25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

Teddy Koll by Teddy Koll
January 5, 2025
in Dongeng
Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

ADA satu danau  berbentuk hati. Danau itu punya air biru jernih. Di sekitar danau tinggallah seekor capung bersama keluarga serangga: Belalang dan Kupu-kupu dan Kunang-kunang dan Laron. Mereka hidup bahagia. Mereka cari makan bersama. Mereka bermain bersama.

Hingga pada suatu hari, mereka mendengar deru bunyi, dan tiupan angin  kencang; suara itu  buat Rusa yang sedang minum air danau lari terbirit-birit, angin kencang bikin  sayap Capung hampir patah.

Dari perut air, yang serupa cermin, mereka  lihat sesuatu, sesuatu terbang di bawah awan, sesuatu yang mirip bentuk tubuh capung. Mereka penasaran, Capung bertanya di dalam hati: bagaimana ia bisa terbang? Terbuat dari apakah tubuh dan sayapnya?

Sepanjang hidup capung dan kawan-kawan belum pernah bertemu, atau dengar cerita tentang sesuatu yang baru mereka lihat itu.

Capung segera terbang meninggalkan danau, terbang ke arah timur, hendak bertemu Elang. Elang punya cakar tajam dan paruhnya merah hitam seperti buah matoa matang, sayapnya kuat seperti dahan kayu besi, bulunya berwarna putih berbintik hitam.

Capung tiba di sana, ia hinggap pada ranting bese nale.

 “Kek, apakah Kakek tahu tentang sesuatu yang baru terbang?“ Capung bertanya kepada Elang yang dipanggil dengan sebutan Kakek.  Capung bertanya dengan  suara gemetar.

Kakek Elang sedang lahap menikmati daging kuskus. Elang melepas cakar dari cengkraman tubuh kuskus putih, ia menatap Capung.

Capung menggigil, seluruh tubuhnya dingin, kaki-kakinya serasa lepas dari tubuhnya.

Kakek Elang menggoyang-goyangkan  tubuhnya—darah kuskus, lepas dari bulu dan paruhnya.

 Ia maju selangkah dari tubuh kuskus yang sebagian sudah tinggal tulang. Ia kasih kode kepada Capung dengan paruhnya agar ia datang dan hinggap di sampingnya.

Capung buka sayap dan terbang, mendekat dan hinggap dan ia  dengar Kakek Elang bilang: “Itu burung buatan manusia!”

Burung buatan manusia itu, tentu sangat mengganggu elang. Kakek Elang sudah beberapa kali melihatnya, dan ia tak suka dengan bising suaranya, ia juga tak suka kecepatan miliknya.

Setelah pertemuan itu, Capung meninggalkan Elang. Ia berniat terbang seperti burung buatan manusia.  Ia bilang kepada dirinya: saya mau belajar terbang.

 Setiap hari ia belajar terbang. Terbang dari satu daun ke daun lain. Ia menambah tinggi jangkauan terbangnya juga, tak seperti teman-teman Capung yang hanya bermain di atas perut air.

Sambil bermain, mereka mengamati Capung. Mereka bilang kepadanya: biar Elang dan burung buatan manusia saja yang terbang tinggi, kita cukup begini saja.

Tapi Capung tetap berlatih.

Teman-teman tidak percaya ia bisa terbang lebih tinggi dari tinggi pohon ketapang.

Ia cepeh berlatih dan capung duduk di daun teratai yang mengapung di atas perut air, yang sebagian daunnya tenggelam di air, yang tangkai besar menjulang tinggi ke awan, yang kelopak bunga besar berwarna putih kemerahan dan mekarnya  menyerupai payung. Teratai hidup bahagia bersama air.

Tapi banyak serangga yang yang tak suka padanya. Hanya Capung yang suka duduk dan merenungi impiannya di atas sehelai daun teratai, bernaung di bawah payung teratai, capung suka mengamati warna bunga teratai dan sering bertanya-tanya juga: bagaimana ia memiliki warna seindah ini?

Teratai senang bersama capung, dan ia mekar dan mengeluarkan aroma untuknya, dan kapanpun capung datng ia selalu menyiapkan tempat buatnya duduk dan bermenung. Teratai juga mendengar setiap keluh kesah Capung. Hingga suatu hari Teratai berkata: “Aku akan menghadiahkan engkau daun milikku, ia akan menerbangkanmu setinggi-tingginya”

Teratai memberi satu daun miliknya kepada Capung. Tetapi dengan  syarat: Capung tak boleh terbang tinggi dan jauh mendekat di tempat tinggal Elang.

Capung terbang gunakan daun teratai, awalnya ia terbang rendah dan hinggap di atas daun ilalang, lalu terbang agak tinggi dan hinggap di atas daun sagu, lalu terbang tinggi dan hinggap di atas daun ketapang; setiap hari ia terbang makin tinggi bahkan lebih tinggi dari bese nale—tempat Elang tinggal.

Elang melihat Capung terbang, beberapa kali Capung terbang tinggi di sekitar wilayah Elang; Elang bertanya dalam hati: bagaimana bisa Capung  terbang setinggi itu? Elang pun terbang mendekat dan melihat, oh, ternyata Capung terbang menggunakan daun teratai; Elang merampas, membawa pergi daun teratai lalu menyobek dan menghamburkan ke tanah.

 Capung terbawa angin kencang, seperti daun ketapang kering, Capung terbawa jauh tak tentu arah.

Capung jatuh di semak-semak yang buat perutnya berdarah; sayap kirinya sobek ditusuk ranting kayu kering. Ia menjerit kesakitan.

Beberapa hari ia tak sadarkan diri. Tak ada yang tahu keberadaannya, kecuali seekor semut. Semut datang, ia membangunkan capung, dan ia menggotongnya ke tepi danau, seekor katak membawa dan menidurkan tubuhnya di atas daun teratai.

 Teratai dan teman-temannya datang menghiburnya, Teratai mengobati luka, dengan ramuan, seketika luka di perut sembuh, sayapnya yang sobek pulih.

Capung menceritakan kejadian itu, ia memohon maaf kepada Teratai dan ia berjanji:  tidak akan lagi terbang dekat Elang tinggal. Teratai beri lagi daunnya. Capung terbang menggunakannya lagi tapi ia terbang rendah. Ia terbang jauh dan menaburkan benih teratai dari satu danau ke danau lain. Capung dan Kupu-kupu dan Belalang dan Laron sering menggunakan daun teratai juga—mereka terbang bersama mencari makanan di tempat jauh, mereka terbang dari satu pohon ke pohon lain, terbang dan hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Di tepi danau itu kini, mereka hidup bahagia, bersama Teratai. [T]

(Ubrub-Semografi, 2024-2025)

  • KLIK untuk BACA dongeng lainnya
Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua
Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua
Dongeng | Anak Kecil dan Pohon Pemali
Dongeng | Si Jangkrik Kalung yang Terlalu Percaya Diri
Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging
Tags: dongengdongeng dari papua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan Sumur | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Puisi-puisi Muhammad Rifan Prianto | Setelah Membaca 100 Soneta Cinta Pablo Neruda

Teddy Koll

Teddy Koll

Lahir di Semografi 22 November 1997. Ia sebagai guru di SD YPPK AKARINDA Semografi. Kini, ia sedang belajar menulis puisi dan dongeng.

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Muhammad Rifan Prianto | Setelah Membaca 100 Soneta Cinta Pablo Neruda

Puisi-puisi Muhammad Rifan Prianto | Setelah Membaca 100 Soneta Cinta Pablo Neruda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co