3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
July 8, 2025
in Esai
Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

Jeruk kintamani | Dok. SMKN 1 Kintamani

DI balik udara sejuk dan lanskap hijau Kintamani yang memesona, tersimpan potensi besar yang selama ini luput dari sorotan pendidikan vokasi: jeruk kintamani. Komoditas yang manis dan segar ini sejatinya tidak hanya layak dijual di pasar atau dikemas untuk buah tangan wisatawan. Ia sebenarnya bisa menjadi poros perubahan paradigma pendidikan vokasi, jika saja disentuh oleh tangan kreatif dan pikiran progresif.

Dalam kapasitas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.), saya telah menyambangi lingkungan dan bertemu dengan komunitas SMK Negeri 1 Kintamani. Menurut saya, tentang jeruk sebagai poros perubahan paradigma pendidikan vokasi ini tampaknya menarik untuk dilakukan. Potensi sekolah ini untuk menjadi sekolah maju dan unggul sesungguhnya juga sangat besar.

Di tengah tantangan eksistensi SMK di daerah, SMKN 1 Kintamani ini sebaiknya memilih untuk berdiri di atas potensi lokal. Alih-alih sibuk mengekor kepada tren-tren sekolah besar di kota. SMKN 1 Kintamani wajib menyadari bahwa kekuatan sekolah bukan terletak pada seberapa megah gedung atau seberapa banyak program keahliannya, melainkan pada seberapa dalam akar sekolah ini menancap di tanahnya sendiri.

Dari Jeruk Menjadi Jembatan Kolaborasi

Sangat disadari, tidak banyak sekolah vokasi yang mampu merajut sinergi antarjurusan dengan mulus. Di SMKN 1 Kintamani ada Jurusan Multimedia yang kerap sibuk di balik kamera. Ada Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) tenggelam dalam dapur praktik. Ada pula Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) berkutat dengan ternak dan pakan. Sementara yang paling bungsu, Jurusan Perhotelan sibuk mempersiapkan dan meracik pelayanan. Seyogianya, di SMKN 1 Kintamani, semua jurusan disatukan oleh suatu ikatan batin sederhana: jeruk.

Jeruk Potensi Lokal Kintamani (Jeruk kintamani) | Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Jeruk Kintamani bukan lagi sekadar komoditas. Ia kini dapat dijadikan media pembelajaran lintas disiplin. Jurusan APHP dapat mengolahnya menjadi sirup, dodol, keripik kulit jeruk, hingga inovasi minuman kesehatan. Sementara ATR memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk pakan fermentasi dan pupuk organik bagi kebun jeruk itu sendiri.

Tidak ketinggalan, Multimedia memproduksi video dokumenter, iklan produk, dan konten promosi untuk media sosial, lengkap dengan desain label dan packaging menarik. Perhotelan lalu menyajikan produk jeruk olahan itu dalam praktik layanan makanan dan minuman khas lokal—menciptakan sensasi jeruk dari ladang ke meja makan.

Inilah yang dapat disebut sebagai ekosistem vokasi berbasis potensi lokal. Dalam konsep ini setiap jurusan memiliki kontribusi nyata, saling menopang, dan bergerak dalam irama yang sama: menjadikan jeruk sebagai wajah sekolah.

Kurikulum tak Lagi di Atas Kertas

Pola pembelajaran yang diterapkan pun mesti jauh dari model kaku dan monoton. Kurikulum tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Di SMKN 1 Kintamani, kurikulum selayaknya hidup bersama dengan denyut desa, dengan jeruk sebagai simpulnya. Pembelajaran berbasis Projek tidak boleh hanya sekadar jargon. Ia menjadi ruang aktualisasi nilai gotong royong, mandiri, dan kreatif.

Food Proccesing | Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Para siswa bukan hanya belajar teori, tetapi mengalami langsung proses bertani, mengolah, memasarkan, dan mempresentasikan produk jeruk. Mereka belajar bahwa sebuah produk harus memiliki cerita, strategi branding, dan nilai ekonomi. Mereka tidak hanya menjadi “lulusan” dari program keahlian, tetapi tumbuh sebagai warga belajar yang mengakar di desa dan siap bersaing di kota bahkan pasar global.

