6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
July 8, 2025
in Esai
Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Queen | Foto: Okezone

“Kamu bisa menjadi apa pun yang kamu inginkan hanya dengan berpikir tentang apa pun yang bisa kamu lakukan.”—Freddie Mercury

BOHEMIAN Rhapsody adalah lagu grup rock legendaris Queen asal Inggris yang terkenal dengan liriknya yang misterius. Lagu ini tak hanya menarik dari segi cerita dalam liriknya, melainkan juga aransemen musiknya yang memadukan berbagai genre opera, akapela, dan rock dalam satu lagu.

Liriknya seringkali dianggap sebagai narasi tentang identitas, penerimaan diri, dan konflik internal, terutama yang berkaitan dengan orientasi seksual Freddie Mercury sang vokalis sekaligus pencipta lagu ini. 

Bohemian sendiri bisa diartikan sebagai kebebasan, gaya hidup yang tidak terikat oleh norma sosial, dan Rhapsody adalah puisi atau karya musik yang bebas dan penuh ekspresi. Cerita di balik lagu, kehidupan yang hadir melatari lagu itu, menjadi hal lain yang menarik dibicarakan.

Menurut banyak sumber di berbagai situs yang mengulas lagu ini, sang vocalis membuat lirik lagu itu tanpa menjelaskan maknanya. Ia membuat kata-kata yang ia biarkan, ditafsirkan secara berbeda-beda.

Ia mengaku memilih kata itu secara acak, bisa jadi memang begitu, tetapi karena keindahannya, orang jadi menganggap pasti ada makna yang ingin disampaikan penciptanya, lebih dari sekadar pilihan acak seperti pengakuan Freddie.

Versi pemaknaan yang lain, menganggap lagu itu merupakan pengejawantahan nilai berbagai agama, karena ada beberapa kata acak yang terkait dengan agama dan mitologi tertentu, seperti Bismillah, Scaramouce, Fandango, Figaro, Galileo, dll. Entah dari mana Freddie menemukan kata itu dan memasukkannya ke dalam lagu, yang jelas, seperti namanya, lagu ini memang sangat bebas dan tidak biasa, tetapi seperti puisi yang sangat dahsyat.

Jadilah Bohemian Rhapsody lagu milik dunia seperti lagu-lagu Queen lainnya. Bohemian berati tidak teratur, bebas dan Rhapsody berarti puisi yang dahsyat.

Perjalanan suka duka lagu hits Queen ini dapat kita saksikan dalam film “Bohemian Rhapsody” yang dibintangi Rami Malek 2018. Lirik lagunya yang dianggap aneh, dan durasinya yang terlalu panjang—hampir kurang lebih 8 menit—produser menolak untuk merekamnya, tapi Freddy dan kawan-kawan hengkang dari studio tersebut.

Berhasil dirilis sebagai singel utama dari album studio keempat mereka, A Night at the Opera (1975), di Studio Monmouth, Wales, seperti dilansir This Day in Music, Bohemian Rhapsody meraih sukses komersial. Lagu ini bertahan di puncak selama 9 minggu di Inggris, dan terjual lebih dari satu juta kopi hanya dalam beberapa bulan.

Penciptanya meninggal dunia di tahun 1991 di usia 45 tahun karena serangan AIDS. Berakhirlah cerita hidup Freddie Mercury, yang tertinggal hanya lagu-lagunya, kegilaan musiknya yang enak dinikmati, penampilan panggungnya yang selalu dirindukan (https://uinsa.ac.id/blog/bohemian-rhapsody-uinsa)

***

Kata Bohemian sebenarnya telah dikenal sejak lama. Awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan gaya hidup non-tradisional dari orang-orang yang hidup mengembara atau gelandangan pada pertengahan tahun 1800-an. Kemudian, istilah ini menjadi identik dengan kata “gipsi”, yaitu istilah yang diterapkan untuk mereka yang meninggalkan Bohemia di Eropa Tengah untuk melarikan diri dari aturan yang kaku (Wikipedia).

Mereka adalah kaum nomaden yang tidak suka menetap di suatu tempat dalam jangka waktu yang lama. Bohemian cenderung mengacu pada kepribadian yang bebas. Melakukan perjalanan terus menerus merupakan aspek penting dari gaya hidup bohemian.

Bohemianisme, gaya hidup yang tidak konvensional dan sering kali ditemani oleh orang-orang sepemikiran dan dengan sedikit ikatan permanen. Gaya hidup ini mencakup minat musik, artistik, sastra atau spiritual (Wikipedia).

