DI tengah hiruk-pikuk dinamika kehidupan pelajar masa kini, tekanan akademik, sosial, bahkan tekanan dari lingkungan digital kerap membebani pikiran dan mental para siswa. Menyadari hal ini, SMK Negeri 1 Petang mencoba menghadirkan pendekatan yang menyentuh aspek terdalam dari kemanusiaan. Kiat yang dilakukan diharpkan dapat menumbuhkan ketenangan batin. Untuk itu, dilaksanakanlah kegiatan melalui praktik Transcendental Meditation (TM). Program ini dilaksanakan sebagai upaya menyelaraskan energi dalam diri (buana alit/mikrokosmos) dengan semesta (buana agung/makrokosmos). Dari program ini diharapkan tercipta keseimbangan, kedamaian, dan ketajaman fokus dalam belajar maupun menjalani kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan TM di SMKN 1 Petang berlandaskan kerja sama strategis dengan Yayasan World Peace International, sebuah lembaga yang memiliki rekam jejak dalam membimbing institusi pendidikan dalam penerapan meditasi transendental. Sebelum siswa dan guru mengikuti praktik harian, mereka terlebih dahulu menjalani proses inisiasi yang dipandu langsung oleh tim dari yayasan. Inisiasi ini diikuti dengan pemantauan intensif selama tiga hari berturut-turut untuk memastikan peserta memahami metode dengan benar dan mampu merasakan pengalaman awal yang mendalam. Barulah setelah itu, peserta mengikuti jadwal reguler TM yang ditetapkan sekolah.

Bersama Ketua dan Konsultan Yayasan TM (I Wayan Sutrisna dan I Nyoman Darta) | Dok SMKN 1 Petang
Seluruh warga sekolah—guru, pegawai, dan siswa—ikut serta dalam kegiatan ini, menjadikannya sebagai budaya kolektif yang memperkuat kebersamaan spiritual komunitas sekolah. Setiap individu diberi kebebasan untuk membagikan pengalaman pribadinya setelah menjalani TM. Beberapa siswa mengaku lebih tenang dalam menghadapi ujian, lebih fokus ketika belajar, dan lebih mudah mengendalikan emosi. Guru pun merasakan suasana kelas yang lebih harmonis, dan interaksi antarwarga sekolah yang lebih santun serta penuh empati.
Program TM ini bukan sekadar aktivitas rutin biasa. Setiap pagi, selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, seluruh warga sekolah—siswa, guru, pegawai tata usaha, hingga kepala sekolah—bersama-sama melaksanakan meditasi transendental dalam suasana yang tenang dan penuh kesadaran. Ketika cuaca bagus, sekaligus untuk menjaga kekompakan, kegiatan ini berlangsung serentak halaman dekat Padmasana. Akan tetapi, bila cuaca tidak memungkinkan, TM dilakukan di ruang kelas dan ruang kerja, dengan suasana yang dijaga senyap dan hening. Dalam posisi duduk rileks, mata terpejam, dan pikiran diarahkan pada keheningan batin, TM menjadi jembatan untuk membawa setiap individu ke dalam kesadaran yang lebih dalam, jauh dari hiruk pikuk dunia luar.

Kegiatan TM pagi | Dok. SMKN 1 Petang
Berkaitan dengan kerja sama, hal ini dilakukan agar kegiatan TM di SMKN 1 Petang tidak dilakukan tanpa arah. Melalui Yayasan World Peace International, sebuah lembaga yang berfokus pada pengembangan potensi diri dan pendidikan damai, senantiasa dilakukan pendampingan. Dari yayasan ini, guru-guru dan siswa mendapatkan pelatihan khusus dan pengawasan berkala agar pelaksanaan TM berjalan konsisten serta sesuai metode yang benar. Kehadiran yayasan ini juga memberi jaminan bahwa praktik TM tidak hanya menjadi rutinitas formalitas, tetapi juga benar-benar berdampak pada pembentukan karakter positif, ketenangan pikiran, dan peningkatan konsentrasi belajar siswa.
Lebih dari sekadar program pembiasaan, TM telah menjadi bagian dari budaya sekolah di SMKN 1 Petang. Melalui praktik ini, para siswa belajar mengenali dirinya sendiri, mengelola stres, dan membangun kesadaran penuh akan tujuan belajar mereka. Guru-guru pun merasakan manfaatnya, karena suasana kelas menjadi lebih tenang, harmonis, dan produktif. Harapan ke depan, program ini dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya dalam mengintegrasikan pendekatan spiritual dan psikologis dalam dunia pendidikan.

Suasana TM sebelum Pembelajaran | Dok. SMKN 1 Petang
Kerja sama bersama Yayasan World Peace International ini telah dilakukan mulai tanun 2017 lalu. Yang menarik, alumni SMKN 1 Petang pun menyimpan kenangan mendalam terhadap praktik TM ini. Banyak dari mereka mengaku merindukan kembali suasana hening dan damai saat bermeditasi bersama, sesuatu yang tidak mereka temukan di tempat lain setelah lulus. Bagi mereka, TM bukan hanya aktivitas sekolah, melainkan warisan batin yang membentuk pribadi yang lebih kuat, sadar, dan damai dalam menghadapi kehidupan.
Jadi, Transcendental Meditation bukan hanya kegiatan rutin apalagi tambahan balaka, melainkan telah menjadi fondasi dalam pendekatan pendidikan menyeluruh di SMKN 1 Petang. Ia mengajarkan bahwa kecerdasan sejati tidak hanya berasal dari penguasaan materi, tetapi juga dari kemampuan mengolah batin, menjernihkan pikiran, dan menyelaraskan diri dengan semesta. Melalui TM, SMKN 1 Petang meletakkan dasar spiritual dan psikologis yang kuat bagi tumbuh kembang peserta didiknya di tengah tantangan zaman. [T]
Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole
BACA artikel lain dari penulis I WAYAN YUDANA
- BACA JUGA:





























