23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [15-Habis]—Di Labuan Bajo Saya Hanya Numpang Lewat

Made Wirya by Made Wirya
August 27, 2025
in Tualang
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [15-Habis]—Di Labuan Bajo Saya Hanya Numpang Lewat

Karena salah perhitungan, di Labuan Bajo saya hanya numpang lewat

Sebelum melakukan perjalanan Gresik-Labuan Bajo, saya sudah mencari informasi tentang jadwal keberangkatan kapal dari Labuan Bajo ke Tanjung Perak, Surabaya.

Informasi yang saya dapatkan dari internet, sesuai jadwal kepulangan, ada dua keberangkatan: tanggal 22 dan 25 November 2022.

Untuk yang tanggal 22 November kapal berangkat sore, sehingga saya tidak mungkin naik kapal tersebut. Karena kapal penyeberangan dari Sape, baru sampai di Labuan Bajo pukul 18.05 WITA.

Maka saya putuskan pulang dengan jadwal keberangkatan tanggal 25 November. Sesampai di Pelabuhan Labuan Bajo, saya mencari informasi lagi tentang kepastian jadwal tersebut.

Salah satu petugas di pelabuhan yang indah itu menyampaikan, untuk kapal dengan tujuan Surabaya diberangkatkan dari Pelabuhan Multipurpose.

Dari hasil pencarian di Google Map, jarak ke pelabuhan itu cukup dekat, hanya 8,5 kilometer. Saya kemudian nyalakan lampu depan dan belakang. Saya langsung meluncur ke Pelabuhan Multipurpose dengan kecepatan sedang.

Dalam perjalanan saya berpikir sejenak, apakah akan mencari makan dan penginapan dulu, atau langsung menuju ke Pelabuhan Multipurpose. Karena masih sore dan belum begitu lapar, saya putuskan langsung ke sana.

Dalam bayangan saya, Pelabuhan Multipurpose seperti pelabuhan kapal pada umumnya, ada banyak kedai makanan dan penginapan. Jika memang benar jadwal keberangkatan kapal tanggal 25 November, saya akan menginap di sana, kemudian esoknya bersepeda keliling Kabupaten Manggarai Barat.

Sepeda saya kayuh pelan sambil menikmati suasana objek wisata tepi pantai itu. Suasananya tidak jauh berbeda dengan objek wisata tepi laut pada umunya, yang dikunjungi wisatawan mancanegara. Sepanjang jalan terdapat banyak hotel, restoran, bar, kedai kopi dan jasa diving.

Setelah bersepeda lebih kurang 2 kilometer, jalan mulai naik-turun. Saya kembali berkeringat. Lalu lintas cukup ramai. Kemungkinan saya sudah masuk jantung kota Labuan Bajo.

Saya tetap mengikuti rute di Google Map, jaraknya kurang 6 kilometer lagi. Saya diarahkan ke jalan yang tidak seramai sebelumnya. Kemudian masuk ke jalan yang membelah keriuhan pasar tradisional.

Saya gamang, jangan-jangan melewati rute yang salah. Saya bertanya pada anak muda yang sedang mencangkung di pinggir jalan. Ternyata benar, saya tidak salah jalan.

Saya kayuh sepeda lebih cepat, dengan harapan segera sampai. Tapi saya malah masuk ke jalan kampung yang becek. Celaka! Saya lihat di Google Map, memang itu rutenya. Jalanan kembali menanjak, dan tidak ada lampu penerangan sama sekali. Gulita!

Saya sudah cukup lelah bersepeda selama hampir dua minggu, dan ingin istirahat. Tapi harus menghadapi tantangan lagi.

Dalam kegelapan malam, saya perhatikan sisi kanan jalan berupa tebing terjal bekas keprasan, sedangkan sisi kiri ada jurang yang cukup dalam.

