24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
August 6, 2025
in Ulas Rupa
Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu
  • Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa “Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri” serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Paduraksa FBS Undiksha Singaraja

MEMBACA kembali teks yang berkenaan dengan Buda Kacapi seperti masuk pada sebuah bangunan pengetahuan dalam siklus hidrologi. Air itu telah berada di muaranya kemudian menguap ke angkasa, menggumpal menjadi awan dan jatuh sebagai hujan.

Air hujan lantas diserap oleh tanah, dikeluarkan melalui pori-porinya kemudian mengalir pada alur-alur sungai, dari hulu menuju hilir hingga sampai pada muara, menyatu kembali dengan samudra dan menguap kembali menjadi awan. Sebuah siklus berulang yang pada prosesnya membawa kita pada suatu kesadaran pengetahuan tentang sistem tubuh fisik dan tubuh mental (spiritual).

4a. …raris humatur sang Buddhakcapi, pukulun bhatara Yang Nini, panga-

4b. stawaning kawula, kawula minta sih pangawruha, ring bwana hagung, mwang bwana halit, panugrahaning bhatara, ring maka hadnyana sidhi sakti, lamakane sun tan kasoran, ring sapa samaning kabeh.—Sang Hyang Buda Kecapi.

Sistem tubuh dalam manuskrip pengetahuan Bali [lontar] sering sekali memuat narasi dua dimensi yang saling berkaitan, disebut dengan bhwana alit dan bhwana agung atau ring jero dan ring jaba. Kedua dimensi ini konon harus dipahami dan diseimbangkan, tujuannya adalah satu, yaitu harmonisasi, sebab pada harmoni itu keindahan dan kebahagian utama dapat dirasakan. Mudah diucapkan tetapi susah untuk dilakukan, ya tentu saja, sebagaimana Sang Buda Kecapi melakukan laku tapa samadhi dengan tekun berujung kepada diberikannya sang Buda Kecapi anugrah dewata oleh Hyang Nini [Durggha].

Sang Buda Kecapi memiliki pengetahuan tentang aksara, tentang nada suara, tentang aksiologi alam dan hakikat dimensional tubuh dan upaya harmonisasi jaringan-jaringannya melalui tumbuh-tumbuhan yang kemudian disebut osadha.

Kesamaan dimensional antara tubuh manusia dengan alam dalam manuskrip-manuskrip Bali mempergunakan Bijaksara atau aksara suci dan secara langsung berhubungan dengan organ tubuh, mandala mata angin, energi kedewataan, warna. Dalam pandangan mistik, meminjam diksi Granoka Gong bahwa ada gelombang nada yang dapat diketuk di dalam diri dan dihidupkan untuk menyatu dengan gelombang alam guna mencapai penyatuan estetik manusia mahardika.

Hooykaas dibantu oleh Hinzler dalam Kama anda Kala (1973) menyebutkan bahwa naskah Buda Kecapi adalah risalah yang memiliki banyak versi, terutama dalam versi Buda Kecapi Cemeng (Kirtya 294) yang memuat tentang kaputusan atau pengetahuan rahasia yang berkaitan dengan naskah Dharma Pawayangan, isinya tentang kaputusan dari empat kekuatan dewata dalam figur punakawan lengkap dengan Bijaksara.

Hal di atas mengingatkan kepada tulisan Damais yang mengumpulkan kutipan-kutipan terkait mandala dalam berbagai kebudayaan, beberapa di antaranya bersumber dari manuskrip Bali yang juga memiliki kesamaan dengan manuskrip Tutur Buda Kecapi (Pusdok Bali) tentang cerita asal muasal dunia dan mandala mata angin melalui teologi Panca Kosika, pada Tutur Buda Kecapi lebih spesifik kemudian menarasikan wujud manifestasinya yang memiliki empat wajah (catur mukha) sebagai simbol kekuatan Brahma.

12b. mwang sahi sira bhatara Brahma, Kretin hida sarwwa baksa, beddha rupa nira, tatenggek pat, rupani kang hulun kadi naggha sawiji, bwaya sawiji, macan sawiji, haranya Boddhakcapi sarinya, sama mawa haksara, sowang sowang sira dadi panunggunig rare, phalanya taman hapa hapa, dirggha yusa hanghing yatna juga, hana buh haksara iki, manyting wtu, yan patut hanabuh aksara ika, dhak bhatara, maka-

13a. purwaning dadi jadma—Tutur Buda Kecapi

Buda Kecapi sebagai sebuah konsep dalam Art Theraphy memiliki relasi dengan dunia psikologi, Jung (2017) menuliskan bahwa perkembangan psikologis modern membimbing ke arah pemahaman yang lebih baik tentang apa yang sebenarnya menyusun manusia.

