7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Efek Intensitas Wisatawan Saba Budaya Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
January 10, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

ANTUSIASME pengunjung ke Tanah Ulayat etnis Baduy sejak tiga tahun lalu cukup meningkat secara signifikan, apalagi pasca wilayah adat Baduy resmi mulai  dibuka dan dinyatakan sebagai aset budaya unggulan serta dijadikan ikon program destinasi wisata Kabupaten Lebak ,Provinsi Banten.

Ribuan pengunjung perbulan dari jumlah kunjungan wisawatan domestik dan luar negeri serta perminggu yang datang di hari Jumat, Sabtu dan Minggu ditambah pada waktu liburan adalah fakta yang tidak bisa dibantah. Ratusan mobil pribadi, motor , klub penggoes sepeda  dan puluhan mobil bus rombongan perminggu bisa dilihat hilir-mudik memasuki areal terminal Ciboleger dan di rest area parkir bertitel Saba Budaya Baduy yang sudah disediakan, walau fasiltasnya masih belum lengkap atau memadai seperti standar parkiran umumnya.

Pengendalian , pengaturan, dan pelayanan terhadap wisatawan pun menjadi menggeliat secara alamiah yang dipandu oleh para pengelola Terminal Ciboleger dan pemandu wisata (lokal , traveler dan guide team) yang tentunya bekerjasama dengan pemilik budaya yaitu Pemerintahan Desa Kanekes sebagai penaung keberadaan etnis Baduy.

Demi untuk merespon para peminat dan pengunjung ( wisatawan) yang berhasrat melihat budaya Baduy, kini pemerintahan Desa Kanekes sudah menyiapkan tiga  Pos pintu gerbang yang sudah resmi dibuka dalam rangka mempermudah dan mendekatkan jarak tempuh para pengunjung  menuju Baduy Luar dan Baduy Dalam.  Pos 3 yang bernama ” Binong Raya” sedang trending topik dan booming di jagat internet. Situasi dan kondisi antara Pos 1 di Ciboleger, Pos 2 di Kampung Cijahe dan Pos 3 yang berada di Lokasi Binong Raya berbeda-beda lokasi dan peruntukannya.

Kendaraan Wisatawan Memadati Area Parkir di Baduy | Foto Dok.Penulis

Jika ada yang bertanya apakah pengelolaan wisata Saba Budaya Baduy itu sudah ditangani secara profesional dan proporsional oleh instansi-instansi terkait? Sehingga ada kejelasan dan ketegasan tentang aturan mainnya tatkala ada wisatawan yang mau berkunjung ke Baduy? Atau ada situs resmi yang menjadi pusat informasi sehingga adanya keseragaman aturan yang dijadikan panduan? Saya belum bisa mengatakan dan menyatakan “Yes or No”, tapi yang jelas sedang ada penataan dan sosialisasi oleh pihak-pihak terkait. Wait and see saja yah.. !!!

Tuntunan Jadi Tontonan

Baduy sejak dulu selalu dijadikan tuntunan oleh berbagai pihak atau kalangan karena banyak menyimpan beragam budaya unik dan local wisdom yang dapat memberi contoh tentang kearifan perilaku sehingga menginspirasi masyarakat lain di luar Baduy.

Kini setelah industri pariwisata merajalela dan dijadikan skala perioritas program unggulan lalu Tanah Ulayat Baduy beserta isinya dibuka menjadi wilayah destinasi wisata unggulan. Pemerintah daerah dengan alasan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Baduy dan sekitarnya serta demi untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) alias mengeruk keuntungan finansial dari  meningkatnya para wisatawan mancanegara negara maupun lokal yang berkunjung . Maka sayup-sayup kekokohan kearifan budaya Baduy mulai nampak digeser, bergeser dan tergeser, lalu memudar menjadi areal tontonan publik dengan intensitas yang cukup tinggi.

Adanya analisa pergeseran nilai dari asalnya sebagai tuntunan yang kemudian secara senyap dan merayap berubah ke arah menjadi tontonan bukan hoak dan bukan provokasi, tapi ada faktualitas yang sulit untuk dibantah. Apapun alasannya, bahwa frekuensi dan intensitas pengunjung yang datang ke wilayah Baduy tujuan utamanya adalah ingin melihat kondisi riil kehidupan dan sosial budaya suku Baduy. Dan ketika melihat pada hakekat mereka menonton bukan?

