24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Isaura Henin Serafina: Terbang Tinggi ke Jepang dengan Semangat Rajawali-Elang 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
July 15, 2025
in Persona
Isaura Henin Serafina: Terbang Tinggi ke Jepang dengan Semangat Rajawali-Elang 

Isaura saat pembekalan di Jakarta, sebelum berangkat ke Jepang

UNTUK pertama kalinya, siswa SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Isaura Henin Serafina, mampu menebus beasiswa dunia melalui Yayasan Bina Budaya. Ia berhasil lolos seleksi superketat yang diikuti oleh pelajar SMA seluruh Indonesia dan diberangkatkan ke Jepang bersama 10  siswa pada Agustus–Desember 2024. Bonusnya pun ia rasakan atas kebijakan Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan memberikan relaksasi pembelajaran semester III saat ia mengikuti program “Pertukaran Pelajar”.

“Saya berterima kasih kepada Kepala Sekolah yang menjadi motivator sekaligus role model hingga sampai pada tahap ini. Saya diberikan menempuh pembelajaran secara daring di sela-sela kesibukan menyiapkan diri berangkat ke Jepang,” kata Isaura.

Pun, lanjutnya, setelah tiba di Indonesia menjelang pembagian, Isaura diberikan waktu menuntaskan Program Pembelajaran sebulan setelah Tahun Baru 2025. “Syukur saya bisa menuntaskan dalam waktu yang tepat sehingga pada semester IV bisa belajar bersama teman sekelas. Jadi, Pertukaran Pelajar ke Jepang tidak mengganggu studi. Saya juga tidak mengambil cuti,” ujarnya.  

Isaura Henin Serafina, siswa berprestasi SMAN 2 Kuta Selatan

Isaura mendapatkan informasi beasiswa ini melalui media sosial Quora yang dijelajahi secara mandiri. Sebagai pecinta buku, ia terinspirasi dari tulisan-tulisan orang hebat Indonesia di Quora. Dari tulisan itu, “Saya bercita-cita menjadi Duta Indonesia untuk mempromosikan berbagai kekayaan alam, budaya dan tradisi yang adiluhung. Tulisan inspiratif mereka di Quora telah mengubah pemahamanan saya tentang dunia. Begitulah hebatnya tulisan,” kata Isaura penuh semangat.

Tak berlebihan bila Gus Dur, mantan Presiden RI, mengatakan, berubah pemahamannya pada agama Islam setelah membaca cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis. Pengakuan Gus Dur itu adalah bukti pentingnya literasi untuk memahami hidup dan kehidupan secara mendalam dan komprehensif sesuai dengan semangat deep learning yang terus digemakan sejak Prof. Abdul Mu’ti menjadi Mendikdasmen.

Keberhasilan Isaura meraih beasiswa Pertukaran Pelajar ke Jepang sebenarnya juga berkat ketekunannya merawat pohon literasi. Kecintaannya terhadap buku sudah dimulai sejak SD. Ia juga aktif menulis esai di Quora sejak usia 13 tahun.

“Saya aktif menulis esai di Quora unuk berbagi ilmu ‘Tips dan Trik Belajar Juara Umum SMP’ dan menuai ratusan ribu views dan respon positif dari warganet. Beberapa di antaranya profesor, penulis terbaik Quora, dan alumni universitas ternama,” tulis Isaura via chat WA.

Pada masa Pandemi Covid-19, Isaura mengaku menghabiskan waktu luang dengan belajar Bahasa Jepang dan menggambar digital melalui ponsel jadul dan jari seadanya secara otodidak. “Saya menyadari banyak anak SMP ingin bisa bahasa asing tetapi kesulitan belajar mandiri,” tambah Isaura yang mengaku memiliki kesadaran belajar dari motivasi intrinsik.

Dalam konteks ini, pembelajaran mendalam (deep learning) telah dilakoni oleh Isaura  secara berkesadaran (mindful learning), bermakna (meaningful learning) dan menggembirakan (joyful learning). Pendekatan belajar inilah yang membuatnya kasmaran belajar dengan semangat menyenangkan seperti yang digagas Ki Hadjar Dewantara di Perguruan Tamansiswa.