Pada dasarnya semua kepercayaan yang bersifat teologis menuliskan narasi tentang kosmologi, dewata atau nabi-nabi, tentang ketuhanan pada versi yang hampir serupa, manusia kemudian mendapatkan wahyu ilahiah dan dituliskan sedemikian rupa.

Jung menyatakan dengan istilah psyce untuk membawa pembahasan tentang jiwa dan pikiran dalam sudut pandang psikologi, jiwa merujuk kepada totalitas semua proses psikis sadar dan tidak sadar dalam diri seorang individu. Isitlah psyce merangkul wilayah luas yang berkenaan dengan pikiran, perasaan, ingatan, dan naluri, dan dipahami sebagai sistem pengaturan diri menuju harmonisasi individu, jiwa dan pikiran adalah bentuk kesadaran dengan menekankan peran penting alam bawah sadar.

Manusia harus memahami bagaimana dirinya tersusun dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, apa yang membuatnya hidup, apa yang mampu menyentuh berbagai rasa yang melingkupi diri. Apabila kita mengarahkan persoalan psikologis sebagaimana Jung menarasikan tentang psyce maka sangatlah wajar dalam manuskrip Sanghyang Buda Kecapi (salah satunya) menguraikan panjang lebar tentang berbagai aksara suci yang bersemayam di dalam organ-organ tubuh manusia, relasi tentang tubuh manusia dengan alam semesta dalam teori mandala, dengan kata lain bahwa aksara memiliki suara ketika diucapkan.

Serupa dengan pemikiran Granoka Gong tentang Musik-Linguistik-Mistik, unsur utama musik adalah nada yang di dalamnya terkandung susunan ruang dan waktu sedangkan pada seni rupa adalah titik, garis, tekstur dan warna yang dapat diakumulasikan membentuk kedalaman intensitas-intensitas tertentu sekaligus mampu menyentuh persoalan kejiwaan manusia.

Pada terminologi lango (estetika) disebut sebagai kondisi kalangwan, sebuah proses atau praktik yang memicu ulang-alik dari kondisi ekstasis dan katarsis. Kniazzeh (1981) menegaskan bahwa the essential feature of dynamically oriented art therapy is free art expression.

Ya, art theraphy adalah bentuk perawatan diri individu atas persoalan pikiran dan jiwa secara mendalam melalui kebebasan berekspresi yang ditawarkan oleh aktivitas berkesenian. Buda Kecapi menawarkan bentuk pengetahuan penyadaran tubuh manusia melalui aksara dan suara aksara organ-organ tubuh sedangkan praktik terapi seni (rupa) menawarkan kebebasan berekspresi melalui unsur-unsur esensial seni (rupa) itu sendiri.[T]

Referensi

Lontar Buda Kecapi Cemeng, IIIC / 294, Kol. Gedong Kirtya Singaraja.

Lontar Sang Hyang Buda Kecapi, II/X/2/Dokbud, Kol. Pusdok Bali.

Lontar Tutur Buda Kecapi, II/VII/3/Dokbud, Pusdok Bali.

Lontar Usadha Buda Kecapi, II/I/10/Dokbud, Pusdok Bali.

Damais, Louis-Charles. 1995. Epigrafi dan sejarah Nusantara : Pilihan Karangan Louis-Charles Damais. Jakarta : Ecole Francaise d`Extreme-Orient

Granoka Gong, Ida Wayan Oka. 2009. Reinkarnasi Budaya: Manifestasi Dorongan Kuat untuk Bereinkarnasi di dalam Tubuh Kebudayaan yang Berbhineka Tunggal Ika. Denpasar: Maha Bajra Sandhi.

Hooykaas, C. 1970. Kama and Kala: Material for the Study of Shadow Theatre in Bali. Amsterdam:North Holland Publishing Company.

Jung, CG. 2017. Psikologi dan Agama. Yogyakarta: IRCISoD.

Kniazzeh, CR. 2016. Art Therapy. New York: Basic Books and International Psychotherapy Institute.

Penulis: Dewa Purwita Sukahet
Editor: Jaswanto

https://tatkala.co/2025/08/06/indonesia-kumpulan-pohon-tumbang-lukisan-sia-sia-pembangunan-dan-awas-sigap-karya-polenk-rediasa-di-singaraja-literary-festival-2025
Tags: KuratorialPameranSeni RupaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Nyoman Sutjidra Pertahankan Singaraja sebagai Kota Pusaka

Next Post

Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

by Emi Suy
October 19, 2026
0
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

Read moreDetails

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
0
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

Read moreDetails

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails
Next Post
Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co