2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
July 8, 2025
in Esai
Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Queen | Foto: Okezone

“Kamu bisa menjadi apa pun yang kamu inginkan hanya dengan berpikir tentang apa pun yang bisa kamu lakukan.”—Freddie Mercury

BOHEMIAN Rhapsody adalah lagu grup rock legendaris Queen asal Inggris yang terkenal dengan liriknya yang misterius. Lagu ini tak hanya menarik dari segi cerita dalam liriknya, melainkan juga aransemen musiknya yang memadukan berbagai genre opera, akapela, dan rock dalam satu lagu.

Liriknya seringkali dianggap sebagai narasi tentang identitas, penerimaan diri, dan konflik internal, terutama yang berkaitan dengan orientasi seksual Freddie Mercury sang vokalis sekaligus pencipta lagu ini. 

Bohemian sendiri bisa diartikan sebagai kebebasan, gaya hidup yang tidak terikat oleh norma sosial, dan Rhapsody adalah puisi atau karya musik yang bebas dan penuh ekspresi. Cerita di balik lagu, kehidupan yang hadir melatari lagu itu, menjadi hal lain yang menarik dibicarakan.

Menurut banyak sumber di berbagai situs yang mengulas lagu ini, sang vocalis membuat lirik lagu itu tanpa menjelaskan maknanya. Ia membuat kata-kata yang ia biarkan, ditafsirkan secara berbeda-beda.

Ia mengaku memilih kata itu secara acak, bisa jadi memang begitu, tetapi karena keindahannya, orang jadi menganggap pasti ada makna yang ingin disampaikan penciptanya, lebih dari sekadar pilihan acak seperti pengakuan Freddie.

Versi pemaknaan yang lain, menganggap lagu itu merupakan pengejawantahan nilai berbagai agama, karena ada beberapa kata acak yang terkait dengan agama dan mitologi tertentu, seperti Bismillah, Scaramouce, Fandango, Figaro, Galileo, dll. Entah dari mana Freddie menemukan kata itu dan memasukkannya ke dalam lagu, yang jelas, seperti namanya, lagu ini memang sangat bebas dan tidak biasa, tetapi seperti puisi yang sangat dahsyat.

Jadilah Bohemian Rhapsody lagu milik dunia seperti lagu-lagu Queen lainnya. Bohemian berati tidak teratur, bebas dan Rhapsody berarti puisi yang dahsyat.

Perjalanan suka duka lagu hits Queen ini dapat kita saksikan dalam film “Bohemian Rhapsody” yang dibintangi Rami Malek 2018. Lirik lagunya yang dianggap aneh, dan durasinya yang terlalu panjang—hampir kurang lebih 8 menit—produser menolak untuk merekamnya, tapi Freddy dan kawan-kawan hengkang dari studio tersebut.

Berhasil dirilis sebagai singel utama dari album studio keempat mereka, A Night at the Opera (1975), di Studio Monmouth, Wales, seperti dilansir This Day in Music, Bohemian Rhapsody meraih sukses komersial. Lagu ini bertahan di puncak selama 9 minggu di Inggris, dan terjual lebih dari satu juta kopi hanya dalam beberapa bulan.

Penciptanya meninggal dunia di tahun 1991 di usia 45 tahun karena serangan AIDS. Berakhirlah cerita hidup Freddie Mercury, yang tertinggal hanya lagu-lagunya, kegilaan musiknya yang enak dinikmati, penampilan panggungnya yang selalu dirindukan (https://uinsa.ac.id/blog/bohemian-rhapsody-uinsa)

***

Kata Bohemian sebenarnya telah dikenal sejak lama. Awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan gaya hidup non-tradisional dari orang-orang yang hidup mengembara atau gelandangan pada pertengahan tahun 1800-an. Kemudian, istilah ini menjadi identik dengan kata “gipsi”, yaitu istilah yang diterapkan untuk mereka yang meninggalkan Bohemia di Eropa Tengah untuk melarikan diri dari aturan yang kaku (Wikipedia).

Mereka adalah kaum nomaden yang tidak suka menetap di suatu tempat dalam jangka waktu yang lama. Bohemian cenderung mengacu pada kepribadian yang bebas. Melakukan perjalanan terus menerus merupakan aspek penting dari gaya hidup bohemian.

Bohemianisme, gaya hidup yang tidak konvensional dan sering kali ditemani oleh orang-orang sepemikiran dan dengan sedikit ikatan permanen. Gaya hidup ini mencakup minat musik, artistik, sastra atau spiritual (Wikipedia).

