2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Mahasiswa, Dosen, dan Tugas Kampus – Kebenaran dalam Perspektif Thomas Kuhn

Jaswanto by Jaswanto
February 2, 2018
in Opini

 

SEKITAR pukul 13:24 waktu setempat, saya bangun dari tidur siang setelah pulang kuliah. Seperti biasa dan sudah menjadi kebiasaan—handpone—menjadi benda pertama yang wajib saya pegang kemudian saya lihat, periksa.

Benar, banyak sekali informasi yang masuk padahal saya tidur tidak kurang dari satu jam. Mulai dari chat WA di group HMI, kelas, chat pribadi, dan beberapa pemberitahuan di facebook, ada satu juga pemberitahuan dari IG (maklum Kids Jaman Now, semua aplikasi diinstal semua).

Di group HMI, misalnya. Taufikur Rahman, seorang mahasiswa jurusan Sosiologi—kader HMI juga—mengirim tulisannya di group. Judulnya “Tugas Kampus Bisa Bikin Mati Muda”. Tulisan itu dibuat tadi pagi dan sebelum dikirim ke media, sempat kami diskusikan berdua. Isinya kurang lebih kekesalannya dengan tugas-tugas kampus yang dalam perspektifnya dipandang “salah” dan malah menjadi beban bagi mahasiswa.

Sah, Taufik membuat perspektif yang demikian. Sah, dia menyalahkan dosen yang memberikan tugas sampai melampaui batas kemampuan mahasiswa, dan sah juga dosen yang memberikan tugas itu karena sejatinya dosen berpikir mahasiswa mampu menyelesaikan tugas tersebut. Kalian sudah mahasiswa, loh, ucap dosen suatu ketika jika mahasiswanya ada yang mengeluh.

Jujur, saya lumayan kaget ketika membaca tulisan tersebut, walaupun tidak kaget-kaget amat. Kenapa tidak, Taufik, dibalik bahasanya yang guyon, terdapat tamparan keras yang ditujukan kepada dosen yang sering memberikan tugas banyak kepada mahasiswa, walaupun tidak secara langsung tamparan itu ditujukan. Ketar-ketir juga saya membaca tulisannya.

Namun perlu diingat, bahwasanya Taufik menulis hal demikian sah-sah saja, toh, kita sudah merdeka, mau nulis apa saja silahkan. Dan dosen yang memberikan tugas itu juga sah. Artinya, Taufik dan dosen itu sama-sama berada dalam posisi benar menurut mereka masing-masing.

Dalam kasus ini, saya teringat satu nama, seorang pemikir yang membahas tentang kebenaran— Thomas Kuhn. Begini. Kalau berbicara tentang kebenaran, kebenaran itu ada dua, kebenaran relatif dan kebenaran mutlak.

Thomas Kuhn dalam bukunya, The Structure of Scientific Revolution, mengatakan bahwa, semua manusia hanya sanggup menciptakan ‘paradigma’ kebenaran, bukan Wajah Kebenaran itu sendiri; hanya bisa meraih fakta, bukan Realitas.

Apa yang oleh Kuhn dikibarkan sebagai ‘paradigma’ menjadi pisau antitesis paling tajam yang menusuk tubuh pengetahuan ‘kebenaran objektif’ atau ‘wacana objektif’ kaum Positivis. ‘Kebenaran objektif tidak pernah ada, yang ada adalah paradigma (konsep, atau wacana) tentangnya. Sebuah wacana tak lebih dari sebuah kesepakatan paham dalam sebuah komunitas masyarakat,’ kata Kuhn (Iyubenu, 2015).

Tapi, bukankah mengaggap benar sebuah wacana, lalu menganutnya sebagai prinsip hidup, merupakan hukum alam ke-eksistensian-an manusia?

Iya, betul. Manusia seyogyanya memang harus menempuh hidup ini di atas pondasi prinsip yang diyakininya baik, secara teologis maupun antropologis. Banyak nasihat bijak dari orang-orang besar yang menopang urgensi ini. Socrates, misal, mengatakan, ‘Hidup yang tidak direnungkan sungguh bukanlah hidup yang layak dihuni’.

Akan tetapi, buru-buru harus ditandaskan di sini bahwa terdapat perbedaan yang sangat mendasar secara epistemologis (pengetahuan) dan aksiologis (perilaku) antara sikap ‘meyakini sebuah wacana sebagai benar dan menjadikannya prinsip hidup’ dan sikap ‘menyakini sebuah wacana sebagai satu-satunya kebenaran dan menjadikannya berhala hidup’.

Sikap pertama akan mengantar seseorang ‘memiliki orientasi hidup tanpa menegasi prinsip hidup orang lain yang berbeda’. Sedangkan sikap kedua sontak akan menjebloskan penganutnya untuk menyatakan diri ‘terbenar dengan menegasi siapa pun yang berbeda’. Sikap pertama itu konstruktif, sikap kedua itu destruktif,” (Iyubenu, 2015).

Apakah di situ letak perbedaannya?

Iya, itulah perbedaan subtansial antara orang yang meletakkan wacana sebagai ‘kebenaran objektif’ dengan ‘kebenaran paradigmatik’. Yang satu berwatak ‘right or wrong is my life’, yang satu lagi bersifat ‘true and untrue is my life’; yang satu berwatak ngotot, satu lagi berwatak ramah.

Nah, dari penjelasan di atas, apa yang dituliskan oleh Taufik dan apa yang dianggap dosen itu sudah benar (memberikan tugas banyak kepada mahasiswa) hanyalah sebuah wacana, atau paradigma belaka. Jika dianggap benar ya silahkan, jika tidak ya tidak apa-apa.

Yang jelas, ketika ada sebuah wacana dilontarkan, kita sebagai generasi milenial harusnya bersikap kritis terhadap segala wacana tersebut. Jangan menelan mentah-mentah suatu informasi, apapun itu. Agar tidak menjadi masalah dikemudian harinya apalagi sampai saling berujar kebencian.

Lalu, apa tujuan saya nulis tulisan ini? Ya saya gak punya tujuan apa-apa, hanya saja saya mengantisipasi aja ketika nanti tulisan Taufik mendapatkan kritik yang keras dari dosen yang tersindir. Makanya nanti, saya sarankan, Taufik harus berterimakasih kepada saya, karena sebelum dia digampar sama dosen, paling tidak setelah membaca tulisan ini, dosen yang tersindir tidak terlalu melumat Taufik.

Tuh, baca ini, Fik. Kamu harus berterimakasih sama saya. Ya, paling tidak es buah Taman Kota atau sepiring nasi capur Jalak Putih-lah. Lalapan Lamongan juga tidak apa-apa. Apalagi bakso, hu, tidak nolak saya. Ingat, ya Fik!

Ya udah itu aja. Sampai berjumpa di warung makan Jalak Putih. Sekarang, saya mau tidur dulu. Melanjutkan mimpi pulang kampung tadi. Bye. (T)

Tags: dosenkampusmahasiswaPendidikan
Share52TweetSendShareSend
Previous Post

Rasa Dongkol Profesor karena Buku – Catatan Aktor Sebelum Pentas Monolog Buku

Next Post

Sejumlah Resep Membuat “Leburan Cake” di Sekitar Hari Galungan & Kuningan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Sejumlah Resep Membuat “Leburan Cake” di Sekitar Hari Galungan & Kuningan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co