23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?

Chusmeru by Chusmeru
February 8, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

RAMAI di pemberitaan media, masyarakat berbondong-bondong mengunjungi rumah mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi di Solo. Dikabarkan, rumah kediaman Jokowi menjadi tujuan wisata masyarakat. Bahkan warga rela antre untuk dapat berfoto dan mendapatkan kaos bergambar Jokowi.

Masyarakat yang mengunjungi rumah Jokowi datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selama libur Imlek dan Isra Miraj 2025, warga sudah antre sejak pagi. Panjang antrean mencapai 50 meter. Sebagian warga yang datang membawa payung di tengah terik matahari (detikTravel,29/01/2025).

Diperkirakan, masyarakat masih akan banyak yang mengunjungi kediaman Jokowi pada lebaran Idul Fitri nanti. Lantas, ada apa masyarakat begitu antusias mengunjungi rumah Presiden Indonesia ke-7 ini? Mengapa rumah mantan presiden menjadi daya tarik wisata?

Fenomena wisatawan mengunjungi rumah tokoh, selebritis, dan pesohor sebenarnya sudah sejak lama terjadi. Wisata semacam itu biasa disebut celebrity tourism atau wisata selebritis. Bukan hanya di Indonesia, wisata selebritis banyak dilakukan di berbagai negara.

Inggris misalnya, memiliki destinasi wisata selebritis masa lalu maupun masa kini. Rumah sastrawan William Shakespeare  di Stratford menjadi tujuan wisata. Begitu pula kediaman John Lennon di Liverpool juga banyak dikunjungi penggemarnya.

Amerika Serikat banyak memiliki destinasi wisata selebritis. Rumah penulis Ernest Hemingway di Florida banyak dikunjungi wisatawan. Penggemar berat Michael Jackson juga masih banyak yang berkunjung ke rumahnya di Neverland Ranch, California.

Celebrity tourism sejatinya merujuk pada fenomena di mana para wisatawan tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan selebriti, seperti rumah pribadi mereka, lokasi syuting film, tempat tinggal, atau destinasi yang sering dikunjungi oleh tokoh terkenal. Pada dasarnya, fenomena ini melibatkan kegiatan wisata yang dipengaruhi oleh ketenaran dan popularitas seorang selebriti atau tokoh terkenal.

Kedekatan

Wisata selebritis sering kali menjadi daya tarik tersendiri karena penggemar ingin merasakan kedekatan dengan tokoh yang mereka kagumi dan melihat tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi atau yang berkaitan dengan kehidupan pribadi mereka. Beberapa tokoh atau selebriti yang menjadi tujuan utama dalam fenomena wisata selebritis berasal dari berbagai bidang, termasuk film, musik, olahraga, dan fesyen.

Bagi banyak orang, bertemu dengan selebriti atau mengunjungi tempat yang berkaitan dengan idola mereka memberikan pengalaman yang sangat berarti. Ini memberikan kesempatan untuk merasakan kedekatan dengan sosok yang mereka kagumi. Terlepas dari pro dan kontra, sosok Jokowi selama ini masih banyak yang mengaguminya. Ketika berkunjung ke rumahnya, masyarakat akan merasa dekat dengan Jokowi, meski tak lagi menjabat presiden.

Wisata selebritis juga memberikan pengalaman emosional dan kenangan pribadi yang berharga. Bagi beberapa orang, ini bisa menjadi impian yang menjadi kenyataan, seperti bertemu artis favorit atau tokoh politik. Berkunjung ke rumah Jokowi atau pesohor lain akan menggugah perasaan emosional terhadap tokoh-tokoh yang biasa mereka lihat dan elu-elukan lewat media massa.

Selain faktor kedekatan, celebrity tourism juga menciptakan peluang bagi komunitas penggemar untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan saling berinteraksi. Misalnya, para penggemar dapat bertemu di acara tertentu untuk berbincang tentang sosok yang digemarinya.  Penggemar The Beatles acapkali mengadakan kegiatan untuk mengenang tokoh idolanya, seperti festival, konser, pameran, dan kontes seni yang berkaitan dengan The Beatles.

