25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muda Membara Tua Berkarisma Ketika Angklung Kebyar Banyuning dan Ambengan Mebarung di Bulfest 2025

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
August 26, 2025
in Panggung
Muda Membara Tua Berkarisma Ketika Angklung Kebyar Banyuning dan Ambengan Mebarung di Bulfest 2025

Muda Membara Tua Berkharisma Ketika Angklung Kebyar Banyuning dan Ambengan Mebarung di Bulfest 2025

DUA sekaa angklung kebyar yang mebarung (tampil berhadap-hadapan) di panggung Buleleng Festival (Bulfest) 2025 sungguh mendapat sambutan meriah dari penikmat angklung di Bali Utara. Mereka memang tampil memukau di Sasana Budaya Singaraja, Sabtu malam, 23 Agustus 2025.  

Di sayap panggung sisi kanan tampak para penabuh, remaja laki-laki, dari Sanggar Seni Suara Mustika, Desa Banyuning, Singaraja. Sanggar Seni Suara Mustika itu berdiri tahun 2016, dan usianya masih tergolong belia, 9 tahun. Sementara di sayap kiri terlihat para penabuh remaja bercampur lansia laki-laki. Mereka dari Sekaa Angklung Kebyar Shanti yang sudah berdiri dari tahun 1970, dari Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Sekaa Angklung Kebyar Shanti dari Desa Ambengan, Sukasada | Foto: Disbud Buleleng

Sanggar Seni Suara Mustika, Desa Banyuning, Singaraja | Foto: Disbud Buleleng

Angklung Kebyar Sanggar Seni Suara Mustika mengawali penampilannya dengan mempersembahkan Tabuh Kreasi Githa Candra, salah satu karya musik instrumental yang terinspirasi dari kejadian yang dialami penata karawitan, Made Wira Okta Atmadi. Karya ini menggambarkan suasana saat bulan purnama yang mekarkan suasana hati, tak pernah jemu memandang, sinarnya terpancar mengusir gelap.

Mulanya ide garapan Githa Candra ini diciptakan ke dalam media Gong Kebyar, sekarang disadur ke dalam gamelan angklung. Komposisi tabuh ini menggunakan media ungkap gamelan angklung kebyar khas Buleleng. Garapan ini tergolong kreasi baru dan menonjolkan unsur melodi yang cenderung manis. Apalagi gamelan itu dipadukan dengan instrumen jembe dan konga. Ini membuat tabuh itu terkesan baru dan inovatif jika dibanding komposisi karawitan tradisi pada umumnya.

”Mungkin ada perbedaan pada saat penggunaan media ungkap yang berbeda. Jika menggunakan barungan gamelan gong kebyar garapan ini terkesan lebih tajam,” ucap Okta.

Sanggar Seni Suara Mustika menggunakan angklung kebyar khas Buleleng sebagai media ungkapnya dan hal itu memberikan vibra yang lebih panjang dan berbeda. Vibra atau gaung gamelan atau bisa  disebut juga getaran bunyi yang dikeluarkan oleh gamelan, dan hal itu dapat memengaruhi karakter garapan yang dibawakan.

Tari Wiranjaya | Foto: Disbud Buleleng

Sajian Sanggar Seni Suara Mustika yang kedua, Tari Wiranjaya yang diciptakan oleh Ketut Merdana pada tahun 1947. Nama Wiranjaya sebagai sebuah komposisi auditif dan koreografis diberikan secara aklamatif ketika Sekaa Gong Banda Sawitra dari Desa Kedis melakukan pementasan musik tradisi di Jakarta, tepatnya di Taman Ismail Marzuki pada tahun 1975. Wiranjaya adalah versi pendek dari Kebyar Buleleng Dauh Enjung, keduanya secara kompositoris terkonstruksi secara organik, memungkinkan terjadinya penyederhanaan dalam konteks durasi.

”Secara tematik, Tari Wiranjaya mengisahkan kehidupan brahmacari Laksmana dan Sahadewa yang sedang belajar memanah,” tutur Okta.

Penampilan ketiga Tari Kreasi Toyaning Lango yang mengisahkan pertemuan antara air laut dan air sungai. Sebuah kekuatan suci tercipta dari banyak aliran yang menyatu. Kekuatan ini hadir bukan karena rupa, tapi untuk satu tujuan mulia untuk membersihkan.

