13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Ketika Memberi”, Bagaimana Memadankannya ke Bahasa Bali?

Komang Berata by Komang Berata
November 25, 2024
in Bahasa
“Ketika Memberi”, Bagaimana Memadankannya ke Bahasa Bali?

Ilustrasi tatkala.co | Wira

TERCANTUMNYA kosakata bahasa Indonesia beri dan kata turunannya menjadi predikat kalimat, lumayan menyita pemikiran ketika berkomunikasi dalam bahasa Bali. Tidak cukup dengan menyematkan label kruna degag, kruna natya ka sor, dan kruna natya ka singgih.


Ketika aku dan kamu berkomunikasi dalam bahasa Bali ragam degag, tidak ada yang rumit. Ci maang cang (kamu memberi aku) atau cang maang ci (aku memberi kamu), tidak ada masalah.


Kemudian, cang maang ci, laut ci maang iya (aku memberi kamu, lalu kamu memberi dia), tidak ada masalah juga. Atau, cang maang iya, laut iya maang ci (aku memberi dia, lalu dia memberi kamu), tetap tidak ada masalah. Iya maang cang, laut cang maang ci (dia memberi aku, lalu aku memberi kamu), tetap juga tidak ada masalah.


Entah aku, kamu, atau dia menjadi subjek memberi, entah berusia lebih muda atau lebih tua, tidak ada masalah ketika berkomunikasi dalam bahasa Bali ragam degag.


Aku dalam posisi bahasa berada di sor, kamu dan dia berada di posisi singgih, tidak yang rumit. Tityang ngaturin ratu. Tityang ngaturin ida. Ratu ngicen tityang. Ida ngicen tityang. Tityang ngaturin ratu, raris ratu ngaturin ida. Tityang ngaturin ratu, raris ratu ngicen ida. Tityang ngaturin ida, raris ida ngaturin ratu. Tityang ngaturin ida, raris ida ngicen ratu. Etika berbahasa hanya itu.

Ketika baang, aturin, dan icen menjadi predikat kalimat, tidak ada masalah berkomunikasi dalam bahasa Bali. Masalah mulai tampak ketika wehin (baca: wèhin) dan suken (baca: sukèn) menyelinap menjadi predikat kalimat.

Sebelum wehin dan suken menjadi predikat kalimat, terlebih dahulu saya menyusun tokoh kalimat yaitu Tityang (aku), Ratu (kamu), Ida Agung (dia dengan usia lebih tua dari Ratu), Ida Alit (dia dengan usia lebih muda dari Ratu), Ipun Kelih (dia dengan usia lebih tua dari Tityang), dan Ipun Cenik (dia dengan umur lebih muda dari Tityang).

Dengan tokoh kalimat di atas, Ratu, Ida Agung, dan Ida Alit adalah orang yang kasinggihang oleh Tityang, Ipun Kelih, dan Ipun Cenik. Tityang, Ipun Kelih, dan Ipun Cenik adalah orang yang kasorang oleh Ratu, Ida Agung, dan Ida Alit. Tityang dan Ipun Kelih adalah orang yang kasinggihang oleh Ipun Cenik. Tityang dan Ipun Cenik kasorang oleh ipun Kelih.

Yang menjadi pedoman ketika berkomunikasi dalam bahasa Bali ragam natya, aturin ditujukan kepada orang yang kasinggihang, icen ditujukan kepada orang yang kasorang, suken ditujukan kepada orang yang kasinggihang oleh orang yang kasorang, dan wehin ditujukan kepada orang yang kasorang oleh orang yang kasorang.

Tityang, Ipun Kelih, dan Ipun Cenik memberi sesuatu kepada Ratu, Ida Agung, dan Ida Alit, tinggal mengganti memberi dengan ngaturin. Tityang ngaturin Ratu, Ipun Kelih ngaturin Ida Agung, Ipun Cenik ngaturin Ida Alit. Sebaliknya ketika Ratu, Ida Agung, dan Ida Alit memberi sesuatu kepada Tityang, Ipun Kelih, dan Ipun Cenik, tinggal mengganti memberi dengan ngicen.

Munculnya suken dan wehin dalam kalimat ketika Tityang berkomunikasi dengan Ratu, Ida Agung, dan Ida Alit dengan melibatkan Ipun Kelih atau Ipun Cenik. Ketika Ratu akan memberikan sesuatu kepada Ipun Kelih, akan tetapi Ipun Kelih sedang tidak berada di tempat, maka Tityang akan berkata kepada Ratu, “Dwaning Ipun Kelih kantun ring jaba, sane mangkin Tityang dumun icen Ratu, sane benjang Tityang nyuken Ipun Kelih.”

Ratu, Ida Agung, dan Ida Alit (saya singkat RIAIA) menitipkan pemberian kepada Tityang untuk disampaikan kepada Ipun Kelih, maka Ratu, Ida Agung, dan Ida Alit ngicen Tityang, kemudian Tityang nyuken Ipun Kelih. RIAIA menitipkan pemberian kepada Tityang untuk disampaikan kepada Ipun Cenik, maka RIAIA ngicen Tityang, kemudian Tityang ngawehin Ipun Cenik.

RIAIA menitipkan pemberian kepada Ipun Kelih untuk disampaikan kepada Tityang, maka RIAIA ngicen Ipun Kelih, kemudian Ipun Kelih ngawehin Tityang. RIAIA menitipkan pemberian kepada Ipun Cenik untuk disampaikan kepada Tityang, maka RIAIA ngicen Ipun Cenik, kemudian Ipun Cenik nyuken Tityang.

Melalui saya dan kerabat saya maka ketika RIAIA menitipkan pemberian kepada saya untuk disampaikan kepada ayah atau ibu saya, maka RIAIA ngicen saya, kemudian saya nyuken ayah atau ibu saya. RIAIA menitipkan pemberian kepada saya untuk disampaikan kepada istri atau anak saya, maka RIAIA ngicen saya, kemudian saya ngawehin istri atau anak saya.

RIAIA menitipkan pemberian kepada ayah atau ibu saya untuk disampaikan kepada saya, maka RIAIA ngicen ayah atau ibu saya, kemudian ayah atau ibu saya ngawehin saya. RIAIA menitipkan pemberian kepada istri atau anak saya untuk disampaikan kepada saya, maka RIAIA ngicen istri atau anak saya, kemudian istri atau anak saya nyuken saya. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis KOMANG BERATA
Sesuatu yang Setengah
Transfer Lisan Bahasa Tutur
Dialek dan Idiolek Bahasa Bali Saya

Tags: BahasaBahasa Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyoman Sukerta, Petani Cengkih dari Tajun, Juga Bertani Madu Agar Bali Tetap Manis

Next Post

Ni Ketut Ayu Sukma Listyaningsih,   Duta Lingkungan Hijau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails

Duri Akar dan “Sungga”

by Komang Berata
June 24, 2026
0
Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

Read moreDetails

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

by I Made Sudiana
June 23, 2026
0
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

Read moreDetails

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

by I Made Sudiana
June 13, 2026
0
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

Read moreDetails

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
0
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

Read moreDetails

Sihir Tiga Kode Huruf

by I Made Sudiana
June 8, 2026
0
Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

Read moreDetails

Cukup Telulas?

by Komang Berata
June 4, 2026
0
Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

Read moreDetails

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

by I Made Sudiana
June 3, 2026
0
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

Read moreDetails
Next Post
Ni Ketut Ayu Sukma Listyaningsih,   Duta Lingkungan Hijau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Ni Ketut Ayu Sukma Listyaningsih,   Duta Lingkungan Hijau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co