Isaura berpose di sebuah tempat di Jepang

Taman indah yang inspiratif karena warganya menjaga, merawat, menyiangi, memupuk bibit aneka  hingga bunga-bunga indah bermekaran dengan buah ranum buat persembahan bagi Indonesia Emas 2045.

Selama di Jepang, Isaura memanfaatkan kesempatan dengan baik. Ia memperkenalkan Indonesia di mata dunia dengan menarikan tari Bali. Lalu, presentasi di hadapan ratusan orang mancanegara, dan bercerita tentang Indonesia yang kaya dengan keragaman budayanya. Lebih-lebih Bali yang sudah terkenal di mancanegara.

Pidatonya di sekolah di Jepang ternyata menyedot perhatian media Jepang. “Berkat pidato dan presentasi, saya diliput TV Nasional Jepang. Saya juga mendapat undangan pertama dari Kementerian Pendidikan Shizuoka dan belajar bersama dalam Seminar Selebriti Jepang Gyaru,” tulis Isaura via Chat WA.

Isaura juga mengaku, awalnya mengira mustahil untuk bisa belajar memanah (Kyudo) karena biayanya mahal. Namun, karena berhasil menjadi inspirasi bagi murid-murid dan guru di sekolah, ia diapresaiasi secara baik.

“Guru saya memberikan perlengkapan dan administrasi gratis sebagai hadiah. Beliau juga mengajak saya berlatih privat dan mendaftarkan lomba. Saya pun diikutkan berkompetisi bela diri kyudõ di Jepang,” tulis Isaura via chat WA sembari menyatakan kebanggaannya menjadi  sukarelawan di kelas, ketika belajar.

Begitulah serunya belajar di Jepang, berinteraksi dengan murid Jepang plus bertemu dengan peserta Pertukaran Pelajar dari berbagai negara di dunia. Sesuai dengan misi Yayasan Bina Budaya, yang konsen dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, berupaya memberikan karpet merah kepada para pelajar dari seluruh dunia untuk memahami pentingnya hidup berdampingan di tengah-tengah perbedaan.

Dengan memahami perbedaan sebagai kekuatan membangun kolaborasi saling mengisi kekurangan masing-masing, maka kerja sama dalam mewujudkan perdamaian dunia dapat diwujudkan. Bagi Indonesia, Program Pertukaran Pelajar ini adalah memenuhi janji kemerdekaan sesuai dengan tujuan negara khususnya mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut memelihara ketertiban dunia untuk perdamaian.

Isaura bersama teman-temannya di Jepang

Sebagai peserta Pertukaran Pelajar Indonesia-Jepang, tugas dan tanggung jawab Isaura tidaklah ringan. Ia harus menyampaikan pengalamannya di hadapan teman-teman dan para guru.

Setelah dari Jepang, kata Isaura,  ia akan mempresentasikan pengalaman di depan kelas untuk berbagi pengalaman, pesan moral, dan pengetahuan. Isaura akan mengambil kebiasaan positif di Jepang dan berusaha menyebarkannya dengan berbagai saluran informasi. Ia juga akan menulis buku tentang pengalamannya agar bisa menginspirasi lebih banyak orang. Pengalaman mengikuti seleksi bersaing dengan orang-orang hebat seluruh Indonesia. Pengalaman mengikuti Program Pertukaran Pelajar ke Jepang dengan segala suka dukanya. Pengalaman setelah mengikuti Program Pertukaran Pelajar dan menyampaikan refleksi kepada teman-teman di sekolah.

“Buku yang saya tulis juga dilengkapi dengan komik tentang tips dan trik terkait edukasi untuk membagikan ide-ide kreatif kepada Gen Z melalui kanvas Line Webtoon English diperlombakan internasional,” aku Isaura dengan semangat.

Sekarang Isaura sudah kelas 12 dan menjadi duta SMA Negeri 2 Kuta Selatan dalam ajang Festival lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) bidang Poster dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Ekonomi dengan semangat mengharumkan nama Toska.

