2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
August 6, 2025
in Ulas Rupa
Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu
  • Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa “Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri” serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Paduraksa FBS Undiksha Singaraja

MEMBACA kembali teks yang berkenaan dengan Buda Kacapi seperti masuk pada sebuah bangunan pengetahuan dalam siklus hidrologi. Air itu telah berada di muaranya kemudian menguap ke angkasa, menggumpal menjadi awan dan jatuh sebagai hujan.

Air hujan lantas diserap oleh tanah, dikeluarkan melalui pori-porinya kemudian mengalir pada alur-alur sungai, dari hulu menuju hilir hingga sampai pada muara, menyatu kembali dengan samudra dan menguap kembali menjadi awan. Sebuah siklus berulang yang pada prosesnya membawa kita pada suatu kesadaran pengetahuan tentang sistem tubuh fisik dan tubuh mental (spiritual).

4a. …raris humatur sang Buddhakcapi, pukulun bhatara Yang Nini, panga-

4b. stawaning kawula, kawula minta sih pangawruha, ring bwana hagung, mwang bwana halit, panugrahaning bhatara, ring maka hadnyana sidhi sakti, lamakane sun tan kasoran, ring sapa samaning kabeh.—Sang Hyang Buda Kecapi.

Sistem tubuh dalam manuskrip pengetahuan Bali [lontar] sering sekali memuat narasi dua dimensi yang saling berkaitan, disebut dengan bhwana alit dan bhwana agung atau ring jero dan ring jaba. Kedua dimensi ini konon harus dipahami dan diseimbangkan, tujuannya adalah satu, yaitu harmonisasi, sebab pada harmoni itu keindahan dan kebahagian utama dapat dirasakan. Mudah diucapkan tetapi susah untuk dilakukan, ya tentu saja, sebagaimana Sang Buda Kecapi melakukan laku tapa samadhi dengan tekun berujung kepada diberikannya sang Buda Kecapi anugrah dewata oleh Hyang Nini [Durggha].

Sang Buda Kecapi memiliki pengetahuan tentang aksara, tentang nada suara, tentang aksiologi alam dan hakikat dimensional tubuh dan upaya harmonisasi jaringan-jaringannya melalui tumbuh-tumbuhan yang kemudian disebut osadha.

Kesamaan dimensional antara tubuh manusia dengan alam dalam manuskrip-manuskrip Bali mempergunakan Bijaksara atau aksara suci dan secara langsung berhubungan dengan organ tubuh, mandala mata angin, energi kedewataan, warna. Dalam pandangan mistik, meminjam diksi Granoka Gong bahwa ada gelombang nada yang dapat diketuk di dalam diri dan dihidupkan untuk menyatu dengan gelombang alam guna mencapai penyatuan estetik manusia mahardika.

Hooykaas dibantu oleh Hinzler dalam Kama anda Kala (1973) menyebutkan bahwa naskah Buda Kecapi adalah risalah yang memiliki banyak versi, terutama dalam versi Buda Kecapi Cemeng (Kirtya 294) yang memuat tentang kaputusan atau pengetahuan rahasia yang berkaitan dengan naskah Dharma Pawayangan, isinya tentang kaputusan dari empat kekuatan dewata dalam figur punakawan lengkap dengan Bijaksara.

Hal di atas mengingatkan kepada tulisan Damais yang mengumpulkan kutipan-kutipan terkait mandala dalam berbagai kebudayaan, beberapa di antaranya bersumber dari manuskrip Bali yang juga memiliki kesamaan dengan manuskrip Tutur Buda Kecapi (Pusdok Bali) tentang cerita asal muasal dunia dan mandala mata angin melalui teologi Panca Kosika, pada Tutur Buda Kecapi lebih spesifik kemudian menarasikan wujud manifestasinya yang memiliki empat wajah (catur mukha) sebagai simbol kekuatan Brahma.

12b. mwang sahi sira bhatara Brahma, Kretin hida sarwwa baksa, beddha rupa nira, tatenggek pat, rupani kang hulun kadi naggha sawiji, bwaya sawiji, macan sawiji, haranya Boddhakcapi sarinya, sama mawa haksara, sowang sowang sira dadi panunggunig rare, phalanya taman hapa hapa, dirggha yusa hanghing yatna juga, hana buh haksara iki, manyting wtu, yan patut hanabuh aksara ika, dhak bhatara, maka-

13a. purwaning dadi jadma—Tutur Buda Kecapi

Buda Kecapi sebagai sebuah konsep dalam Art Theraphy memiliki relasi dengan dunia psikologi, Jung (2017) menuliskan bahwa perkembangan psikologis modern membimbing ke arah pemahaman yang lebih baik tentang apa yang sebenarnya menyusun manusia.

