23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
August 6, 2025
in Ulas Rupa
Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu
  • Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa “Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri” serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Paduraksa FBS Undiksha Singaraja

MEMBACA kembali teks yang berkenaan dengan Buda Kacapi seperti masuk pada sebuah bangunan pengetahuan dalam siklus hidrologi. Air itu telah berada di muaranya kemudian menguap ke angkasa, menggumpal menjadi awan dan jatuh sebagai hujan.

Air hujan lantas diserap oleh tanah, dikeluarkan melalui pori-porinya kemudian mengalir pada alur-alur sungai, dari hulu menuju hilir hingga sampai pada muara, menyatu kembali dengan samudra dan menguap kembali menjadi awan. Sebuah siklus berulang yang pada prosesnya membawa kita pada suatu kesadaran pengetahuan tentang sistem tubuh fisik dan tubuh mental (spiritual).

4a. …raris humatur sang Buddhakcapi, pukulun bhatara Yang Nini, panga-

4b. stawaning kawula, kawula minta sih pangawruha, ring bwana hagung, mwang bwana halit, panugrahaning bhatara, ring maka hadnyana sidhi sakti, lamakane sun tan kasoran, ring sapa samaning kabeh.—Sang Hyang Buda Kecapi.

Sistem tubuh dalam manuskrip pengetahuan Bali [lontar] sering sekali memuat narasi dua dimensi yang saling berkaitan, disebut dengan bhwana alit dan bhwana agung atau ring jero dan ring jaba. Kedua dimensi ini konon harus dipahami dan diseimbangkan, tujuannya adalah satu, yaitu harmonisasi, sebab pada harmoni itu keindahan dan kebahagian utama dapat dirasakan. Mudah diucapkan tetapi susah untuk dilakukan, ya tentu saja, sebagaimana Sang Buda Kecapi melakukan laku tapa samadhi dengan tekun berujung kepada diberikannya sang Buda Kecapi anugrah dewata oleh Hyang Nini [Durggha].

Sang Buda Kecapi memiliki pengetahuan tentang aksara, tentang nada suara, tentang aksiologi alam dan hakikat dimensional tubuh dan upaya harmonisasi jaringan-jaringannya melalui tumbuh-tumbuhan yang kemudian disebut osadha.

Kesamaan dimensional antara tubuh manusia dengan alam dalam manuskrip-manuskrip Bali mempergunakan Bijaksara atau aksara suci dan secara langsung berhubungan dengan organ tubuh, mandala mata angin, energi kedewataan, warna. Dalam pandangan mistik, meminjam diksi Granoka Gong bahwa ada gelombang nada yang dapat diketuk di dalam diri dan dihidupkan untuk menyatu dengan gelombang alam guna mencapai penyatuan estetik manusia mahardika.

Hooykaas dibantu oleh Hinzler dalam Kama anda Kala (1973) menyebutkan bahwa naskah Buda Kecapi adalah risalah yang memiliki banyak versi, terutama dalam versi Buda Kecapi Cemeng (Kirtya 294) yang memuat tentang kaputusan atau pengetahuan rahasia yang berkaitan dengan naskah Dharma Pawayangan, isinya tentang kaputusan dari empat kekuatan dewata dalam figur punakawan lengkap dengan Bijaksara.

Hal di atas mengingatkan kepada tulisan Damais yang mengumpulkan kutipan-kutipan terkait mandala dalam berbagai kebudayaan, beberapa di antaranya bersumber dari manuskrip Bali yang juga memiliki kesamaan dengan manuskrip Tutur Buda Kecapi (Pusdok Bali) tentang cerita asal muasal dunia dan mandala mata angin melalui teologi Panca Kosika, pada Tutur Buda Kecapi lebih spesifik kemudian menarasikan wujud manifestasinya yang memiliki empat wajah (catur mukha) sebagai simbol kekuatan Brahma.

12b. mwang sahi sira bhatara Brahma, Kretin hida sarwwa baksa, beddha rupa nira, tatenggek pat, rupani kang hulun kadi naggha sawiji, bwaya sawiji, macan sawiji, haranya Boddhakcapi sarinya, sama mawa haksara, sowang sowang sira dadi panunggunig rare, phalanya taman hapa hapa, dirggha yusa hanghing yatna juga, hana buh haksara iki, manyting wtu, yan patut hanabuh aksara ika, dhak bhatara, maka-

13a. purwaning dadi jadma—Tutur Buda Kecapi

Buda Kecapi sebagai sebuah konsep dalam Art Theraphy memiliki relasi dengan dunia psikologi, Jung (2017) menuliskan bahwa perkembangan psikologis modern membimbing ke arah pemahaman yang lebih baik tentang apa yang sebenarnya menyusun manusia.

Pada dasarnya semua kepercayaan yang bersifat teologis menuliskan narasi tentang kosmologi, dewata atau nabi-nabi, tentang ketuhanan pada versi yang hampir serupa, manusia kemudian mendapatkan wahyu ilahiah dan dituliskan sedemikian rupa.