Ke depan, Isaura ingin terus aktif di medsos untuk membagikan tips dan trik belajar dan menyebarteruskan best practice (pengalaman terbaiknya). Isaura telah menerjemahkan moto Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana memenangkan persaingan berlandaskan kebudayaan bangsa) dalam aksi nyata. Aksinya selaras dengan Visi SMA Negeri 2 Kuta Selatan, “Terbentuknya komunitas pembelajar yang berkecerdasan, berbudaya, dan berdaya saing”.

Isaura saat belajar memanah dan bergaul antarbangsa di Jepang

Begitulah Isaura mewujudkan mimpinya dengan terus belajar, disiplin, menghargai waktu tanpa mengenal lelah. Ketika temannya bermain santai, ia malah sibuk dengan projek-projek yang segera harus dikelarkan. Semangat ini sesuai dengan disiplin orang Jepang pada umumnya: bekerja keras, disiplin, mandiri, menghargai pencapaian, humanis, juga peduli alam dan lingkungan.

Sebagai orang yang pernah seminggu belajar di Jepang pada Februari 2018, saya merasakan benar cerita pengalaman Isaura selama 4 bulan di Negeri Matahari Terbit yang juga dikenal dengan Negeri Sakura itu. Pengalaman itu juga mengingatkan pada disiplin yang diterapkan Jepang di tanah jajahannya, Indonesia selama 3,5 tahun.

Dengan halus Jepang menyindir manusia Indonesia, “Jika diminta memilih antara duduk dan berdiri, orang Indonesia memilih duduk. Jika diminta memilih antara berjalan dan berlari, orang Indonesia memilih berjalan”. Pernyataan itu menggambarkan mental orang Indonesia pada umumnya lembek. Bung Karno menyebutnya mental krupuk. Mental tempe.

Kini, mental demikian disebut sebagai generasi strawberry. Indah di permukaan, keropos di kedalaman. Jalan keluarnya adalah sungguh-sungguh menjadikan pendidikan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dengan guru di garda terdepan, sebagaimana dilakukan kaisar Jepang saat bom atom menghanguskan Hirosima dan Nagasaki.

“Berapa guru yang masih hidup ?” tanya Kaisar kepada prajuritnya. Mengapa guru? Karena dengan guru yang cukup secara kuantitas dan kualitas, kehancuran ini segera dapat dipulihkan. Tentara, dokter, bidan, perawat, insinyur, agamawan, pemimpin, anak-anak berkarakter, berdisiplin, dan berintegritas  dapat dilahirkan.

Oleh karena itu, janganlah bergurau sebelum berguru. Ke Jepang kita berguru soal disiplin, integritas, dan karakter sebagaimana ditunjukkan Isaura Henin Serafina.

Selamat Isaura. Kau telah menunjukkan integritas walaupun harus kembali ke tanah air lebih cepat dari jadwal karena tidak tahan dengan cuaca ekstrem di Jepang. Namun, kau telah menuntaskan semua projek Pertukaran Pelajar ini dengan baik. Teruslah terbang tinggi seperti semangat elang rajawali tetapi tetap rendah hati.[T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Jaswanto

Dede Putra Wiguna Raih Gelar Sarjana dengan Buku Berita Kisah “Bersama Seni di Sukawati”
Windari dan Sepuluh Cerpen untuk Satu Gelar
Yunika Verayuni Putri dan Serunya Ikut Program Nihonggo Partner Jepang: Belajar Sambil Berwisata
Awalnya Coba-Coba, Eh, Ternyata Juara  |  Cerita Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025
Ni Ketut Ayu Sukma Listyaningsih,   Duta Lingkungan Hijau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Tags: Isaura Henin SerafinaJepangSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gong Kebyar Karangasem Bawa Fragmentari “Tetamian” di Pesta Kesenian Bali 2025 : Mementaskan Ibu Pertiwi sebagai Simbol Kertaning Jagat

Next Post

Melihat Lapisan Skena Seni Rupa Bali: Dari Under-Upper 2000-an, hingga Post-Pandemic

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Lapisan Skena Seni Rupa Bali: Dari Under-Upper 2000-an, hingga Post-Pandemic

Melihat Lapisan Skena Seni Rupa Bali: Dari Under-Upper 2000-an, hingga Post-Pandemic

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co