3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 8, 2024
in Bahasa
Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy | Diolah dari Canva

MOMEN purnabakti adalah peristiwa yang penuh makna, terutama bagi seseorang yang telah mengabdikan hidupnya untuk negeri ini. Namun, tidak jarang terjadi kekeliruan dalam menyampaikan  ucapan kepada seseorang yang telah memasuki masa purna bakti.

Purnabakti atau masa pensiun sering kali dianggap sebagai babak baru yang penuh kebebasan, namun tidak semua individu dapat menghadapinya dengan mudah. Bagi sebagian orang, masa ini justru menjadi masa penuh tantangan, terutama jika muncul gejala post power syndrome (PPS). PPS adalah  sebuah kondisi psikologis yang sering dialami oleh individu yang kehilangan peran atau kekuasaan yang sebelumnya mereka miliki.

PPS ditandai dengan kesulitan menerima perubahan status, peran, atau rutinitas yang sebelumnya memberikan rasa identitas, kontrol, dan kekuasaan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja yang memasuki masa pensiun, terutama mereka yang memiliki posisi penting, seperti dosen, pejabat, atau profesional dengan peran signifikan dalam kehidupan profesionalnya. Gejala umum post power syndrome meliputi:

  1. Perasaan kehilangan: Merasa tidak berguna atau tidak lagi dihargai.
  2. Depresi dan kesedihan: Merasa sedih berkepanjangan tanpa alasan yang jelas.
  3. Kesulitan beradaptasi: Tidak tahu bagaimana mengisi waktu luang atau kehilangan arah hidup.
  4. Kecenderungan untuk mengisolasi diri: Menghindari interaksi sosial karena merasa tidak relevan.
  5. Kemunduran kesehatan fisik: Stres psikologis sering kali berdampak pada kesehatan fisik.

Mengapa masa purna kakti rentan terhadap PPS? Ada beberapa penyebab mengapa seseorang mengalami PPS pada saat memasuki masa purnabakti. Seseorang yang memasuki masa purnabakti mengalami perubahan identitas. Misalnya seorang dosen yang dengan jadwal padat melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, ketika memasuki masa purnabakti, mereka tidak lagi melakukan kegiatan tri dharma.

Hal ini tentu berpengaruh secara psikologis karena dengan tidak adanya aktivitas seperti pada saat masih aktif sebagai dosen, mereka merasakan adanya perubahan identitas. Bagi mereka yang memegang jabatan, tentu mempunyai kewenangan dalam memutuskan berkaitan dengan kebijakan. Mereka tentu mempunyai bawahan  yang selalu siap membantu dalam melaksanakan kebijakan yang diambil. Namun, setelah memasuki purnabakti, mereka tidak lagi mempunyai power dan mereka tidak lagi mempunyai bahawan. Kondisi ini sangat berpengaruh kepada psikologis mereka.

Banyak orang yang akan memasuki purnabakti lebih fokus mempersiapkan aspek finansial, tetapi mengabaikan persiapan mental dan emosional. Seseorang yang memasuki masa pensiun, dari segi finansial mungkin sudah mencukupi tetapi mereka lupa yang paling penting adalah bagaimana seseorang mempersiapkan aspek psikologis. Hal ini perlu diperhatikan agar seseorang  tidak mengalami PPS.

PPS menghantui apabila seseorang tidak mempersiapkan kesiapan psikologisnya. Pada saat masa purnabakti intensif komunikasi kita dengan teman sekantor perlahan-lahan tidak seintensif sebelumnya. Apabila tidak dipersiapkan untuk memasuki komunitas baru (berbaur dengan lingkungan) tentu seseorang akan mengalami permasalahan dalam sosialisasi dengan lingkungannya. Ketika masih aktif kemungkinan seseorang kurang aktif bersosialisasi di lingkungannya ketika memasuki masa purnabakti perlu dibangun komunikasi intensif dengan lingkungan.

