12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
July 8, 2025
in Esai
Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

Jeruk kintamani | Dok. SMKN 1 Kintamani

DI balik udara sejuk dan lanskap hijau Kintamani yang memesona, tersimpan potensi besar yang selama ini luput dari sorotan pendidikan vokasi: jeruk kintamani. Komoditas yang manis dan segar ini sejatinya tidak hanya layak dijual di pasar atau dikemas untuk buah tangan wisatawan. Ia sebenarnya bisa menjadi poros perubahan paradigma pendidikan vokasi, jika saja disentuh oleh tangan kreatif dan pikiran progresif.

Dalam kapasitas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.), saya telah menyambangi lingkungan dan bertemu dengan komunitas SMK Negeri 1 Kintamani. Menurut saya, tentang jeruk sebagai poros perubahan paradigma pendidikan vokasi ini tampaknya menarik untuk dilakukan. Potensi sekolah ini untuk menjadi sekolah maju dan unggul sesungguhnya juga sangat besar.

Di tengah tantangan eksistensi SMK di daerah, SMKN 1 Kintamani ini sebaiknya memilih untuk berdiri di atas potensi lokal. Alih-alih sibuk mengekor kepada tren-tren sekolah besar di kota. SMKN 1 Kintamani wajib menyadari bahwa kekuatan sekolah bukan terletak pada seberapa megah gedung atau seberapa banyak program keahliannya, melainkan pada seberapa dalam akar sekolah ini menancap di tanahnya sendiri.

Dari Jeruk Menjadi Jembatan Kolaborasi

Sangat disadari, tidak banyak sekolah vokasi yang mampu merajut sinergi antarjurusan dengan mulus. Di SMKN 1 Kintamani ada Jurusan Multimedia yang kerap sibuk di balik kamera. Ada Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) tenggelam dalam dapur praktik. Ada pula Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) berkutat dengan ternak dan pakan. Sementara yang paling bungsu, Jurusan Perhotelan sibuk mempersiapkan dan meracik pelayanan. Seyogianya, di SMKN 1 Kintamani, semua jurusan disatukan oleh suatu ikatan batin sederhana: jeruk.

Jeruk Potensi Lokal Kintamani (Jeruk kintamani) | Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Jeruk Kintamani bukan lagi sekadar komoditas. Ia kini dapat dijadikan media pembelajaran lintas disiplin. Jurusan APHP dapat mengolahnya menjadi sirup, dodol, keripik kulit jeruk, hingga inovasi minuman kesehatan. Sementara ATR memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk pakan fermentasi dan pupuk organik bagi kebun jeruk itu sendiri.

Tidak ketinggalan, Multimedia memproduksi video dokumenter, iklan produk, dan konten promosi untuk media sosial, lengkap dengan desain label dan packaging menarik. Perhotelan lalu menyajikan produk jeruk olahan itu dalam praktik layanan makanan dan minuman khas lokal—menciptakan sensasi jeruk dari ladang ke meja makan.

Inilah yang dapat disebut sebagai ekosistem vokasi berbasis potensi lokal. Dalam konsep ini setiap jurusan memiliki kontribusi nyata, saling menopang, dan bergerak dalam irama yang sama: menjadikan jeruk sebagai wajah sekolah.

Kurikulum tak Lagi di Atas Kertas

Pola pembelajaran yang diterapkan pun mesti jauh dari model kaku dan monoton. Kurikulum tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Di SMKN 1 Kintamani, kurikulum selayaknya hidup bersama dengan denyut desa, dengan jeruk sebagai simpulnya. Pembelajaran berbasis Projek tidak boleh hanya sekadar jargon. Ia menjadi ruang aktualisasi nilai gotong royong, mandiri, dan kreatif.

Food Proccesing | Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Para siswa bukan hanya belajar teori, tetapi mengalami langsung proses bertani, mengolah, memasarkan, dan mempresentasikan produk jeruk. Mereka belajar bahwa sebuah produk harus memiliki cerita, strategi branding, dan nilai ekonomi. Mereka tidak hanya menjadi “lulusan” dari program keahlian, tetapi tumbuh sebagai warga belajar yang mengakar di desa dan siap bersaing di kota bahkan pasar global.

