Vibrasi adalah pantulan dari energi, bisa berupa pikiran, kata-kata dan perbuatan yang berbentuk getaran, cahaya/sinar, bentuk, suara dll, yang mempengaruhi suatu obyek.
Suatu obyek bisa berbentuk material, spiritual maupun gabungan material-spiritual.
Alami adalah sebutan untuk alam yang diberi akhiran ‘i’ yang berarti ‘pengaktifan’ atas suatu/sebuah obyek.
Misalnya seseorang merasakan nikmat sehidang makanan, maka orang itu disebut menikmati makanan.
Alam adalah sesuatu yang ada di bumi dan alam semesta, tidak dibuat oleh sesuatu di luar dirinya sendiri. Misalnya manusia, binatang, pohon, bakteri, virus, tanah, air, api/panas, udara dan ruang kosong, bumi, planet, bintang, matahari dll.
Alamiah sebagai Sifat Bawaan
‘Alamiah’ dalam bahasa Indonesia berarti sesuatu yang sesuai dengan keadaan alam, alami, natural, atau tidak dibuat-buat. Kata ini bisa merujuk pada berbagai hal, seperti:
Sifat atau keadaan alami manusia, binatang, pohon, alam dan unsur alam.
Sesuatu yang tidak dipengaruhi oleh campur tangan manusia atau mahluk hidup lain, hewan yang hidup di hutan.
Sifat Bawaan
SIfat bawaan adalah sesuatu yang sudah ada sejak awal atau inheren, pada mahluk hidup, misalnya naluri atau sifat dasar manusia.
Peristiwa alami adalah peristiwa yang terjadi secara alami, tanpa campur tangan manusia. Sedangkan keadaan alamiah (dalam konteks filsafat) adalah keadaan masyarakat sebelum adanya sistem organisasi masyarakat, yang mengikat manusia dalam kontrak sosial terkait kekuasaan dan penguasaan terhadap alam dan mahluk hidup lainnya.
Mahluk Sosial
Manusia sebagai mahluk, memiliki sifat alami untuk bertemu, bersatu, berkumpul dengan manusia lainnya.
Pertemuan ini bisa melibatkan dua orang, laki perempuan, empat, enam, sepuluh, seratus, seribu, sepulau, sebenua, sedunia dan sejagat raya.
Bertemunya seseorang dengan seseorang yang lain akan memberi vibrasi bagi yang lainnya. Vibrasi ini bisa bersifat bolak balik. Seorang lelaki yang kuat dan tegar yang menikah dengan seorang perempuan yang lemah dan lebut, akan saling mendapat vibrasi. Misalnya, tanpa sadar yang laki akan menjadi lebih lembut, dan yang perempuan akan menjadi lebih kuat dan vibrasi-vibrasi alami lainnya.
Kini manusia hidup tidak saja berhubungan dengan pasangan, keluarga, tetangga, orang-orang sedesa, tapi orang sejagat raya, dengan berbagai sifat dan kepentingannya.
Kita tak bisa secara jelas melihat, menilai sifat dan kepentingan seseorang atau sekelompok orang pada diri kita sebagai pribadi/kelompok. Yang sampai pada kita hanya vibrasinya saja.
Pada saat berhadapan dengan sesuatu: peristiwa, kebiasaan, sistem, budaya, peraturan yang dibuat manusia/kelompok/negara/dunia/ PBB dst, kita harus berusaha kembali untuk menyadari keberadaan diri kita sebagai manusia yang berjiwa raga, berpikir dan berperasaan, sehingga tidak merugikan diri kita sendiri, yang berefek pada orang lain, dan alam.
Mari Menjadi Alami
Mari belajar kembali sebagai manusia yang berkesadaran, yang alami sehingga tak mudah dibodoh-bodohi dan dijajah oleh orang-orang/kelompok/bangsa yang tidak menyadari, menghormati, menghargai dan ketidak- alamiannya sebagai manusia, sehingga merasa sebagai Dewa/Tuhan.
Mari berusaha menyadari diri sebagai bagian dari alam, dengan mengalami, agar bisa memberi vibrasi positif bagi diri, lingkungan dan alam. [T]
Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole
- BACA JUGA:


























