6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sejumlah Resep Membuat “Leburan Cake” di Sekitar Hari Galungan & Kuningan

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
August 2, 2019
in Kuliner

Jaje leburan bisa dipepes atau dipanggang. /Foto-foto: memulung dari facebook

USAI odalan di Pura atau usai rerahinan gede semisal Galungan dan Kuningan, nasib jaje dan buah surudan alias lungsuran di zaman now ini sungguh mengenaskan. Ia kadang terbuang begitu saja, sama nasibnya dengan sampah janus bekas banten, atau sama apesnya dengan plastik bekas pembungkus buah.

Lebih beruntung jika si empunya jaje surudan punya babi. Jaje (kue khas Bali) itu bisa dicampur dagdag, dedak, dan banyu, sebagai makanan babi yang cukup mewah. Kadang-kadang, yang punya kolam ikan, buah-buah surudan bisa disebar ke kolam dan ikan-ikan akan merasa kaget mendapat makanan sehat sesuai anjuran pemerintah.

Dulu, dulu sekali, pada zaman old, ketika saya kanak-kanak, mungkin sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an, jaje leburan adalah menu primadona sehabis hari raya atau seusai odalan. Ayah saya, sebelum pergi ke sawah, biasanya hanya cukup menyantap jaje leburan bersama kopi, tanpa perlu makan nasi lagi. Sore, sebelum tidur, biasanya jaje leburan kembali dibuka, lalu dicuil-cuil sambil ngobrol bersama keluarga.

Saya sendiri, sebelum sekolah pada pagi hari, jaje leburan biasa jadi sarapan. Itu dulu, ketika perut anak-anak desa kebal dengan berbagai makanan.  Kini, jika kids zaman now diberi sarapan jaje leburan mungkin langsung menutup hidung. “Makanan apa ini?” ujarnya. Atau, kalau terpaksa dimakan sebagai sarapan, mungkin perutnya langsung mual. Atau langsung mengidap panas dalam.

Namun jangan salah juga. Sejumlah orang Bali kini masih banyak yang tetap setia melestarikan jaje leburan usai odalan atau setelah Hari Raya Galungan dan Kuningan. Saya sempat menelusuri sejumlah akun facebook orang Bali dan menemukan sejumlah foto jaje leburan. Saya langsung ngiler. Maklum, saya kan generasi zaman old.

Seorang teman, Ni Made Laksanawati, dari Desa Tunjuk, Tabanan, dalam akunnya sempat mengaplud foto pepes jaje leburan. Di keterangan fotonya tertulis: “Niki jaje lungsuran, lebur tyang dados jaje mepes.. .sane berminat ngiring mampir wau lebeng niki…,”  Artinya: “Ini jaje surudan, saya lebur jadi kue pepes… yang berminat silakan mampir, baru matang ini,”.

Dalam akun facebook lain, June Handayani, saya temukan foto kue Bali dan buah-buahan. Lalu di laman ia tulis,  “Dari karangasem, ga berasa capek ketika melihat oleh2 gine xixixi Siap2 ngae jaje leburan”.


Jaje dan buah surudan. /Foto: FB/June Handayani

Wayan Balx Sutama di akun facebook juga sempat menulis, “Jani hari valentine sing ade nak ngemaang bunga ajk coklat..kanggoang gen jaje leburan timpalin ngopi...”. Artinya: “Sekarang hari Valentine, tak ada yang menghadiahi bunga dan coklat, tak apalah jaje leburan dipakai teman ngopi”.

Lalu ada Kris ToniKumbayer, di lamannya menulis, “Ayo kita bikin jaje LEBURAN…. spy sama2 nyaman…”.

Ada juga Komang Bren menulis “Kopi pahit metimpal roko, jaje leburan ken dodol biu…”.

Semua ungkapan yang ditulis di media sosial itu membuktikan bahwa jaje leburan sesungguhnya tak benar-benar terkubur. Banyak lidah orang Bali yang masih merindukan cita-rasa jaje leburan yang khas, tiada duanya. Cita rasa yang tak dimiliki kue lain di seluruh dunia.

Jika jaje leburan mulai ditinggalkan mungkin karena dunia masa kini yang bergerak sedemikian cepat. Karena kesibukan yang padat akibat kebutuhan hidup yang pepat, orang tak mau lagi susah-payah mengolah jaje surudan menjadi jaje leburan, dan lebih suka membeli kue baru di minimarket. Padahal membuat jaje leburan bisa sungguh gampang dan bisa dijadikan ajang rekreasi di dapur modern.

