26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Paskibraka Istimewa dari Desa Panji: Ketika Para Bapak Menjadi Pengibar Bendera Pusaka

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 18, 2025
in Khas
Paskibraka Istimewa dari Desa Panji: Ketika Para Bapak Menjadi Pengibar Bendera Pusaka

Pengibaran bendera merah putih HUT Kemerdekaan RI di Desa Panji, Buleleng | Foto: Ganesha

SETIAP tanggal 17 Agustus, seluruh rakyat Indonesia bersatu dalam semangat nasionalisme untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di berbagai penjuru negeri dilaksanakan upacara bendera dengan penuh khidmat.  Menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa.

Dalam upacara tersebut, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) memegang peranan yang begitu penting. Umumnya, Paskibraka diisi oleh para pemuda-pemudi terpilih dari kalangan pelajar tingkat SMA atau sederajat. Tubuh tegap, wajah serius dan rupawan serta langkah yang selaras menjadi ciri khas mereka.

Namun, ada yang berbeda di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang diselenggarakan di Lapangan Kibarak Panji Sakti, hadir sebuah Paskibraka yang unik, menginspirasi, sekaligus membanggakan. Pasukan ini bukanlah para pelajar, bukan pula anggota TNI atau Polri. Mereka adalah para bapak dari Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Panji. Dulu kita mengenal mereka dengan sebutan Hansip.

Pengibaran bendera merah putih HUT Kemerdekaan RI di Desa Panji, Buleleng | Foto: Ganesha

Paskibraka yang tak biasa ini, terdiri dari 32 orang anggota Linmas Desa Panji didaulat menjadi Paskibraka dalam upacara bendera kali ini. Usia mereka berkisar antara 35 hingga hampir 60 tahun. Dalam keseharian saya mengenal mereka adalah warga biasa-biasa. Dengan pekerjaan-pekerjaan sederhana. Ada yang berprofesi sebagai tukang bangunan, sopir, tukang cukur, petani, hingga petugas kebersihan. Seperti bapak-bapak desa yang saya kenal pada umumnya.

Dalam balutan seragam Linmas yang sederhana. Dengan sedikit balutan sarung tangan putih dan syal merah yang melingkar di leher. Mereka tampil penuh percaya diri di tengah lapangan. Tidak terlihat raut gugup atau ragu. Langkah mereka tegap dan serentak, mengiringi sang Merah Putih yang berkibar di langit pagi Desa Panji. Paduan suara dari ibu-ibu PKK turut memperindah suasana, menjadikan momen itu begitu sakral dan menyentuh hati.

Mengemban tugas sebagai Paskibraka bukanlah perkara mudah, saya saja merasa tidak mampu. Apalagi bagi mereka yang tidak memiliki dasar latihan baris-berbaris. Mebayangkan saja saya tidak berani. Dari cerita Kasatgas Limnas Desa Panji Nyoman Merta diketahui bahwa mereka latihan hanya sebentar. Pun baru dimulai pada akhir Juli, sekitar 20 hari menjelang upacara.

Pria yang akrab di sapa Mang Bos ini mengungkapkan bahwa mereka cukup sebentar latianya, itupun hanya sore-sore saja sekitar pukul 17.00 Wita jelasnya pada pada saya. Tentu sore hari dipilih menyesuaikan dengan para anggota Linmas yang harus menyelesaikan pekerjaan utama mereka. Meski waktu yang singkat itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Pelatih mereka adalah Babinsa Desa Panji, Nyoman Karya. Latihan dilakukan dengan keras dan disiplin. Bahkan, saking beratnya latihan. Mang Bos menuturkan sempat ada satu anggota yang hampir mengundurkan diri, tak hanya dari peran Paskibraka, tetapi juga dari keanggotaan Linmas. Sampai berniat mengembalikan baju linmas. Kenangnya bercerita sembari tertawa.

Namun berkat pendekatan dan komunikasi yang baik dari sang pelatih. Serta demi kekompakan dan dorongan sesama rekan, ia mau tetap bertahan. Ini demi semangat kebersamaan, rasa tanggung jawab dan cinta tanah air begitu kata pelatih waktu itu ujar Mang Bos. Dan memang semangat itu yang menjadi bahan bakar utama mereka.

