6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muda Membara Tua Berkarisma Ketika Angklung Kebyar Banyuning dan Ambengan Mebarung di Bulfest 2025

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
August 26, 2025
in Panggung
Muda Membara Tua Berkarisma Ketika Angklung Kebyar Banyuning dan Ambengan Mebarung di Bulfest 2025

Muda Membara Tua Berkharisma Ketika Angklung Kebyar Banyuning dan Ambengan Mebarung di Bulfest 2025

DUA sekaa angklung kebyar yang mebarung (tampil berhadap-hadapan) di panggung Buleleng Festival (Bulfest) 2025 sungguh mendapat sambutan meriah dari penikmat angklung di Bali Utara. Mereka memang tampil memukau di Sasana Budaya Singaraja, Sabtu malam, 23 Agustus 2025.  

Di sayap panggung sisi kanan tampak para penabuh, remaja laki-laki, dari Sanggar Seni Suara Mustika, Desa Banyuning, Singaraja. Sanggar Seni Suara Mustika itu berdiri tahun 2016, dan usianya masih tergolong belia, 9 tahun. Sementara di sayap kiri terlihat para penabuh remaja bercampur lansia laki-laki. Mereka dari Sekaa Angklung Kebyar Shanti yang sudah berdiri dari tahun 1970, dari Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Sekaa Angklung Kebyar Shanti dari Desa Ambengan, Sukasada | Foto: Disbud Buleleng

Sanggar Seni Suara Mustika, Desa Banyuning, Singaraja | Foto: Disbud Buleleng

Angklung Kebyar Sanggar Seni Suara Mustika mengawali penampilannya dengan mempersembahkan Tabuh Kreasi Githa Candra, salah satu karya musik instrumental yang terinspirasi dari kejadian yang dialami penata karawitan, Made Wira Okta Atmadi. Karya ini menggambarkan suasana saat bulan purnama yang mekarkan suasana hati, tak pernah jemu memandang, sinarnya terpancar mengusir gelap.

Mulanya ide garapan Githa Candra ini diciptakan ke dalam media Gong Kebyar, sekarang disadur ke dalam gamelan angklung. Komposisi tabuh ini menggunakan media ungkap gamelan angklung kebyar khas Buleleng. Garapan ini tergolong kreasi baru dan menonjolkan unsur melodi yang cenderung manis. Apalagi gamelan itu dipadukan dengan instrumen jembe dan konga. Ini membuat tabuh itu terkesan baru dan inovatif jika dibanding komposisi karawitan tradisi pada umumnya.

”Mungkin ada perbedaan pada saat penggunaan media ungkap yang berbeda. Jika menggunakan barungan gamelan gong kebyar garapan ini terkesan lebih tajam,” ucap Okta.

Sanggar Seni Suara Mustika menggunakan angklung kebyar khas Buleleng sebagai media ungkapnya dan hal itu memberikan vibra yang lebih panjang dan berbeda. Vibra atau gaung gamelan atau bisa  disebut juga getaran bunyi yang dikeluarkan oleh gamelan, dan hal itu dapat memengaruhi karakter garapan yang dibawakan.

Tari Wiranjaya | Foto: Disbud Buleleng

Sajian Sanggar Seni Suara Mustika yang kedua, Tari Wiranjaya yang diciptakan oleh Ketut Merdana pada tahun 1947. Nama Wiranjaya sebagai sebuah komposisi auditif dan koreografis diberikan secara aklamatif ketika Sekaa Gong Banda Sawitra dari Desa Kedis melakukan pementasan musik tradisi di Jakarta, tepatnya di Taman Ismail Marzuki pada tahun 1975. Wiranjaya adalah versi pendek dari Kebyar Buleleng Dauh Enjung, keduanya secara kompositoris terkonstruksi secara organik, memungkinkan terjadinya penyederhanaan dalam konteks durasi.

”Secara tematik, Tari Wiranjaya mengisahkan kehidupan brahmacari Laksmana dan Sahadewa yang sedang belajar memanah,” tutur Okta.

Penampilan ketiga Tari Kreasi Toyaning Lango yang mengisahkan pertemuan antara air laut dan air sungai. Sebuah kekuatan suci tercipta dari banyak aliran yang menyatu. Kekuatan ini hadir bukan karena rupa, tapi untuk satu tujuan mulia untuk membersihkan.

Kami mengalir, kami berkumpul, kami bersatu, kami semua sama, tak penting aku cantik atau tidak, tampan atau tidak, yg penting kekuatanku menginginkan semua membawa keajaiban, aku adalah tempat spesial jika dibutuhkan, aku melumpuhkan bahkan melunturkan Mala, bahkan aku pembersih dan aku juga bisa disebut apapun bahkan termasuk Tirta sudamala.