Sayangnya, banyak SMK hari ini terlalu sibuk memperbaiki citra tanpa membangun karakter. Mereka sibuk menyusun slogan dan baliho tanpa membuat masyarakat mengenal keunggulan mereka secara nyata. SMKN 1 Kintamani sangat berpeluang menawarkan jalan berbeda, yakni membangun identitas dari dalam, melalui karya, bukan wacana.

Melalui jeruk, sekolah ini punya peluang merekayasa persepsi publik, dari sekolah biasa menjadi sekolah berbasis agro-industri modern. Jeruk tidak hanya dijual di pasar, tapi bisa masuk hotel, pameran, hingga marketplace digital dengan label Made by SMKN 1 Kintamani. Bukankah ini langkah konkret menuju center of excellence?

Sekolah ini nantinya juga bisa menjadi pusat pelatihan kewirausahaan berbasis jeruk, tempat pelaku UMKM lokal belajar dari siswa, atau tempat wisata edukasi agro-industri tumbuh dengan wajah baru. Jika ini dikemas dengan strategi branding yang kuat, tidak mustahil SMKN 1 Kintamani akan dikenal tak hanya oleh warga Bangli, tetapi juga oleh pasar nasional—bahkan mancanegara.

Namun, jalan ini bukan tanpa tantangan. Masih banyak kebijakan pendidikan yang melihat SMK sebagai ‘mesin cetak tenaga kerja’, bukan sebagai pusat inovasi. Dengan dukungan dana BOS yang minim dan fasilitas terbatas, sekolah ini sebenarnya telah membuktikan bahwa semangat inovasi dan keberpihakan pada potensi lokal bisa menjadi pembeda utama.

Selain itu, ekosistem dunia kerja kadang belum siap menerima lulusan yang berpikir kreatif dan multidisipliner. Dunia usaha harus belajar dari dunia pendidikan juga, bahwa kolaborasi dan keberagaman keahlian adalah kunci era baru.

Di sinilah pentingnya dukungan pemerintah daerah, dunia industri, dan komunitas lokal untuk turut serta mengangkat citra sekolah, tidak justru untuk menjauhinya. SMK seperti SMKN 1 Kintamani perlu ruang untuk tumbuh, bukan hanya dilihat dari nilai akreditasi atau jumlah peserta didik, tetapi dari sejauh mana ia memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Inilah sesungguhnya merupakan tantangan: Ketika Visi Tak Didukung Sistem

SMKN 1 Kintamani sedang membuktikan bahwa pendidikan vokasi tak hanya menunggu bantuan besar untuk bergerak maju. Mereka tampak telah memulainya dari apa yang mereka miliki: tanah subur, semangat kolaboratif, dan buah jeruk.

Jeruk Kintamani mungkin kecil di mata pasar global, tetapi di tangan siswa-siswa vokasi ini, ia menjadi simbol kreativitas, kemandirian, dan masa depan. Jika semua SMK di negeri ini menoleh kembali ke tanahnya sendiri, mencari kekuatan dari budaya dan komoditas lokal, maka pendidikan vokasi akan benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar janji pemerintah.

Siapa tahu, suatu hari nanti, jeruk Kintamani yang harum itu akan dikenal bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena ia tumbuh dari semangat kolaborasi sebuah SMK di pegunungan Bali. Jadi, sekolah itu hidup jika berakar dan berbuah.[T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Jaswanto

Yang Tidak Biasa dari Sekeranjang Jeruk — Tentang Arak Jeruk Desa Awan, Kintamani
Jeruk Siam Kintamani Bisa Diolah Jadi Selai
Di Kintamani, Limbah Jeruk Bisa Jadi Pupuk
Wine dari Jeruk Siam Kintamani
Tags: Banglijerukjeruk kintamaniKintamaniSMKN 1 Kintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Euforia Barong Ket di Pesta Kesenian Bali, Akhirnya Warga Buleleng Tak Hanya Jadi Penonton

Next Post

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co