KALAU sedang melewati Jalan Raya Desa Pangkung Tibah, tepatnya di depan Kantor Desa Panglung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan jangan kaget ketika menemukan sebuah gallery kecil, unik dan penuh dengan hiasan tutup botol air mineral. Tutup botol berbagai warna itu digantung dengan sobekan kain sampah berwarna biru dan sebagain putih, bergerak, bergelayut dan saling bersentuhan ketika ditiup angin.
Sebagian digantung indah, dan sebagainnya lagi menempel di tembok dengan sentuhan jiwa seni yang kental. Kalau dilihat dari jauh, tutup botol itu seperti garis yang saling berhubungan, indah dan sarat makna. Meski gallery ini kecil kalau dibandingkan dengan toko-toko seni yang ada di sampingnya, namun hiasan menarik itu justru memikat orang untuk berkendara pelan-pelan atau berhenti sesaat untuk melihat dan memastikannya.

Galeri kecil, unik dan penuh dengan hiasan tutup botol air mineral milik Oka Astawa | Foto: Bud
Ribuan tutup botol itu bukan hiasan biasa, tetapi sebuah karya seni bertajuk “Botol Lupa Tutupnya” karya Oka Astawa, seniman asli dari Desa Pangkung Tibah, kawasan desa yang tengah berkembang menjadi tujuan wisata. Karya seni itu membuat gallery bernama Ecoko Art Showroom menjadi perhatian. “Botol Lupa Tutupnya, merupakan sebuah art project terbaru yang memanfaatkan sampah tutup botol plastik menjadi sebagai karya seni,” kata Oka Astawa di ketika ditemui di Ecoko Art Showroom, Sabtu 30 Agustus 2025.
Setiap tutup botel yang dipasang, menawarkan kisah yang menarik. Sebab, berbagai jenis tutup botol plastic itu dipunggut dari pantai Pangkung Tibah. Ia sering menghabiskan waktu sore dengan jalan-jalan di pantai sambil menikmati sunset. Project seni itu mulai dikerjakan sekitar pertengahan tahun 2023. Sebagai penduduk asli di kawasan pantai itu, Oka memang sering mendapatkan inspirasi ketika berada di pantai berpasir hitam itu.
Boleh dibilang, ide-ide kekaryaannya sebagian besar bertemakan ecologi. Pada tahun sebelumnya dia menggarap projek lebih fokus pada tema ecologi laut. Ia, bersama beberapa pemuda desa lainnya membuat inisiatif bersih-bersih pantai yang diberi tajuk S.O.S Beach Project. Saat itu, project membuat karya instalasi yang dengan bahan dari sampah kayu, botol, kaca, dan sandal yang mereka punggut di pantai yang diberi judul “Traces Of Civilization Memories”.

Oka Astawa | Foto: Bud
Pada tahun berikutnya, Oka kembali membuat project bertemakan ecologi laut dengan memanfaatkan papan surfing rusak yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Papan surfing rusak itu dimanfaatkan menjadi karya instalasi yang dia beri judul “Art, Surf and Marine Ecology”. “Kali ini, saya kembali mendapatkan inspirasi dari alam laut, dimana saya melihat banyak sekali sampah tutup botol plastik berserakan di bibir pantai,” ucapnya.
Melihat sampah tutup botol plastik itu, Oka kemudian merasa tergugah untuk menjadikannya karya seni. Project ini dia beri judul “Botol Lupa Tutupnya” Ironi Kaum-kaum Terlupakan. “Karya ini bermakna tentang habis manis sepah dibuang, sesuatu yang terlupakan ketika sudah tidak diperlukan lagi dan kembali dicari ketika diperlukan. Sebuah sifat manusia yang sering lupa diri, lupa darimana mereka datang, lupa akan sejarah masa lalu,” paparnya.
Melupakan atau dilupakan sebuah ironi yang sering diperankan dalam kehidupan ini, sadar atau tidak sadar semua orang pernah melakukannya. Utamanya kepada orang-orang yang dulu pernah kita ajak menjalin hubungan, baik itu keluarga, teman, sahabat, ataupun partner kerja. “Melalui art project ini, saya ingin membangun kesadaran kita bersama untuk selalu menjalin hubungan baik dengan alam dan sesama manusia agar sama-sama saling menjaga dan tidak pernah melupakan manfaat-manfaat yang sudah kita dapatkan dari alam ataupun dari orang-orang sekitar kita,” harapnya.



Galeri kecil, unik dan penuh dengan hiasan tutup botol air mineral milik Oka Astawa | Foto: Bud
Jika dilihat dari sisi proses, karya ini juga merepresentasikan upaya Oka untuk menjalin hubungan yang baik dan keharmonisan dengan alam, dimana dia memanfaatkan sampah tutup botol plastik di pantai untuk diolah menjadi karya seni yang dapat menggugah semua orang. Hal itu bisa dilihat dari proses awal yang hampir setiap hari, disore hari ia pergi ke pantai untuk memunggut tutup botol plastik sampai terkumpul sangat banyak.
Oka Astawa merupakan salah satu pelaku seniman Eco-art sangat serius menggarap karya baru dengan memanfaatkan tutup botol di wilayah Tabanan itu. Karya kolaboratif ini menjadi cara pendekatan langsung Oka kepada publik dalam menyampaikan isu-isu seputar kesadaran ekologis, lewat aksi nyata sesuai aksi nyatanya. Sedangkan dalam karya personal Oka menghadirkan isu ekologis kedalam representasi visual karya-karya seni.
Belakangan ini, Oka memang lebih banyak memilih untuk lebih fokus pada karya pribadi tanpa banyak berkolaborasi dengan komunitas seniman setempat. Karya tutup botol terbarunya ini mencerminkan pendekatan personal yang menonjolkan penggunaan material ramah lingkungan dan teknik pengolahan yang inovatif. Cara ini, sejalan dengan nilai-nilai pelestarian alam serta tradisi kreatif masyarakat Bali yang menghargai harmoni antara manusia dan lingkungan. [T]
Penulis/Reporter: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto



