Lalu siapa yang dilihat dan ditonton, kalau bukan masayarakat Baduy dan wilayah Baduy. Dua diksi ini cukup untuk menjelaskan bahwa akibat dibukanya Wisata Budaya Baduy yang kemudian diperhalus  dan diganti dengan nama Saba Budaya Baduy, maka sulit dihindari bahwa lambat laun tapi pasti Baduy akan jadi tontonan.        

Dua Sisi

Frekuensi dan intensitas pengunjung ke suatu daerah wisata akan identik dengan meningkatnya putaran uang di lokasi sekitar areal wisata , itu rumus baku. Pendapatan warga sekitar dan seputar lokasi  wisata dipastikan meningkat, pengadaan sarana dan fasilitas untuk memanjakan pengunjung juga pasti mengalami peningkatan. Dan itu adalah goal finishing dari dibentuknya destinasi wisata agar warga daerah sekitar destinasi meningkat kesejahteraannya melalui layanan pada para wisatawan. 

Wisatawan Berpose Bersama Orang Baduy | Foto Dok.Penulis

Geliat ekonomi warga Baduy dan status sosial ekonomi warga Baduy yang terlewati dan menjadi tujuan wisata sangat mencengangkan. Perubahan pola kehidupan  sepuluh kampung di Baduy Luar jalur Pos 1 yang rutin dilalui dan menjadi tujuan wisata sungguh sangat luar biasa dan sangat mengagetkan.

Rumah adat penduduk yang dulu sangat sederhana dan sepi karena selalu ditinggal berladang, kini disulap dengan desain modern dan berubah fungsi menjadi “mini market” yang siap menjajakan berbagai pernak pernik , kain tenunan, koja, baju dan kaos Baduy, buah buahan andalan ( durian ) dan souvenir lainnya. Sehingga geliat ekonomi melalui para pelaku UMKM meningkat secara pesat.

Alhasil dari satu sisi atau sudut pandang geliat kesejahteraan dan kemakmuran warga di kampung tersebut mulai kelihatan. Namun di sisi lain, pola kehidupan adat mulai tergerus dan bergeser mengadopsi pola kehidupan modern.

Dilematis itu pun kini mulai  merangsek ke kelompok Baduy Dalam. Rasa keadilan ingin merasakan dan menyamai tingkat kesejahteraan warga Baduy Luar yang terus bersentuhan  dengan para pengunjung ( wisatawan) pada akhirnya muncul, sehingga pintu gerbang kunjungan ke Baduy Dalam pun dibuka secara resmi oleh mereka.

Didirikannya Pos 2 di Cijahe adalah bukti bahwa lokasi tersebut dimaksudkan untuk mempermudah atau memperdekat jarak tempuh yang ingin berkunjung ke Baduy Dalam Cikeusik dan sekitarnya. Karena jika hanya dibuka di Pos 1 saja,  berkunjung ke Tangtu Cikeusik harus menempuk 7-8 jam berjalan kaki, tetapi jika melalui Pos 2 cukup  dengan  1 jam. Akibat dibuka Pos 2, maka warga Baduy Dalam  Cibeo pun membuka Pos 3 di Binong Raya; dan Pos 3 ini lebih representatif bila dibandingkan dengan Pos lain, sehingga pengunjung ke Baduy Dalam lebih membludak lewat Pos 3.

Apakah intensitas wisatawan Saba Budaya Baduy hanya sebatas berefek seperti  penjelasan di atas? Tentunya tidak. Masih banyak efek domino lainnya yang lebih dahsyat. Ikuti edisi tulisan berikutnya.[T]

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Kalender Adat dan “Kolenjer” — [Bagian 2]: Waktu Sakral di Baduy
Kembalinya Sistem Pemerintahan Adat Baduy
Tags: bantenJawa Baratmasyarakat adatProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Soar Adnyana, Dari Tukang Pahat Jadi Dagang Tuak Manis Keliling, Dibeli Bupati, Dicicipi Luhut

Next Post

Saltingmu, Azabmu

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails
Next Post
Saltingmu, Azabmu

Saltingmu, Azabmu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co