4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendaki Jangan “Ngae Daki” — Catatan Mendaki Sekaligus “Ngayah” ke Puncak Gunung Lesung

Komang Yudistia by Komang Yudistia
August 26, 2025
in Tualang
Mendaki Jangan “Ngae Daki” — Catatan Mendaki Sekaligus “Ngayah” ke Puncak Gunung Lesung

Mendaki Sekaligus "Ngayah" ke Puncak Gunung Lesung

UNTUK ketiga kalinya saya mendaki Bukit Lesung, atau biasa juga disebut Gunung Lesung, di wilayah Catur Desa (Desa Munduk, Desa Gobleg, Desa Gesing, dan Umajero), dekat dengan wilayah Danau Tamblingan di Buleleng.

Pendakian ketiga ini saya lakukan Minggu, 24 Agustus 2025. Dan pendakian ini bukan untuk bersenang-senang, bukan juga untuk rekreasi.

Pendakian kali ini saya lakukan dengan alasan yang lebih mulia: ngayah. Atau bisa diterjemahkan dengan bebas: kerja bakti.

Ngayah kali ini tidak tanggug-tanggung ngayah membawa paving blok untuk dipasang di Pura Padma Anglayang di puncak Gunung Lesung.

Mendaki sambil membawa paving blok | Foto: Yudistia

Ada dua kelompok yang mendaki saat itu. Saya bersama kelompok dadia (keluarga besar) yang saat itu memang mendapat giliran untuk ngayah membawa paving blok.

Kelompok lain yang juga mendaki saat itu adalah anak-anak muda dari Komunitas BRASTI (Bagaraksa Alas Mertajati). Mereka terdiri dari pemuda-pemuda desa yang mencintai lingkungan hutan, gunung dan sejenisnya. Tujuan mereka mendaki memang untuk menjaga lingkungan.

Jam 7 pagi, kami berangkat dari jalur pendakian Sribupati.  Kami, rombongan ngayah naik Gunung Lesung dengan tambahan beban yang kami bawa yaitu paving blok ukuran 30cmx30cm dengan berat kurang lebih 5 kg.

Parkiran jalur Sribupati tampak sudah dipenuhi pendaki. Dari pakaiannya saya yakin mereka memang pendaki serius, biasanya juga disebut dengan istilah pecinta alam.

Itu berbeda dengan pakaian kami yang pakai kamen, udeng dan sepatu seadanya. Kami juga membawa tas, tapi tas biasa saja, bukan tas branding anak gunung.

Pemasangan bendera di atas pohon dekat Pura | Foto: Agus

Pada jalur pendakin ke Gunung Lesung itu terjadi lalulalang pendaki, padahal jam masih terhitung sangat pagi. Selama perjalanan menuju puncak rasanya sangat padat, di antaranya, ya, ada kami: rombongan pengayah yang jumlahnya hampir 80 orang. 

Berbeda juga dengan kami rombongan pengayah yang berasal dari desa cakupan Catur Desa di lereng bukit, mereka tampak berasal tempat yang jauh, barangkali dari kota. Dari percakapan, saya tahu ada pendaki dari Kintamani, dan mereka menempuh dua puncak sekaligus, yakni Gunung Lesung dan Gunung Sanghyang dalam satu hari.

Satu setengah jam perjalanan kami sampai di puncak. Suasana semakain ramai. terlihat mereka, para pendaki itu, sibuk mencari spot foto bergantian sambil memegang plakat bertuliskan Gunung Lesung dengan ketinggian tertulis di plang itu.

Namun, yang memprihatinkan dari situasi alamnya, adalah sampah-sampah yang tertinggal di sekitar puncak itu.

Saya ingat kutipan lirik lagu yang pernah disampaikan Putu Ardana, tokoh Catur Desa dan tokoh perlindungan Alas Mertajati yang pernah tumbuh bersama Kelompok Pecinta Alam Universitas Gajah Mada pada zamannya.

“Pendaki gunung sahabat alam sejati, jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan. memproklamirkan dirimu pecinta alam.”

Tapi lirik lagu itu berbanding terbalik dengan apa yang saya lihat di lapangan. Sebenarnya menggembirakan melihat kegiatan pendakian ini digemari banyak anak muda. Tapi, jejak yang mereka tinggalkan justru menjadi ironi dari atribut kepencitaan alam mereka.

Sampah ditinggalkan begitu saja. Itu perilaku yang saya anggap tidak punya rasa hormat kepada pelinggih (Pura) di puncak gunung itu, dengan menaruh barang-barang seenaknya di areal suci pura dan juga naik ke atas pohon untuk mendapatkan hasil foto yang menarik.

Komunitas Brasti memasang plang peringatan untuk pendaki | Foto: Dok. Brasti

Mereka bergaya di atas pohon tumbang yang saya lihat malah seperti merayakan tumbangnya pohon itu. Dan yang paling parah menurut saya adalah memanjat pohon di areal Pura Padma Anglayang untuk memasang bendera.

Memasang bendera merah putih mungkin dilakukan untuk merayakan momen perayaan ulang tahun Kemerdekaan RI. Apakah itu menunjukkan jiwa nasionalis mereka tinggi? Rasanya tidak perlu sampai seperti itu, atau lebih tepatnya tidak perlu menaikan bendera dengan memanjat pohon di areal suci Pura.

Keresahan itu drespon oleh komunitas BRASTI (Bagaraksa Alas Mertajati) dengan melakukan pemasangan plang larangan atau batasan berperilaku di kawasan Gunung Lesung. Plang peringatan ini dipasang agar para pendaki sadar bahwa mendaki itu benar-benar mencintai alam, bukan ngae daki alias bikin kotor alam.

Komunitas Brasti | Foto: Dok. Brasti

Pada plang itu diingatkan para pendaki menjaga sikap dan tutur kata, melarang memasuki areal suci secara sembarangan, memasuki areal suci dengan pakaian sopan, melarang pembangunan tenda dan menyalakan api unggun di areal pura, dan menjaga kebersihan.

Semoga larangan ini berpengaruh. Pecinta alam yang datang benar-benar mencintai alamnya dengan berprilaku pantas kepada alam. Selain itu untuk siapapun dengan urusan apapun, ketika ada di areal Alas Mertajati kita harus sadar untuk tetap menjaga lingkungan. [T]  

Penulis: Komang Yudistia
Editor: Adnyana Ole

Tags: bukit lesungDesa Mundukgunung lesungMendaki Gunungngayahpecinta alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Terhubung dengan Puisi, Terhubung dengan Teman Baru: Catatan Rabu Puisi #17 Komunitas Mahima

Next Post

Muda Membara Tua Berkarisma Ketika Angklung Kebyar Banyuning dan Ambengan Mebarung di Bulfest 2025

Komang Yudistia

Komang Yudistia

Pendiri Komunitas Abiwara di Desa Munduk. Pernah ikut Teater Ilalang di SMA Lab Undiksha Singaraja. Menamatkan kuliah S1 desain interior dan S2 desain di ISI Denpasar (sekarang ISI Bali).

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Muda Membara Tua Berkarisma Ketika Angklung Kebyar Banyuning dan Ambengan Mebarung di Bulfest 2025

Muda Membara Tua Berkarisma Ketika Angklung Kebyar Banyuning dan Ambengan Mebarung di Bulfest 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co