24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Gody Usnaat by Gody Usnaat
December 8, 2024
in Dongeng
Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy | Diolah dari Canva

SEBUAH kampung dengan lima puluh rumah, dan kampung itu dipagari gunung-gunung batu.

Rumah-rumah itu berdinding kulit kayu, beratap daun sagu dan berlantai belahan kayu yang diikat dengan tali rotan. Rumah-rumah itu, berdiri melingkari bangunan sekolah.

Sekolah itu punya 90 murid; pada tahun-tahun awal—banyak guru yang datang dan betah tinggal di sana: mereka ajar anak-anak menulis, membaca dan berhitung.

Namun pada suatu waktu guru-guru pergi dan tak ada yang pulang. Mereka memang bertugas di sekolah, tapi  tak ada guru yang betah tinggal—mereka seperti kelelawar yang hanya datang saat tiba musim buah.

Pada suatu saat, seorang ibu guru datang ke kampung itu. Ia datang dan anak-anak membuat pertanyaan saat masuk ke kelas di hari pertama: “Ibu guru, berapa lama tinggal dan mengajar di sini?”

“Saya akan tinggal bersama kalian, selama dua semester,” jawab ibu guru.

Sebab sudah berkali-kali ditipu, anak-anak tak percaya dengan jawaban ibu guru.

Ibu guru itu datang pertama kali, pada suatu sore dan selain membawa bahan makanan yang dipikul lima orangtua murid. Mereka menempuh perjalanan selama sembilan jam. Begitu tiba di kampung—hujan deras mengguyur kampung.

Begitulah selalu terjadi di kampung ini: setiap tamu yang datang, akan datang hujan beberapa jam. Ini pertanda bahwa tamu yang datang itu diterima oleh tanah, pohon dan udara.

Selain bahan makanan ibu guru  juga  membawa satu buah buku dongeng. Buku dongeng H.C Andersen: di sampul buku itu ada tulisan: Buku Kumpulan Dongeng Andersen. Ibu guru selalu membawa buku ini ke mana-mana. Ia membawanya ke dapur, ia membawanya ke kali, ia membawanya ke kamar tidur: dan saat tidur, ia selalu memeluk buku itu.

Ibu guru punya satu kebiasaan baik lain: ia membacakan cerita-cerita itu kepada anak-anak. Anak-anak senang dengar cerita-cerita Andersen; sambil dengar—mereka membayangkan itik yang buruk rupa itu atau tuk kecil yang baik,  juga seorang gadis dan korek api.

Sudah dua semester ibu guru tinggal dan mengajar anak-anak. Ia tak pernah pulang ke kota untuk libur atau membeli makanan saat ia kehabisan makanan—saat itulah ia dibantu oleh anak-anak menyediakan kepadanya makanan lokal: sagu, petatas, keladi dan buah merah. Ia makan apa yang diberikan anak-anak dan orangtua murid: ia makan sagu bakar, ia makan papeda, ia makan pisang rebus.  

Suatu sore, ibu guru kumpulkan anak-anak. Ia hendak mengatakan sesuatu—yah, ia hendak pindah tugas. Anak-anak melarang.

“Sebab ini perintah kepala dinas pendidikan, ibu guru mesti pergi,” kata ibu guru.

Ia pergi—tapi ia tinggalkan buku dongeng itu dengan pesan kepada Lukas. “Lukas, tolong jaga baik ini buku. Saat tidur—Lukas harus peluk buku ini!”

Lukas mengangguk dan tak terasa air mata jatuh. Ibu guru peluk Lukas. Satu persatu, anak-anak datang ucapkan salam perpisahan dengan ibu guru. Orang tua antar ibu guru ke ibu kota distrik. Di sana, sebuah mobil membawa ibu guru pergi ke tempat tugas baru.

Sejak kepergian ibu guru, Lukas-lah yang menjadi guru bagi teman-temannya dan juga bagi adik-adik kelas.

Malam pertama, Lukas peluk buku itu dan Lukas dapat mimpi; ia bertemu gadis kecil penjual korek api. Mereka dua bercerita banyak tentang negara Denmark, tentang dingin salju, tentang pohon natal, tentang korek api.

Lukas kini tahu; kenapa ibu guru bilang, kalau dia tidur, ia wajib peluk ini buku.

Namun sesuatu terjadi pada suatu malam, di luar rumah Lukas seekor tikus jalan keliling rumah—sesekali ia melihat jangan sampai saat tidur Lukas lepas buku. Si tikus ini berencana—ia hendak membawa lari itu buku ke hutan dan sembunyi di lubang batu.

Nah, suatu malam karena Lukas pulang dari kebun dan ia cape, ia langsung tidur tanpa memeluk buku dongeng itu. Tikus itu pun datang lalu membawa buku itu. Di sarang tikus itu—buku itu disimpan berbulan-bulan.

Buku itu mulai memudar dan sebagian besar kertasnya sobek tetapi halaman yang berkisah tentang Tuk Kecil yang baik hati itu tak pernah luntur tintanya, atau pun sobek kertasnya. Tikus heran kenapa bisa terjadi; ia  lalu mengundang rayap untuk datang dan makan kertas itu tapi rombongan rayap tak kuat untuk memotong kertas itu dengan gigi mereka yang tajam.

Suatu saat, seekor burung pembawa kabar datang dan hinggap di salah satu dahan matoa dekat rumah Lukas. Burung itu mengabarkan bahwa buku itu telah lama dibawa oleh seekor tikus. Burung pembawa kabar itu siap untuk membantu Lukas memberi tahu alamat dan ia nekat untuk membawa pulang buku itu.

Lukas dan burung pembawa kabar berjalan selama enam hari. Mereka menemukan rumah tikus,  tapi bagaimana mau masuk?

Pintu rumah itu sangat kecil. Burung pembawa kabar pergi bertemu dengan ratu semut. Ia meminta bantuannya agar mereka bisa masuk ke sana. Permintaan mereka direstui oleh ratu semut, Lukas dan burung pembawa kabar diberikan sebuah ranting gaharu.

Ranting itulah sebagai kunci rumah. Dengan ranting itu, Lukas mengetuk batu dan terbukalah pintu rumah. Waktu itu, tikus sedang  pergi dan ini adalah kesempatan baik untuk membawa pulang buku dongeng Andersen. Tentu saja, mereka hanya membawa sisa-sisa buku itu: kisah Tuk Kecil yang Baik Hati.

Kisah itu dibawa Lukas pulang sampai di kampung. Di sana setiap malam kisah itu seolah hidup dalam satu layar: anak-anak dapat bertanya jawab dengan Tuk Kecil. Mereka pun diajarkan menulis dan membaca juga berhitung. Orang tua para murid heran—kenapa anak-anak mereka pandai membaca dan berhitung dan menulis.

Hingga suatu hari Lukas mengatakan bahwa ada seorang guru, ia bernama Tuk. Guru itulah yang mengajari mereka layaknya seorang guru.[T]

  • KLIK untuk BACA dongeng lainnya
Dongeng | Anak Kecil dan Pohon Pemali
Dongeng | Si Jangkrik Kalung yang Terlalu Percaya Diri
Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging

Tags: dongeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyanyian Kehilangan dari Sonia | Ulasan Buku Puisi “Prihentemen”

Next Post

Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Gody Usnaat

Gody Usnaat

Penyair tinggal Umuaf, Papua. Salah satu buku puisi "Mama Mengayam Noken"

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co