputan Badung: Bonsai Menyapa Warga Kota

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
September 2, 2025
in Khas
Sensasi Bonsai di Lapangan Puputan Badung: Bonsai Menyapa Warga Kota

Bonsai yang dipamerkan di lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

SORE itu, Lapangan Puputan Badung di pusat Kota Denpasar, orang-orang ramai mengerumuni meja-meja yang melingkar dengan selimut kain putih. Meja itu tampak mewah dan elegan.

Di atas meja ada tanaman kerdil alias bonsai. Orang yang berkerumun tentu saja melihat bonsai, bukan melihat meja. Ratusan bonsai di pamerkan di atas meja itu dengan berbagai bentuk artistik. Ada yang mungil dengan batang berliku penuh filosofi, ada pula yang gagah seolah pohon tua yang disulap jadi kecil.

Pengunjung lalu-lalang, sebagian asik mengabadikan bonsai lewat kamera ponsel, sebagian lain berburu tanaman yang dijual di stand sekitar.

Warga Kota Denpasar melihat-lihat bonsai di Lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

Suasana makin riuh dengan hadirnya stand-stand lain di sekeliling lapangan. Ada kaktus mungil, sukulen, anggrek dengan kelopak mekar, pot keramik unik, bunga mawar, hingga tanaman buah yang tak kalah menarik.

Di bagian depan, aroma bakso dan makanan lainnya menyeruak dari stand makanan, berpadu dengan teriakan anak-anak yang riang bermain di istana balon. Semua orang bisa menemukan sesuatu untuk dinikmati, baik pecinta bonsai, penggemar tanaman hias, maupun keluarga yang sekadar jalan sore.

Pameran bonsai dengan tajuk Sensasi Bonsai ini digelar sejak 27 Agustus hingga 5 September 2025 oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Denpasar. Bagi yang belum akrab, PPBI adalah organisasi berbasis nasional yang mewadahi para pecinta bonsai di seluruh Indonesia. Tahun ini, Sensasi Bonsai di Puputan Badung jadi penyelenggaraan kedua, setelah sebelumnya terlaksana di Lapangan Niti Mandala Renon.

Bonsai yang dipamerkan di lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

Tak berhenti di tingkat nasional, PPBI juga berpengalaman di panggung dunia. Beberapa bulan lalu, tepatnya bulan Juli, cabang Gianyar sukses menjadi tuan rumah Konvensi Asia Pacific Bonsai and Suiseki (ASPAC) ke-17 yang berlangsung di Alun-alun Kota Gianyar. Ajang internasional ini mempertemukan ratusan bonsai dari berbagai negara, sekaligus menghadirkan pakar bonsai kelas dunia untuk workshop dan demonstrasi teknik. Dari ASPAC hingga pameran lokal, terlihat jelas bagaimana bonsai menjadi wadah yang menghubungkan seni, ketekunan, dan orang-orang dari berbagai kalangan

Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua di Denpasar, bedanya pameran kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan 119 tahun Puputan Badung.

 “Kali ini kami bergandengan dengan Puri Agung Satria untuk momentum Puputan Badung, dan juga dengan LPM sebagai wadah UMKM di Denpasar. Jadi acaranya saling mengisi,” jelas Kak Dhika, salah satu panitia Sensasi Bonsai.

Ia juga menjelaskan bahwa ajang ini merupakan ajang tingkat nasional yang memang rutin di adakan 2 tahun sekali, sebelumnya pada tahun 2023 susah diadakan di Renon. Menurutnya, ada sekitar 600–700an bonsai yang dipamerkan.

“Harapannya supaya peminat bonsai di Denpasar semakin banyak, karena menanam pohon juga kan jadi program yang positif,” tambahnya ketika ditanya mengenai harapan ke depannya melalui event Sensasi Bonsai.

