13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
July 8, 2025
in Esai
Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

Jeruk kintamani | Dok. SMKN 1 Kintamani

DI balik udara sejuk dan lanskap hijau Kintamani yang memesona, tersimpan potensi besar yang selama ini luput dari sorotan pendidikan vokasi: jeruk kintamani. Komoditas yang manis dan segar ini sejatinya tidak hanya layak dijual di pasar atau dikemas untuk buah tangan wisatawan. Ia sebenarnya bisa menjadi poros perubahan paradigma pendidikan vokasi, jika saja disentuh oleh tangan kreatif dan pikiran progresif.

Dalam kapasitas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.), saya telah menyambangi lingkungan dan bertemu dengan komunitas SMK Negeri 1 Kintamani. Menurut saya, tentang jeruk sebagai poros perubahan paradigma pendidikan vokasi ini tampaknya menarik untuk dilakukan. Potensi sekolah ini untuk menjadi sekolah maju dan unggul sesungguhnya juga sangat besar.

Di tengah tantangan eksistensi SMK di daerah, SMKN 1 Kintamani ini sebaiknya memilih untuk berdiri di atas potensi lokal. Alih-alih sibuk mengekor kepada tren-tren sekolah besar di kota. SMKN 1 Kintamani wajib menyadari bahwa kekuatan sekolah bukan terletak pada seberapa megah gedung atau seberapa banyak program keahliannya, melainkan pada seberapa dalam akar sekolah ini menancap di tanahnya sendiri.

Dari Jeruk Menjadi Jembatan Kolaborasi

Sangat disadari, tidak banyak sekolah vokasi yang mampu merajut sinergi antarjurusan dengan mulus. Di SMKN 1 Kintamani ada Jurusan Multimedia yang kerap sibuk di balik kamera. Ada Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) tenggelam dalam dapur praktik. Ada pula Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) berkutat dengan ternak dan pakan. Sementara yang paling bungsu, Jurusan Perhotelan sibuk mempersiapkan dan meracik pelayanan. Seyogianya, di SMKN 1 Kintamani, semua jurusan disatukan oleh suatu ikatan batin sederhana: jeruk.

Jeruk Potensi Lokal Kintamani (Jeruk kintamani) | Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Jeruk Kintamani bukan lagi sekadar komoditas. Ia kini dapat dijadikan media pembelajaran lintas disiplin. Jurusan APHP dapat mengolahnya menjadi sirup, dodol, keripik kulit jeruk, hingga inovasi minuman kesehatan. Sementara ATR memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk pakan fermentasi dan pupuk organik bagi kebun jeruk itu sendiri.

Tidak ketinggalan, Multimedia memproduksi video dokumenter, iklan produk, dan konten promosi untuk media sosial, lengkap dengan desain label dan packaging menarik. Perhotelan lalu menyajikan produk jeruk olahan itu dalam praktik layanan makanan dan minuman khas lokal—menciptakan sensasi jeruk dari ladang ke meja makan.

Inilah yang dapat disebut sebagai ekosistem vokasi berbasis potensi lokal. Dalam konsep ini setiap jurusan memiliki kontribusi nyata, saling menopang, dan bergerak dalam irama yang sama: menjadikan jeruk sebagai wajah sekolah.

Kurikulum tak Lagi di Atas Kertas

Pola pembelajaran yang diterapkan pun mesti jauh dari model kaku dan monoton. Kurikulum tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Di SMKN 1 Kintamani, kurikulum selayaknya hidup bersama dengan denyut desa, dengan jeruk sebagai simpulnya. Pembelajaran berbasis Projek tidak boleh hanya sekadar jargon. Ia menjadi ruang aktualisasi nilai gotong royong, mandiri, dan kreatif.

Food Proccesing | Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Para siswa bukan hanya belajar teori, tetapi mengalami langsung proses bertani, mengolah, memasarkan, dan mempresentasikan produk jeruk. Mereka belajar bahwa sebuah produk harus memiliki cerita, strategi branding, dan nilai ekonomi. Mereka tidak hanya menjadi “lulusan” dari program keahlian, tetapi tumbuh sebagai warga belajar yang mengakar di desa dan siap bersaing di kota bahkan pasar global.