Wisata selebritis juga berfungsi membentuk ikatan sosial di antara penggemar, menciptakan komunitas yang saling mendukung, dan berbagi minat yang sama terhadap selebriti tertentu. Mendapatkan kaos bergambar Jokowi dan menggunakannya di tempat umum merupakan kembanggan dan simbol ikatan sosial bagi penggemarnya.

Meski tidak seperti destinasi wisata alam maupun destinasi wisata populer, wisata selebritis juga memberi peluang ekonomi bagi pihak-pihak terkait. Sektor transportasi dan akomodasi sangat diuntungkan ketika wisatawan melakukan perjalanan ke kediaman tokoh tertentu. Belum lagi pedagang kecil yang juga kecipratan rizki ketika rumah selebriti banyak dikunjungi wisatawan.

Dalam pesrpektif pariwisata, mengunjungi rumah selebritis juga sangat berpengaruh terhadap popularitas satu kota. Banyaknya masyarakat yang mengunjungi rumah Jokowi tentu saja akan meningkatkan citra positif kota Solo sebagai destinasi wisata. Jika fenomena ini terus berlanjut, tidak mustahil berbagai objek wisata yang ada di Solo juga akan menjadi tujuan wisata tambahan bagi mereka yang berkunjung ke rumah Jokowi.

Kultus Individu

Wisata selebritis sesungguhnya bukan sekadar ikut-ikutan orang banyak mengunjungi kediaman tokoh populer. Orang lebih mengutamakan pengalaman yang autentik dan tidak hanya terpengaruh pemberitaan media. Pengunjung wisata selebritis lebih menghargai pengalaman yang memberikan wawasan nyata tentang selebriti atau tempat yang mereka kunjungi.

Hakikat wisata selebritis, jika dikaitkan dengan kasus rumah Jokowi; adalah pengalaman yang lebih mendalam, seperti mendengarkan cerita sejarah atau melihat rekaman tentang kehidupan Jokowi dari sejak kecil hingga menjadi presiden. Bukan sekadar berfoto bersama dan mendapatkan pembagian kaos.

Meskipun celebrity tourism bisa menjadi pengalaman menyenangkan, penting diperhatikan untuk tidak terjebak dalam pola pikir obsesif atau terlalu terfokus pada kehidupan pribadi selebriti. Rasa kagum yang berlebihan akan menimbulkan kultus individu pada satu tokoh. Akibatnya, orang tidak dapat berpikir jernih tentang sisi lain dari selebriti itu. Kultus individu akan membuat orang tidak mau mengakui sisi negatif tokoh yang dikagumi.

Popularitas tokoh menjadi daya tarik dalam wisata selebritis. Dan popularitas biasanya juga akan tergerus oleh waktu, peristiwa, dan munculnya tokoh lain yang memiliki daya tarik lebih. Jika hari-hari ini masyarakat dihebohkan dengan kunjungan ke rumah Jokowi, maka suatu saat akan muncul figur lain yang akan banyak dikunjungi wisatawan.

Sepertinya wisata selebritis hanya sebuah tren yang akan dipengaruhi oleh panggung depan sang tokoh. Ada saatnya panggung depan tokoh begitu gemerlap. Namun ada masanya redup dan surut oleh panggung belakang yang mulai tersibak. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
Tags: JokowiPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warung Kopi Tionghoa di Kampung Baru, 50 Tahun Jadi Saksi Pasang-Surut Kota Singaraja

Next Post

Puisi-Puisi Putu Gede Pradipta  |   Kaidah Lidah, Biru Seperti Laut

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-Puisi Putu Gede Pradipta  |   Kaidah Lidah, Biru Seperti Laut

Puisi-Puisi Putu Gede Pradipta  |   Kaidah Lidah, Biru Seperti Laut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co