Pada dasarnya semua kepercayaan yang bersifat teologis menuliskan narasi tentang kosmologi, dewata atau nabi-nabi, tentang ketuhanan pada versi yang hampir serupa, manusia kemudian mendapatkan wahyu ilahiah dan dituliskan sedemikian rupa.

Jung menyatakan dengan istilah psyce untuk membawa pembahasan tentang jiwa dan pikiran dalam sudut pandang psikologi, jiwa merujuk kepada totalitas semua proses psikis sadar dan tidak sadar dalam diri seorang individu. Isitlah psyce merangkul wilayah luas yang berkenaan dengan pikiran, perasaan, ingatan, dan naluri, dan dipahami sebagai sistem pengaturan diri menuju harmonisasi individu, jiwa dan pikiran adalah bentuk kesadaran dengan menekankan peran penting alam bawah sadar.

Manusia harus memahami bagaimana dirinya tersusun dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, apa yang membuatnya hidup, apa yang mampu menyentuh berbagai rasa yang melingkupi diri. Apabila kita mengarahkan persoalan psikologis sebagaimana Jung menarasikan tentang psyce maka sangatlah wajar dalam manuskrip Sanghyang Buda Kecapi (salah satunya) menguraikan panjang lebar tentang berbagai aksara suci yang bersemayam di dalam organ-organ tubuh manusia, relasi tentang tubuh manusia dengan alam semesta dalam teori mandala, dengan kata lain bahwa aksara memiliki suara ketika diucapkan.

Serupa dengan pemikiran Granoka Gong tentang Musik-Linguistik-Mistik, unsur utama musik adalah nada yang di dalamnya terkandung susunan ruang dan waktu sedangkan pada seni rupa adalah titik, garis, tekstur dan warna yang dapat diakumulasikan membentuk kedalaman intensitas-intensitas tertentu sekaligus mampu menyentuh persoalan kejiwaan manusia.

Pada terminologi lango (estetika) disebut sebagai kondisi kalangwan, sebuah proses atau praktik yang memicu ulang-alik dari kondisi ekstasis dan katarsis. Kniazzeh (1981) menegaskan bahwa the essential feature of dynamically oriented art therapy is free art expression.

Ya, art theraphy adalah bentuk perawatan diri individu atas persoalan pikiran dan jiwa secara mendalam melalui kebebasan berekspresi yang ditawarkan oleh aktivitas berkesenian. Buda Kecapi menawarkan bentuk pengetahuan penyadaran tubuh manusia melalui aksara dan suara aksara organ-organ tubuh sedangkan praktik terapi seni (rupa) menawarkan kebebasan berekspresi melalui unsur-unsur esensial seni (rupa) itu sendiri.[T]

Referensi

Lontar Buda Kecapi Cemeng, IIIC / 294, Kol. Gedong Kirtya Singaraja.

Lontar Sang Hyang Buda Kecapi, II/X/2/Dokbud, Kol. Pusdok Bali.

Lontar Tutur Buda Kecapi, II/VII/3/Dokbud, Pusdok Bali.

Lontar Usadha Buda Kecapi, II/I/10/Dokbud, Pusdok Bali.

Damais, Louis-Charles. 1995. Epigrafi dan sejarah Nusantara : Pilihan Karangan Louis-Charles Damais. Jakarta : Ecole Francaise d`Extreme-Orient

Granoka Gong, Ida Wayan Oka. 2009. Reinkarnasi Budaya: Manifestasi Dorongan Kuat untuk Bereinkarnasi di dalam Tubuh Kebudayaan yang Berbhineka Tunggal Ika. Denpasar: Maha Bajra Sandhi.

Hooykaas, C. 1970. Kama and Kala: Material for the Study of Shadow Theatre in Bali. Amsterdam:North Holland Publishing Company.

Jung, CG. 2017. Psikologi dan Agama. Yogyakarta: IRCISoD.

Kniazzeh, CR. 2016. Art Therapy. New York: Basic Books and International Psychotherapy Institute.

Penulis: Dewa Purwita Sukahet
Editor: Jaswanto

https://tatkala.co/2025/08/06/indonesia-kumpulan-pohon-tumbang-lukisan-sia-sia-pembangunan-dan-awas-sigap-karya-polenk-rediasa-di-singaraja-literary-festival-2025
Tags: KuratorialPameranSeni RupaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Nyoman Sutjidra Pertahankan Singaraja sebagai Kota Pusaka

Next Post

Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails
Next Post
Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co