13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
July 8, 2025
in Esai
Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Queen | Foto: Okezone

“Kamu bisa menjadi apa pun yang kamu inginkan hanya dengan berpikir tentang apa pun yang bisa kamu lakukan.”—Freddie Mercury

BOHEMIAN Rhapsody adalah lagu grup rock legendaris Queen asal Inggris yang terkenal dengan liriknya yang misterius. Lagu ini tak hanya menarik dari segi cerita dalam liriknya, melainkan juga aransemen musiknya yang memadukan berbagai genre opera, akapela, dan rock dalam satu lagu.

Liriknya seringkali dianggap sebagai narasi tentang identitas, penerimaan diri, dan konflik internal, terutama yang berkaitan dengan orientasi seksual Freddie Mercury sang vokalis sekaligus pencipta lagu ini. 

Bohemian sendiri bisa diartikan sebagai kebebasan, gaya hidup yang tidak terikat oleh norma sosial, dan Rhapsody adalah puisi atau karya musik yang bebas dan penuh ekspresi. Cerita di balik lagu, kehidupan yang hadir melatari lagu itu, menjadi hal lain yang menarik dibicarakan.

Menurut banyak sumber di berbagai situs yang mengulas lagu ini, sang vocalis membuat lirik lagu itu tanpa menjelaskan maknanya. Ia membuat kata-kata yang ia biarkan, ditafsirkan secara berbeda-beda.

Ia mengaku memilih kata itu secara acak, bisa jadi memang begitu, tetapi karena keindahannya, orang jadi menganggap pasti ada makna yang ingin disampaikan penciptanya, lebih dari sekadar pilihan acak seperti pengakuan Freddie.

Versi pemaknaan yang lain, menganggap lagu itu merupakan pengejawantahan nilai berbagai agama, karena ada beberapa kata acak yang terkait dengan agama dan mitologi tertentu, seperti Bismillah, Scaramouce, Fandango, Figaro, Galileo, dll. Entah dari mana Freddie menemukan kata itu dan memasukkannya ke dalam lagu, yang jelas, seperti namanya, lagu ini memang sangat bebas dan tidak biasa, tetapi seperti puisi yang sangat dahsyat.

Jadilah Bohemian Rhapsody lagu milik dunia seperti lagu-lagu Queen lainnya. Bohemian berati tidak teratur, bebas dan Rhapsody berarti puisi yang dahsyat.

Perjalanan suka duka lagu hits Queen ini dapat kita saksikan dalam film “Bohemian Rhapsody” yang dibintangi Rami Malek 2018. Lirik lagunya yang dianggap aneh, dan durasinya yang terlalu panjang—hampir kurang lebih 8 menit—produser menolak untuk merekamnya, tapi Freddy dan kawan-kawan hengkang dari studio tersebut.

Berhasil dirilis sebagai singel utama dari album studio keempat mereka, A Night at the Opera (1975), di Studio Monmouth, Wales, seperti dilansir This Day in Music, Bohemian Rhapsody meraih sukses komersial. Lagu ini bertahan di puncak selama 9 minggu di Inggris, dan terjual lebih dari satu juta kopi hanya dalam beberapa bulan.

Penciptanya meninggal dunia di tahun 1991 di usia 45 tahun karena serangan AIDS. Berakhirlah cerita hidup Freddie Mercury, yang tertinggal hanya lagu-lagunya, kegilaan musiknya yang enak dinikmati, penampilan panggungnya yang selalu dirindukan (https://uinsa.ac.id/blog/bohemian-rhapsody-uinsa)

***

Kata Bohemian sebenarnya telah dikenal sejak lama. Awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan gaya hidup non-tradisional dari orang-orang yang hidup mengembara atau gelandangan pada pertengahan tahun 1800-an. Kemudian, istilah ini menjadi identik dengan kata “gipsi”, yaitu istilah yang diterapkan untuk mereka yang meninggalkan Bohemia di Eropa Tengah untuk melarikan diri dari aturan yang kaku (Wikipedia).

Mereka adalah kaum nomaden yang tidak suka menetap di suatu tempat dalam jangka waktu yang lama. Bohemian cenderung mengacu pada kepribadian yang bebas. Melakukan perjalanan terus menerus merupakan aspek penting dari gaya hidup bohemian.

Bohemianisme, gaya hidup yang tidak konvensional dan sering kali ditemani oleh orang-orang sepemikiran dan dengan sedikit ikatan permanen. Gaya hidup ini mencakup minat musik, artistik, sastra atau spiritual (Wikipedia).