Bohemian adalah salah satu tren gaya hidup yang saat ini kembali berkembang di kalangan anak muda. Tren gaya hidup satu ini berkembang pesat di kalangan anak muda, karena dinilai cocok dengan gaya hidup anak muda zaman now.

Istilah ‘bohemian’ atau boho di zaman sekarang, lebih cenderung mengarah ke gaya berpakaian dan desain interior. Gaya berpakaian dan desain yang cenderung nabrak-nabrak, tidak umum dalam memadukan bahan, benda yang akan dikenakan atau dalam merancangnya. Cenderung berbeda dan unik, tidak biasa, berbeda dengan kebanyakan orang.

Jika kita mencari karakter yang pasti dari gaya bohemian, jawabannya adalah tidak ada. Gaya bohemian hadir karena ketidakteraturan dan ketidakpastian. Semua dibuat dengan spontan dan memanfaatkan apa saja benda yang ada. Namun, ada fitur-fitur khas pada gaya bohemian. Gaya bohemian adalah gaya yang penuh warna dan bercampur antara gaya etnik, hippies dan juga vintage (https://medium.com/@arsitag/mengenal-gaya-desain-bohemian-d6b3d747c12e )

Berikut adalah beberapa karakteristik dari gaya bohemian: Nggak perlu malu jadi orang yang berbeda dengan orang kebanyakan. Manfaat  yang dapat kita dapatkan mengambil intisari dari gaya hidup bohemian adalah punya jiwa bebas, dari kehidupan sehari-hari yang penuh kepenatan dan tekanan. Bohemian  punya keberanian untuk lepas dari arus-arus mainstream yang nggak sesuai dengan prinsip hidupnya.

Berani mengambil risiko dan percaya kalau risiko yang diambil itu benar-benar bermanfaat. Kalau ada masalah yang membuat kita khawatir, coba cari sudut pandang lain dan cari solusinya dengan kepala dingin. Ketika kita butuh waktu sendiri, lakukan aktivitas menyenangkan yang bisa membuat kita happy, bahagia terus gas pol.

Seni adalah gaya hidup bagi bohemianisme, sehingga sulit untuk memisahkan seni dari kehidupannya. Biasanya mereka membuat karya seni, menjualnya, atau sekadar merelaksasi pikiran dengan karya seni bebas, baik tulis, gambar, maupun syair. Beberapa seniman Hollywood yang menganut paham ini, antara lain Marlon Brando, Robert de Niro, Al Pacino, Jodie Foster, Johnny Depp, John Lennon, Willie Nelson, Brooke shields dll.

Cobalah terbuka dari berbagai pengetahuan dengan melihatnya dari perspektif yang baru, terutama isu-isu yang lagi viral. Nggak cuma dalam cara berpikir, bohemian juga berbeda dari cara berpakaian, kesederhanaan, keindahan, bahkan etos kerja.  

Kita pun bisa melakukannya seperti bohemian. Pacu jiwa artistik kita dengan mengikuti beberapa workshop seni atau desain yang sekarang lagi ngetren di kalangan milenial. Potret beberapa objek foto yang bagus, tuangkan apa yang ada di pikiran kita dalam bentuk tulisan, melukis, menggambar, mewarnai, bermusik atau kreasi lainnya.

Kelebihan utama dari seorang bohemian adalah, mereka bisa menjadi diri sendiri tanpa harus menjaga ekspektasi atau harapan dari orang lain. Daripada buang-buang waktu buat memenuhi harapan orang lain, kita bisa mencari hal-hal yang kita sukai.

Tipsnya adalah, dengarkan musik, bacalah buku, dan kenakan pakaian yang memang kamu sukai tanpa ragu, walau apa yang kita ikuti itu berbeda dengan yang dilakukan orang lain (https://keepo.me/lifestyle/4-tips-menjalani-gaya-hidup-bohemian-yang-bebas-berekspresi/). Apa pun paham dan gaya kita yang penting tidak meninggalkan ibadah agama, berikhtiar, berdo’a, dan berserah diri kepada Allah SWT, untuk menuju bahagia dunia dan akhirat.[T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Jaswanto

Musik Legendaris untuk Kita Tetap Waras
Merenungkan Musik; Sukatani, Perlawanan, dan Penguasa
Dari Arak ke Dangdut: Dinamika Legalisasi Alkohol pada Musik Pop Bali
Menggelitik RUU Permusikan – Ini Cerita Anak Band Hardcore
Tags: Bohemian RhapsodymusikQueen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

Next Post

Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?—Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?—Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21

Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?---Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co