Kami mengalir, kami berkumpul, kami bersatu, kami semua sama, tak penting aku cantik atau tidak, tampan atau tidak, yg penting kekuatanku menginginkan semua membawa keajaiban, aku adalah tempat spesial jika dibutuhkan, aku melumpuhkan bahkan melunturkan Mala, bahkan aku pembersih dan aku juga bisa disebut apapun bahkan termasuk Tirta sudamala.

Tari Kreasi Toyaning Lango | Foto: Disbud Buleleng

Sementara itu, Sekaa Angklung Kebyar Shanti, Desa Ambengan, mengawali penampilannya dengan memperdengarkan Tabuh Kreasi Bayu Sutha, sebuah komposisi tabuh gamelan yang menggambarkan perjalanan spiritual manusia dalam mencari keseimbangan dan harmoni dengan alam semesta. Menurut, pembina tabuh Wayan Riksa, ada dua kata yaitu Bayu artinya angin atau udara, sedangkan Sutha berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Tabuh ini diciptakan pada tahun 1982 oleh seorang seniman Pasek Suasana dan Wayan Dira.

”Komposisi ini dimulai dengan nada-nada yang lembut dan tenang, menggambarkan keadaan jiwa yang damai dan harmonis,” kata Riksa.

Berikutnya, mereka mempersembahkan Tari Tedung Sari. Tedung artinya payung, dan Sari diartikan inti yang suci. Banyak hal yang dapat ditiru dari arti dan makna sebuah payung. Salah satunya sebagai penyejuk, penahan hujan serta penolak teriknya matahari. Hal inilah yang menginspirasi seniman muda Nyoman Suarsa untuk menciptakan Tari Tedung Sari itu, di mana properti payung yang keseharian sebagai penyejuk dan juga sebagai penadah derasnya air hujan.

”Jadi Nyoman Suarsa mempergunakan payung sebagai peraga untuk keindahan dalam berekspresi yang dilakukan oleh para penari Bali,” kata Riksa.

Tari Tedung Sari | Foto: Disbud Buleleng

Penampilan terakhir yaitu Tari Teruna Jaya yang mengisahkan seorang pemuda yang menginjak dewasa dengan tampilan ekspresi kuat, emosional tinggi, serta ulahnya yang energik dalam memikat hati seseorang wanita. Tari Teruna Jaya termasuk tari putra keras yang biasanya ditarikan oleh penari putri. Tari ini merupakan ciptaan Pan Wandres dalam bentuk kebyar legong yang kemudian disempurnakan oleh Gde Manik.

Harapan Kaum Muda dan Kaum Tua

Dari kaum muda, Made Wira Okta Atmadi, pemilik Sanggar Seni Suara Mustika, menitipkan harapannya untuk Bulfest ke depannya. Melihat antusiasme dari berbagai komunitas seni, ia berharap agar durasi penyelenggaraan Bulfest dapat diperpanjang. Hal ini akan membuka peluang lebih luas bagi seniman-seniman lain yang juga ingin berpartisipasi dan unjuk kebolehan.

”Mudah-mudahan ke depannya kegiatan seperti ini bisa diperpanjang lagi harinya. Biar apa? Biar seniman-seniman yang lain dapat kesempatan untuk tampil kembali,” katanya.

Tari Trunajaya | Foto: Disbud Buleleng

Sementara, Putu Sirkayasa, Kelian Sekaa Angklung Kebyar Shanti mewakili kaum tua, mengatakan senang ketika sekaa angklungnya pertama kali pentas di Bulfest. Karena sebelumnya belum pentas ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan Buleleng. Sirkayasa berharap dari Bulfest ini bisa menarik daya minat generasi muda terjun ke seni angklung, pasalnya di Desa Ambengan sekaa angklung didominasi para lansia.

”Bisa memotivasi anak-anak agar mau menekuni seni angklung. Sayang sekali jika gamelan yang sudah ada tak pernah dimainkan, setidaknya digunakan untuk kegiatan ngayah di desa pakraman,” tutupnya. [T]

Reporter/Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Tags: angklungangklung kebyarbanyuningbuleleng festivalbulfestBulfest 2025desa ambengan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendaki Jangan “Ngae Daki” — Catatan Mendaki Sekaligus “Ngayah” ke Puncak Gunung Lesung

Next Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [15-Habis]—Di Labuan Bajo Saya Hanya Numpang Lewat

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [15-Habis]—Di Labuan Bajo Saya Hanya Numpang Lewat

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [15-Habis]—Di Labuan Bajo Saya Hanya Numpang Lewat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co