Sayangnya, banyak SMK hari ini terlalu sibuk memperbaiki citra tanpa membangun karakter. Mereka sibuk menyusun slogan dan baliho tanpa membuat masyarakat mengenal keunggulan mereka secara nyata. SMKN 1 Kintamani sangat berpeluang menawarkan jalan berbeda, yakni membangun identitas dari dalam, melalui karya, bukan wacana.

Melalui jeruk, sekolah ini punya peluang merekayasa persepsi publik, dari sekolah biasa menjadi sekolah berbasis agro-industri modern. Jeruk tidak hanya dijual di pasar, tapi bisa masuk hotel, pameran, hingga marketplace digital dengan label Made by SMKN 1 Kintamani. Bukankah ini langkah konkret menuju center of excellence?

Sekolah ini nantinya juga bisa menjadi pusat pelatihan kewirausahaan berbasis jeruk, tempat pelaku UMKM lokal belajar dari siswa, atau tempat wisata edukasi agro-industri tumbuh dengan wajah baru. Jika ini dikemas dengan strategi branding yang kuat, tidak mustahil SMKN 1 Kintamani akan dikenal tak hanya oleh warga Bangli, tetapi juga oleh pasar nasional—bahkan mancanegara.

Namun, jalan ini bukan tanpa tantangan. Masih banyak kebijakan pendidikan yang melihat SMK sebagai ‘mesin cetak tenaga kerja’, bukan sebagai pusat inovasi. Dengan dukungan dana BOS yang minim dan fasilitas terbatas, sekolah ini sebenarnya telah membuktikan bahwa semangat inovasi dan keberpihakan pada potensi lokal bisa menjadi pembeda utama.

Selain itu, ekosistem dunia kerja kadang belum siap menerima lulusan yang berpikir kreatif dan multidisipliner. Dunia usaha harus belajar dari dunia pendidikan juga, bahwa kolaborasi dan keberagaman keahlian adalah kunci era baru.

Di sinilah pentingnya dukungan pemerintah daerah, dunia industri, dan komunitas lokal untuk turut serta mengangkat citra sekolah, tidak justru untuk menjauhinya. SMK seperti SMKN 1 Kintamani perlu ruang untuk tumbuh, bukan hanya dilihat dari nilai akreditasi atau jumlah peserta didik, tetapi dari sejauh mana ia memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Inilah sesungguhnya merupakan tantangan: Ketika Visi Tak Didukung Sistem

SMKN 1 Kintamani sedang membuktikan bahwa pendidikan vokasi tak hanya menunggu bantuan besar untuk bergerak maju. Mereka tampak telah memulainya dari apa yang mereka miliki: tanah subur, semangat kolaboratif, dan buah jeruk.

Jeruk Kintamani mungkin kecil di mata pasar global, tetapi di tangan siswa-siswa vokasi ini, ia menjadi simbol kreativitas, kemandirian, dan masa depan. Jika semua SMK di negeri ini menoleh kembali ke tanahnya sendiri, mencari kekuatan dari budaya dan komoditas lokal, maka pendidikan vokasi akan benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar janji pemerintah.

Siapa tahu, suatu hari nanti, jeruk Kintamani yang harum itu akan dikenal bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena ia tumbuh dari semangat kolaborasi sebuah SMK di pegunungan Bali. Jadi, sekolah itu hidup jika berakar dan berbuah.[T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Jaswanto

Yang Tidak Biasa dari Sekeranjang Jeruk — Tentang Arak Jeruk Desa Awan, Kintamani
Jeruk Siam Kintamani Bisa Diolah Jadi Selai
Di Kintamani, Limbah Jeruk Bisa Jadi Pupuk
Wine dari Jeruk Siam Kintamani
Tags: Banglijerukjeruk kintamaniKintamaniSMKN 1 Kintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Euforia Barong Ket di Pesta Kesenian Bali, Akhirnya Warga Buleleng Tak Hanya Jadi Penonton

Next Post

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co