Jung menyatakan dengan istilah psyce untuk membawa pembahasan tentang jiwa dan pikiran dalam sudut pandang psikologi, jiwa merujuk kepada totalitas semua proses psikis sadar dan tidak sadar dalam diri seorang individu. Isitlah psyce merangkul wilayah luas yang berkenaan dengan pikiran, perasaan, ingatan, dan naluri, dan dipahami sebagai sistem pengaturan diri menuju harmonisasi individu, jiwa dan pikiran adalah bentuk kesadaran dengan menekankan peran penting alam bawah sadar.

Manusia harus memahami bagaimana dirinya tersusun dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, apa yang membuatnya hidup, apa yang mampu menyentuh berbagai rasa yang melingkupi diri. Apabila kita mengarahkan persoalan psikologis sebagaimana Jung menarasikan tentang psyce maka sangatlah wajar dalam manuskrip Sanghyang Buda Kecapi (salah satunya) menguraikan panjang lebar tentang berbagai aksara suci yang bersemayam di dalam organ-organ tubuh manusia, relasi tentang tubuh manusia dengan alam semesta dalam teori mandala, dengan kata lain bahwa aksara memiliki suara ketika diucapkan.

Serupa dengan pemikiran Granoka Gong tentang Musik-Linguistik-Mistik, unsur utama musik adalah nada yang di dalamnya terkandung susunan ruang dan waktu sedangkan pada seni rupa adalah titik, garis, tekstur dan warna yang dapat diakumulasikan membentuk kedalaman intensitas-intensitas tertentu sekaligus mampu menyentuh persoalan kejiwaan manusia.

Pada terminologi lango (estetika) disebut sebagai kondisi kalangwan, sebuah proses atau praktik yang memicu ulang-alik dari kondisi ekstasis dan katarsis. Kniazzeh (1981) menegaskan bahwa the essential feature of dynamically oriented art therapy is free art expression.

Ya, art theraphy adalah bentuk perawatan diri individu atas persoalan pikiran dan jiwa secara mendalam melalui kebebasan berekspresi yang ditawarkan oleh aktivitas berkesenian. Buda Kecapi menawarkan bentuk pengetahuan penyadaran tubuh manusia melalui aksara dan suara aksara organ-organ tubuh sedangkan praktik terapi seni (rupa) menawarkan kebebasan berekspresi melalui unsur-unsur esensial seni (rupa) itu sendiri.[T]

Referensi

Lontar Buda Kecapi Cemeng, IIIC / 294, Kol. Gedong Kirtya Singaraja.

Lontar Sang Hyang Buda Kecapi, II/X/2/Dokbud, Kol. Pusdok Bali.

Lontar Tutur Buda Kecapi, II/VII/3/Dokbud, Pusdok Bali.

Lontar Usadha Buda Kecapi, II/I/10/Dokbud, Pusdok Bali.

Damais, Louis-Charles. 1995. Epigrafi dan sejarah Nusantara : Pilihan Karangan Louis-Charles Damais. Jakarta : Ecole Francaise d`Extreme-Orient

Granoka Gong, Ida Wayan Oka. 2009. Reinkarnasi Budaya: Manifestasi Dorongan Kuat untuk Bereinkarnasi di dalam Tubuh Kebudayaan yang Berbhineka Tunggal Ika. Denpasar: Maha Bajra Sandhi.

Hooykaas, C. 1970. Kama and Kala: Material for the Study of Shadow Theatre in Bali. Amsterdam:North Holland Publishing Company.

Jung, CG. 2017. Psikologi dan Agama. Yogyakarta: IRCISoD.

Kniazzeh, CR. 2016. Art Therapy. New York: Basic Books and International Psychotherapy Institute.

Penulis: Dewa Purwita Sukahet
Editor: Jaswanto

https://tatkala.co/2025/08/06/indonesia-kumpulan-pohon-tumbang-lukisan-sia-sia-pembangunan-dan-awas-sigap-karya-polenk-rediasa-di-singaraja-literary-festival-2025
Tags: KuratorialPameranSeni RupaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Nyoman Sutjidra Pertahankan Singaraja sebagai Kota Pusaka

Next Post

Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
0
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

Read moreDetails

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

by Hartanto
August 13, 2026
0
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

Read moreDetails

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

by Hartanto
August 11, 2026
0
Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

Read moreDetails

Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

by I Wayan Sujana Suklu
August 11, 2026
0
Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

---Catatan seorang seniman tentang ketidaktahuan, pengetahuan, dan keberanian menggambar kembali Noe mengambar karena belum mengenal aturan, saya menjadi naif karena...

Read moreDetails

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

by Angga Wijaya
August 7, 2026
0
Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

Read moreDetails

“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

by Hartanto
August 7, 2026
0
“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

PADA 10 April hingga 30 Juni 2026 lalu digelar pameran 12 Perupa Perempuan Indonesia. Perhelatan ini diinisiasi Indonesian Women Artists...

Read moreDetails

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails
Next Post
Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co