Bohemian adalah salah satu tren gaya hidup yang saat ini kembali berkembang di kalangan anak muda. Tren gaya hidup satu ini berkembang pesat di kalangan anak muda, karena dinilai cocok dengan gaya hidup anak muda zaman now.

Istilah ‘bohemian’ atau boho di zaman sekarang, lebih cenderung mengarah ke gaya berpakaian dan desain interior. Gaya berpakaian dan desain yang cenderung nabrak-nabrak, tidak umum dalam memadukan bahan, benda yang akan dikenakan atau dalam merancangnya. Cenderung berbeda dan unik, tidak biasa, berbeda dengan kebanyakan orang.

Jika kita mencari karakter yang pasti dari gaya bohemian, jawabannya adalah tidak ada. Gaya bohemian hadir karena ketidakteraturan dan ketidakpastian. Semua dibuat dengan spontan dan memanfaatkan apa saja benda yang ada. Namun, ada fitur-fitur khas pada gaya bohemian. Gaya bohemian adalah gaya yang penuh warna dan bercampur antara gaya etnik, hippies dan juga vintage (https://medium.com/@arsitag/mengenal-gaya-desain-bohemian-d6b3d747c12e )

Berikut adalah beberapa karakteristik dari gaya bohemian: Nggak perlu malu jadi orang yang berbeda dengan orang kebanyakan. Manfaat  yang dapat kita dapatkan mengambil intisari dari gaya hidup bohemian adalah punya jiwa bebas, dari kehidupan sehari-hari yang penuh kepenatan dan tekanan. Bohemian  punya keberanian untuk lepas dari arus-arus mainstream yang nggak sesuai dengan prinsip hidupnya.

Berani mengambil risiko dan percaya kalau risiko yang diambil itu benar-benar bermanfaat. Kalau ada masalah yang membuat kita khawatir, coba cari sudut pandang lain dan cari solusinya dengan kepala dingin. Ketika kita butuh waktu sendiri, lakukan aktivitas menyenangkan yang bisa membuat kita happy, bahagia terus gas pol.

Seni adalah gaya hidup bagi bohemianisme, sehingga sulit untuk memisahkan seni dari kehidupannya. Biasanya mereka membuat karya seni, menjualnya, atau sekadar merelaksasi pikiran dengan karya seni bebas, baik tulis, gambar, maupun syair. Beberapa seniman Hollywood yang menganut paham ini, antara lain Marlon Brando, Robert de Niro, Al Pacino, Jodie Foster, Johnny Depp, John Lennon, Willie Nelson, Brooke shields dll.

Cobalah terbuka dari berbagai pengetahuan dengan melihatnya dari perspektif yang baru, terutama isu-isu yang lagi viral. Nggak cuma dalam cara berpikir, bohemian juga berbeda dari cara berpakaian, kesederhanaan, keindahan, bahkan etos kerja.  

Kita pun bisa melakukannya seperti bohemian. Pacu jiwa artistik kita dengan mengikuti beberapa workshop seni atau desain yang sekarang lagi ngetren di kalangan milenial. Potret beberapa objek foto yang bagus, tuangkan apa yang ada di pikiran kita dalam bentuk tulisan, melukis, menggambar, mewarnai, bermusik atau kreasi lainnya.

Kelebihan utama dari seorang bohemian adalah, mereka bisa menjadi diri sendiri tanpa harus menjaga ekspektasi atau harapan dari orang lain. Daripada buang-buang waktu buat memenuhi harapan orang lain, kita bisa mencari hal-hal yang kita sukai.

Tipsnya adalah, dengarkan musik, bacalah buku, dan kenakan pakaian yang memang kamu sukai tanpa ragu, walau apa yang kita ikuti itu berbeda dengan yang dilakukan orang lain (https://keepo.me/lifestyle/4-tips-menjalani-gaya-hidup-bohemian-yang-bebas-berekspresi/). Apa pun paham dan gaya kita yang penting tidak meninggalkan ibadah agama, berikhtiar, berdo’a, dan berserah diri kepada Allah SWT, untuk menuju bahagia dunia dan akhirat.[T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Jaswanto

Musik Legendaris untuk Kita Tetap Waras
Merenungkan Musik; Sukatani, Perlawanan, dan Penguasa
Dari Arak ke Dangdut: Dinamika Legalisasi Alkohol pada Musik Pop Bali
Menggelitik RUU Permusikan – Ini Cerita Anak Band Hardcore
Tags: Bohemian RhapsodymusikQueen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

Next Post

Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?—Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?—Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21

Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?---Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co