Suasana sangat sepi, hanya sesekali saya berpapasan dengan sepeda motor. Padahal saat itu baru pukul 18.45 WITA. Celaka!

Apa Google Map tidak salah? Bagaimana jika saya tersesat? Sedangkan saya terus menghadapi jalan menanjak yang semakin terjal.

Saya melihat lagi Google Map, jarak ke pelabuhan tinggal 2,5 kilometer lagi. Lampu depan yang lumennya 1000 cukup membantu dalam kegelapan rute tersebut.

Di depan saya melihat tanjakan yang sangat terjal. Saya kerahkan segenap tenaga agar bisa mencapai puncak. Gagal! Beberapa meter menjelang puncak tanjakan, saya menyerah dan terpaksa harus menuntun sepeda. Baru kali ini, selama saya bersepeda ke mana pun, tidak berhasil melewati tanjakan.

Setelah mencapai puncak, jalanan menurun tajam dan berkelok, dan terus menurun. Di bawah terlihat bangun megah yang bermandikan cahaya lampu. Tampak beberapa truk parkir berderet di jalan menuju bangunan tersebut. Semoga itu Pelabuhan Multipurpose. Ternyata benar!

Saya sudah lelah, lapar dan haus. Seturun dari kapal feri di Labuan Bajo, saya belum membeli minuman dan camilan. Dari dua bidon, hanya satu yang terisi, itupun tinggal separuh.

Saya akan mencari makan dan minuman manis di Pelabuhan Multipurpose. Saya akan makan sepuasnya dan bersantai sebelum mencari informasi keberangkatan kapal ke Surabaya. Setelah itu saya akan mencari penginapan di sekitar pelabuhan tersebut.

Apa yang saya angankan berantakan. Ternyata Pelabuhan Multipurpose berdiri sendiri, tidak ada hotel, restoran dan tidak ada juga toko swalayan. Mungkin karena pelabuhan itu baru selesai dibangun. Hanya ada empat warung kecil semi permanen di luar pagar pelabuhan. Sontoloyo!

Dari empat warung itu, hanya satu yang masih buka. Makanan di warung itu hanya tersisa nasi dan kuah opor ayam.

“Bapak mau telur?” tanya penjualnya, perempuan yang usianya tidak lebih dari 35 tahun.

“Iya.”

“Bagaimana jika saya gorengkan telur, dengan kuah opor?”

“Tidak usah diberi kuah opor. Cukup nasi dengan telor goreng saja.”

Malam itu saya makan dengan lahap. Segelas teh manis yang disuguh saya habiskan dalam beberapa teguk. Setelah kenyang saya menuju ke gerbang pelabuhan.

Saya menghampiri tiga petugas yang berjaga di gerbang pelabuhan. Salah satu di antaranya menyampaikan bahwa kapal ke Surabaya berangkat malam itu pukul 23.00 WITA.

Dia juga menyampaikan, tanggal 25 November juga ada kapal yang berangkat. Tapi jika saya pulang tanggal 25 November, di mana malam ini saya harus menginap?

Untuk kembali ke Labuan Bajo jelas tidak mungkin. Saya sudah sangat kelelahan. Maka malam itu juga saya putuskan untuk pulang.

Setelah menunggu beberapa jam di dermaga, dengan menahan rasa kantuk, saya baru bisa masuk kapal pada tengah malam. Kapal baru meninggalkan dermaga pada dini hari. [T]

Tags: gowesLabuan Bajosepeda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Muda Membara Tua Berkarisma Ketika Angklung Kebyar Banyuning dan Ambengan Mebarung di Bulfest 2025

Next Post

Lebih Dekat dengan Wiguna Mahayasa: Tidak Ada Jalan Buntu bagi Semangat

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Lebih Dekat dengan Wiguna Mahayasa: Tidak Ada Jalan Buntu bagi Semangat

Lebih Dekat dengan Wiguna Mahayasa: Tidak Ada Jalan Buntu bagi Semangat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co