25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sensasi Bonsai di Lapangan Puputan Badung: Bonsai Menyapa Warga Kota

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
September 2, 2025
in Khas
Sensasi Bonsai di Lapangan Puputan Badung: Bonsai Menyapa Warga Kota

Bonsai yang dipamerkan di lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

SORE itu, Lapangan Puputan Badung di pusat Kota Denpasar, orang-orang ramai mengerumuni meja-meja yang melingkar dengan selimut kain putih. Meja itu tampak mewah dan elegan.

Di atas meja ada tanaman kerdil alias bonsai. Orang yang berkerumun tentu saja melihat bonsai, bukan melihat meja. Ratusan bonsai di pamerkan di atas meja itu dengan berbagai bentuk artistik. Ada yang mungil dengan batang berliku penuh filosofi, ada pula yang gagah seolah pohon tua yang disulap jadi kecil.

Pengunjung lalu-lalang, sebagian asik mengabadikan bonsai lewat kamera ponsel, sebagian lain berburu tanaman yang dijual di stand sekitar.

Warga Kota Denpasar melihat-lihat bonsai di Lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

Suasana makin riuh dengan hadirnya stand-stand lain di sekeliling lapangan. Ada kaktus mungil, sukulen, anggrek dengan kelopak mekar, pot keramik unik, bunga mawar, hingga tanaman buah yang tak kalah menarik.

Di bagian depan, aroma bakso dan makanan lainnya menyeruak dari stand makanan, berpadu dengan teriakan anak-anak yang riang bermain di istana balon. Semua orang bisa menemukan sesuatu untuk dinikmati, baik pecinta bonsai, penggemar tanaman hias, maupun keluarga yang sekadar jalan sore.

Pameran bonsai dengan tajuk Sensasi Bonsai ini digelar sejak 27 Agustus hingga 5 September 2025 oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Denpasar. Bagi yang belum akrab, PPBI adalah organisasi berbasis nasional yang mewadahi para pecinta bonsai di seluruh Indonesia. Tahun ini, Sensasi Bonsai di Puputan Badung jadi penyelenggaraan kedua, setelah sebelumnya terlaksana di Lapangan Niti Mandala Renon.

Bonsai yang dipamerkan di lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

Tak berhenti di tingkat nasional, PPBI juga berpengalaman di panggung dunia. Beberapa bulan lalu, tepatnya bulan Juli, cabang Gianyar sukses menjadi tuan rumah Konvensi Asia Pacific Bonsai and Suiseki (ASPAC) ke-17 yang berlangsung di Alun-alun Kota Gianyar. Ajang internasional ini mempertemukan ratusan bonsai dari berbagai negara, sekaligus menghadirkan pakar bonsai kelas dunia untuk workshop dan demonstrasi teknik. Dari ASPAC hingga pameran lokal, terlihat jelas bagaimana bonsai menjadi wadah yang menghubungkan seni, ketekunan, dan orang-orang dari berbagai kalangan

Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua di Denpasar, bedanya pameran kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan 119 tahun Puputan Badung.

 “Kali ini kami bergandengan dengan Puri Agung Satria untuk momentum Puputan Badung, dan juga dengan LPM sebagai wadah UMKM di Denpasar. Jadi acaranya saling mengisi,” jelas Kak Dhika, salah satu panitia Sensasi Bonsai.

Ia juga menjelaskan bahwa ajang ini merupakan ajang tingkat nasional yang memang rutin di adakan 2 tahun sekali, sebelumnya pada tahun 2023 susah diadakan di Renon. Menurutnya, ada sekitar 600–700an bonsai yang dipamerkan.

“Harapannya supaya peminat bonsai di Denpasar semakin banyak, karena menanam pohon juga kan jadi program yang positif,” tambahnya ketika ditanya mengenai harapan ke depannya melalui event Sensasi Bonsai.

