23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dwarsa Sentosa Berbagi Cerita di Kedai Umah Pradja, Singaraja : Ini Itu Tentang Musik dan Rekamannya

Son Lomri by Son Lomri
May 5, 2025
in Panggung
Dwarsa Sentosa Berbagi Cerita di Kedai Umah Pradja, Singaraja : Ini Itu Tentang Musik dan Rekamannya

Dwarsa Sentosa sedang mempresentasikan bagaimana proses kreatif membuat musik atau lagu | Foto: tatkala.co/Rusdy

DALAM membuat musik atau lagu, teknologi yang sekarang terus berkembang seharusnya membuat semua orang tambah kreatif. Tinggal mempelajari bagaimana musik bisa diolah dengan perkembangan teknologi yang sudah ada sekarang, bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sekarang.

Pemahaman semacam itu muncul dalam acara Denoise Berbagi Cerita Bersama Dwarsa Sentosa dalam Bahasan Menarik Musik Elektronik : Composing mixing editing eksport stems squencer di Kedai Umah Pradja, Singaraja, Jumat malam, 2 Mei 2025.

Seorang produser musik, sekaligus musisi dan penulis lagu asal Bali Utara—yang dikenal lewat pendekatan musik eksperimental dalam dunia musik elektronik—Dwarsa Sentosa, menjadi pembicara dalam acara itu. Ia memberi teknik bagaimana seharusnya bergelut di balik pembuatan musik, yang tidak mesti banyak ritual.

Agar tidak bingung, untuk mempermudah pemahaman orang lain tentang musik, ia menganalogikakan produksi musik sama seperti sebuah pabrik dan musik sama seperti sebuah properti. Sedang pertunjukan musik ia umpamakan seperti pertunjukan sebuah teater.

“Pertunjukan musik adalah teater. Ini sangat penting bahwa apa yang kita produksi sebelumnya dan nanti kita pertunjukkan atau persembahkan di panggung ini. Itu adalah sebuah teater,” kata Dwarsa.

Bukan hanya musik, kata Dwarsa, apa pun yang ada di panggung nanti adalah sebuah skenario yang kita, atau sekelompok orang, jabarkan kepada penikmat di dunia. Musik adalah produk. Ia dimasak, ia diotak-atik hingga menjadi bentuk—yang lezat didengar khalayak ketika dipersembahkan di atas panggung.

“Nah, produksi musik, kenapa kita bilang pabrik? Karena ciptaannya adalah sebuah produk audio. Tentunya kita melalui proses dalam sebuah pabrik, cuma bedanya kita kerjanya di studio, bisa juga dengan laptop. Kemudian musik kenapa di sini bisa menjadi properti?” kata Dwarsa Sentosa.

Beberapa Audiens sedang menyimak diskusi tentang musik | Foto : tatkala.co/Rusdy

Walaupun musik tidak berwujud (fisik), tapi keberadaannya bisa dirasakan. Bahkan kehadirannya juga bisa menjadi seperti sebuah aset penting. Bisa dijual. Atau nanti satu waktu, jika ia menjadi viral, misalnya, tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan materi yang cukup.

Walaupun musik tidak berbentuk fisik, ia bisa dipertunjukkan. Selain itu, musik juga tahu diri caranya balas budi—nanti. Tapi persoalannya, bagaimana ritual dalam membuat musik itu sendiri di zaman sekarang—yang penuh persaingan, bahkan dengan AI sekalipun.

“Yang lebih penting itu adalah menjadikan karya dulu. Kalau mastering kan sudah post production sebenarnya. Setelah menjadi lagu dulu nanti nanti kita lanjut proses mastering. Di sanalah sebuah proses kreatif dalam produksi musik bisa dilakukan. Digenjot,” kata Dwarsa.

Penyanyi “Sampai Tua Jadi Gila” itu juga menekankan kepercayaan diri pada audiens, bahwa tidak ada aturan baku dalam proses kreatif—dalam bermusik. Apa duluan, apa duluan, dan apa selanjutnya, misalnya. Tidak ada. Gas saja buat.

“Karena seni (musik) sama dengan melukis juga, enggak ada aturan. Kalian mau pakai garis pinggir, mau enggak pakai garis pinggir, mau pakai warna merah semuanya juga boleh. Enggak ada batasan pokoknya,” jelas Dwarsa.

Vibes Musik—dalam Perasaan si Pembuat

Mood atau keadaan perasaan semacam apa yang muncul ketika kita membuat musik atau lagu? Perasaan apa yang memiliki pengaruh cukup kuat dalam proses kreatif si musisi? Dwarsa Sentosa mengakui, saat membuat musik, mood menentukan proses composing. Inilah yang ditentukan lebih dulu sebagai wacana besarnya.