Saya sempat menanyakan resep termudah untuk membikin jaje leburan kepada Ni Made Laksanawati setelah ia mengaplud foto di facebook. Jawabannya sungguh enteng. “Aluh sajan De… Jaja gina, jaja dendeng, sirat, biu, campur, ulet + 5 sendok kanji, cairkan gula bali secukupnya, aduk rata…bungkus daun, kukus. Setelah dikukus panggang bolak balik ..jadi dah.”

Saya terjemahkan resepnya dengan meniru narasi dalam buku resep masakan:

  • Kumpulkan buah dan jaje surudan seperti jaje gina, jaje dendeng, sirat, dan pisang.
  • Setelah terkumpul, semua jaje dan pisang dicampur, diulet, sampai adonan cukup halus. Tapi jangan terlalu halus.
  • Ambil kanji 5 sendok makan (atau disesuaikan) lalu dicampurkan ke adonan.
  • Cairkan gula bali, lalu campurkan ke adonan sampai rata.
  • Adonan dibungkus daun lalu dikukus atau dipanggang bolak-balik.
  • Setelah matang,  jaje leburan siap dihidangkan.
  • Saat menghidangkan, jaje leburan yang dikukus bisa dipotong-potong lalu dihidangkan dengan tambahan parutan kelapa. Atau langsung saja makan.

Adonan jaje leburan yang dipotong tipis-tipis. /Foto: FB/Balix Sutama

Atau ada resep lain:

Setelah adonan dibuat, adonan dibentuk bulat-memanjang (bayangkan bantal guling). Lalu adonan itu dipotong-potong tipis sehingga mirip seperti kerupuk atau seperti daging bacon, daging tipis untuk burger. Potongan tipis-tipis itu bisa dijemur agar kering lalu dipanggang, atau jika berkenan bisa digoreng menggunakan minyak kelapa.


BACA JUGA:

  • “Jaja Leburan” dan Kenangan Yang Tak Lesap


Di zaman now ini, mungkin jaje leburan bisa dihidangkan dengan cara lebih elegan sesuai zaman. Cara pengolahannya bisa juga menggunakan peralatan dapur modern yang canggih.

Misalnya adonan jaje leburan itu dimasukkan ke dalam loyang bundar yang biasa dipakai untuk adonan kue bolu. Atau bisa juga menggunakan peralatan cetakan masa kini yang berbentukhati  (lambang cinta), berbentuk bintang, atau berbentuk bunga mawar. Lalu dimasukkan ke dalam oven.

Setelah matang bisa saja dihidangkan dengan hiasan coklat, susu, dan gula putih kental. Hiasannya bisa meniru kue tart atau kue sejenis yang banyak dipajang di toko kue. Jangan lupa ubah namanya menjadi “Leburan Cake”. (T)

Tags: hari raya galungankulinerupacara
Share1TweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Mahasiswa, Dosen, dan Tugas Kampus – Kebenaran dalam Perspektif Thomas Kuhn

Next Post

Misteri Gunung Agung pada Lukisan Aris Sarmanta

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
0
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan...

Read moreDetails

Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

by Putu Ayu Ariani
October 16, 2025
0
Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

DINI hari di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, suasana masih diselimuti udara dingin. Namun di depan sebuah warung sederhana, cahaya api...

Read moreDetails

“Warung di Kebun”: Menemukan Teduh di Tengah Riuh Denpasar

by Ni Wayan Suwini
October 10, 2025
0
“Warung di Kebun”: Menemukan Teduh di Tengah Riuh Denpasar

JALAN Hayam Wuruk, Denpasar, pagi itu. Deru kendaraan, suara klakson yang saling bersahutan, dan rutinitas kota yang jarang berhenti terasa...

Read moreDetails

Bukan Entil, Bukan Pesor, Ini Ketongkol dari Marga  — Kulineran di Festival ke Uma Tabanan

by Dian Suryantini
October 5, 2025
0
Bukan Entil, Bukan Pesor, Ini Ketongkol dari Marga  — Kulineran di Festival ke Uma Tabanan

SEJAK pukul 16.00 wita, anak-anak di Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, telah berkumpul di sawah. Mereka sedang menanti...

Read moreDetails

Warung Badak, Sajikan Kuliner Tradisional di Tengah Kota Denpasar

by Nyoman Budarsana
September 15, 2025
0
Warung Badak, Sajikan Kuliner Tradisional di Tengah Kota Denpasar

Makan di Warung Badak, serasa ada di desa tradisional yang damai. Restoran yang terletak di Jalan Badak I No.15, Desa...

Read moreDetails

Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

by Nyoman Budarsana
September 1, 2025
0
Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

ADA pemandangan menarik ketika para undangan dan pengunjung The Amazing Taman Safari Bali dipersilakan mencicipi sambal serangkaian dengan Bali Royal...

Read moreDetails
Next Post

Misteri Gunung Agung pada Lukisan Aris Sarmanta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co