Beralih dari ajang memamerkan bonsai, di sebelah meja-meja melingkar sebagai tumpuan ratusan bonsai terdapat beberapa stand dengan berbagai jenis tanaman. Salah satunya di stand “Klein Moo.Plant” milik Kak Febi (30), peserta stand asal Buleleng yang menjaga stand tanaman, bercerita bahwa ia ikut serta karena ajakan teman.

“Diajakin sekalian buka stand di sini. Kalau di stand kita sih ada kaktus dan sukulen, jadi beda dari yang lain. Kalau teman-teman yang lain kan mayoritas bonsai,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pameran ini memang memberi ruang bagi berbagai jenis tanaman hias. “Di sini semua tanaman sih. Ada anggrek, bonsai, mawar, bahkan tanaman buah juga ada. Oh, ada juga kerajinan kramik, kayak pot-pot gitu,” ucapnya sambil mengingat-ingat ketika ditanya mengenai jenis-jenis stand yang ada.

Bonsai dan tanaman lain yang dijual di ajang pameran bonsai di Lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

Keterlibatan berbagai jenis tanaman inilah yang membuat suasana lebih semarak. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti di stand-stand tanaman untuk sekadar melihat-lihat atau membeli tanaman yang bisa dirawat di rumah. Dengan begitu, pameran ini tidak hanya jadi arena bagi para pecinta bonsai, tetapi juga ruang pertemuan bagi komunitas pecinta tanaman secara umum.

Selain pengunjung yang memang sudah sejak awal menjadi pecinta bonsai maupun tanaman, ada pula pengunjung awam yang menjadikan pameran ini sebagai pengalaman pertama bersentuhan langsung dengan dunia bonsai.

Ary Trisna (20), salah satu pengunjung yang sempat memberikan kesannya terhadap event kali ini, ia awalnya mengaku tidak tahu ada acara seperti ini. “Aku ke Lapangan Puputan mau jalan-jalan biasa aja, eh ternyata ada event ini, yaa aku coba mampir deh,” ujarnya.

Meski datang tanpa rencana, ia merasa cukup terkesan. “Menurutku seru, apalagi event kayak gini jarang diadakan di Puputan. Kita bisa dapat wawasan tentang bonsai dan tanaman-tanaman lainnya juga,” katanya sambil melihat ke segala sudut di pameran.

Baginya, bonsai punya daya tarik tersendiri. “Karena bonsai itu tumbuhan yang dimodifikasi dengan unik. Pembuatannya juga memakan waktu cukup lama. Dari segi bentuk dan proporsinya, bonsai bisa jadi tanaman hias yang memanjakan mata,” tambahnya.

Tak hanya bonsai, Ary juga tertarik dengan stand makanan di area pameran. “Setelah keliling lihat bonsai, enak bisa langsung isi energi di sana,” ujarnya sambil tersenyum.

Lebih dari sekadar pameran, acara ini juga menjadi ruang interaksi sosial. Bonsai yang dipamerkan bukan hanya memperlihatkan keterampilan teknik, tapi juga menyampaikan pesan tentang ketekunan, kesabaran, dan hubungan manusia dengan alam.

Setiap batang yang dililit, setiap ranting yang diarahkan atau dibentuk dengan begitu elok adalah simbol kerja keras bertahun-tahun. Di tengah riuh suasana kota, bonsai hadir sebagai pengingat bahwa ada keindahan dalam hal-hal kecil, ada kesabaran, dan ada kebersamaan yang lahir dari cinta terhadap tanaman.

Bonsai, dengan segala bentuk unik dan filosofinya, mampu menarik perhatian berbagai kalangan, dari pecinta tanaman berpengalaman hingga anak muda yang baru mengenal dunia ini.[T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: bonsaidenpasarfloraLapangan Puputanpameran bonsai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

RASIS BERTENTANGAN DENGAN AJARAN LELUHUR BALI

Next Post

Ibu Pertiwi Menangis (Lagi dan Lagi)

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Ibu Pertiwi Menangis (Lagi dan Lagi)

Ibu Pertiwi Menangis (Lagi dan Lagi)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co