Beberapa Audiens sedang menyimak diskusi tentang musik | Foto: tatkala.co/ Rusdy

Kondisi perasaan, senang atau jatuh cinta atau marah, atau ngambek, dapat menjadi amunisi atau energi. “Tentang cinta misalnya, atau tentang sebuah kekaguman kepada alam ataupun sebaliknya, keprihatinan terhadap alam,” katanya.

Semua itu, kata Dwarsa, dapat meringankan dalam proses menentukan sketsa berupa kunci progresi kunci atau chord. Misalnya mau dibawa ke minor, atau dominan untuk lagu-lagu yang sedih. Atau mayor nanti untuk ke lagu-lagu yang ada sebuah kekaguman di dalamnya.

Bagian yang selanjutnya adalah menambahkan melodi utama. Menentukan melodi utama bisa dilakukan sebagai hook, atau bagian yang menarik bagi si pendengar sebelum ke tahap yang lain.

Sehingga dalam proses itu, dapat ditentukan poin yang paling penting yang mana kira-kira bisa dinikmati, minimal bisa dirasakan oleh sendiri sebelum ke tahap yang lebih serius—untuk khalayak.

“Selanjutnya setelah menemukan melodi utama, baru selanjutnya, aku, biasanya membuat atau menentukan tempo dulu. Tempo itu belakangan aku lurusin karena setelah jadi melodi ada perubahan tempo biasanya,” jelas Dwarsa Sentosa.

Kemudian setelah memilih tempo yang sudah mantap, kata Dwarsa, barulah menggali referensi sebagai tambahan amunisi si lagu atau musik. Mencari referensi-referensi yang ada sekarang dapat diamati, dapat dijadikan acuan.

Sedang dalam proses kreatif membuat lagu, Dwarsa sendiri masih standar dalam menggunakan alat-alat dapurnya. Seperti laptop, speaker, mic, audio interface, dan beberapa aplikasi pendukung.

“Tapi kalau dilihat dari zaman, sekarang sudah bisa buat lagu yang oke hanya modal HP. Bahkan kalau niat, bisa jadi lagu yang matang juga,”  lanjut Dwarsa meyakinkan begitu canggih zaman sekarang, dan musisi yang perlu berpikir menggunakannya sebagai alat penting, alat bantu.

Ia juga bercerita, di tengah banyak teknologi pendukung terkait proses editing, rekaman itu bahkan tak mesti pergi ke studio, atau menunggu waktu spesial untuk pergi ke sana.

Rekaman bisa dilakukan di mana saja. Di dalam mobil, di kafe dekat dapur, atau di mana saja. Ini hanya soal nyali dan seberapa kreatif si musisi dalam soal waktu dan teknis dengan si alat.

Ketika rekaman di dapur rekaman, terjadi ada suara-suara yang tidak diinginkan masuk, seperti suara jalan karena dapur dekat jalan. Atau suara batuk manusia, suara manusia sedang menggoreng ikan atau memasak kopi.

Kebocoran suara itu bisa dicabik-cabik, atau dihilangkan noise-noise semacam itu dengan alat pendukung ketika proses composing.

Dwarsa Sentosa sedang mempresentasikan bagaimana proses kreatif membuat musik atau lagu | Foto: tatkala.co/Rusdy

“AI itu canggih, tapi manusia jauh lebih kreatif. Dan ketika zaman sudah semakin canggih ini, dan orang-orang masih saklek membuat musik harus pergi ke studio, sebagai cara satu-satunya. Itu terlalu kolot,” kata Dwarsa.

Dan itu bisa menjadi masalah besar. Memanfaatkan teknologi sekarang itu sangat penting, agar proses kreatif kita terus berjalan, tidak terhenti oleh sebuah masalah—tidak punya waktu pergi ke studio. [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Dwarsa Sentosa, Musisi Buleleng yang Lebih Terkenal di Jawa Ketimbang di Daerah Kelahirannya
Musik Eksperimental Kontemporer dari Dwarsa Sentosa—“Tambah Sedikit Kuota untuk Berdosa”
Akustik Band The Days dari Buleleng dan Kisah Kemenangan Lagu Manawakya di Hindu Channel  
Sawig, Album “Lakuta”, dan Lakuta Bali Tour di Singaraja
Tags: bulelengDwarsa SentosaKedai Umah Pradjamusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang Joko Pinurbo [2-Tamat]: Sore Hari Bersama Sang Penyair

Next Post

Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails
Next Post
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co