Sayangnya, banyak SMK hari ini terlalu sibuk memperbaiki citra tanpa membangun karakter. Mereka sibuk menyusun slogan dan baliho tanpa membuat masyarakat mengenal keunggulan mereka secara nyata. SMKN 1 Kintamani sangat berpeluang menawarkan jalan berbeda, yakni membangun identitas dari dalam, melalui karya, bukan wacana.

Melalui jeruk, sekolah ini punya peluang merekayasa persepsi publik, dari sekolah biasa menjadi sekolah berbasis agro-industri modern. Jeruk tidak hanya dijual di pasar, tapi bisa masuk hotel, pameran, hingga marketplace digital dengan label Made by SMKN 1 Kintamani. Bukankah ini langkah konkret menuju center of excellence?

Sekolah ini nantinya juga bisa menjadi pusat pelatihan kewirausahaan berbasis jeruk, tempat pelaku UMKM lokal belajar dari siswa, atau tempat wisata edukasi agro-industri tumbuh dengan wajah baru. Jika ini dikemas dengan strategi branding yang kuat, tidak mustahil SMKN 1 Kintamani akan dikenal tak hanya oleh warga Bangli, tetapi juga oleh pasar nasional—bahkan mancanegara.

Namun, jalan ini bukan tanpa tantangan. Masih banyak kebijakan pendidikan yang melihat SMK sebagai ‘mesin cetak tenaga kerja’, bukan sebagai pusat inovasi. Dengan dukungan dana BOS yang minim dan fasilitas terbatas, sekolah ini sebenarnya telah membuktikan bahwa semangat inovasi dan keberpihakan pada potensi lokal bisa menjadi pembeda utama.

Selain itu, ekosistem dunia kerja kadang belum siap menerima lulusan yang berpikir kreatif dan multidisipliner. Dunia usaha harus belajar dari dunia pendidikan juga, bahwa kolaborasi dan keberagaman keahlian adalah kunci era baru.

Di sinilah pentingnya dukungan pemerintah daerah, dunia industri, dan komunitas lokal untuk turut serta mengangkat citra sekolah, tidak justru untuk menjauhinya. SMK seperti SMKN 1 Kintamani perlu ruang untuk tumbuh, bukan hanya dilihat dari nilai akreditasi atau jumlah peserta didik, tetapi dari sejauh mana ia memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Inilah sesungguhnya merupakan tantangan: Ketika Visi Tak Didukung Sistem

SMKN 1 Kintamani sedang membuktikan bahwa pendidikan vokasi tak hanya menunggu bantuan besar untuk bergerak maju. Mereka tampak telah memulainya dari apa yang mereka miliki: tanah subur, semangat kolaboratif, dan buah jeruk.

Jeruk Kintamani mungkin kecil di mata pasar global, tetapi di tangan siswa-siswa vokasi ini, ia menjadi simbol kreativitas, kemandirian, dan masa depan. Jika semua SMK di negeri ini menoleh kembali ke tanahnya sendiri, mencari kekuatan dari budaya dan komoditas lokal, maka pendidikan vokasi akan benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar janji pemerintah.

Siapa tahu, suatu hari nanti, jeruk Kintamani yang harum itu akan dikenal bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena ia tumbuh dari semangat kolaborasi sebuah SMK di pegunungan Bali. Jadi, sekolah itu hidup jika berakar dan berbuah.[T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Jaswanto

Yang Tidak Biasa dari Sekeranjang Jeruk — Tentang Arak Jeruk Desa Awan, Kintamani
Jeruk Siam Kintamani Bisa Diolah Jadi Selai
Di Kintamani, Limbah Jeruk Bisa Jadi Pupuk
Wine dari Jeruk Siam Kintamani
Tags: Banglijerukjeruk kintamaniKintamaniSMKN 1 Kintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Euforia Barong Ket di Pesta Kesenian Bali, Akhirnya Warga Buleleng Tak Hanya Jadi Penonton

Next Post

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co