Bapak-bapak jadi pasukan paskibraka di Desa Panji | Foto: Ganesha

Mang Bos sendiri selaku Kepala Satuan Linmas Desa Panji bertindak menjadi Komandan Upacara. Dirinya menerangkan bahwa tahun ini menjadi momen yang cukup bersejarah. Untuk pertama kalinya, seluruh anggota Linmas dilibatkan sebagai Paskibraka. Sebelumnya, hanya saya sebagai komandan dan beberapa orang saja yang dipilih mejadi membawa bendera, sisanya jadi peserta upacara.

Namun di Tahun 2025 ini berbeda—semua ikut ambil bagian. “Kita ingin mencoba hal yang baru, ini jadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka,” terang Mangbos. “Saya juga ingin ini jadi langkah untuk membuktikan bahwa semua warga, tanpa terkecuali, bisa berperan dalam peringatan hari kemerdekaan. Meskipun hanya bapak-bapak biasa tetapi saya ingin masyarakat tahu bahwa Linmas juga bisa.”

Melihat itu, saya merasakan yang dilakukan Linmas Desa Panji bukan sekadar rutinitas seremonial. Itu adalah bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam membangun makna kemerdekaan. Keikutsertaan mereka menjadi cerminan bahwa upacara 17 Agustus bukan milik anak muda saja. Kemerdekaan adalah milik bersama, dan merayakannya adalah hak semua warga negara.

Seperti halnya Made Astawa salah satu anggota Linmas ini, rumahnya bersebelahan dengan saya. Terlihat begitu besar antusiasmenya. Saya liat langsung, Ia tak pernah absen latihan. Bahkan membagikan prosesnya di laman media sosial Facebooknya. Saya cukup yakin ia senang, karena kalau seperti saya. Kalau sesuatu itu tidak bikin bangga dan senang pasti tidak di unggah.

Latihannya meski keras, terlihat keceriaan dan semangat mereka dalam latihan dan saat upacara berlangsung terasa tulus. Tidak ada paksaan. Semua dilakukan dengan sukarela, dengan rasa bangga, dan mungkin sedikit rasa gugup yang tertutupi oleh semangat gotong royong.

Saat latihan | Foto: Ganesha

Saya pribadi yang menyaksikan langsung prosesnya, merasa terharu dan bangga. Momen ini jadi begitu istimewa, bukan hanya soal bendera yang dikibarkan, tetapi tentang semangat warga yang memilih untuk ikut serta, lalu berani mengambil peran, dan menunjukkan kepada saya bahwa nasionalisme bisa lahir dari siapa saja.

Paskibraka Linmas Desa Panji jadi contoh nyata bagi saya, bahwa pengabdian kepada negara tidak selalu harus dalam bentuk besar atau di panggung nasional. Terkadang, di desa kecil, di tengah lapangan sederhana, semangat kemerdekaan justru dapat bersinar terang.

Ketika para bapak yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan kasar, dengan berbagai profesi dan usia yang tak muda lagi, mereka memilih untuk berlatih dan tampil sebagai pengibar bendera, di situlah saya belajar melihat makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Pekerjaan mereka mungkin sederhana, tetapi pengabdiaan mereka luar biasa. [T]

Reporter/Penulis: Gading Ganesha
Editor: Jaswanto

  • BACA JUGA:
Hikayat Oven Tembakau: Saksi Bisu Kejayaan Petani Tembakau di Desa Panji
Bicara-bicara Atas Nama Air di Desa Panji Buleleng
Agus dan Yogi, Anak Muda Desa Memimpin Pengelolaan Sampah TPS 3R Desa Panji
Tags: Desa PanjiHUT Kemerdekaan RI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Next Post

Politik Pelayanan Publik Tak Berbentuk: Seni Komunikasi Mengabaikan Rakyat dengan Elegan?

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails
Next Post
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?

Politik Pelayanan Publik Tak Berbentuk: Seni Komunikasi Mengabaikan Rakyat dengan Elegan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co