Dalam masyarakat yang cenderung menilai seseorang berdasarkan peran dan kontribusinya, purnabakti sering kali dianggap sebagai akhir dari masa produktivitas. Hal ini tentu merupakan pandangan yang kurang tepat. Masa purnabakti bukan halangan untuk berproduksi. Dengan berproduksi, seseorang mempunyai aktivitas. Aktivitas inilah merupakan aktivitas pengganti pada saat masa aktif. Dengan cara ini, seseorang akan terhindar dari PPS.

Dengan memperhatikan analisis tersebut apakah tepat seseorang yang sudah memasuki masa purnabakti diberikan ucapan selamat memasuki purnabakti? Kata selamat dalam KBBI bermakna selamat /se·la·mat / 1 a terbebas dari bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dari bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dan sebagainya: ia — dari pembunuhan; 2 a sehat; 3 a tercapai maksud; tidak gagal; 4 n doa (ucapan, pernyataan, dan sebagainya) yang mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dan sebagainya): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yang memberi ucapan — kepadanya; 5 n pemberian salam mudah-mudahan dalam keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dan sebagainya): — datang; — jalan; — malam (pagi, siang); — tahun baru; — tinggal;

Momen purnabakti kemungkinan untuk sebagian besar merupakan momen yang menyedihkan sehingga PPS sering menghantuinya. Mereka awalnya mendapatkan penghasilan, setelah masa purnabakti, mereka hanya menikmati  gaji pensiunan. Hal ini berarti pendapatan yang diterima berkurang. Sebagian besar orang tidak gembira dalam memasuki masa purnabakti.

Profesor yang sudah memasuki masa purnabakti, banyak yang bersedia dikaryakan lagi. Ini membuktikan bahwa orang yang sudah purnabakti ingin berkaktivitas seperti sebelumnya. Pensiunan dosen (PNS) banyak berkeinginan dikaryakan lagi dengan status dosen NIDK (Nomer Induk Dosen Khusus). Ini mengindikasikan bahwa masa pensiun adalah bukan kondisi yang menyenangkan.

Oleh karena itu, kurang tepat ucapan selamat pensiun ya diucapkan kepada seseorang yang sudah memasuki  masa purnabakti. Ucapan ini sering ditemui di grup whatshapp. Sekilas tidak ada yang salah dari ucapan tersebut. Namun,  ucapan itu kurang tepat karena masa purnabakti bagi sebagian orang merupakan masa yang membawa perubahan identitas baginya. Tidak jarang, perubahan identitas ini menyebabkan orang tersebut mengalami PPS.

Lalu kata ucapan yang mana yang bisa disampaikan kepada seseorang yang telah memasuki masa purnabakti?

 Ucapan itu diantaranya adalah: 1) tetap semangat, dan terus berkarya, 2) semoga sehat selalu, dan 3) Terima kasih  atas bimbingannya selama ini. Ketiga contoh ucapan tersebut intinya memberikan motivasi kepada seseorang yang telah memasuki masa purnabakti dan memberikan penghargaan kepadanya atas segala bimbingan selama aktif bertugas. [T]

Kata Grodog  dan Onomatope | Ini Cerita Tentang Lemari
“Ketika Memberi”, Bagaimana Memadankannya ke Bahasa Bali?
Benarkah “bertujuan untuk” itu Lewah?
Tags: Bahasapensiunpurnabakti
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Next Post

Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails

Duri Akar dan “Sungga”

by Komang Berata
June 24, 2026
0
Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

Read moreDetails

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

by I Made Sudiana
June 23, 2026
0
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

Read moreDetails

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

by I Made Sudiana
June 13, 2026
0
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

Read moreDetails

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
0
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

Read moreDetails

Sihir Tiga Kode Huruf

by I Made Sudiana
June 8, 2026
0
Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

Read moreDetails

Cukup Telulas?

by Komang Berata
June 4, 2026
0
Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

Read moreDetails

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

by I Made Sudiana
June 3, 2026
0
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

Read moreDetails
Next Post
Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan

Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co