Bohemian adalah salah satu tren gaya hidup yang saat ini kembali berkembang di kalangan anak muda. Tren gaya hidup satu ini berkembang pesat di kalangan anak muda, karena dinilai cocok dengan gaya hidup anak muda zaman now.

Istilah ‘bohemian’ atau boho di zaman sekarang, lebih cenderung mengarah ke gaya berpakaian dan desain interior. Gaya berpakaian dan desain yang cenderung nabrak-nabrak, tidak umum dalam memadukan bahan, benda yang akan dikenakan atau dalam merancangnya. Cenderung berbeda dan unik, tidak biasa, berbeda dengan kebanyakan orang.

Jika kita mencari karakter yang pasti dari gaya bohemian, jawabannya adalah tidak ada. Gaya bohemian hadir karena ketidakteraturan dan ketidakpastian. Semua dibuat dengan spontan dan memanfaatkan apa saja benda yang ada. Namun, ada fitur-fitur khas pada gaya bohemian. Gaya bohemian adalah gaya yang penuh warna dan bercampur antara gaya etnik, hippies dan juga vintage (https://medium.com/@arsitag/mengenal-gaya-desain-bohemian-d6b3d747c12e )

Berikut adalah beberapa karakteristik dari gaya bohemian: Nggak perlu malu jadi orang yang berbeda dengan orang kebanyakan. Manfaat  yang dapat kita dapatkan mengambil intisari dari gaya hidup bohemian adalah punya jiwa bebas, dari kehidupan sehari-hari yang penuh kepenatan dan tekanan. Bohemian  punya keberanian untuk lepas dari arus-arus mainstream yang nggak sesuai dengan prinsip hidupnya.

Berani mengambil risiko dan percaya kalau risiko yang diambil itu benar-benar bermanfaat. Kalau ada masalah yang membuat kita khawatir, coba cari sudut pandang lain dan cari solusinya dengan kepala dingin. Ketika kita butuh waktu sendiri, lakukan aktivitas menyenangkan yang bisa membuat kita happy, bahagia terus gas pol.

Seni adalah gaya hidup bagi bohemianisme, sehingga sulit untuk memisahkan seni dari kehidupannya. Biasanya mereka membuat karya seni, menjualnya, atau sekadar merelaksasi pikiran dengan karya seni bebas, baik tulis, gambar, maupun syair. Beberapa seniman Hollywood yang menganut paham ini, antara lain Marlon Brando, Robert de Niro, Al Pacino, Jodie Foster, Johnny Depp, John Lennon, Willie Nelson, Brooke shields dll.

Cobalah terbuka dari berbagai pengetahuan dengan melihatnya dari perspektif yang baru, terutama isu-isu yang lagi viral. Nggak cuma dalam cara berpikir, bohemian juga berbeda dari cara berpakaian, kesederhanaan, keindahan, bahkan etos kerja.  

Kita pun bisa melakukannya seperti bohemian. Pacu jiwa artistik kita dengan mengikuti beberapa workshop seni atau desain yang sekarang lagi ngetren di kalangan milenial. Potret beberapa objek foto yang bagus, tuangkan apa yang ada di pikiran kita dalam bentuk tulisan, melukis, menggambar, mewarnai, bermusik atau kreasi lainnya.

Kelebihan utama dari seorang bohemian adalah, mereka bisa menjadi diri sendiri tanpa harus menjaga ekspektasi atau harapan dari orang lain. Daripada buang-buang waktu buat memenuhi harapan orang lain, kita bisa mencari hal-hal yang kita sukai.

Tipsnya adalah, dengarkan musik, bacalah buku, dan kenakan pakaian yang memang kamu sukai tanpa ragu, walau apa yang kita ikuti itu berbeda dengan yang dilakukan orang lain (https://keepo.me/lifestyle/4-tips-menjalani-gaya-hidup-bohemian-yang-bebas-berekspresi/). Apa pun paham dan gaya kita yang penting tidak meninggalkan ibadah agama, berikhtiar, berdo’a, dan berserah diri kepada Allah SWT, untuk menuju bahagia dunia dan akhirat.[T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Jaswanto

Musik Legendaris untuk Kita Tetap Waras
Merenungkan Musik; Sukatani, Perlawanan, dan Penguasa
Dari Arak ke Dangdut: Dinamika Legalisasi Alkohol pada Musik Pop Bali
Menggelitik RUU Permusikan – Ini Cerita Anak Band Hardcore
Tags: Bohemian RhapsodymusikQueen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

Next Post

Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?—Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?—Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21

Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?---Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co