Tari Kreasi Toyaning Lango | Foto: Disbud Buleleng

Sementara itu, Sekaa Angklung Kebyar Shanti, Desa Ambengan, mengawali penampilannya dengan memperdengarkan Tabuh Kreasi Bayu Sutha, sebuah komposisi tabuh gamelan yang menggambarkan perjalanan spiritual manusia dalam mencari keseimbangan dan harmoni dengan alam semesta. Menurut, pembina tabuh Wayan Riksa, ada dua kata yaitu Bayu artinya angin atau udara, sedangkan Sutha berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Tabuh ini diciptakan pada tahun 1982 oleh seorang seniman Pasek Suasana dan Wayan Dira.

”Komposisi ini dimulai dengan nada-nada yang lembut dan tenang, menggambarkan keadaan jiwa yang damai dan harmonis,” kata Riksa.

Berikutnya, mereka mempersembahkan Tari Tedung Sari. Tedung artinya payung, dan Sari diartikan inti yang suci. Banyak hal yang dapat ditiru dari arti dan makna sebuah payung. Salah satunya sebagai penyejuk, penahan hujan serta penolak teriknya matahari. Hal inilah yang menginspirasi seniman muda Nyoman Suarsa untuk menciptakan Tari Tedung Sari itu, di mana properti payung yang keseharian sebagai penyejuk dan juga sebagai penadah derasnya air hujan.

”Jadi Nyoman Suarsa mempergunakan payung sebagai peraga untuk keindahan dalam berekspresi yang dilakukan oleh para penari Bali,” kata Riksa.

Tari Tedung Sari | Foto: Disbud Buleleng

Penampilan terakhir yaitu Tari Teruna Jaya yang mengisahkan seorang pemuda yang menginjak dewasa dengan tampilan ekspresi kuat, emosional tinggi, serta ulahnya yang energik dalam memikat hati seseorang wanita. Tari Teruna Jaya termasuk tari putra keras yang biasanya ditarikan oleh penari putri. Tari ini merupakan ciptaan Pan Wandres dalam bentuk kebyar legong yang kemudian disempurnakan oleh Gde Manik.

Harapan Kaum Muda dan Kaum Tua

Dari kaum muda, Made Wira Okta Atmadi, pemilik Sanggar Seni Suara Mustika, menitipkan harapannya untuk Bulfest ke depannya. Melihat antusiasme dari berbagai komunitas seni, ia berharap agar durasi penyelenggaraan Bulfest dapat diperpanjang. Hal ini akan membuka peluang lebih luas bagi seniman-seniman lain yang juga ingin berpartisipasi dan unjuk kebolehan.

”Mudah-mudahan ke depannya kegiatan seperti ini bisa diperpanjang lagi harinya. Biar apa? Biar seniman-seniman yang lain dapat kesempatan untuk tampil kembali,” katanya.

Tari Trunajaya | Foto: Disbud Buleleng

Sementara, Putu Sirkayasa, Kelian Sekaa Angklung Kebyar Shanti mewakili kaum tua, mengatakan senang ketika sekaa angklungnya pertama kali pentas di Bulfest. Karena sebelumnya belum pentas ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan Buleleng. Sirkayasa berharap dari Bulfest ini bisa menarik daya minat generasi muda terjun ke seni angklung, pasalnya di Desa Ambengan sekaa angklung didominasi para lansia.

”Bisa memotivasi anak-anak agar mau menekuni seni angklung. Sayang sekali jika gamelan yang sudah ada tak pernah dimainkan, setidaknya digunakan untuk kegiatan ngayah di desa pakraman,” tutupnya. [T]

Reporter/Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Tags: angklungangklung kebyarbanyuningbuleleng festivalbulfestBulfest 2025desa ambengan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendaki Jangan “Ngae Daki” — Catatan Mendaki Sekaligus “Ngayah” ke Puncak Gunung Lesung

Next Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [15-Habis]—Di Labuan Bajo Saya Hanya Numpang Lewat

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

LAMPU panggung menyala. Seorang penari perempuan masuk panggung. Ia membaca puisi bahasa Bali. Suaranya menggema dari panggung ke seluruh ruangan....

Read moreDetails

‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

MESKI tetap menampilkan suasana magis ala Bali, Drama "Basur" yang dipentaskan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan (Smasta) sesungguhnya lebih...

Read moreDetails

‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

SANGGAR Nong Nong Kling adalah kelompok seni pertunjukan yang lebih sering mementaskan drama gong, misalnya di ajang Pesta Kesenian Bali...

Read moreDetails

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
0
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi....

Read moreDetails

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
0
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata...

Read moreDetails

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
0
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali,...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

by tatkala
February 16, 2026
0
Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

DI Bali, seni tumbuh seperti napas: alami, dekat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun tidak semua seni mendapat panggung...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya...

Read moreDetails

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
0
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [15-Habis]—Di Labuan Bajo Saya Hanya Numpang Lewat

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [15-Habis]—Di Labuan Bajo Saya Hanya Numpang Lewat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co