24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 8, 2024
in Bahasa
Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy | Diolah dari Canva

MOMEN purnabakti adalah peristiwa yang penuh makna, terutama bagi seseorang yang telah mengabdikan hidupnya untuk negeri ini. Namun, tidak jarang terjadi kekeliruan dalam menyampaikan  ucapan kepada seseorang yang telah memasuki masa purna bakti.

Purnabakti atau masa pensiun sering kali dianggap sebagai babak baru yang penuh kebebasan, namun tidak semua individu dapat menghadapinya dengan mudah. Bagi sebagian orang, masa ini justru menjadi masa penuh tantangan, terutama jika muncul gejala post power syndrome (PPS). PPS adalah  sebuah kondisi psikologis yang sering dialami oleh individu yang kehilangan peran atau kekuasaan yang sebelumnya mereka miliki.

PPS ditandai dengan kesulitan menerima perubahan status, peran, atau rutinitas yang sebelumnya memberikan rasa identitas, kontrol, dan kekuasaan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja yang memasuki masa pensiun, terutama mereka yang memiliki posisi penting, seperti dosen, pejabat, atau profesional dengan peran signifikan dalam kehidupan profesionalnya. Gejala umum post power syndrome meliputi:

  1. Perasaan kehilangan: Merasa tidak berguna atau tidak lagi dihargai.
  2. Depresi dan kesedihan: Merasa sedih berkepanjangan tanpa alasan yang jelas.
  3. Kesulitan beradaptasi: Tidak tahu bagaimana mengisi waktu luang atau kehilangan arah hidup.
  4. Kecenderungan untuk mengisolasi diri: Menghindari interaksi sosial karena merasa tidak relevan.
  5. Kemunduran kesehatan fisik: Stres psikologis sering kali berdampak pada kesehatan fisik.

Mengapa masa purna kakti rentan terhadap PPS? Ada beberapa penyebab mengapa seseorang mengalami PPS pada saat memasuki masa purnabakti. Seseorang yang memasuki masa purnabakti mengalami perubahan identitas. Misalnya seorang dosen yang dengan jadwal padat melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, ketika memasuki masa purnabakti, mereka tidak lagi melakukan kegiatan tri dharma.

Hal ini tentu berpengaruh secara psikologis karena dengan tidak adanya aktivitas seperti pada saat masih aktif sebagai dosen, mereka merasakan adanya perubahan identitas. Bagi mereka yang memegang jabatan, tentu mempunyai kewenangan dalam memutuskan berkaitan dengan kebijakan. Mereka tentu mempunyai bawahan  yang selalu siap membantu dalam melaksanakan kebijakan yang diambil. Namun, setelah memasuki purnabakti, mereka tidak lagi mempunyai power dan mereka tidak lagi mempunyai bahawan. Kondisi ini sangat berpengaruh kepada psikologis mereka.

Banyak orang yang akan memasuki purnabakti lebih fokus mempersiapkan aspek finansial, tetapi mengabaikan persiapan mental dan emosional. Seseorang yang memasuki masa pensiun, dari segi finansial mungkin sudah mencukupi tetapi mereka lupa yang paling penting adalah bagaimana seseorang mempersiapkan aspek psikologis. Hal ini perlu diperhatikan agar seseorang  tidak mengalami PPS.

PPS menghantui apabila seseorang tidak mempersiapkan kesiapan psikologisnya. Pada saat masa purnabakti intensif komunikasi kita dengan teman sekantor perlahan-lahan tidak seintensif sebelumnya. Apabila tidak dipersiapkan untuk memasuki komunitas baru (berbaur dengan lingkungan) tentu seseorang akan mengalami permasalahan dalam sosialisasi dengan lingkungannya. Ketika masih aktif kemungkinan seseorang kurang aktif bersosialisasi di lingkungannya ketika memasuki masa purnabakti perlu dibangun komunikasi intensif dengan lingkungan.

Dalam masyarakat yang cenderung menilai seseorang berdasarkan peran dan kontribusinya, purnabakti sering kali dianggap sebagai akhir dari masa produktivitas. Hal ini tentu merupakan pandangan yang kurang tepat. Masa purnabakti bukan halangan untuk berproduksi. Dengan berproduksi, seseorang mempunyai aktivitas. Aktivitas inilah merupakan aktivitas pengganti pada saat masa aktif. Dengan cara ini, seseorang akan terhindar dari PPS.

Dengan memperhatikan analisis tersebut apakah tepat seseorang yang sudah memasuki masa purnabakti diberikan ucapan selamat memasuki purnabakti? Kata selamat dalam KBBI bermakna selamat /se·la·mat / 1 a terbebas dari bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dari bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dan sebagainya: ia — dari pembunuhan; 2 a sehat; 3 a tercapai maksud; tidak gagal; 4 n doa (ucapan, pernyataan, dan sebagainya) yang mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dan sebagainya): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yang memberi ucapan — kepadanya; 5 n pemberian salam mudah-mudahan dalam keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dan sebagainya): — datang; — jalan; — malam (pagi, siang); — tahun baru; — tinggal;

Momen purnabakti kemungkinan untuk sebagian besar merupakan momen yang menyedihkan sehingga PPS sering menghantuinya. Mereka awalnya mendapatkan penghasilan, setelah masa purnabakti, mereka hanya menikmati  gaji pensiunan. Hal ini berarti pendapatan yang diterima berkurang. Sebagian besar orang tidak gembira dalam memasuki masa purnabakti.

Profesor yang sudah memasuki masa purnabakti, banyak yang bersedia dikaryakan lagi. Ini membuktikan bahwa orang yang sudah purnabakti ingin berkaktivitas seperti sebelumnya. Pensiunan dosen (PNS) banyak berkeinginan dikaryakan lagi dengan status dosen NIDK (Nomer Induk Dosen Khusus). Ini mengindikasikan bahwa masa pensiun adalah bukan kondisi yang menyenangkan.

Oleh karena itu, kurang tepat ucapan selamat pensiun ya diucapkan kepada seseorang yang sudah memasuki  masa purnabakti. Ucapan ini sering ditemui di grup whatshapp. Sekilas tidak ada yang salah dari ucapan tersebut. Namun,  ucapan itu kurang tepat karena masa purnabakti bagi sebagian orang merupakan masa yang membawa perubahan identitas baginya. Tidak jarang, perubahan identitas ini menyebabkan orang tersebut mengalami PPS.

Lalu kata ucapan yang mana yang bisa disampaikan kepada seseorang yang telah memasuki masa purnabakti?

 Ucapan itu diantaranya adalah: 1) tetap semangat, dan terus berkarya, 2) semoga sehat selalu, dan 3) Terima kasih  atas bimbingannya selama ini. Ketiga contoh ucapan tersebut intinya memberikan motivasi kepada seseorang yang telah memasuki masa purnabakti dan memberikan penghargaan kepadanya atas segala bimbingan selama aktif bertugas. [T]

Kata Grodog  dan Onomatope | Ini Cerita Tentang Lemari
“Ketika Memberi”, Bagaimana Memadankannya ke Bahasa Bali?
Benarkah “bertujuan untuk” itu Lewah?
Tags: Bahasapensiunpurnabakti
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Next Post

Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

Read moreDetails

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

by I Made Sudiana
October 16, 2026
0
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

Read moreDetails

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

by I Made Sudiana
October 4, 2026
0
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

Read moreDetails

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails
Next Post
Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan

Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co