Beralih dari ajang memamerkan bonsai, di sebelah meja-meja melingkar sebagai tumpuan ratusan bonsai terdapat beberapa stand dengan berbagai jenis tanaman. Salah satunya di stand “Klein Moo.Plant” milik Kak Febi (30), peserta stand asal Buleleng yang menjaga stand tanaman, bercerita bahwa ia ikut serta karena ajakan teman.

“Diajakin sekalian buka stand di sini. Kalau di stand kita sih ada kaktus dan sukulen, jadi beda dari yang lain. Kalau teman-teman yang lain kan mayoritas bonsai,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pameran ini memang memberi ruang bagi berbagai jenis tanaman hias. “Di sini semua tanaman sih. Ada anggrek, bonsai, mawar, bahkan tanaman buah juga ada. Oh, ada juga kerajinan kramik, kayak pot-pot gitu,” ucapnya sambil mengingat-ingat ketika ditanya mengenai jenis-jenis stand yang ada.

Bonsai dan tanaman lain yang dijual di ajang pameran bonsai di Lapangan Puputan Badung | Foto: Suwini

Keterlibatan berbagai jenis tanaman inilah yang membuat suasana lebih semarak. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti di stand-stand tanaman untuk sekadar melihat-lihat atau membeli tanaman yang bisa dirawat di rumah. Dengan begitu, pameran ini tidak hanya jadi arena bagi para pecinta bonsai, tetapi juga ruang pertemuan bagi komunitas pecinta tanaman secara umum.

Selain pengunjung yang memang sudah sejak awal menjadi pecinta bonsai maupun tanaman, ada pula pengunjung awam yang menjadikan pameran ini sebagai pengalaman pertama bersentuhan langsung dengan dunia bonsai.

Ary Trisna (20), salah satu pengunjung yang sempat memberikan kesannya terhadap event kali ini, ia awalnya mengaku tidak tahu ada acara seperti ini. “Aku ke Lapangan Puputan mau jalan-jalan biasa aja, eh ternyata ada event ini, yaa aku coba mampir deh,” ujarnya.

Meski datang tanpa rencana, ia merasa cukup terkesan. “Menurutku seru, apalagi event kayak gini jarang diadakan di Puputan. Kita bisa dapat wawasan tentang bonsai dan tanaman-tanaman lainnya juga,” katanya sambil melihat ke segala sudut di pameran.

Baginya, bonsai punya daya tarik tersendiri. “Karena bonsai itu tumbuhan yang dimodifikasi dengan unik. Pembuatannya juga memakan waktu cukup lama. Dari segi bentuk dan proporsinya, bonsai bisa jadi tanaman hias yang memanjakan mata,” tambahnya.

Tak hanya bonsai, Ary juga tertarik dengan stand makanan di area pameran. “Setelah keliling lihat bonsai, enak bisa langsung isi energi di sana,” ujarnya sambil tersenyum.

Lebih dari sekadar pameran, acara ini juga menjadi ruang interaksi sosial. Bonsai yang dipamerkan bukan hanya memperlihatkan keterampilan teknik, tapi juga menyampaikan pesan tentang ketekunan, kesabaran, dan hubungan manusia dengan alam.

Setiap batang yang dililit, setiap ranting yang diarahkan atau dibentuk dengan begitu elok adalah simbol kerja keras bertahun-tahun. Di tengah riuh suasana kota, bonsai hadir sebagai pengingat bahwa ada keindahan dalam hal-hal kecil, ada kesabaran, dan ada kebersamaan yang lahir dari cinta terhadap tanaman.

Bonsai, dengan segala bentuk unik dan filosofinya, mampu menarik perhatian berbagai kalangan, dari pecinta tanaman berpengalaman hingga anak muda yang baru mengenal dunia ini.[T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: bonsaidenpasarfloraLapangan Puputanpameran bonsai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

RASIS BERTENTANGAN DENGAN AJARAN LELUHUR BALI

Next Post

Ibu Pertiwi Menangis (Lagi dan Lagi)

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Ibu Pertiwi Menangis (Lagi dan Lagi)

Ibu Pertiwi Menangis (Lagi dan Lagi)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co